cover
Contact Name
Siti Mutrofin
Contact Email
sitimutrofin@ft.unipdu.ac.id
Phone
+6287852416880
Journal Mail Official
teknologi@ft.unipdu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Sistem Informasi, Unipdu Kompleks Ponpes Darul 'Ulum Peterongan, Jombang, Jawa timur, 61481
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
ISSN : 20878893     EISSN : 25273671     DOI : -
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi published by the Department of Information Systems Unipdu Jombang. TEKNOLOGI published twice a year, in January and July, TEKNOLOGI includes research in the field of Information Technology Design and Development of Information Systems; Business intelligence; Functions and Organization Management Information Systems; and others. Editors invite lecturers researchers, reviewers, practitioners, industry, and observers to contribute to this journal. The language used in the form of Indonesian and English. TEKNOLOGI is the national scientific journals are open to seeking innovation, creativity and novelty. Either in the form of letters, research notes, Articles, supplemental Articles Articles or reviews in the field of information systems and information technology. TEKNOLOGI aims to achieve state-of-the-art in the theory and application of this field. TEKNOLOGI provide a platform for scientists and academics across Indonesia to promote, share, and discuss new issues and the development of information systems and information technology.
Articles 96 Documents
Penentuan calon mahasiswa penerima beasiswa hafiz alquran pada tingkat perguruan tinggi menggunakan metode smart Hamidani, Syafi’ul; Amalia, Veradilla
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi 2020: Articles in press
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STMIK Bina Nusantara Jaya sebagai salah satu perguruan tinggi di kota Lubuklinggau Sumatera Selatan yang memberikan beasiswa bagi para hafiz Al-Qur’an di kota tersebut untuk menempuh perkuliahan secara penuh, Saat ini proses penentuan calon mahasiswa penerima beasiswa masih menggunakan aplikasi komputer yaitu MS Excel. Dengan banyaknya pelamar yang mendaftar, terbatasnya sumber daya manusia yang menangani pentuan penerima beasiswa ini, serta adanya kuota yang ditentukan sangatlah terbatas membuat pihak STMIK Bina Nusantara Jaya sulit menentukan prioritas yang lebih baik untuk calon mahasiswa penerima beasiswa hafiz Al-qur’an tersebut. Untuk itu penelitian ini dimaksudkan untuk membantu pihak STMIK Bina Nusantara Jaya dalam memilih mahasiswa penerima beasiswa hafiz Al-qur’an berdasarkan pada 4 kriteria yaitu hafalan Al-qur'an, nilai akademik SMA, pekerjaan orang tua dan tanggungan orang tua, dari kriteria tersebut akan dilakukan penghitungan dengan metode SMART. Metode ini dipilih karena kesederhanaan perhitungannya dan kemudahan dalam mencari alternatif terbaik dengan cara memberikan nilai bobot dari 0 sampai 100 pada kriteria sehingga  mempermudah proses perhitungan sampai mendapatkan alternatif terbaik. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi untuk penentuan calon penerima beasiswa sebesar 80%.  STMIK Bina Nusantara Jaya as one of the universities in the city of Lubuklinggau, South Sumatra, which provides scholarships for Al-Qur'an hafiz in that city to take full courses. Currently, the process of determining prospective scholarship recipients is still using a computer application, namely MS Excel. With the large number of applicants who registered, the limited human resources who handled the determination of the recipients of this scholarship, and the very limited quota, it made it difficult for STMIK Bina Nusantara Jaya to determine better priorities for prospective students who received the hafiz Al-quran scholarship. For this reason, this study is intended to assist the STMIK Bina Nusantara Jaya in selecting students who receive the hafiz Al-qur'an scholarship based on 4 criteria, namely memorizing the Al-qur'an, high school academic scores, the work of parents and dependents of the parents, from these criteria. the calculation will be carried out using the SMART method. This method was chosen because of its simplicity of calculation and ease of finding the best alternative by assigning a weighting value from 0 to 100 in the criteria so as to simplify the calculation process to obtain the best alternative. This study resulted in recommendations for determining prospective scholarship recipients by 80%.
