Tasni, Nurfaida
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Berdasarkan Tingkat Kompleksitas Masalah dan Perbedaan Gender Indrawati, Nenny; Tasni, Nurfaidah
Jurnal Saintifik Vol 2, No 1 (2016): VOLUME 2 NOMOR 1 JANUARI 2016
Publisher : Fakultas MIPA UNSULBAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v2i1.92

Abstract

Pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum yang sangat pentingkarena melibatkan kemampuan kognitif yang setiap saat mengalami Perubahan dan perkembangan. Aspek kognitif yang meliputi cara berpikir termasuk perbedaan gender, hubungannya dengan kreativitas berpikir sangat beragam sehingga merupakan area yang penuh dengan kontroversi, oleh karena itu menarik untuk dikaji. Selain itu salah satu alternatif belajar yang digunakan guru untuk mengukur pemahaman dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah adalah menyajikan masalah dengan tingkat kompleksitas masalah yang berbeda.Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari tingkat kompleksitas masalah dan perbedaan gender pada mahasiswa STKIP YPUP jurusan matematika semester dua. Penelitian ini adalah penelitian eksploratif yang bersifat kualitatif berdasarkan pada wawancara berbasis tugasyang dilaksanakan di STKIP YPUP Makassar. pada penelitian ini subjek penelitian difokuskan pada mahasiswa dengan tingkat kemampuan kognitif yang tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan pada dasarnya aspek kognitif yang terbentuk pada subjek perempuan dalam menyelesaikan masalah matematika cenderung sangat hati-hati, ragu-ragu, dan begitu terstruktur sedangkan pada subjek laki-laki cenderung cepat dalam mengambil sikap, kurang sistematis, dan kurang rapi.Namun pada dasarnya, ditinjau dari aspek kognitif tidak ada perbedaan signifikan yang ditunjukkan dalam hal kemampuan penyelesaian masalah matematika baik pada laki-laki maupun perempuan.Kata kunci: kompleksitas masalah, pemecahan masalah, gender
OBSTACLES TO STUDENTS' PRODUCTIVE CONNECTIVE THINKING IN SOLVING MATHEMATICAL PROBLEMS Tasni, Nurfaida; Nusantara, Toto; Hidayanto, Erry; Sisworo, Sisworo; Susanti, Elly
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 22, No 2 (2017): JPMIPA: Volume 22, Issue 2, 2017
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v22i2.9100

Abstract

Students ability in making mathematical connection is one of the key goals in mathematics education. This study describes obstacles to students’ productive connective thinking in solving mathematical problems. Obstacles experienced by the students when solving mathematical problems were identified based on connective thinking networks completeness according to Thosio’s thinking scheme. Think aloud protocol worksheet and recording were analyzed descriptively. In solving mathematical problems, students faced obstacles in every thinking stage. They were unable to make a complete connective thinking network in cognition, formulation, reconstruction, and inference stage.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Berdasarkan Tingkat Kompleksitas Masalah dan Perbedaan Gender Indrawati, Nenny; Tasni, Nurfaidah
SAINTIFIK Vol 2 No 1 (2016): VOLUME 2 NOMOR 1 JANUARI 2016
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.811 KB) | DOI: 10.31605/saintifik.v2i1.92

Abstract

Pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum yang sangat pentingkarena melibatkan kemampuan kognitif yang setiap saat mengalami Perubahan dan perkembangan. Aspek kognitif yang meliputi cara berpikir termasuk perbedaan gender, hubungannya dengan kreativitas berpikir sangat beragam sehingga merupakan area yang penuh dengan kontroversi, oleh karena itu menarik untuk dikaji. Selain itu salah satu alternatif belajar yang digunakan guru untuk mengukur pemahaman dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah adalah menyajikan masalah dengan tingkat kompleksitas masalah yang berbeda.Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari tingkat kompleksitas masalah dan perbedaan gender pada mahasiswa STKIP YPUP jurusan matematika semester dua. Penelitian ini adalah penelitian eksploratif yang bersifat kualitatif berdasarkan pada wawancara berbasis tugasyang dilaksanakan di STKIP YPUP Makassar. pada penelitian ini subjek penelitian difokuskan pada mahasiswa dengan tingkat kemampuan kognitif yang tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan pada dasarnya aspek kognitif yang terbentuk pada subjek perempuan dalam menyelesaikan masalah matematika cenderung sangat hati-hati, ragu-ragu, dan begitu terstruktur sedangkan pada subjek laki-laki cenderung cepat dalam mengambil sikap, kurang sistematis, dan kurang rapi.Namun pada dasarnya, ditinjau dari aspek kognitif tidak ada perbedaan signifikan yang ditunjukkan dalam hal kemampuan penyelesaian masalah matematika baik pada laki-laki maupun perempuan.Kata kunci: kompleksitas masalah, pemecahan masalah, gender
Students’ difficulties in productive connective thinking to solve mathematical problems Tasni, Nurfaida; Saputra, Andika; Adohar, Ovan
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 13 No. 1 (2020): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v13i1.371

