SEGARA WIDYA
Vol 8 No 1 (2020): Maret

Manis Batu Sebuah Garapan Kreasi Baru Gamelan Semar Pagulingan Saih Pitu

Suastika, I Putu Gede (Unknown)
Sudiana, I Nyoman (Unknown)
Sudhana, I Ketut (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 Jun 2020

Abstract

Semboyan Bhineka Tunggal Ika adalah kutipan dari kekawin Sutasoma karangan Mpu Tantular. Kata “Bhineka” berarti beraneka ragam atau berbeda-beda, kata “Tunggal berarti satu, kata “Ika” berarti itu. Secara harfiah Bhineka Tunggal Ika diterjemahkan “Beraneka Satu Itu”, yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya tetap adalah kesatuan. Bahwa diantara pusaparagam Bangsa Indonesia adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan bernegara kesatuan Republic Indonesia yang terdiri atas keanekaragaman budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, dan agama atau kepercayaan. Proses kreativitas garapan komposisi Manis Batu ini yang penata terapkan mengacu pada tiga tahapan dalam berkarya seni yaitu, tahap penjajagan (exploration), tahap penuangan (improvisation) dan tahapan pembentukan (forming). Tujuan merupakan sasaran dalam melaksanakan suatu kegiatan tertentu. Adapun skrip karya seni ini mempunyai tujuan untuk memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk menciptakan sebuah karya seni karawitan. Untuk menambah wawasan dan kemampuan penata dalam menggarap komposisi karawitan, khususnya tabuh kreasi. Untuk memperkaya perbendaharaan tabuh-tabuh kreasi yang ada pada gamelan semar pegulingan saih pitu.

Copyrights © 2020