Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia
Jurnal Ilmiah Indonesia

Studi Komparasi Marital Conflict Response pada Pasangan Suami-Istri Di Kota Makassar (Ditinjau dari Model Exit, Voice, Loyalty, dan Neglect)

Aldinel Fikri (Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Jawa Barat, Indonesia)
Anissa Lestari Kadiyono (Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Jawa Barat, Indonesia)



Article Info

Publish Date
21 May 2021

Abstract

Respon pasangan suami-istri dalam menanggapi konflik memegang peranan penting bagi stabilitas dan keberlangsungan pernikahan. Respon konstruktif dapat mempromosikan peningkatan evaluasi subjektif pasangan terkait kualitas hidup dalam konteks hubungan pernikahan. Sementara itu, respon destruktif mempromosikan kecenderungan penurunan evaluasi kualitas hidup secara personal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian komparasi, dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan respon antara suami dan istri ketika menanggapi konflik pernikahan yang ditinjau dari 4 tipe respon yakni konstruktif-aktif (voice), konstruktif-pasif (loyalty), destruktif-aktif (exit), destruktif-pasif (neglect). Sampel yang digunakan pada prosedur kuantitatif adalah pasangan suami-istri yang berdomisili di Kota Makassar dengan rentang usia 20 – 59 tahun (n=350). Instrumen yang digunakan pada prosedur kuantitatif adalah instrumen EVLN diadaptasi dan dimodifikasi untuk keperluan penelitian khususnya kesesuaian budaya. Teknik analisis data yang digunakan adalaah uji komparasi/uji beda independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kelompok laki-laki secara umum cenderung merespon konflik dengan tipe respon voice sementara kelompok perempuan cenderung merespon konflik dengan tipe respon loyalty. Meskipun tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan antara tipe respon exit dan neglect pada kedua kelompok pengukuran, namun secara umum dapat dilihat bahwa kelompok laki-laki memiliki nilai pengukuran yang lebih tinggi dari pada kelompok perempuan pada pengukuran tipe respon destruktif-aktif (exit). Sebaliknya, pada tipe respon destruktif-pasif (loyalty), rerata nilai pengukuran yang diperoleh oleh kelompok perempuan lebih tinggi dibandingkan kelompok laki-laki. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, terdapat perbedaan bentuk pelibatan diri antara laki-laki dan perempuan ketika merespon konflik.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

syntax-literate

Publisher

Subject

Humanities Education Environmental Science Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Pandemi Covid-19 ini menyebabkan terjadinya pencurian di berbagai daerah di Indonesia. Banyak pencuri melakukan tindakan mencuri karena kekurangan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya akibat pandemi Covid-19. Hal tersebut membuat aparat harus memberikan sanksi kepada pencuri. Permasalahan dalam ...