Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MI/SD DAN ALTERNATIF PEMECAHANNYA Puspidalia, Yuentie Sova
Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan CENDEKIA VOL 10 NO 1 TAHUN 2012
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v10i1.406

Abstract

Abstract: The ultimate goal of Indonesian teaching is to help learners able to integrate themselves into the society successfully. This aim is in line with the development of science and technology in the globalization era, in which the role of the Indonesian language as a mean of personal development is inevitably challenged by the rapid changes and the need of international languages. For this reason, it is worried that learners face any negative wash back of the existence of International language, in instance, the lost of their own identity. To this end, the role of Indonesian teaching is getting more and more obviously important. In reality, however, the Indonesian teaching is generally assumed as the easiest subject if it is compared with other subjects. As a result of this case, learners pretend not to learn Indonesian seriously. Ironically, many students get low grade although the Indonesian lesson is seen easily to learn. In fact, elementary school (SD/MI) is regarded as basis for the formation of the noble values of the nation. The study had identified several sources of problems in learning Indonesian both from the educators or learners. Besides, it was revealed that the result of learning was affected by some aspects, such as the goals, materials, methods, school facilities and infrastructure.
BENTUK FUNGSI, DAN MAKNA KIAS DALAM JUDUL BERITA MAJALAH GATRA DAN PEMANFAATANNYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI PGMI STAIN PONOROGO Puspidalia, Yuentie Sova
Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan CENDEKIA VOL 13 NO 2 TAHUN 2015
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v13i2.248

Abstract

Abstract: One of the uses of language to convey messageis through written language, including printed media such as newspapers or magazines. The word choices in news, both oral and written communication, are very essentialin order that the message can beconveyedwell, even they prevail beauty. With a qualitative approach, this study was aimed to uncover the types of figurative language how it functions and its utilization in Gatra magazine and on students of PGMI STAIN Ponorogo.  Based on the research result, it revealed figurative language in the news titles ofGatra magazine in 2013 to 2015. The figurative language used was (1) a simile used as many as 5 times, (2) metaphor 23 times, (3) metonymy 25 times, (4) anthropomorphisms 25 times, (5) Symbolic 17 times, (6) hyperbole 21 times, (7) allegory 92 times, (8) periphrasis 25 times, (9) personification 22 times, (10) Innuendo, (11) sarcasm first time, (12) synecdoche 16 times, (13) synesthesia 9 times, and (14) proverb 2 times. Thus, the total of figurative words used in the headlines inGatra magazineon 2013 to 2015 are as many as 267 times consisting of 14 types of figurative language form. If it was ranged, the use of figurative language wasdominated with the allegory type that was 86 times. Next, it is followed with metaphor and metonymy, which appeared 23 times of use respectively. The third rank was the use ofperiphrasis that was about 22 times, personification 20 times, followedwith the forth rank that was synecdoche as many as 15 times. Then, the sequential low uses of figurative language were Innuendo and sarcasm only once, proverb 4 times, simile 5 times, and synesthesia 8 times. Meanwhile, the function varied from one type of figurative language to others. The use of figurative language was revealed to function variously, i.e.,to awaken, shorten, beautify, explain, illustrate, visualize,enliven and stressed.
Etika, Estetika, dan Dinamika dalam Novel Roro Mendut dan San Pek Eng Tay Serta Sumbangannya Dalam Pembelajaran Sastra Pada Program Studi PGMI STAIN Ponorogo Puspidalia, Yuentie Sova
Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan CENDEKIA VOL 14 NO 2 TAHUN 2016
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v14i2.816

Abstract

The literature is not a mitigated literary work which has no value. A literary work, such as novel, contains the moral values that exist in the life of society. The values of life can be used as learning materials. The appropriate choice of interesting materials can enhance students learning motivation and may lead them into better personalities. In this study, RoroMendut and San PekEngTay novels were analyzed the values of ethics, aesthetics, and social dynamics that might affect the literature learning in PGMI program, STAIN Ponorogo. In the course of Indonesian Language 2, there was a particular instructional objective called Indonesian language and literature appreciation.  In order that students are able to appreciate the literature well, they need to be equipped with the knowledge and behavioral pattern of peoples lives. With knowledge of critical analysis to literature, they are expected to have adequate knowledge to respond the life artistically and imaginatively. This research was a descriptive study with qualitative approach. The analysis showed that the ethical, aesthetic, cultural and social dynamics in both novels could contribute to the study of literature, particularly in PGMI program-STAIN Ponorogo, which could be used as teaching materials of literary learning, particularly in the course of Indonesian Language 2 with the topic of literature appreciation. إن الانتاجات الأدبية ليست كتابات ليس لها معنى بل وفيها قيم. فعلى سبيل المثال الرواية، فيها قيم الحياة في المجتمع. ويمكن أن تكون هذه القيم موادا دراسية. واختيار المادة الجذّابة يرقّى دوافع الطلاب في التعلّم ويدلهم إلى أن يكونوا أفرادا صالحين. تُحلّل في هذه الدراسة الرواية Roro Mendut  و San Pek  Eng Tayمن حيث الأخلاق وعلم الجمال ودينامياتهما الاجتماعية المؤثرة في تعليم الأدب في قسم PGMI في الجامعة الإسلامية الحكومية فونوروغو. في هذا القسم توجد مادة دراسية "اللغة الإندونيسية 2" وفيها مبحث  "التقدير للغة الإندونيسية وأدبها".  وليكون الطلاب قادرين على تقدير الأدب لابد من تثقيفهم بالمعلومات وتعويدهم على الاتصال بالحياة الاجتماعية. وإذا كان للطالب استجابة أدبية فيرجى أن يكون له عُدّة لاستجابة واقع الحياة ومواجهتها استجابة فنّية خيالية. كانت هذه الدراسة دراسة وصفية نوعية. ونتائج الدراسة هي أن الأخلاق والناحية الجمالية وديناميات اجتماعية ثقافية في هاتين الروايتين تسهم في تدريس الأدب، خاصة في قسم PGMI الجامعة الإسلامية الحكومية فونوروغو، أي هي تصلح أن تكون موادا دراسية في الأدب، خاصة في مادة اللغة الإندونيسية 2 مبحث التقدير للأدب.
Eufimisme Dalam Dua Novel Duka Cinta Sebagai Wujud Kesantunan Berbahasa Puspidalia, Yuentie Sova
Kodifikasia Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.978 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v12i1.1429

