cover
Contact Name
Nasrul ZA
Contact Email
nasrulza@unimal.ac.id
Phone
+6282164699680
Journal Mail Official
cejs@unimal.ac.id
Editorial Address
Jalan Batam nomor 02 Laboratorium Teknik Kimia Universitas Malikussaleh Bukit Indah Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)
ISSN : -     EISSN : 28074068     DOI : https://doi.org/10.29103/cejs.v1i4.6176
Core Subject : Engineering,
Chemical Engineering Journal Storage adalah jurnal akses terbuka yang menerbitkan makalah tentang Teknik Kimia. Topik-topik berikut termasuk dalam ilmu-ilmu ini: 1. Proses Kimia 2. Teknik Reaksi Kimia 3. Perpindahan massa dan panas, 4. Pemodelan 5. Material 6. Lingkungan 7. Teknologi Bioproses 8. Review Artikel.
Articles 97 Documents
PENGARUH SUHU DAN WAKTU TERHADAP PROSES PENYULINGAN MINYAK SEREH WANGI (Cimbopogon nardus l.)
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i1.1493

Abstract

ABSTRAK Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut yang berbeda. Pengambilan ekstrak minyak atsiri dapat dilakukan dengan tiga metode yaitu penyulingan atau destilasi, ekstraksi menggunakan pelarut, dan melalui pengepresan atau penekanan.Pada percobaan ini metode yang digunakan untuk mengekstrak minyak dari daun sereh wangi dilakukan dengan cara penyulingan. Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu untuk mengetahui pengaruh waktu dan suhu penyulingan pada proses pengambilan minyak atsiri. Adapun prosedur penelitian dimulai dengan ukuran daun sereh diperkecil terlebih dahulu. Kemudian ditimbang sereh sebanyak 500 gram. Dimasukkan air sebanyak 500 mL sebagai pelarut, setelah itu baru ditambahkan daun sereh wangi kedalam alat penyulingan. Proses penyulingan dilakukan pada suhu 120 ℃ dengan variasi waktu penyulingan (3, 3,5, 4, 4,5 dan 5) jam. Hasil penyulingan kemudian dilakukan pemisahan, untuk memisahkan air yang masih terkandung didalam minyak. Ulangi prosedur diatas dengan suhu yang berbeda. Hasil dari penelitian yang didapat yaitu % yield yang terendah didapat pada waktu 3 jam dengan suhu 120 ℃ yaitu 0,998% dan % yield tertinggi didapat pada waktu 5 jam dan pada suhu 120 ℃ yaitu 1,228%. Sedangkan nilai densitas yang terendah diperoleh pada waktu penyulingan 5 jam yaitu 0,882 gr/ml dan nilai densitas tertinggi diperoleh pada waktu 3 jam yaitu 0,886 gr/ml. Kata Kunci: Ekstraksi, Penyulingan, Yield, Densitas, Daun Sereh Wangi ABSTRACT Extraction is a process of separating a substance based on the difference in solubility of two different insoluble liquids. Extracting essential oils can be done in three methods, namely distillation or distillation, extraction using solvents, and pressing or pressing. In this experiment the method used to extract oil from leaves of fragrant lemongrass is done by distillation. The purpose of this experiment is to determine the effect of distillation time and temperature on the process of extracting essential oils. The research procedure starts with the size of lemongrass leaves being reduced first. Then weighing 500 grams of lemongrass. Add 500 mL of water as a solvent, then add lemongrass leaves to the distiller. The distillation process was carried out at a temperature of 120 ℃ with variations in distillation time 3 hours, 3.5 hours, 4 hours, 4.5 hours and 5 hours. The distillation is then separated, to separate the water that is still contained in the oil. Repeat the procedure above with a different temperature. The results of the research obtained were the lowest% yield obtained at 3 hours with a temperature of 120 ℃ which was 0.998% and the highest% yield was obtained at 5 hours and at a temperature of 120 ℃ ie 1.282%. While the lowest density value obtained at the time of 5 hours distillation is 0.882 gr / ml and the highest density value obtained at 3 hours is 0.886 gr / ml. Keywords: Extraction, Distillation, Yield, Density, Fragrant Citronella Leaves
PENGARUH SUHU DAN WAKTU TERHADAP PROSES PENYULINGAN MINYAK SEREH WANGI (Cimbopogon nardus l.) Junita Adianda Sari; Wusnah Wusnah; Azhari Azhari
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i1.1493

