This Author published in this journals
All Journal POROS TEKNIK
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGENDALIAN MUTU AGREGAT KELAS A DAN KELAS B PADA PEKERJAAN JALAN SUNGAI ULIN-MATARAMAN ., Fathurrozi; Gorang, Sesiliana Ina
POROS TEKNIK Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian mutu merupakan salah faktor penting yang dapat memberikan informasisebagai tolok ukur, apakah suatu pekerjaan sudah sesuai dengan yang diinginkan. Adabeberapa pemeriksaan laboratorium yang perlu dikerjakan untuk mengetahui mutu agregatkelas A dan kelas B , yaitu Atterberg (pemeriksaan konsistensi tanah), analisa saringan,abrasi, percobaan pemadatan, CBR (California Bearing Ratio), dan pemeriksaan lapangandengan metode sand cone test.Pengendalian mutu ini mengcu pada buku Spesifikasi Umum tahun 2010 (rev.2) yangditerbitkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jendral Bina Marga RepubikIndonesia. Sedangkan objek penelitian ini dilakukan pada pekerjaan jalan Sungai Ulin-Mataraman,yaitu pada pekerjaan lapis pondasi agregat kelas A dan lapis pondasi agregatkelas B sepanjang dari Sta 11+975 s/d sta 13+000.Hasil yang diperoleh unluk material LPA, memperlihatkan semua titik berada pada nilaikadar air antara 5.10% s/d 6.20%, sesuai spesifikasi, kadar air berada pada rentang 3%dibawah kadar air optimum dan 1% diatas kadar air optimum yaitu antara rentang 3,5% -7,5%. berat kering maksimum LPA, γd (lab) yang direncanakan 2,170 gc/cc dengan derajatkepadatan adalah 100%, hasil lapangan memberikan nilai kepadatan antara γd =101.19 gc/ccs/d 108.45 gc/cc.Unluk material LPB, ada 4 STA dengan kadar air diluar rentang kadar air4,4% - 7,4%. yaitu STA 12+100 = 8,7%, STA 12+200 = 8,1%, STA 12+400 = 9,6% dan STA12+600 = 8,6%. Solusinya adalah dengan mengeringkan melalui sinar matahari dalam waktutertentu maka kadar air lapangan akan turun sampai pada rentang yang disyaratkan. Beratkering maksimum LPB, γd (lab), direncanakan 2,170 gc/cc dengan derajat kepadatan adalah>=95%. Dari hasil lapangan memberikan nilai γd =106.78 gc/cc s/d 112.73 gc/cc, kecuali padasatu titik dengan derajat kepadatan adalah =99.92, namun masih >=95%.
PENGENDALIAN MUTU AGREGAT KELAS A DAN KELAS B PADA PEKERJAAN JALAN SUNGAI ULIN-MATARAMAN ., Fathurrozi; Gorang, Sesiliana Ina
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian mutu merupakan salah faktor penting yang dapat memberikan informasisebagai tolok ukur, apakah suatu pekerjaan sudah sesuai dengan yang diinginkan. Adabeberapa pemeriksaan laboratorium yang perlu dikerjakan untuk mengetahui mutu agregatkelas A dan kelas B , yaitu Atterberg (pemeriksaan konsistensi tanah), analisa saringan,abrasi, percobaan pemadatan, CBR (California Bearing Ratio), dan pemeriksaan lapangandengan metode sand cone test.Pengendalian mutu ini mengcu pada buku Spesifikasi Umum tahun 2010 (rev.2) yangditerbitkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jendral Bina Marga RepubikIndonesia. Sedangkan objek penelitian ini dilakukan pada pekerjaan jalan Sungai Ulin-Mataraman,yaitu pada pekerjaan lapis pondasi agregat kelas A dan lapis pondasi agregatkelas B sepanjang dari Sta 11+975 s/d sta 13+000.Hasil yang diperoleh unluk material LPA, memperlihatkan semua titik berada pada nilaikadar air antara 5.10% s/d 6.20%, sesuai spesifikasi, kadar air berada pada rentang 3%dibawah kadar air optimum dan 1% diatas kadar air optimum yaitu antara rentang 3,5% -7,5%. berat kering maksimum LPA, ?d (lab) yang direncanakan 2,170 gc/cc dengan derajatkepadatan adalah 100%, hasil lapangan memberikan nilai kepadatan antara ?d =101.19 gc/ccs/d 108.45 gc/cc.Unluk material LPB, ada 4 STA dengan kadar air diluar rentang kadar air4,4% - 7,4%. yaitu STA 12+100 = 8,7%, STA 12+200 = 8,1%, STA 12+400 = 9,6% dan STA12+600 = 8,6%. Solusinya adalah dengan mengeringkan melalui sinar matahari dalam waktutertentu maka kadar air lapangan akan turun sampai pada rentang yang disyaratkan. Beratkering maksimum LPB, ?d (lab), direncanakan 2,170 gc/cc dengan derajat kepadatan adalah>=95%. Dari hasil lapangan memberikan nilai ?d =106.78 gc/cc s/d 112.73 gc/cc, kecuali padasatu titik dengan derajat kepadatan adalah =99.92, namun masih >=95%.