Desain dan implementasi wireless sensor network (WSN) menggunakan LoRa untuk pemantauan tingkat pencemaran udara di kota Surabaya Arafat, Yasir; Setyati, Endang
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi 2020: Articles in press
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran udara merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan pada setiap daerah. Sumber pencemaran udara tersebut bermacam-macam, seperti gas kendaraan bermotor, limbah pabrik, dan sampah yang dibuang sembarangan. Penelitian ini mengusulkan pembuatan sebuah sistem pemantauan kualitas udara di kota Surabaya. Zat pencemar yang menjadi tolak ukur untuk menentukan tingkat pencemaran udara dalam penelitian ini adalah CO (Carbon monoxide), SO2 (Sulfur dioxide), O3 (Ozone), dan NO2 (Nitrogen dioxide). Sensor yang digunakan untuk mengetahui kadar zat pencemar tersebut adalah MQ-7 dan MQ-135. Penelitian ini memanfaatkan wireless sensor network (WSN) dan teknologi LoRa sebagai media pengiriman data. Empat titik pengujian dan dua papan ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) sebagai ground truth digunakan untuk mengetahui tingkat pencemaran udara di kota surabaya. Pengukuran dan perbandingan antara sensor dengan ground truth dilakukakan untuk mengetahui hasil penelitian ini. Hasil pemantauan tingkat pencemaran udara didapatkan dengan menggunakan sensor MQ-7 dan MQ-135 yang mampu membaca keadaan zat pencemar dengan tingkat error paling besar 5,77%. Sistem pengiriman data menggunakan teknologi LoRa pada jarak terjauh 2,97 km dapat mengirimkan data dengan baik dengan RSSI (Received Signal Strength Indication) -92 dBm pada ketinggian 12 mdpl dan frekuensi 433 Mhz. Data hasil pemantauan tersebut dapat dipantau melalui aplikasi ThingSpeak secara online. Everywhere, air pollution isn't avoidable. The source of pollution could be anything, such as gas emitted from vehicles, toxic waste, and garbages that are thrown not to their places. In this study, a system to monitor air quality will be built in Surabaya. The pollutants that will be the benchmark to measure the level of air pollution are CO (Carbon Dioxide), SO2 (Sulfur Dioxide), O3 (ozone), and NO2 (Nitrogen Dioxide). The sensor that will be used to detect the level of pollutants is called MQ-7 and MQ-135. This study takes Wireless Sensor Network (WSN) into use while LoRa technology is being used as a media to send data. To know the level of pollution in Surabaya, 4 test points are taken, and AQI (Air Pollution Index) are used as ground truth. After measuring and comparing the sensor and ground truth, the result that is taken using MQ-7 sensor and MQ-135 could read the status of pollutants with 5.77% as its highest sensor range. After that, the system that is sending the data using LoRa technology with 2.97 km as its highest distance could send the data well with RSSI -92dBm in 12m MSL height and 433 Mhz frequency. The result of this monitoring could be seen through thingspeak application online.
