cover
Contact Name
Raudhah Hayatillah
Contact Email
raudhah.hayatillah@ar-raniry.ac.id
Phone
+6285360043779
Journal Mail Official
journal.kenanga@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Faculty of Science and Technology Building, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh, 23111.
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Kenanga : Journal of Biological sciences and Applied Biology
ISSN : 27973166     EISSN : 27769216     DOI : https://doi.org/10.22373/kenanga
KENANGA Journal of Biological Sciences and Applied Biology is a peer-reviewed open access journal that publishes study results (original research articles and review articles). This journal covers all areas of biological science research and applied biology research such as Botany Zoology Microbiology Genetics Ecology Physiology Biochemistry Integration Between Islam and Bioscience
Articles 27 Documents
KARAKTERISASI FUNGI SELULOTIK DARI SERASAH DAUN MANGROVE ASAL HUTAN MANGROVE LAMNGA KABUPATEN ACEH BESAR Syafrina Sari Lubis; Marzha Faradilla; Diannita Harahap
KENANGA Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Prodi Biologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Lamnga Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu desa yang terletak di pesisir pantai dan merupakan kawasan hutan mangrove. Serasah daun mangrove merupakan penyumbang utama biomassa selulosa di lingkungan pesisir laut yang dibantu oleh mikroorganisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik jamur selulolitik dari serasah daun mangrove dan mengetahui potensi enzim selulolitik yang dihasilkan oleh jamur selulolitik. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan titik pengambilan berdasarkan lokasi ditemukannya serasah daun mangrove. Sampel serasah daun dimasukkan ke dalam media CMC dan diinkubasi selama 7 hari pada suhu 25-300C. Didapatkan empat jenis jamur selulolitik yaitu genus Aspergillus sp, Aspergillus niger, Penicillium, dan Culvularia sp. Hasil uji kemampuan degradasi selulosa diperoleh nilai indeks ≥11 , kategori sedang dengan kode isolat FS3, FS8, FS9, dan nilai indeks ≤11 , kategori lemah dengan kode isolat FS1, FS2, FS4, FS5, FS6 , FS7 dan FS10.
PENGOLAHAN BIJI ALPUKAT (Persea americana) UNTUK DIJADIKAN TEPUNG SEBAGAI BAHAN DASAR PANGAN BESAR Azhar Amsal; Tika Agustina; Nurhaliza; Barisah
KENANGA Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Prodi Biologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya alpukat hanya dimanfaatkan daging buahnya sedangkan kulit dan biji nya menjadi limbah terbuang. Pemanfaatan limbah dari alpukat dilakukan agar tidak dibuang begitu saja. Salah satu limbahnya ialah biji dari buah alpukat. Pengolahan yang diupayakan merupakan salah satu upaya untuk bisa memanfaatkan biji buah alpukat seperti pembuatan tepung. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk memanfaatkan limbah biji alpukat menjadi tepung. Metode yang digunakan untuk penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif. Hasil pengolahan menunjukkan jika tepung memiliki tekstur yang lembut dan halus setelah disaring. Tepung berwarna coklat dan tidak memiliki aroma yang khas. Nilai rendemen yang dihasilkan ialah 23,5 %.
PENGARUH PERLAKUAN MEDIA AIR TERHADAP PERTUMBUHAN PAKCOY (Brassica rapa) SECARA HIDROPONIK DENGAN TEKNIK DFT (Deep Flow Technique) Lina Rahmawati; Nabilla Munawarah; Arif Sardi; Jamaluddinsyah
KENANGA Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Prodi Biologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidroponik adalah salah satu metode budidaya tanaman yang tidak menggunakan media tanah, tetapi memanfaatkan air. Metode hidroponik pada pertumbuhan tanaman pakcoy dapat menggunakan Deep Flow Technique (DFT), yang mensirkulasrikan larutan nutrisi dan media tanam secara terus menerus selama 24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa) dan mengetahui bagaimana perbedaan hasil pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa) dengan perlakuan Air AC dan Air PDAM menggunakan teknik DFT. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 16 September – 1 November 2021 di Kebun Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negri Ar-raniry. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Independent Sampel T-Test dengan 2 perlakuan media tanam, perlakuan 1 media menggunakan air AC dan perlakuan 2 menggunakan air PDAM. Berdasarkan hasil Uji Independent sampel T-Tes dari parameter tinggi tanaman, lebar daun, panjang daun, jumlah daun, berat basah, dan panjang akar memiliki hasil tidak dapat perbedaan nyata atau tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pemberian media tanam air AC dan air PDAM dan memiliki nilai P > 0,5. Sedangkan pada parameter tekstur akar memiliki bentuk akar tunggang dengan serabut yang banyak, berwarna coklat dan berukuran panjang.
