MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin
Vol 3 No 02 (2017): December

PENGARUH KERAPATAN PARANET TERHADAP PRODUKTIVITAS ALAT PENANGKAP KABUT DI DUSUN NGLURAH WONODADI KULON KAB. PACITAN

Nafi, Maula (Unknown)
Aziz, Muhammad (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Jul 2018

Abstract

Beberapa daerah di Indonesia, khususnya di daerah dataran tinggi masih dikategorikan sebagai daerah kekurangan air. Hal tersebut dikarenakan kontur tanah yang merupakan bebatuan, dan sumber air tanah yang terlalu dalam, lebih dari 50 meter, sehingga sumber air yang digunakan warga pada umumnya hanya dari sumber mata air. Hal yang bertolak belakang, di daerah dataran tinggi mempunyai potensi kabut yang sangat tinggi. Pada dasarnya, kabut adalah butiran air yang mengumpul dan belum menguap ke udara. Penelitian kali ini bertujuan untuk memanfaatkan paranet dan difabrikasi sebagai alat penangkap kabut, sehingga air dari kabut tersebut dikumpulkan dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga. Penelitian dikhususkan di Dusun Nglurah, Desa Wonodadi Kulon, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Alat penangkap kabut dibuat di dua titik dengan potensi kabut tertinggi, kemudian diambil data berapa air yang dapat ditampung selama lima bulan. Hasil menjanjikan dapat dilihat pada alat penangkap kabut pertama, karena lokasinya memang lebih tinggi dan mempunyai potensi kabut lebih banyak. Rata-rata produktivitas pada alat penangkap kabut pertama adalah 3,6 liter/m2/hari, dibandingkan dengan alat penangkap kabut kedua yaitu 3,2 liter/m2/hari. Secara umum, prototype alat penangkap kabut berfungsi dengan baik..Kata kunci: air, alat penangkap kabut, paranet, produktivitas kabut

Copyrights © 2017