Heppy Yohanes
PSPI Associate Researcher

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perayaan Israel Bagi Ekklesia Heppy Yohanes
Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Vol 1, No 1 (2021): Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia
Publisher : Pusat Studi Pentakosta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.114 KB) | DOI: 10.54403/rjtpi.v1i1.12

Abstract

God as the Initiator of culture in Israel put celebration to be celebrated by them. The celebration is Passover celebration, unleavened bread, firstfruits, Pentecost, trumpet, atonement, and booths as written in Leviticus 23. In order to understand God's purpose in each of these feasts, one must have the same way of thinking as the Israelites. One form is to celebrate the feasts. But there are groups within Christianity who refuse to celebrate it on the grounds of Paul's direction in Colossians 2:16. Through descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the current condition of the church only celebrates Passover and Pentecost of the seven Israelite feasts. There are groups who thought that not all the Words are things that the church must do, especially in Leviticus 23. Celebrations based on the Hebrew language mean entering an appointed cycle and time, thus explaining that the church should follow this celebration in order to align with God's cycle and experience God's appointed time. Each of Israel feasts has great significance and is an image that can help believers experience spiritual growth. Church history proves that Israel's celebrations were no longer celebrated not by the decree of the apostles, but as a result of the shift in Constantine's reign in Rome. So, the Israelite Festival should be celebrated and taught its meaning by the church.Tuhan sebagai Penggagas kebudayaan di Israel menaruh perayaan yang harus dirayakan oleh mereka. Perayaan tersebut adalah Paskah, roti tak beragi, buah sulung, pentakosta, terompet, pendamaian, dan pondok daun seperti yang tertulis pada kitab Imamat 23. Agar bisa mengerti maksud Tuhan pada setiap perayaan tersebut pastinya harus memiliki cara berpikir yang sama dengan orang Israel. Salah satu bentuknya adalah merayakan perayaan tersebut. Namun ada kelompok didalam kekristenan yang menolak untuk merayakannya dengan alasan atas arahan Paulus pada Kolose 2:16. Melalui metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literatur dapat disimpulkan bahwa dapat kondisi gereja saat ini hanya merayakan paskah dan pentakosta dari tujuh perayaan Israel. Adanya kelompok yang beranggapan bahwa tidak semua Firman merupakan hal yang wajib gereja lakukan, khsususnya pada Imamat 23 ini. Perayaan berdasarkan Bahasa Ibrani berarti memasuki siklus dan waktu yang ditetapkan, sehingga menerangkan bahwa gereja seharusnya mengikuti perayaan ini untuk bisa selaras dengan siklus Tuhan dan mengalami waktu yang Tuhan tetapkan. Setiap perayaan Israel memiliki makna yang sangat penting dan merupakan gambaran yang dapat membantu orang percaya untuk mengalami pertumbuhan rohani. Sejarah gereja membuktikan bahwa perayaan Israel tidak dirayakan lagi bukan oleh keputusan rasul-rasul, melainkan diakibatkan pergeseran saat kekuasaan Konstantin di Romawi. Jadi seharusnya Perayaan Israel dirayakan dan diajarkan maknanya oleh gereja.
Resensi Buku 2084 Pandangan Kristen Tentang Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) dan Masa Depan Umat Manusia Heppy Yohanes
Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Vol 2, No 1 (2022): Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia
Publisher : Pusat Studi Pentakosta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54403/rjtpi.v2i1.32

Abstract

The development of science and technology is very significant and can even be said to be a realization of the shadows of the past that are shown in novels or films or cartoons. Humans certainly want to know what the future will be like. Artificial intelligence can help humans to improve their lives. Every thing has advantages and disadvantages, as well as various sources that can be fictional or real, and can have a significant impact in life. This book explains the development of artificial intelligence technology, the human condition, and the truth of God's WordPerkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangatlah signifikan dan bahkan dapat dikatakan merupakan realisasi dari bayangan masa lalu yang ditampilkan pada novel atau film atau kartun. Manusia pastinya ingin mengetahui bagaimana masa depan nantinya. Kecerdasan buatan dapat menolong manusia untuk mengingkatkan kehidupannya. Setiap hal pastinya ada kelebihan dan kekurangan, serta berbagai sumber yang dapat berupa fiksi ataupun sebenarnya, serta dapat memberikan sebuah dampak yang signifikan di dalam kehidupan. Buku ini menjelaskan mengenai perkembagan teknologi kecerdasan buatan, kondisi manusia, dan kebenaran Firman Tuhan
HL Senduk dan Kegerakan Pentakosta di Indonesia Heppy Yohanes; Yakub Hendrawan Perangin Angin; Tri Astuti Yenirenowati
Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Vol 1, No 3 (2021): Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia
Publisher : Pusat Studi Pentakosta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.473 KB) | DOI: 10.54403/rjtpi.v1i3.25