Analisis Penerimaan Pengguna Aplikasi e-Kinerja Dengan Metode TRAM dan EUCS Pada Polresta Sidoarjo Hadisuwarno, Anthony Eko; Bisma, Rahadian
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi 2020: Articles in press
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan pengguna dan faktor-faktor apa saja yang memepengaruhi penerimaan pengguna E-Kinerja. Model teori yang digunakan merupakan gabungan dari model teori adopsi teknologi TRAM (Technology Readiness Acceptance Model) dan EUCS (End User Computing Satisfaction). Seperti variabel intention to use pada model TRAM (Technology Readiness Acceptance Model) digunakan sebagai penghubung dari dua model pada penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan di Polresta Sidoarjo dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan secara langsung sebagai sumber data dengan teknik probability sampling melibatkan partisipasi 229 responden dari anggota Polresta Sidoarjo sebagai pengguna aplikasi e-Kinerja. Teknis analisis data yang digunakan adalah PLS-SEM (Partial Least Square-Structural Equation Modelling) menggunakan bantuan tools smartPLS 3.2.8. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat tujuh hipotesis yang positif dan sepuluh negatif. Hasil temuan penelitian ini adalah niat pengguna berpengaruh positif dengan kepuasan pengguna dalam menggunakan aplikasi e-Kinerja yang dapat diartikan bahwa pengguna merasa puas dan menerima aplikasi e-Kinerja sebagai sistem informasi yang dapat membantu pelaporan dan perhitungan kinerja setiap anggota Polresta Sidoarjo.  This study aims to determine user acceptance and what factors influence user acceptance of E-Kinerja. The theoretical model used is a combination of the theoretical model of technology adoption of TRAM (Technology Readiness Acceptance Model) and EUCS (End User Computing Satisfaction). For example, the intention to use variable in the TRAM (Technology Readiness Acceptance Model) model is used as a link between the two models in this study. This research was conducted in Sidoarjo Police by using a questionnaire that was distributed directly as a source of data with probability sampling technique involving the participation of 229 respondents from Sidoarjo Police as members of the e-Kinerja application. The data analysis technique used is PLS-SEM (Partial Least Square-Structural Equation Modeling) using the help of smartPLS 3.2.8 tools. The results of this study state that there are seven positive and ten negative hypotheses. The findings of this study are the user's intention to positively influence user satisfaction in using the e-Kinerja application which can be interpreted that the user feels satisfied and accepts the e-Kinerja application as an information system that can help reporting and calculating the performance of each member of the Sidoarjo Police.
Segmentasi mental foramen di mandibula pada citra radiografi panoramik dengan self-organizing map Setiawan, Wahid Agus; Nafi’iyah, Nur
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi 2020: Articles in press
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem berbasis komputer di bidang medis dapat digunakan untuk membantu mendiagnosis penyakit tertentu. Pembuatan sistem berbasis komputer berdasarkan citra mempunyai beberapa tahapan penting, diantaranya adalah tahapan segmentasi. Tahapan segmentasi merupakan tahapan untuk melakukan pemisahan objek terhadap background. Thresholding merupakan metode dalam melakukan segmentasi, di mana prosesnya didasarkan pada warna keabuan yang menghasilkan citra biner; 1 (putih) untuk mewakili objek dan 0 (hitam) untuk mewakili background. Mental foramen adalah bagian yang ada dalam mandibula, salah satu fungsinya untuk identifikasi forensik. Agar fungsi mental foramen bisa digunakan, maka salah satu proses yang harus dilalui adalah proses segmentasi. Tujuan penelitian ini adalah melakukan segmentasi mental foramen di mandibula citra radiografi gigi. Manfaat dari melakukan segmentasi mental foramen pada mandibula adalah dapat menampilkan informasi mental foramen di mandibula secara jelas pada citra radiografi gigi agar dapat digunakan pada proses identifikasi manusia di kedokteran forensik gigi. Adapun algoritma yang digunakan dalam melakukan thresholding adalah Self-Organizing Map (SOM), karena telah terbukti dapat melakukan segmentasi lebih baik. Tahapan penelitian ini terdiri dari 1) Pengumpulan citra radiografi panoramic didapatkan dari RSUD Ibnu Sina Gresik di Jawa Timur sebanyak 16 citra radiografi panoramic. 2)  Citra radiografi panoramic dilakukan akuisisi agar menghasilkan citra digital; 3) Perbaikan citra menggunakan ekualisasi histogram; dan 4) Pengambilan bagian mental foramen di mandibula terlebih dahulu dilakukan croping menggunakan SOM agar komputasi tidak tinggi. Berdasarkan hasil uji coba, SOM memiliki kinerja kurang bagus dalam melakukan segmentasi mental foramen pada mandibula secara sempurna, karena hanya mampu melakukan segmentasi secara baik sebanyak 3 citra dari 16 citra berdasarkan pengamatan langsung secara manual.  Computer based system in the medical field is used to assist a diagnose of certain diseases. There are several steps to process a digital image, and the necessary part of it is image segmentation. Image segmentation is applied for separating between the foreground and background of an image. Image thresholding is a basic image segmentation that produces a binary image from a gray-level image, which 1 represents as an object; otherwise, it is the background. Mental foramina is a part of the mandibular canal that is used to acknowledge of digital forensics. In this paper, we apply mental foramina image segmentation on the mandible canal in dental radiographic. The use of mental foramina segmentation is to perform its information on mandibular obviously so that it can be used for human identification in the medical of dental graphics. We utilize the Self-Organizing Map (SOM) as it has better segmentation than other algorithms. In research methodology, we divide the process as follows: 1) primary dataset of panoramic radiographic images was obtained from RSUD Ibnu Sina Gresik, East Java with the total of images is 16. 2) The acquisition of panoramic radiographic images into digital images. 3) Image enhancement using histogram equalization. 4) Mental foramina images on the mandibular canal were cropped using SOM to avoid a high computational process. The result shows that SOM achieves low evaluation of metal foramina image segmentation on the mandibular canal since it is only undertaking three out of sixteen images based on visualization measurement.