Abstract

ABSTRAK Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut yang berbeda. Pengambilan ekstrak minyak atsiri dapat dilakukan dengan tiga metode yaitu penyulingan atau destilasi, ekstraksi menggunakan pelarut, dan melalui pengepresan atau penekanan.Pada percobaan ini metode yang digunakan untuk mengekstrak minyak dari daun sereh wangi dilakukan dengan cara penyulingan. Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu untuk mengetahui pengaruh waktu dan suhu penyulingan pada proses pengambilan minyak atsiri. Adapun prosedur penelitian dimulai dengan ukuran daun sereh diperkecil terlebih dahulu. Kemudian ditimbang sereh sebanyak 500 gram. Dimasukkan air sebanyak 500 mL sebagai pelarut, setelah itu baru ditambahkan daun sereh wangi kedalam alat penyulingan. Proses penyulingan dilakukan pada suhu 120 ℃ dengan variasi waktu penyulingan (3, 3,5, 4, 4,5 dan 5) jam. Hasil penyulingan kemudian dilakukan pemisahan, untuk memisahkan air yang masih terkandung didalam minyak. Ulangi prosedur diatas dengan suhu yang berbeda. Hasil dari penelitian yang didapat yaitu % yield yang terendah didapat pada waktu 3 jam dengan suhu 120 ℃ yaitu 0,998% dan % yield tertinggi didapat pada waktu 5 jam dan pada suhu 120 ℃ yaitu 1,228%. Sedangkan nilai densitas yang terendah diperoleh pada waktu penyulingan 5 jam yaitu 0,882 gr/ml dan nilai densitas tertinggi diperoleh pada waktu 3 jam yaitu 0,886 gr/ml. Kata Kunci: Ekstraksi, Penyulingan, Yield, Densitas, Daun Sereh Wangi ABSTRACT Extraction is a process of separating a substance based on the difference in solubility of two different insoluble liquids. Extracting essential oils can be done in three methods, namely distillation or distillation, extraction using solvents, and pressing or pressing. In this experiment the method used to extract oil from leaves of fragrant lemongrass is done by distillation. The purpose of this experiment is to determine the effect of distillation time and temperature on the process of extracting essential oils. The research procedure starts with the size of lemongrass leaves being reduced first. Then weighing 500 grams of lemongrass. Add 500 mL of water as a solvent, then add lemongrass leaves to the distiller. The distillation process was carried out at a temperature of 120 ℃ with variations in distillation time 3 hours, 3.5 hours, 4 hours, 4.5 hours and 5 hours. The distillation is then separated, to separate the water that is still contained in the oil. Repeat the procedure above with a different temperature. The results of the research obtained were the lowest% yield obtained at 3 hours with a temperature of 120 ℃ which was 0.998% and the highest% yield was obtained at 5 hours and at a temperature of 120 ℃ ie 1.282%. While the lowest density value obtained at the time of 5 hours distillation is 0.882 gr / ml and the highest density value obtained at 3 hours is 0.886 gr / ml. Keywords: Extraction, Distillation, Yield, Density, Fragrant Citronella Leaves
EKSTRAKSI MINYAK KACANG TANAH (PEANUT OIL) DENGAN PELARUT ETANOL DAN N-HEKSAN
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i1.2650

Abstract

Peanut is one of the sources of vegetable oil, the oil content is very high, less than 65% compared to copra which contains more or less 45% oil (Sari, 2006). This study aims to analyze the value of oil yield, density, viscosity, water content, and acid number of peanut oil produced from groundnut seeds. Based on the research that has been used, the variable solvent volume varies from 400 to 600 mL, the extraction temperature variable used is 75oCand 80oC, and the time variable varies from 2- 4 hours. The resulting extraction is distilled using 80oC and 85oC temperatures to separate the oil from the solvent. This research was carried out by extracting sohklets using different solvents, ethanol and n-hexane. From the results of this study, the highest percentage of oil was 58.29% with n-hexane solvent, density of 1.122 gr / mL, viscosity of 0.1029 cP, moisture content of 6%, and acidity rate of 2 mg NaOH / gr of oil . Based on the research that has been done, it can be concluded that the volume of the solvent and the extraction time greatly affect the yield value of the oil produced, density, viscosity, moisture content, and acid number.
EKSTRAKSI MINYAK KACANG TANAH (PEANUT OIL) DENGAN PELARUT ETANOL DAN N-HEKSAN Desma Rina; Syamsul Bahri; Zulnazri Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i1.2650