PERBANYAKAN TANAMAN KAWISTA (Limonia accidissima L) SECARA VEGETATIF DENGAN MENGGUNAKAN BEBERAPA UKURAN STEK Putri Nazariah; Lina Rahmawati; Kamaliah
KENANGA Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Prodi Biologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kawista di Aceh biasa digunakan sebagai bahan pelengkap rujak. Penyebaran tanaman kawista di Aceh masih sangat minim dan jumlah produksi juga belum diketahui sehingga perlu dilakukan perbanyakan tanaman kawista secara vegetatif. Perbanyakan tanaman kawista secara vegetatif dilakukan untuk mengetahui pada ukuran stek berapa tanaman kawista dapat diperbanyak secara optimal. Jenis penelitian yang dilakukan berupa Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yaitu diameter batang stek dan panjang batang stek. Diameter batang stek yang digunakan memiliki ukuran perlakuan 0.5 cm, 1 cm dan 1.5 cm sedangkan panjang batang stek memiliki lima ukuran perlakuan 10 cm, 15 cm, 20 cm, 25 cm, dan 30 cm. Parameter yang diamati adalah jumlah tunas. Analisis data menggunakan analisis varian (ANAVA) dengan aplikasi SPSS dan dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan uji Duncan Multiple Range (DMRT). Hasil penelitian perbanyakan tanaman kawista secara vegetatif menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah tunas paling cepat tumbuh pada kombinasi perlakuan dengan ukuran diameter 1 cm dan 1.5 cm dengan panjang batang stek 20-30 cm.
PENYISIHAN KADAR AMONIA (NH3) DENGAN MENGGUNAKAN METODE MOVING BED BIOFILM REACTOR (MBBR) SEDERHANA PADA LIMBAH INDUSTRI PUPUK UREA Juliansyah Harahap; Mutia Zuhra; Husnawati Yahya; Syafrina Sari Lubis
KENANGA Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Prodi Biologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pupuk urea menghasilkan limbah yang mengandung amonia (NH3) yang bersifat racun sehingga jika dibuang langsung ke lingkungan dapat mencemari lingkungan dan merusak ekosistem. Salah satu metode yang digunakan untuk menurunkan kadar amonia (NH3) adalah metode Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) yang merupakan metode pengolahan biologis yang menggunakan media Kaldness sebagai tempat pengembangbiakan mikroorganisme atau tempat pembentukan biofilm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas dari metode Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) dalam mendegradasi parameter Amonia (NH3), pH, TSS, dan COD pada limbah industri pupuk urea. Penelitian ini menggunakan variasi media dalam reaktor sebanyak 30% dan 50% dari volume limbah dengan variasi waktu kontak selama 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Penurunan kadar parameter pH tertinggi terjadi pada variasi waktu 24 jam dengan variasi media sebanyak 50% yaitu 8,5 dari konsentrasi awal 9,1. Kadar TSS semakin meninggi pada variasi waktu 72 jam dengan media sebanyak 50% yang dari kadar awalnya 16 mg/l menjadi 474 mg/L. Penurunan kadar COD tertinggi terjadi pada waktu 72 jam dengan variasi media 0% pada reaktor kontrol yaitu dari nilai awal 243 mg/L menjadi 5 mg/L. Sedangkan penurunan kadar polutan amonia (NH3) tertinggi terjadi pada variasi waktu 72 jam dengan variasi media sebanyak 50% dengan kadar awal 112,04 mg/L menjadi 86,53 mg/L. Maka metode MBBR efektif pada pengolahan parameter Amonia (NH3), pH, TSS, dan COD kecuali pada parameter TSS.
UJI KUALITATIF KANDUNGAN RHODAMIN B PADA LIPSTIK MAHASISWA BIOLOGI Ayu Nirmala Sari; Cut Nur Kemala Dewi
KENANGA Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Prodi Biologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zat sintetis yang berbahaya yang biasanya digunakan pada produk kencantikan yaitu rhodamin B. Rhodamin B merupakan zat pewarna sintetis yang biasanya digunakan untuk mewarnai kertas dan stekstil. Penggunaan Rhodamin B dalam jangka waktu yang lama dapat bersifat karsinogenik dan dapat menyebabkan kanker. Pelenitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan pewarna Rhodamin B pada lipstik mahasiswa Biologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Metode penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan mengunakan sampel lipstik sebanyak 20 sampel yang didapat dari sampel lipstik yang dipakai mahasiwa biologi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan melihat peruahan warna pada sampel uji. Bila warna cairan uji berubah menjadi ungu, maka cairan positif mengandung Rhodamin B. Sampel yang mengandung Rhodamin B dari 21 sampel, 2 sampel yang positif yaitu sampel Lip14 dan Lip19 yang dilihat dari perubahan warna dari merah menjadi merah keunguan dan terjadi endapan.
Asosiasi Interspesies Tumbuhan Kayu Lasun (Dysoxylum alliaceum) di Pusat Penelitian Ketambe Muslich Hidayat; Siska Rahayuni
KENANGA Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 1 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Prodi Biologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.868 KB) | DOI: 10.22373/kenanga.v1i1.796

