dyah woro Dwi Lestari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN STRATEGI KOPING DENGAN TINGKAT STRES P[ADA ORANG TUA YANG MEMPUNYAI ANAK USIA SD DALAM MENGHADAPI PEMEBLAJARAN DARING Yudhistira Tri Wardhana; dyah woro Dwi Lestari; Octavia Permata Sari; wahyudin wahyudin
Mandala Of Health Vol 15 No 1 (2022): Mandala Of Health
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.119 KB) | DOI: 10.20884/1.mandala.2022.15.1.5522

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Pandemi COVID-19 mengganggu berbagai sektor kehidupan termasuk sektor pendidikan. Siswa SD terpaksa memberlakukan pembelajaran daring. Beban menjadi pengajar dan permasalahan lain selama COVID-19 berpotensi menjadi stresor bagi orang tua. Perlu diadakan penelitian yang meneliti hubungan antara strategi koping dengan tingkat stres pada orang tua siswa SD untuk memahami fenomena yang sedang marak terjadi ini. SD Negeri 2 Sokaraja Tengah dipilih dengan harapan mampu mepresentasikan kondisi wilayah pinggiran kota di Indonesia. Tujuan : Mengetahui apakah ada hubungan antara strategi koping dengan tingkat stres orang tua siswa SD Negeri 2 Sokaraja Tengah. Metode : Analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional mengambil data melalui kuesioner yang disebarkan langsung ke orang tua. Tingkat stres diukur dengan skala DASS-21 sedangkan strategi koping diukur dengan BRIEF COPE-Scale Inventory. Uji analisis Spearman digunakan sebagai metode analisis bivariat dengan tingkat kepercayaan 90%. Hasil : Ditemukan korelasi negatif signifikan pada adaptive coping (p: -0,389, sig: 0,000) dan maladaptive coping (p: -0,374, sig: 0,001). Sebagai subskala adaptive coping, ditemukan: active coping (p: -0,372, sig: 0,001), humor (p: -0,378, sig: 0,001), dan positive reframing (p: -0,382, sig: 0,000) dengan subskala lain tidak signifikan. Dari subskala maladaptive coping, ditemukan: denial (p: -0,327, sig: 0,003), self-blame (p: -0,320, sig: 0,004), dan self-disengagement (p: -0,291, sig: 0,009) dengan subskala lain tidak signifikan. Kesimpulan : Terdapat hubungan negatif bermakna pada strategi koping adaptive yang meliputi: active coping, humor, dan positive reframing, serta pada strategi koping maladaptive yang meliputi: denial, self-blame, self-disengagement ABSTRACT Background: COVID-19 pandemic disrupts many aspect of life including education aspect. Elementary school students are required to do online learning. Burden of teaching and other affected lives aspects are potential stressor source for parents. Hence, it is necessary to study correlation between coping strategies that parents used with stress level that they are affected to, so that we can better understand this booming phenomenon. Elementary School 2 of Sokaraja Tengah is chosen with means to represents suburbs of Indonesia. Objective: To understand whether there would be a correlation between coping strategies and stress level on elementary school students’ parents. Methods: Observational analytic with cross-sectional approach. Questionnaire are directly given to parents. Stress level is measured with DASS-21 scale, while coping strategies are measured with BRIEF COPE-Scale Inventory. Spearman bivariate analysis are chosen as the method of bivariate analytic with confidence interval of 90%. Results: Significant negative correlation was found in adaptive coping (p: -0,389, sig: 0,000) and maladaptive coping (p: -0,374, sig: 0,001). As subscales of adaptive coping, it was found: active coping (p: -0,372, sig: 0,001), humor (p: -0,378, sig: 0,001), and positive reframing (p: -0,382, sig: 0,000) while other subscales are not significant. From subscales of maladaptive coping, it was found: denial (p: -0,327, sig: 0,003), self-blame (p: -0,320, sig: 0,004), and self-disengagement (p: -0,291, sig: 0,009) while other subscales are not significant Conclusion: There is a negative correlation between coping strategies which include: adaptive coping (active coping, humor, and positive reframing), and maladaptive coping (denial, self-blame, and self-disengagement) with stress level of Elementary School 2 of Sokaraja Tengah
PERAN KELUARGA DALAM MENDUKUNG PASIEN DENGAN PENYAKIT TERMINAL: PELAJARAN DARI BANYUMAS – JAWA TENGAH Dyah Woro Dwi Lestari; Miko Ferine; Arfi Nurul Hidayah; Amalia Muhaimin; Bagas Wicaksono
Medical and Health Journal Vol 2 No 1 (2022): August
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.648 KB) | DOI: 10.20884/1.mhj.2022.2.1.7559

Abstract

Menyampaikan berita buruk dianggap sebagai salah satu bagian tersulit dari komunikasi antara dokter dan pasien. Dengan demikian pasien dan keluarga berhak memahami kondisi kesehatannya yang sebenarnya. Menyampaikan berita buruk dapat menyebabkan situasi yang tidak nyaman ketika pasien dan keluarga mereka menunjukkan reaksi negatif terhadap percakapan tersebut. Selain itu, situasi seperti itu dapat menyebabkan pengalaman negatif dan dapat berkembang menjadi pengalaman emosional yang buruk antara dokter dan pasien. Masalah komunikasi diidentifikasi sebagai faktor utama dalam menyampaikan berita buruk. Di sisi lain, budaya, faktor utama yang menentukan hasil komunikasi, akan memainkan peran penting dalam situasi ini. Tulisan ini bertujuan untuk menggali peran keluarga dalam proses penyampaian kabar buruk dari dokter kepada pasiennya. Metode kualitatif dilakukan dalam makalah ini dengan menggunakan wawancara mendalam dengan 7 anggota keluarga pasien dalam kondisi terminal. Hasil penelitian menunjukkan beberapa tema, yaitu peran keluarga dalam menjaga kondisi emosi dan psikologis pasien, peran keluarga sebagai orang penting untuk diandalkan (dalam hal pengobatan), keluarga sebagai pengambil keputusan yang menentukan terapi bagi pasien dan juga berperan dalam komunikasi antara dokter dan pasien.