Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manifestasi Permainan Galah Asin Sebagai Warisan Budaya Untuk Penguatan Karakter Generasi Penerus Bangsa Anggriawan, Kevlin
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v4i5.2081

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap sebuah permasalahan krusial terkait hilangnya permainan tradisional yang menjadi kekuatan bangsa dalam melestarikan kearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia. Galah asin merupakan permainan tradisional yang merupakan hasil karya masyarakat untuk dimainkan oleh anak-anak di sore hari bertujuan untuk mengisi kekosongan waktu dengan memainkan permainan yang bermanfaat. Banyak sekali sebutan permainan galah asin di beberapa wilayah akan tetapi pada prinsip-nya galah asin merupakan hasil karya masyarakat yang dijadikan budaya untuk melatih kecerdasan serta ketangkasan anak-anak tetapi perlahan galah asin sudah mulai dilupakan seiring hadirnya game online yang merampas eksistensi permainan tradisional. Dalam penelitian ini peneliti mencoba mengungkap fakta secara komprehensif mengenai lunturnya permainan galah asin selama ini. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwasanya galah asin merupakan unsur dalam memperkuat karakter generasi penerus bangsa kemudian dalam penelitian ini peneliti mencoba memberikan tawaran solutif untuk mengeksistensikan kembali permainan galah asin.
Manifestation of the Galah Asin Game as a Cultural Heritage to Strengthen the Character of the Nation's Next Generation Anggriawan, Kevlin; Suhendar, Aris
Pancasila and Civics Education Journal Vol 3, No 1 (2024): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Galah Asin game is a traditional game that is often played by 10 year old children. This salty pole game is a game that until now has rarely been seen played by children in the current adult era. The Galah Asin game itself actually holds a variety of benefits, because in this game a child is required to work together and socialize with friends around him and this is part of the Indonesian culture which prioritizes togetherness rather than the individual. His presence game online In the current adult era, children are fascinated by its presence so that they forget about the traditional games that exist in the surrounding environment and nowadays we see that the traditional game of galah asin is rarely played by children. This research is aimed at re-existing the traditional galah asin game which is a cultural heritage, so that its presence must not be forgotten and must be preserved from generation to generation. This type of research uses literature study so that the author will explain comprehensively the game of galah asin game. The expected result of this research is that the younger generation will be aware of the importance of making our cultural heritage games available to children, so that galah asin can become a game that is popular with children and defeats the existence of its presence.game online at this time. Keyword: Games, Culture, Galah Asin
AKTUALISASI MATA PELAJARAN PKN DI ERA GLOBALISASI UNTUK MEREKONSTRUKSI WAWASAN KEBANGSAAN DAN SEMANGAT NASIONALISME PADA SISWA SMA YADIKA SUMEDANG Anggriawan, Kevlin
Pancasila and Civics Education Journal Vol 2, No 1 (2023): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.363 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah hendak mengungkap sebuah fenomena yang terjadi pada saat ini khsusnya pada peserta didik sekolah menengah atas yang dimana di era globalisasi ini para peserta didik selalu terhipnotis oleh pengaruh negatif yang dihasilkan oleh arus globalisasi sehingga melupakan akan jati diri mereka sebagai generasi penerus bangsa. Tempat yang dijadikan penelitian ini adalah SMA Yadika Sumedang. Di SMA Yadika Sumedang sendiri pada saat ini cukup banyak peserta didik yang lupa akan tugas mereka sebagai generasi penerus bangsa dan tulang punggung negara di masa depan. Dalam penelitian ini peneliti mencoba mengungkap fakta dengan metode wawancara dan narasumber nya adalah Kepala Sekolah dan Guru di SMA Yadika Sumedang. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa adanya pertentangan di era globalisasi dengan karakter kebangsaan peserta didik SMA Yadika Sumedang. Untuk menanggulangi hal tersebut wawasan kebangsaan melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan perlu di genjot secara holistik..