Abstract

[English]: The purpose of this study was to identify students’ difficulties in establishing mathematical connections in productive connective thinking to solve mathematical problems. Students’ difficulties were identified from which the students did not develop connection ideas after reflection at the stages of Toshio’s (2000) cognition scheme. The purposive sampling was used to select 2 out of 85 11th-grade students who had taken the initial test in order to measure their connective thinking. Students’ works and the transcript of think-aloud and interviews with two students were analyzed using a qualitative descriptive approach. It reveals that students indicate various difficulties in developing connections. At the cognition stage, students had difficulty establishing a connection idea for solutions, since they were not able to collect appropriate data and did not verify the initial data to understand the direction of solving the problem. At the inference stage, students were difficult to establish a procedure connection because they could not plan an effective strategy of problem-solving. At the formulation stage, students had difficulty establishing numerical connections since they did not verify the data and did not have sufficient understanding of the concepts to formulate the problem. At the reconstruction stage, students found it difficult to establish generalization connections because of being not motivated to solve the problems and not doing a comprehensive generalization and evaluation towards the problem-solving. Keywords: Connective thinking, Mathematical connections, Reflection, Toshio thinking scheme [Bahasa]: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesulitan siswa membangun koneksi matematis dalam berpikir konektif produktif untuk memecahkan masalah matematika. Kesulitan siswa membangun koneksi matematis diidentifikasi dari tidak berkembangnya ide-ide koneksi setelah refleksi pada setiap tahapan kognitif Toshio (2000). Tehnik purposive sampling digunakan untuk memilih 2 dari 85 orang siswa kelas 11 yang telah mengikuti tes awal untuk mengukur kemampuan berpikir konektif. Lembar kerja, rekaman think aloud dan wawancara dari dua orang siswa dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan siswa mengalami berbagai kesulitan membangun koneksi. Pada tahap kognisi, siswa mengalami kesulitan membangun koneksi ide solusi karena siswa tidak mampu mengumpulkan data yang sesuai dan tidak melakukan verifikasi terhadap data awal yang dikumpulkan untuk memahami dan memikirkan arah penyelesaian masalah. Pada tahap inferensi, siswa mengalami kesulitan membangun koneksi prosedur karena siswa tidak menyusun rencana penyelesaian yang efektif. Pada tahap formulasi, siswa mengalami kesulitan membangun koneksi numerik karena siswa tidak melakukan proses verifikasi data dan tidak memiliki pemahaman konsep yang memadai untuk melakukan proses formulasi. Pada tahap rekonstruksi, siswa mengalami kesulitan membangun koneksi generalisasi karena siswa tidak memiliki motivasi untuk memecahkan masalah dan tidak melakukan proses generalisasi dan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses pemecahan masalah. Kata kunci: Berpikir konektif, Koneksi matematis, Refleksi, Skema berpikir Toshio
PKM-PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU MATEMATIKA SMK KABUPATEN MAJENE DALAM PENGGUNAAN GEOENZO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Syamsuddin, Syamsuddin; Ahmad, Herlina; Hasliana, Lili; Latif, Abdul; Tasni, Nurfaida
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 3 No 1 (2020): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v3i1.991

Abstract

There are 30 math teachers at SMK in Majene Regency, from 10 public and private schools. Based on the results of discussions with the Mathematics MGMP of SMK in Majene Regency, which is a forum for mathematics teachers to carry out activities that can improve the competence of SMK mathematics teachers in Majene Regency. Data obtained from the use of mathematics applications have not been optimally carried out by teachers, this is due to the inability of teachers to use mathematics applications in the learning process. This is contrary to the era of technology like today, many free math software that can help teachers explain mathematical concepts. GeoEnzo is a free math software that can be used as a medium for learning mathematics. GeoEnzo makes it easy for teachers to display flat images and shapes and of course makes it easier for teachers to convey mathematical concepts. The methods used in this PkM are Forum Group Discussion (FGD) lectures, training and mentoring. The implementation phase of PkM includes (1) coordination and analysis of proposed needs, (2) compiling and validating the GeoEnzo module, (3) training in using GeoEnzo, (4) mentoring in the class using GeoEnzo, (5) evaluation and (6) reporting on the implementation of activities. The results of the analysis of the questionnaire before and after training and mentoring activities for the use of GeoEnzo as a learning medium, obtained skills in using GeoEnzo increased from 0% to 100%.