Zeni Murtafiati Mizani, Zeni Murtafiati
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Islam (Tinjauan Pedagogis Komunikasi Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail dalam Al-Quran) Mizani, Zeni Murtafiati
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dalam Pembelajaran
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.553 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v2i1.28

Abstract

Komunikasi merupakan proses penyampaian suatu pesan dalam bentuk lambang bermakna sebagai pikiran dan perasaan berupa ide, informasi, kepercayaan, harapan, himbauan, dan sebagai panduan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain. Orang tua dan anak adalah komponen yang paling penting dalam sebuah keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam mendidik anak-anaknya melalui proses komunikasi. Al-Qur’an sebagai sumber pertama dan utama pendidikan Islam memberikan beberapa gambaran kisah tentang komunikasi orang tua dan anak. Salah satu kisah tersebut adalah kisan Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il dalam Q.S. al-Sha>ffa>t ayat 102-107. Berdasarkan ayat-ayat dari surat tersebut dapat disimpulkan komunikasi orang tua dan anak (berdasarkan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail) sebagai berikut: 1) Komunikasi yang terjadi adalah komunikasi interaktif-dialogis-humanis. Dikatakan interaksional karena komunikasi yang dilakukan tidak sepihak. Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il saling aktif, reflektif dalam memaknai dan menafsirkan pesan dalam mimpi Nabi Ibrahim. Dialogis karena komunikasi tersebut dapat membuka jalur informasi antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Komunikasi dialogis juga membantu untuk melatih berargumentasi, kesabaran, ketangguhan, dan keteguhan untuk patuh kepada Allah dan taat pada orang tua, seperti yang terjadi pada komunikasi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Humanis karena Pendidikan Ibrahim terhadap Ismail bertujuan untuk memanusiakan manusia agar patuh kepada Allah; 2) Komunikasi yang dilakukan Nabi Ibrahim dengan Nabi Isma’il memberikan gambaran bahwa Nabi Ibrahim merupakan sosok yang demokratis dan Nabi Isma’il adalah sosok yang patuh. Kedua sifat ini memiliki peran penting dalam kesuksesan sebuah pendidikan; 3)  Terdapat dua materi pendidikan dalam komunikasi antara Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il, yaitu aspek keimanan dan emosional. Keimanan kaitannya dengan uji kepatuhan terhadap konsep keimanan yang telah diberikan oleh Nabi Ibrahim, sedangkan aspek emosional ditunjukkan ketegaran dan kesabaran dalam menerima perintah tersebut.
Membentuk Karakter Religius dengan Pembiasaan Perilaku Religi di Sekolah: Studi di SMA Negeri 3 Ponorogo Syaroh, Lyna Dwi Muya; Mizani, Zeni Murtafiati
Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Vol. 3 No. 1 (2020): Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES)
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijies.v3i1.1224

Abstract

This research begins with the anxiety of the national character and culture problems. Recognized or not, there are currently many real and worrying crises in society involving students as the next generation of the nation. Islamic Religious Education which ideally teaches the values ​​of goodness, one of which is religiosity, which when these values ​​are internalized to students, of course deviations can be avoided. The purpose of this study is to analyze the implementation of the habituation method, constraints, and solutions encountered in implementing the habituation method to shape students' religious character. This research method uses a qualitative descriptive approach and the type of research is a case study. Data collection techniques include observation, interview and documentation. Data analysis techniques using Miles and Huberman with the steps of data collection, data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of the study found that: (1) Implementation of the habituation method in shaping the religious character of class students through prayer before learning and before going home, reading short letters in juz'amma and verse verses, chanting asma'ul husna, dhuha prayer, dzuhur prayer and asar congregation, Friday prayers and Friday blessings, Friday infaq, khatmil al-Qur'an, khatib and PHBI (Commemoration of Islamic Holidays); (2) Constraints faced in implementing the habituation method in shaping students 'religious character are influenced by two factors namely: internal factors including innate behavior and external factors including lack of maximum conditioning and support from teachers, students' educational backgrounds, different parenting , peers, social media and infrastructure; (3) The solution to overcome the constraints of implementing the habituation method in shaping students' religious character is by socializing the importance of character education, discipline, reward and punishment, controlling, and adding facilities and infrastructure.This research begins with the anxiety of the national character and culture problems. Recognized or not, there are currently many real and worrying crises in society involving students as the next generation of the nation. Islamic Religious Education which ideally teaches the values ​​of goodness, one of which is religiosity, which when these values ​​are internalized to students, of course deviations can be avoided. The purpose of this study is to analyze the implementation of the habituation method, constraints, and solutions encountered in implementing the habituation method to shape students' religious character. This research method uses a qualitative descriptive approach and the type of research is a case study. Data collection techniques include observation, interview and documentation. Data analysis techniques using Miles and Huberman with the steps of data collection, data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of the study found that: (1) Implementation of the habituation method in shaping the religious character of class students through prayer before learning and before going home, reading short letters in juz'amma and verse verses, chanting asma'ul husna, dhuha prayer, dzuhur prayer and asar congregation, Friday prayers and Friday blessings, Friday infaq, khatmil al-Qur'an, khatib and PHBI (Commemoration of Islamic Holidays); (2) Constraints faced in implementing the habituation method in shaping students 'religious character are influenced by two factors namely: internal factors including innate behavior and external factors including lack of maximum conditioning and support from teachers, students' educational backgrounds, different parenting , peers, social media and infrastructure; (3) The solution to overcome the constraints of implementing the habituation method in shaping students' religious character is by socializing the importance of character education, discipline, reward and punishment, controlling, and adding facilities and infrastructure.
Pendidikan Karakter Cinta Tanah Air Pada Sekolah Dasar Islam di Tengah Tantangan Radikalisme Mizani, Zeni Murtafiati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paparan radikalisme terhadap generasi penerus bangsa sangat mengkhawatirkan. Itulah mengapa pentingnya mencintai tanah air melalui pendidikan karakter khususnya pada sekolah berbasis Islam, sebagai pondasi agar tidak mudah terpengaruh radikalisme. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk perkuat patriotism Sekolah Dasar Islam dan karakter kampung halaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis studi kasus kualitatif. Analisis data dengan menggunakan teori Miles dan Huberman. Penelitian ini menjelaskan pemahaman tentang Islam yang rahmatan lil a’lamin, yang damai dan menyeru pada kebaikan dengan lemah lembut sangat penting. Ada 4 aspek yang bisa ditawarkan untuk dikembangkan di sekolah dasar untuk tercapainya tujuan penanaman karakter cinta tanah air untuk menghadapi tantangan radikalisme. Pertama, terintegrasinya proses pembelajaran di kelas dengan studi perilaku cinta ibu pertiwi. Kedua, terintegrasinya budaya sekolah dengan studi perilaku cinta ibu pertiwi. Ketiga, terintegrasi tindakan ekstrakurikuler dengan pendidikan karakter cinta tanah air. Keempat, penerapan pembiasaan keseharian siswa baik di lingkungan keluarga, masyarakat dengan pendidikan perilaku cinta ibu pertiwi Semua warga sekolah melakukan secara konsisten dan sadar. Ada tanggung jawab saling mengingatkan jika ditemukan ada yang melanggar.