Abstract

Peanut is one of the sources of vegetable oil, the oil content is very high, less than 65% compared to copra which contains more or less 45% oil (Sari, 2006). This study aims to analyze the value of oil yield, density, viscosity, water content, and acid number of peanut oil produced from groundnut seeds. Based on the research that has been used, the variable solvent volume varies from 400 to 600 mL, the extraction temperature variable used is 75oCand 80oC, and the time variable varies from 2- 4 hours. The resulting extraction is distilled using 80oC and 85oC temperatures to separate the oil from the solvent. This research was carried out by extracting sohklets using different solvents, ethanol and n-hexane. From the results of this study, the highest percentage of oil was 58.29% with n-hexane solvent, density of 1.122 gr / mL, viscosity of 0.1029 cP, moisture content of 6%, and acidity rate of 2 mg NaOH / gr of oil . Based on the research that has been done, it can be concluded that the volume of the solvent and the extraction time greatly affect the yield value of the oil produced, density, viscosity, moisture content, and acid number.
Pengaruh Komposisi Ekstrak Mengkudu (Morinda citrifilia L.) Sebagai Antibakteri Pada Shampo Herbal Berbasis Methyl Ester Sulfonat (MES)
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i1.2717

Abstract

Shampoo is a preparation that contains surfactants in a suitable form and is useful for removing dirt and grease attached to the hair and scalp so as not to harm the hair and scalp. In this study the ingredients used were noni fruit extracts and surfactants using Methyl Ester Sulfonate (MES). The purpose of this study was to analyze the effect of time when making herbal shampoo, the effect of adding noni fruit extract to the quality of shampoo. To obtain the noni fruit extract maceration process is used by using distilled water. Noni ripe fruit is cut and then blended and then added 2 liters of aquadest, evaporated in a rotary evaporator. The processing of herbal shampoo is done by the influence of the volume of noni fruit extract and time by comparison: 5 ml: (1,2,3,4) minutes, 10 ml: (1,2,3,4) minutes, 15 ml: (1, 2,3,4) minutes, 20 ml (1,2,3,4) minutes. Tests carried out pH testing, foam stability test (%), foam height test (cm), viscosity (cps) and anti-bacterial test (colony, cm2). Based on the research results obtained high foam with 88 mm, foam stability 92.04%, Viscosity 2.31, antibacterial 31.7 colonies / cm2, and pH 4.2. The research results are expected to meet Indonesian National Standards.
Pengaruh Komposisi Ekstrak Mengkudu (Morinda citrifilia L.) Sebagai Antibakteri Pada Shampo Herbal Berbasis Methyl Ester Sulfonat (MES) Syafira Dara; Suryati Suryati; Meriatna Meriatna; Nasrul ZA
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i1.2717

Abstract

Shampoo is a preparation that contains surfactants in a suitable form and is useful for removing dirt and grease attached to the hair and scalp so as not to harm the hair and scalp. In this study the ingredients used were noni fruit extracts and surfactants using Methyl Ester Sulfonate (MES). The purpose of this study was to analyze the effect of time when making herbal shampoo, the effect of adding noni fruit extract to the quality of shampoo. To obtain the noni fruit extract maceration process is used by using distilled water. Noni ripe fruit is cut and then blended and then added 2 liters of aquadest, evaporated in a rotary evaporator. The processing of herbal shampoo is done by the influence of the volume of noni fruit extract and time by comparison: 5 ml: (1,2,3,4) minutes, 10 ml: (1,2,3,4) minutes, 15 ml: (1, 2,3,4) minutes, 20 ml (1,2,3,4) minutes. Tests carried out pH testing, foam stability test (%), foam height test (cm), viscosity (cps) and anti-bacterial test (colony, cm2). Based on the research results obtained high foam with 88 mm, foam stability 92.04%, Viscosity 2.31, antibacterial 31.7 colonies / cm2, and pH 4.2. The research results are expected to meet Indonesian National Standards.
Studi akurasi model pembakaran pada terhadap prediksi temperatur pada nyala metana tak pracampur menggunakan CFD
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i1.2849