Abstract

H.L. Senduk merupakan salah seorang tokoh rohani yang dikenal di Indonesia, khususnya bagi kalangan Pentakosta. Sejak pertobatannya dan pengalaman akan baptisan Roh Kudus, ia mengikuti jejak gurunya Pdt. Van Gessel di Gereja Pentakosta, hingga akhirnya ia mendirikan Gereja Bethel Injil Sepenuhnya (GBIS). Seiring berjalannya waktu ia mengalami konflik dan akhirnya keluar dan mendirikan Gereja Bethel Indonesia (GBI). Kehidupan dan pelayanan H.L. Senduk sangatlah berpengaruh bagi kalangan Pentakosta di Indonesia yang terlihat dari sinode GBI merupakan sinode terbesar ketiga di Indonesia pada tahun 2021 dan terus mengalami pertumbuhan baik secara kuantitas ataupun kualitas. Pelayanan H.L. Senduk yang berdampak luar biasa ini pastinya merupakan sesuatu hal yang harus diketahui oleh banyak orang Kristen dan sangat penting untuk dipelajari. Penulisan kisah H.L. Senduk ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Naratif agar mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kehidupan H.L. Senduk dari berbagai sumber, sehingga bisa mengetahui warisan rohani yang sangat penting bagi gereja di Indonesia. Warisan rohani H.L. Senduk pastinya akan terkait dengan pandangan teologisnya, kepemimpinan yang ia lakukan, dan pelayanannya. Pandangan teologis H.L. Senduk yang paling utama bagi gereja-gereja pentakosta adalah terkait dengan pentingnya gereja untuk terbuka dan dinamis terhadap tuntunan dan karya Roh Kudus. Kepemimpinan H.L. Senduk pastinya sangat penting untuk diteladain, karena berdampak dengan membuat sindoe GBI sebesar sekarang. Kepemimpinan yang visioner dengan memberikan teladan dan menampilkan karakter yang baik bagi seluruh kalangan. Pelayanan H.L. Senduk yang menekankan penginjilan mendorong GBI untuk terus melayani secara realistis sosial dengan relevan dan efektif. H.L. Senduk is a well-known spiritual figure in Indonesia, especially among Pentecostals. Since his conversion and experience of the baptism of the Holy Spirit, he has followed in the footsteps of his teacher Rev. Van Gessel at the Pentecostal Church, until finally he founded the Full Gospel Bethel Church (GBIS). Over time he experienced conflicts and eventually left and founded the Indonesian Bethel Church (GBI). The life and ministry of H.L. Senduk is very influential for Pentecostals in Indonesia as seen from the GBI synod, which is the third largest synod in Indonesia in 2021 and continues to experience growth both in quantity and quality. H.L. Service This amazingly impactful spoon is definitely something that many Christians should know and very important to learn. Writing the story of H.L. This Senduk uses a qualitative method with a narrative approach in order to get a clear picture of the life of H.L. Senduk from various sources, so that we can know the spiritual heritage that is very important for the church in Indonesia. The spiritual legacy of H.L. Senduk will certainly have to do with his theological views, his leadership, and his ministry. H.L.'s theological view the main thread for the Pentecostal churches is related to the importance of the church to be open and dynamic to the guidance and work of the Holy Spirit. H.L. Leadership Senduk is certainly very important to follow, because it has an impact by making the GBI sindoe as big as it is now. Visionary leadership by setting an example and displaying good character for all circles. H.L. Service Senduk which emphasizes evangelism encourages GBI to continue to serve with realistically- socially in a relevant and effective manner.