Abstract

Pusat Penelitian Ketambe terletak di desa Ketambe (KEL) yang merupakan laboratorium alam serta salah satu kawasan pelestarian alam di Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati. Salah satu tumbuhan yang terdapat yaitu tumbuhan kayu lasun (Dysoxylum alliaceum) yang memiliki zat alelopati. Zat alelopati tersebut secara teori dapat menghambat pertumbuhan, perkembangan serta interaksi (asosiasi) dengan tumbuhan lain. Oleh sebab itu penelitian ini dapat dikaitkan dengan sifat asosiasi dan kekuasan asosiasi yang di lakukan tumbuhan kayu lasun (Dysoxylum alliaceum) dengan tumbuhan di sekitarnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui asosiasi tumbuhan kayu lasun (Dysoxylum alliaceum) dengan tumbuhan lain di Pusat Penelitian Ketambe Penelitian ini dilakukan di Pusat Penelitian Ketambe pada bulan Juni 2019. Rancangan penelitian menggunakan metode kuadrat, penentuan stasiun ditentukan secara purvosive sampling yaitu berdasarkan ada atau tidaknya tumbuhan kayu lasun ((Dysoxylum alliaceum) dan pengambilan sampel dilakukan dengan cara non-destructive. Pembuatan petak kuadrat berukuran 10 m x 10 m yang diletakkan sesuai arah mata angina, Timur (1 petak kuadrat), Barat (1 petak kuadrat), Selatan (1 petak kuadrat) dan Utara (1 petak kuadrat). Lokasi penelitian di bawah tegakan Kayu Lasun (Dysoxylum alliaceum). Hasil penelitian diperoleh tipe asosiasi tumbuhan di sekitar tumbuhan kayu lasun (Dysoxylum alliaceum) pada seluruh titik pengamatan didapatkan tipe positif dan tipe negatif dengan derajat (kekuatan) asosiasi dalam kategori lemah.
Identifikasi Cendawan Pada Biji Kacang (Vigna Radiata L.) Hijau dengan Menggunakan Metode Blotter Test Arif Sardi; Ernia Wati; Dwi Intan Hardila; Novan Karnanto Raharjo
KENANGA Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 1 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Prodi Biologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.948 KB) | DOI: 10.22373/kenanga.v1i1.798

