Nina Mariani Noor
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PARTISIPASI TENAGA KERJA PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (STUDI KASUS DI PASAR NALOGATEN KEC. SLEMAN YOGYAKARTA) Anita Maudy; Nina Mariani Noor
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 8, No 2 (2022): Jurnal AL-IJTIMAIYYAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i2.15634

Abstract

Abstract: In a family, apart from being a wife, women also work as housewives who educate children and are devoted to their husbands. Many things are considered to create a prosperous family so that life is more comfortable and also various motivations for working, one of which is to ease the burden on households with a high number of dependents, want to earn their own money, seek experience, and want to transfer their knowledge to others. This study aims to find out whether working women's welfare has increased or there are many problems behind it. As for this research, it can be seen from working women in terms of age, work done by women, and family welfare conditions. This study uses an approach approach with the interview method to 4 informants who can provide correct and clear information related to the research being conducted. The research findings show that women in the Nologaten market who are over 40 years old are self-willed, self-employed and want to have their own money. Even though their children are well off and have enough jobs, the mothers who work in the Nologaten market still want to work alone because they are used to it, and they also have the help of their husbands. There are various kinds of work at that place, such as selling spices, vegetables, and also selling chicken. This research was conducted at Nologaten Caturtunggal Market, Depok District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta.Keywords: Women; Welfare; Family. Abstrak: Dalam sebuah keluarga perempuan selain berperan sebagai istri juga berfungsi sebagai ibu rumah tangga yang mendidik anak dan berbakti kepada suami. Banyak hal yang dipertimbangkan untuk menciptakan keluarga yang sejahtera agar hidup lebih nyaman Berbagai motivasi perempuan ingin bekerja yaitu untuk meringankan beban rumah tangga dengan jumlah tanggungan cukup tinggi, ingin mencari uang sendiri, mencari pengalaman, dan ingin mentransfer ilmunya kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perempuan bekerja apakah kesejahteraan keluarganya meningkat atau banyak permasalahan dibaliknya. Adapun penelitian ini dapat dilihat perempuan bekerja dari segi umur, pekerjaan yang dilakukan perempuan, dan kondisi kesejahteraan keluarga. Dalam penelitian ini merupakan suatu pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode wawancara kepada 4 informan yang bisa memberikan tanggapan atau infomasi dengan benar dan jelas yang terkait dengan penelitian yang ingin dilakukan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang bekerja di pasar Nologaten yang berusia di atas 40 tahun adalah kemauan diri sendiri, kesenangan sendiri dan ingin mempunyai uang sendiri. Walaupun anak-anaknya sudah berkecukupan dan mempunyai pekerjaan yang cukup namun ibu-ibu yang bekerja di pasar Nologaten tetap ingin bekerja sendiri dikarenakan sudah terbiasa berdagang. Berbagai macam kerjaannya ditempat tersebut seperti menjual rempah-rempah, sayur-sayuran dan juga menjual ayam. Penelitian ini dilakukan di Pasar Nologaten Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.Kata Kunci: Perempuan; Kesejahteraan; Keluarga.
PENGARUH PROGRAM ACEH BESAR SEJAHTERA (PRO ABES) TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN ACEH BESAR Khalezar Khalezar; Nina Mariani Noor; Fadli Fadli; Muchlis Zulkifli; Muhammad Hashemi Maulida
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 9, No 1 (2023): Jurnal AL-IJTIMAIYYAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i1.18036

Abstract

Abstract: Aceh is still the poorest province in Sumatra, this condition was conveyed by the Central Bureau of Statistics (BPS) of Aceh Province. Aceh Besar District is located next to Banda Aceh City as the provincial capital, but the poverty rate in Banda Aceh City is much lower than in Aceh Besar. The author focuses on the Central Bureau of Statistics data that presents the poverty rate in Aceh Besar District as higher even though the two are located side by side. On that basis, the Regent of Aceh Besar launched the Aceh Besar Sejahtera Program (Pro Abes) with the aim of overcoming and reducing the burden of spending on the poor in Aceh Besar with a target of reducing the poverty rate by 10%. The purpose of this study was to determine the extent of the influence of the Aceh Besar Sejahtera Program in overcoming the problem of poverty in the Aceh Besar District and how much a percentage of the poverty rate fell from the impact of the program. This research uses qualitative methods with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that the effect of the Aceh Besar Sejahtera Program in reducing the expenditure burden of the poor had been achieved, but significantly had not emphasized the reduction in poverty in Aceh Besar District. From 2017 the program was launched until 2022 the end of the term of office, the percentage of poor people in Aceh Besar District only decreased by 0.91% and the number of poor people decreased by 4.51%.Keywords: Influence; Aceh Besar Sejahtera Program; Poverty Alleviatio.Abstrak: Aceh masih menjadi provinsi termiskin di Sumatera, kondisi ini disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh. Secara kedudukan Kabupaten Aceh Besar berdampingan dengan Kota Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi, akan tetapi angka kemiskinan di Kota Banda Aceh jauh lebih rendah dari Aceh Besar. Penulis fokus pada data Badan Pusat Stastistik yang menyajikan tingkat kemiskinan di Kabupaten Aceh Besar lebih tinggi padahal letak keduanya berdampingan. Atas dasar itu Bupati Aceh Besar meluncurkan Program Aceh Besar Sejahtera (Pro Abes) dengan tujuan untuk mengatasi dan mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin di Aceh Besar dengan target penurunan angka kemiskinan sebesar 10%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh Program Aceh Besar Sejahtera dalam mengatasi masalah kemiskinan di Kabupaten Aceh Besar serta berapa persen angka kemiskinan turun dari dampak program tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh Program Aceh Besar Sejahtera dalam mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin sudah tercapai, namun secara signifikan belum menekankan pada penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Aceh Besar. Dari tahun 2017 program ini diluncurkan sampai dengan tahun 2022 berakhirnya masa jabatan, persentase penduduk miskin di Kabupaten Aceh Besar hanya turun sebesar 0,91% dan jumlah penduduk miskin turun sebesar 4,51%.Kata Kunci: Pengaruh; Program Aceh Besar Sejahtera; Pengentasan Kemiskinan.