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa pembakaran telah mendorong kamajuan dunia ekonomi dan masyarakat sejak manusia menggunakan api. Selain memberikan manfaat bagi manusia, pembakaran juga menghasilkan kerugian dalam hal emisi gas yang dapat merusak lingkungan.Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pembakaran. Computational Fluid Dynamics( CFD) memainkan peranan penting dan digunakan sebagai alat standar di sebagian besar perusahaan dan industri konsultan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kinerja model pembakaran untuk memprediksi temperatur pada nyala metana menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan beberapa model pembakaran yang tersedia pada Ansys Fluent 2020 R1 yaitu Eddy Dissipation Concept dan Non Premixed Combustion. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa model pembakaran Eddy Dissipation Concept merupakan model yang terbaik dibandingkan dengan model Non Premixed Combustion.secara kualitatif temperatur model Eddy dissipation Concept yang mendekati nilai data eksperimen, dimana suhu yang dicapai model Eddy dissipation Concept mencapai 1840 K pada posisi sekitar 700 mm atau 0.7 m. Secara kuantitatif model Non premixed Combustion tren grafiknya mengikuti data eksperimen namun puncak tertingginya hanya mencapai 1452 K pada posisi sekitar 540 atau 0.54 m di atas nozzle, sedangkan data eksperimen suhunya mencapai 1816 K pada posisi sekitar 560 mm atau 0.56 m.peneliti berharap hasil dari penelitian ini dapat menjadi masukan kedepannya dalam mensimulasikan pembakaran nyala tak pracampur pada metode Computational Fluid Dynamics (CFD). 
Studi akurasi model pembakaran pada terhadap prediksi temperatur pada nyala metana tak pracampur menggunakan CFD Rido Lumban Tobing; Wusnah Wusnah; Novi Sylvia; Azhari Azhari; Nasrul ZA
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i1.2849

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa pembakaran telah mendorong kamajuan dunia ekonomi dan masyarakat sejak manusia menggunakan api. Selain memberikan manfaat bagi manusia, pembakaran juga menghasilkan kerugian dalam hal emisi gas yang dapat merusak lingkungan.Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pembakaran. Computational Fluid Dynamics( CFD) memainkan peranan penting dan digunakan sebagai alat standar di sebagian besar perusahaan dan industri konsultan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kinerja model pembakaran untuk memprediksi temperatur pada nyala metana menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan beberapa model pembakaran yang tersedia pada Ansys Fluent 2020 R1 yaitu Eddy Dissipation Concept dan Non Premixed Combustion. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa model pembakaran Eddy Dissipation Concept merupakan model yang terbaik dibandingkan dengan model Non Premixed Combustion.secara kualitatif temperatur model Eddy dissipation Concept yang mendekati nilai data eksperimen, dimana suhu yang dicapai model Eddy dissipation Concept mencapai 1840 K pada posisi sekitar 700 mm atau 0.7 m. Secara kuantitatif model Non premixed Combustion tren grafiknya mengikuti data eksperimen namun puncak tertingginya hanya mencapai 1452 K pada posisi sekitar 540 atau 0.54 m di atas nozzle, sedangkan data eksperimen suhunya mencapai 1816 K pada posisi sekitar 560 mm atau 0.56 m.peneliti berharap hasil dari penelitian ini dapat menjadi masukan kedepannya dalam mensimulasikan pembakaran nyala tak pracampur pada metode Computational Fluid Dynamics (CFD). 
PEMANFAATAN MINYAK NILAM ACEH UTARA SEBAGAI FIXATIF AGENT DALAM PEMBUATAN PENGHARUM RUANGAN BERBASIS CAIR
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i1.3528

