This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Mirnanda Muzniati
Universitas Sam Ratulangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : TEKNO

Analisis Pemanfaatan Air Tanah Dangkal Sebagai Sumber Air Minum Di Kelurahan Bahu Kota Manado Mirnanda Muzniati; Steeva G. Rondonuwu; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai merupakan badan penerima limbah. Pencemaran yang terjadi pada sungai dapat menurunkan kualitas lingkungan disekitar contohnya air tanah. Masyarakat yang berada di Kelurahan Bahu sering menggunakan air tanah sebagai air minum sehingga pentingnya dilakukan pemantauan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui bagaimana kualitas air sungai dan air tanah dangkal di Kelurahan Bahu Kota Manado yang ditinjau berdasarkan parameter Bau, TDS, pH, Nitrat dan Total Coliform serta rekomendasi bagaimana penanganan yang dapat dilakukan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan sampel air dilakukan pada 3 sumur warga setempat dan 1 titik air sungai. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini mengacu pada SNI 6989.58.2008. Analisis data menggunakan deskriptif dan metode perhitungan kualitas air menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP). Hasil penelitian yaitu tidak berbau, nilai TDS sebesar 338 mg/l, pH 6,41, nilai nitrat 13 mg/l dan nilai total coliform 5400 mg/l menunjukan bahwa air Sungai Malalayang memiliki nilai IP yaitu 0,60 dikategorikan memenuhi baku mutu untuk Kelas III sehingga tidak dapat dijadikan sebagai sumber baku air minum karena telah melewati baku mutu Kelas I dan II dan hasil kualitas air tanah dangkal di Kelurahan Bahu yaitu tidak berbau, nilai TDS 282 mg/l, 187 mg/l, 212 mg/l, nilai pH 6,28, 6,25, 6,17, nilai nitrat 5 mg/l, 1,610 mg/l, 20 mg/l dan total coliform 16,000 MPN/100ml, 79 MPN/100ml dan 1,600 MPN/100ml masuk pada kategori tercemar sedang-berat sehingga tidak layak dijadikan sebagai sumber baku air minum. Rekomendasi penanganan pencemaran air dapat dilakukan dengan cara perbaikan sistem sumur, saluran-saluran pembuangan limbah, pengelolaan terhadap air minum dan adanya kontribusi dari pemerintah, industri dan masyarakat. Kata kunci: air sungai, air tanah dangkal, kualitas air, Indeks Pencemaran