Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pola Pengembangan Konsep Mudharabah dan Implementasinya pada Bank Syariah (Analisis Kritis Penerapan Konsep Mudharabah Dalam Ekonomi Islam) Ali Makki
An-Nawazil: Jurnal Hukum dan Syariah Kontemporer Vol. 2 No. 01 (2020): An-Nawazil: Jurnal Hukum dan Syariah Kontemporer
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah As-Salafiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69784/annawazil.v2i01.46

Abstract

Salah satu upaya dalam penyebaran ajaran Islam di era milenial ini adalah dengan pola pengembangan di bidang ekonomi berbasis syari’ah Islam. Dalam hal ini, dapat di telaah dari penguasaan sistem ekonomi syariah dan pola pengembangannya berupa penerapan sistem bagi hasil (mudharabah) antara dua belah pihak. Aktivitas interaksi bisnis saat ini mengalami perkembangan yang sangat cepat dan dinamis dalam konteks hukum Islam, meskipun pada kenyataannya manusia diberi kebebasan dalam melakukan transaksi (mu’amalah). Implikasi kebebasan dalam melakukan mu’amalah adalah kebebasan dalam inovasi pengembangan model akad dan produk. Namun demikian, pengembangan tersebut juga harus tetap berada dalam koridor dan landasan hukum Islam yang jelas perspektif fiqih. Dalam artikel ini, akan membahas secara mendasar dan detail hal-hal yang berkaitan dengan mudharabah atau kerjasama antara kedua belah pihak yaitu antara pemilik modal dan pihak pengelola usaha untuk melakukan kegiatan usaha bersama, sedangkan keuntungan yang diperoleh dibagi dua sesuai dengan perbandingan (nisbah) atau prosentase yang disepakati. Dengan demikian, penerapan sistem ekonomi Islam akan dinilai lebih baik dan menarik sesuai dengan prinsip dan karakteristik yang dimilikinya bagi umat Islam secara khusus dan bagi seluruh masyarakat secara umum. Hal ini merupakan harapan besar penulis agar konsep mudharabah dapat diterapkan dan dikembangkan dalam bank syariah dan lembaga keuangan syariah lainnya.
تعليم فن الخط في منظمة جمعية الخطاط بمعهد منبع العلوم بتا-بتا الإسلامي باميكاسان مادورا Ali Makki; Ahmad Fauzun Karim; Utari Dwi Mayasari
Journal of Calligraphy Vol. 2 No. 2 (2022): Journal of Calligraphy
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.989 KB) | DOI: 10.17977/um082v2i22022p34-41

Abstract

Sheikh Shams Al-Din Al-Afkani held that the calligraphy was a single letter in its place and how it was formulated in a written composition or written in a written form. Of the importance of calligraphy: Calligraphy is not limited to the skill of drawing and writing alone, but it is related to spiritual insight. Calligraphy pleads to protect the heart, speech, ideas, and behavior of society. In learning precious social values ​​of following, imitation, competence, obedience, orderliness, benefit, and appreciating the production of others. Despite the great importance of calligraphy, unfortunately, its study and education is neglected and most people do not care about it. As well as the widespread research does not deal with much research and depth. This research presents to the readers to reveal the process of teaching calligraphy in the Calligrapher Association at the Institute of the Source of Sciences Pta-Pta Bamikasan Madura as a contribution to increasing the wealth of scientific research on the art of teaching calligraphy and its advantages and shortcomings. The researcher used for this research the approach of scientific research is qualitative research with the type of case study. The three methods of data collection are interview, observation and documentation. This scientific research has reached the conclusions that teaching the art of calligraphy in it takes place in three stages: pre-education, implementation of education, and evaluation of education. As for the advantages, most of them are dispensed for a long time and it is cheaper for the others. The shortcomings, including the lack of puberty to the maximum and perfection.