Abstract

Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang cukup penting sebagai komoditi ekspor Indonesia. Industri minyak nilam Aceh, yaitu di wilayah Lhokseumawe-Aceh Utara mulai berkembang sejak tahun 1996, dan diketahui nilam Aceh Utara merupakan varietas tanaman nilam terbaik kedua di dunia dengan kandungan patchouli alcohol 34,46 %. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan hasil pengaruh minyak nilam terhadap produk pengharum ruangan dan untuk mendapatkan formulasi yang menghasilkan tingkat keharuman yang lebih kuat dan tahan lama. Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah minyak nilam Aceh Utara, Etanol 76 %, Bibit pewangi, dan Propilen glikol, kemudian dilakukan pencampuran bahan-bahan dengan cara dihomogenisasikan manual selama 1-2 menit. Hasil penelitian menunjukan dalam uji organoleptik formulasi pengharum ruangan dalam minyak nilam pada volume 0,15 ml, 0,25 ml dan 0,4 ml didapat hasil yang terbaik pada volume minyak nilam 0,25 ml. Hasil pengharum ruangan yang didapatkan sangat wangi dan beraroma khas kopi dan wangi nilam yang lembut. Volume 0,25 ml digunakan untuk sebagai pengujian di variabel terikat. Dari hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pengharum ruangan yang banyak disukai panelis ada pada pengharum ocean fresh dan terdapat formulasi pertama dan ke enamlah yang dianggap paling harum dengan perbandingan zat pewangi (kopi): pelarut sebanyak 3 ml:2 ml. Dalam Uji ketahanan Wangi hasil menunjukan pada formulasi keempat yaitu formulasi perbandingan zat pewangi 4 ml dan pelarut 2 ml yang dipengaruhi oleh bobot/berapa panjangnya sisa zat cair. Dalam uji penyerapan zat cair hasil menunjukan yang lebih cepat menguap dan habis ada pada formulasi ketiga yaitu zat pewangi (kopi): pelarut sebanyak 3 ml:3 ml. Hasil penguapan zat cair menunjukan total terbesar persen penguapan dihasilkan pada ruangan yang diberi kipas angin.
PEMANFAATAN MINYAK NILAM ACEH UTARA SEBAGAI FIXATIF AGENT DALAM PEMBUATAN PENGHARUM RUANGAN BERBASIS CAIR Evi Dahliani Sitanggang; Jalaluddin Jalaluddin; Zainuddin Ginting
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i1.3528

Abstract

Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang cukup penting sebagai komoditi ekspor Indonesia. Industri minyak nilam Aceh, yaitu di wilayah Lhokseumawe-Aceh Utara mulai berkembang sejak tahun 1996, dan diketahui nilam Aceh Utara merupakan varietas tanaman nilam terbaik kedua di dunia dengan kandungan patchouli alcohol 34,46 %. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan hasil pengaruh minyak nilam terhadap produk pengharum ruangan dan untuk mendapatkan formulasi yang menghasilkan tingkat keharuman yang lebih kuat dan tahan lama. Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah minyak nilam Aceh Utara, Etanol 76 %, Bibit pewangi, dan Propilen glikol, kemudian dilakukan pencampuran bahan-bahan dengan cara dihomogenisasikan manual selama 1-2 menit. Hasil penelitian menunjukan dalam uji organoleptik formulasi pengharum ruangan dalam minyak nilam pada volume 0,15 ml, 0,25 ml dan 0,4 ml didapat hasil yang terbaik pada volume minyak nilam 0,25 ml. Hasil pengharum ruangan yang didapatkan sangat wangi dan beraroma khas kopi dan wangi nilam yang lembut. Volume 0,25 ml digunakan untuk sebagai pengujian di variabel terikat. Dari hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pengharum ruangan yang banyak disukai panelis ada pada pengharum ocean fresh dan terdapat formulasi pertama dan ke enamlah yang dianggap paling harum dengan perbandingan zat pewangi (kopi): pelarut sebanyak 3 ml:2 ml. Dalam Uji ketahanan Wangi hasil menunjukan pada formulasi keempat yaitu formulasi perbandingan zat pewangi 4 ml dan pelarut 2 ml yang dipengaruhi oleh bobot/berapa panjangnya sisa zat cair. Dalam uji penyerapan zat cair hasil menunjukan yang lebih cepat menguap dan habis ada pada formulasi ketiga yaitu zat pewangi (kopi): pelarut sebanyak 3 ml:3 ml. Hasil penguapan zat cair menunjukan total terbesar persen penguapan dihasilkan pada ruangan yang diberi kipas angin.

Page 1 of 10 | Total Record : 97