Vol. 21 No. 1 (2020)

Pengaruh Interval Waktu Panen terhadap Produksi Biomassa Chlorella sp. dan Melosira sp. untuk Penangkapan Karbon secara Biologi

Prayitno, Joko (Unknown)
Rahmasari, Iklima Ika (Unknown)
Rifai, Agus (Unknown)

Article Info

Publish Date
30 Jan 2020


ABSTRACTThe aim of this study was to determine the effect of harvesting frequency on the growth of Chlorella sp. and Melosira sp. and on their total biomass production to estimate the amount of carbon fixed during 11 days of culture. Chlorella sp. and Melosira sp. were cultured in f/2 medium in seawater. The biomass was harvested at harvesting intervals of every day (P1), every 2 days (P2) and every 3 days (P3). The biomass of Chlorella sp. harvested at P1, P2 and P3 were 0,49 g/L, 0,43 g/L, and 0,35 g/L, respectively. The highest total biomass production of Chlorella sp. after 11 days of cultivation was obtained from P1 (8,80 g/L), while total biomass production at P2 and P3 were 52% (4,59 g/L) and 30% (3,25 g/L) of that P1, respectively. The biomass harvested at P1, P2 and P3 were 2,41 g/L, 1,40 g/L, and 1,63 g/L. Total biomass production of Melosira sp. during 11 days of cultivation for P1, P2 and P3 were 34,56 g/L, 17,33 g/L, 11,20 g/L, respectively. Our results showed that the highest total biomass production of both Chlorella sp. and Melosira sp. were obtained from harvesting every day. The estimated value of CO2 bio-fixation based on biomass production by Chlorella sp. and Melosira sp. were 1,5 g/L/day and 5,9 g/L/day, respectively.Keywords: biomass, microalgae, Chlorella sp, harvesting interval, Melosira sp, carbon capture ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval waktu panen biomassa mikroalga terhadap pertumbuhan Chlorella sp. dan Melosira sp., dan perolehan total biomassanya untuk estimasi CO2 yang difiksasi selama kultur 11 hari. Chlorella sp. dan Melosira sp. dikultivasi dalam media air laut yang berisi nutrien f/2. Biomassa mikroalga dipanen dengan interval waktu panen tiap hari (P1), tiap 2 hari (P2) dan tiap 3 hari (P3). Sebagai kontrol (P0), biomassa mikroalga dipanen hanya pada akhir percobaan yaitu di hari ke-11. Kelimpahan sel kultur Chlorella sp. pada perlakuan P1, P2 and P3 masing-masing adalah 2,38x106 sel/mL, 2x106 sel/mL,1,5x106 sel/mL, sedangkan total biomassa yang diperoleh masing-masing adalah 0,49 g/L, 0,43 g/L, dan 0,35 g/L. Total produksi biomassa Chlorella sp. tertinggi yang diperoleh selama 11 hari kultivasi dijumpai pada perlakuan P1 (8,80 g/L), sedangkan total produksi biomassa pada P2 dan P3 hanya 52% (4,59 g/L) dan 30% (3,25 g/L) dari total biomassa P1. Kelimpahan sel Melosira sp. yang dipanen dengan interval P1, P2 dan P3 masing-masing adalah 4,28x106 sel/mL, 2,22x106 sel/mL, dan 2,36x106 sel/mL, dan biomassa yang diperoleh masing-masing adalah 2,41 g/L, 1,40 g/L, dan 1,63 g/L. Total produksi biomassa Melosira sp. yang diperoleh selama 11 hari kultivasi untuk perlakuan P1, P2 dan P3 masing-masing adalah 34,56 g/L,17,33 g/L, dan 11,20 g/L. Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa total produksi biomassa tertinggi pada Chlorella sp. dan Melosira sp.dijumpai pada kultur yang dipanen setiap hari. Estimasi serapan karbon berdasarkan biomasa yang dihasilkan oleh Chlorella sp dan Melosira sp. masing-masing adalah 1,5 g/L/hari dan 5,9 g/L/hari.Kata kunci: biomassa, mikroalga, Chlorella sp., interval panen, Melosira sp., penangkapan karbon

Copyrights © 2020

Journal Info





Environmental Science


Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and ...