Perbaikan klasifikasi sampah menggunakan pretrained Convolutional Neural Network
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 12, No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v0i0.2403

Abstract

Recycling waste is necessary for the sustainability of a good social life. The recycling process for waste is generally carried out manually and with many types of waste categories. For the waste sorting process to run more effectively and efficiently, automatic waste sorting is required. One example is by using an image-based waste type classification system using deep learning or machine learning algorithms. In previous research, AlexNet and SVM were used as classification algorithms for waste types in 6 different waste categories. The results of this study show that SVM performance is better with an accuracy of 63% compared to AlexNet's performance with an accuracy of 20%. Whereas in general, the CNN algorithm's performance should produce better accuracy than SVM. Based on this, we propose to re-examine the classification of waste types in the same dataset as previous research using the latest CNN algorithm architecture, namely ResNet. More completely, the architectures used are AlexNet, ResNet-18, and ResNet-50, respectively with and without pretrained, so that a total of 6 types of CNN algorithm architecture are used in the training. In this study, the AlexNet architecture is used with a different configuration from previous studies. The test parameter is the number of epochs of 50 epochs with attention to how many epochs the training results have shown convergent. From the training results, the highest accuracy obtained by the ResNet-50 architecture with pretrained is 91.16% and shows convergent results since the 14th epoch. Then for the lowest accuracy obtained by the AlexNet architecture without pretrained, which is 58% and shows convergent results since the 21st epoch.
Pengembangan sistem otomatisasi pembangkitan kasus uji dengan algoritma genetika dan test case generation method Setyawan, Moh Arsyad Mubarak; Pradana, Fajar; Priyambadha, Bayu
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2305.448 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.1912

Abstract

Pengujian perangkat lunak merupakan salah satu bagian penting dari pembuatan perangkat lunak. Pada pengujian perangkat lunak terdapat pengujian unit. Pengujian unit merupakan proses pengujian komponen yang berfokus untuk memverifikasi unit terkecil pada perancangan perangkat lunak. Pada tahap pengujian unit terdapat proses pembangkitan kasus uji. Selama ini, pembangkitan kasus uji dari suatu kode program dilakukan secara manual se-hingga membutuhkan waktu yang lama. Hal ini dikarenakan banyaknya kemungkinan jalur pada kode sumber yang akan diuji.  Dalam penelitian ini dibangun suatu sistem otomatis untuk membangkitkan kasus uji. Alur kerja sistem dimulai dari analisa kode sumber dengan Spoon Library, selanjutnya dibentuk CFG (Control Flow Graph) dan DDG (Dynamic Directed Graph). Dari DDG tersebut akan dibangkitkan jalur layak yang terdapat pada DDG, dengan menggunakan algoritma genetika diharapkan dapat mengoptimalkan penentuan jalur independen. Dari masing-masing jalur independen akan dibangkitkan kasus ujinya dengan metode test case generation. Pengujian akurasi sistem pada sistem otomatisasi pembangkit kasus uji dengan jumlah populasi 5, 10 dan 15 serta jumlah maksimum generasi 50, 100, 200 dan 250 dihasilkan jumlah populasi paling optimal yaitu 10 dan maksimum generasi optimal yaitu 200 dengan akurasi 93,33%. Pada jumlah populasi dan maksimum generasi sesudahnya tidak terjadi peningkatan akurasi yang signifikan. Tiap peningkatan jumlah populasi dan maksimum generasi dapat meningkatkan akurasi sistem.  Software testing is one of the most important part of making software. On the software testing there are unit testing. Unit Testing is a process for verifying component, focusing on the smallest unit of software design. In the unit testing phase contained test case generation process. During this time, the generation of test cases of a program code is done manually. In this study, constructed an automated system to generate test cases. The workflow system starts from the analysis of the source code with the library spoon and then create CFG (Control Flow Graph) and DDG (Dynamic Directed graph). From the DDG will be raised feasible path using a genetic algorithm. Furthermore, from fea-sible path sought independenth path which is a path base d on the level of uniqueness of the path to the other path. From each independenth path raised the test case with a test case generation method. Testing accuracy of the system on the automation system generating test cases with populations of 5,10 and 15 as well as the maximum number of generations 50, 100, 200 and 250 produced the most optimal population number is 15 and the most optimal maximum generation is 200 with accuracy 93.33%. Each increase in the number of population and maximum generation can improve the accuracy of the system. Level accuracy with population number over 10 and maximum generation over 200 has no increace accuracy significant.
