Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura
Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN

ANALISIS KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) (STUDI KASUS PLTU HARJOHN TIMBER KUBU RAYA)

Singko, A (Unknown)
-, Yandri (Unknown)
Khwee, Kho Hie (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Aug 2021

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap PT. Harjohn Timber menggunakan generator turbin uap berkapasitas 7,5 MW. Secara aktual, daya yang dibangkitkan tidak statik pada nilai kapasitas generator turbin uap tersebut. Hingga saat ini PT. Harjohn Timber telah beroperasi  selama  15 tahun dan telah mengalami banyak perubahan yanng disebabkan adanya permasalahan, sehingga dapat menurunkan efisiensi unit pada umumnya dan secara spesifik pada efisiensi turbin dan generator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai spesifikasi efisiensi turbin uap pada kondisi nominal, untuk mengetahui efisinesi generator berdasarkan variasi beban, dan untuk mengetahui perbandingan konsumsi penggunaan bahan bakar kayu dengan bahan bakar batu bara pembangkit listrik PT. Harjohn Timber. Metode perhitungan menggunakan program aplikasi termodinamika ChemicaLogic SteamTab dalam mencari parameter nilai entalpi dan perhitungan konsumsi bahan bakar spesifik. Setelah dilakukan analisis didapat nilai efisiensi nominal turbin uap sebesar 94,5%. Nilai kerja turbin uap yang paling tinggi berdasarkan nilai rata-rata operasi, yaitu pada bulan ke-3, penelitian dengan nilai sebesar 5.535,81 kW dari nilai spesifikasi 7.088 kW. Sedangkan nilai operasi rata-rata efisiensi generator yang paling tinggi mencapai 94,17%, terjadi pada bulan ke-2 penelitian dan efisiensi terendah saat pada bulan ke-3 penelitian dengan nilai sebesar 82,73 %. Nilai konsumsi bahan bakar spesifik (SFC) batu bara didapat nilai tertinggi pada bulan ke-5 menghasilkan nilai brutto 0,6798 kg/kWh dan nilai netto 0,8181 kg/kWh. Sedangkan nilai terendah pada bulan ke -6 yaitu dengan nilai bruto 0,4824 kg/ kWh dan nilai netto 0,6041 kg/kWh. Nilai konsumsi bahan bakar spesifik (SFC) kayu didapat nilai tertinggi pada bulan ke-5 menghasilkan nilai bruto 0,4911 kg/kWh dan nilai netto 0,5910 kg/kWh. Sedangkan nilai terendah  pada bulan ke -6 yaitu dengan nilai bruto 0,3440 kg/kWh dan nilai netto 0,4308 kg/ kWh. Semakin tinggi total energi yang dihasilkan maka nilai Specific Fuel Consumption (SFC) akan semakin rendah. Sebaliknya semakin rendah total energi yang dihasilkan  maka nilai Specific Fuel Consumption (SFC) akan semakin tinggi.

Copyrights © 2021