Eko Gunawan Asnawi
Universitas Sam Ratulangi, Manado

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI INKLUSIF DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW DAN KOTA KOTAMOBAGU Eko Gunawan Asnawi; Daisy S.M. Engka; Een N. Walewangko
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 23 No 3 (2022): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.44297.23.3.2022

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan daerah harus ditopang oleh indikator makro ekonomi yang menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Artinya pertumbuhan ekonomi yang tinggi, harus sejalan dengan kemampuan daerah dalam mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan, termasuk juga di dalamnya ketimpangan pendapatan. Atau dengan kata lain salah satu kinerja pembangunan ekonomi suatu daerah ditunjukan oleh pertumbuhan ekonomi inklusif yang dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pertumbuhan ekonomi Inklusif terhadap dengan kemiskinan, pengangguran dan Gini ratio di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kota Kotamobagu. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder merupakan jenis data yang diperoleh dan digali melalui hasil pengolahan pihak kedua dari hasil penelitian lapangannya. Data – data tersebut adalah Data Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan, Tingkat pengangguran Terbuka dan Gini Rasio, PDRB ADHK di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kota Kotamobagu tahun 2015 – tahun 2021 yang diperoleh dari website resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, dengan alamat resmi https://sulut.bps.go.id Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kota Kotamobagu pada tahun 2015-2021 bersifat belum inklusif dalam menurunkan kemiskinan, pengangguran dan gini ratio, ini di tandai masih adanya pertumbuhan yang bersifat non inklusif terhadap kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan.   Kata Kunci : Pertumbuhan ekonomi inklusif, Kemiskinan, Pengangguran, Gini ratio