Abstract

Untuk menghormati pihak lain dan menghindari ketabuan dalam berkomunikasi, tidak sedikit pemakai bahasa menggunakan eufemisme yang umumnya memiliki beberapa makna asosiatif. Dalam kegiatan berbahasa pun, seseorang perlu memperhatikan aspek kesantunan untuk meminimalisasi kesalahapahaman dan membuat lawan tutur merasa nyaman dan sejuk hatinya ketika berkomunikasi. Kesantunan berbahasa dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik di lingkungan sosial nyata maupun dalam cerita atau fiksi. Karena itu, peneliti melakukan kajian terhadap aspek-aspek penggunaan bahasa terkait dengan eufemisme dan kesantunan berbahasa dalam novel Roro Mendut (RM) karya Y.B. Mangunwijaya dan San Pek Eng Tay (SE) karya Oka Tiang.Penelitian ini mendeskripsikan bentuk dan fungsi eufemisme, frekuensi pemakaiannya dan wujud kesantunan berbahasa untuk mengetahui persamaan dan perbedaan keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eufimisme berupa kata dan frasa memiliki bentuk dan fungsi ekspresi figuratif, satu kata untuk menggantikan kata yang lain, penggunaan kata serapan, flipansi, metafora, idiom, hiperbola, metafora dan hiperbola, metafora dan personifikasi. Penggunaan bentuk eufimisme ekspresif figuratif paling banyak digunakan. Perbedaannya, jika dalam RM digunakan bentuk eufimisme serapan, dalam SE tidak ditemukan, dalam RM ditemukan penggunaan bentuk eufimisme yang tidak ada dalam teori Allan Buridge, sedangkan dalam Novel SE tidak ditemukan. Dalam hal kesantunan berbahasa, jika dalam RM ditemukan maksim kedermawanan, dalam SE tidak ada. Wujud kesantunan berbahasa juga lebih banyak ditemukan pada RM daripada SE.
Keefektifan Kalimat pada Lembar Jawaban UAS Mahasiswa IAIN Ponorogo dan Pemanfaatannya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Puspidalia, Yuentie Sova
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 2 (2018): Pembelajaran Islami
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.72 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v3i2.55

Abstract

Dalam ujian tulis, tidak sedikit mahasiswa IAIN Ponorogo yang  cara menjawab dan menjelaskan gagasan-gagasannya membingungkan dan tidak menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.  Hal ini menyebabkan dosen dalam mengoreksi menjadi gagal paham karena gagasan yang disampaikan sulit dimengerti. Salah satu penyebabnya  adalah ketidakefektifan kalimat yang digunakan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan  menjelaskan keefektifan kalimat berdasarkan tinjauan fonologi, morfologi, sintaksis/ gramatikal, semantik, dan leksikal serta menjelaskan kebermanfaatannya dalam pembelajaran bahasa Indonesia  di IAIN Ponorogo.  Untuk menyelesaikan penelitian ini, digunakan pendekatan kuali­ta­tif desktriptif. Teknik analisis data berupa analisis tekstual dan deskriptif. Hasilnya, ditemukan ketidakefektifan kalimat hampir pada semua aspek kebahasaan, baik dari ciri fonologis berkaitan dengan tanda baca (13, 96%) dan ejaan (67,69%), ciri morfologis (8,94%), ciri sintaksis (1,40%), ciri gramatikal (14,52%), ciri semantik (27,69%) maupun ciri leksikal (1,40%). Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dosen pengampu dalam menerapkan pembelajaran bahasa Indonesia pada pokok bahasan kalimat efektif. Sebab, selama ini pembelajaran bahasa Indonesia di IAIN Ponorogo dirasa belum berhasil seratus persen. Hal ini dari kalimat-kalimat yang digunakan mahasiswa untuk menjawab soal-soal ujian akhir semester masih banyak yang tidak efektif.