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan jenis kacang-kacangan yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Produksi kacang hijau yang dicapai petani masih terbilang rendah. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya hasil produksi kacang hijau adalah serangan penyakit. Serangan penyakit pada biji kacang hijau dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan cendawan. Sebagian besar biji kacang hijau disimpan dalam karung yang terikat dan disimpan didalam gudang, maka kondisi suhu yang tidak sesuai akan menyebabkan cendawan tumbuh dan melekat pada biji kacang hijau. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode blotter test. Metode blotter test adalah salah satu metode isolasi yang mengkondisikan agar cendawan dapat tumbuh pada kertas saring (blotter). Keuntungan dari metode blotter test yaitu cara pengerjaannya yang praktis dan dapat mengidentifikasi cendawan terbawa benih. Hasil yang didapatkan pada hari ke-7 yaitu cendawan Fusarium sp. dan Rhizoctonia solani.
Teknik Perbanyakan Tanaman Melinjo (Gnetum gnemon) Dengan Cara Okulasi Sambung Esi Rahayu; Lina Rahmawati; Sampirlan
KENANGA Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 1 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Prodi Biologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.456 KB) | DOI: 10.22373/kenanga.v1i1.799

Abstract

Melinjo salah satu tanaman yang termasuk dalam produk hortikultura yang seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan dari biji, batang, akar dan daun maka tidak sedikit masyarakat ingin menanamnya. Okulasi sambung merupakan teknik modern untuk memperbanyak tanaman dan berbuah cepat sesuai keinginan dengan cara menyambung stek tunas(batang atas) yang berasal dari suatu tanaman induk tanaman lain kemudian divakum selama 40 hari. Bahan yang digunakan berupa plasti ¼ atau ½ tergantung dari besarnya ujung entres. Metode yang digunakan berupa metode survay, dengan melihat tinggi tanaman, jumlah daun yang tumbuh dan aksial atau ketiak daun. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 5 tanaman yang ditanam 3 tanaman yang hidup dan 2 tanaman yang mati. Faktor lingkungan dari cahaya,iklim, pengikatan sambungan, serangga yang nokturnal, kelembaban dan suhu udara sangat mempengaruhi perkembangbiakan tanaman.
Teknik Kultur Nannochloropsis Sp. Skala Laboratorium di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee, Aceh Besar Ilham Zulfahmi; Resi Meria; Widya Puspitasari
KENANGA Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 1 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Prodi Biologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.329 KB) | DOI: 10.22373/kenanga.v1i1.800

Abstract

Salah satu jenis fitoplankton yang digunakan dalam kegiatan pembenihan ikan laut yaitu Nannochloropsis sp. Nannochloropsis sp. memiliki nutrisi yang tinggi kandungan karbohidrat 16,00%, protein 52,11%, dan lemak 27,64% yang tersusun atas Eeicosa Pentaenoic Acid (EPA) dan Dokosa Heksaenoat Acid (DHA). Sehingga dapat dijadikan sebagai pakan alami untuk rotifer dan larva ikan. Kuliah Kerja Praktek ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui tata cara teknik pengkulturan Nannochloropsis sp. dari teknik yang dilkakukan sebelumnya dan memberikan manfaat bagi mahasiswa agar menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman dalam dunia kerja di BPBAP UJUNG BATEE. Hasil Teknik Kultur Nannochloropsis sp. dapat diketahui bahwa Nannochloropsis memiliki 4 fase pertumbuhan yaitu fase lag terjadi pada hari 1-3, fase eksponensial terjadi pda hari 4-6, fase stasioner hari 7-9, fase kematian hari 10-11 dan memiliki fase hidup 11 hari sampai hari kematian.

Page 1 of 3 | Total Record : 27