Pengembangan sistem otomatisasi pembangkitan kasus uji dengan algoritma genetika dan test case generation method Setyawan, Moh Arsyad Mubarak; Pradana, Fajar; Priyambadha, Bayu
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.1912

Abstract

Pengujian perangkat lunak merupakan salah satu bagian penting dari pembuatan perangkat lunak. Pada pengujian perangkat lunak terdapat pengujian unit. Pengujian unit merupakan proses pengujian komponen yang berfokus untuk memverifikasi unit terkecil pada perancangan perangkat lunak. Pada tahap pengujian unit terdapat proses pembangkitan kasus uji. Selama ini, pembangkitan kasus uji dari suatu kode program dilakukan secara manual se-hingga membutuhkan waktu yang lama. Hal ini dikarenakan banyaknya kemungkinan jalur pada kode sumber yang akan diuji.  Dalam penelitian ini dibangun suatu sistem otomatis untuk membangkitkan kasus uji. Alur kerja sistem dimulai dari analisa kode sumber dengan Spoon Library, selanjutnya dibentuk CFG (Control Flow Graph) dan DDG (Dynamic Directed Graph). Dari DDG tersebut akan dibangkitkan jalur layak yang terdapat pada DDG, dengan menggunakan algoritma genetika diharapkan dapat mengoptimalkan penentuan jalur independen. Dari masing-masing jalur independen akan dibangkitkan kasus ujinya dengan metode test case generation. Pengujian akurasi sistem pada sistem otomatisasi pembangkit kasus uji dengan jumlah populasi 5, 10 dan 15 serta jumlah maksimum generasi 50, 100, 200 dan 250 dihasilkan jumlah populasi paling optimal yaitu 10 dan maksimum generasi optimal yaitu 200 dengan akurasi 93,33%. Pada jumlah populasi dan maksimum generasi sesudahnya tidak terjadi peningkatan akurasi yang signifikan. Tiap peningkatan jumlah populasi dan maksimum generasi dapat meningkatkan akurasi sistem.  Software testing is one of the most important part of making software. On the software testing there are unit testing. Unit Testing is a process for verifying component, focusing on the smallest unit of software design. In the unit testing phase contained test case generation process. During this time, the generation of test cases of a program code is done manually. In this study, constructed an automated system to generate test cases. The workflow system starts from the analysis of the source code with the library spoon and then create CFG (Control Flow Graph) and DDG (Dynamic Directed graph). From the DDG will be raised feasible path using a genetic algorithm. Furthermore, from fea-sible path sought independenth path which is a path base d on the level of uniqueness of the path to the other path. From each independenth path raised the test case with a test case generation method. Testing accuracy of the system on the automation system generating test cases with populations of 5,10 and 15 as well as the maximum number of generations 50, 100, 200 and 250 produced the most optimal population number is 15 and the most optimal maximum generation is 200 with accuracy 93.33%. Each increase in the number of population and maximum generation can improve the accuracy of the system. Level accuracy with population number over 10 and maximum generation over 200 has no increace accuracy significant.
Pengembangan dan analisis kualitas sistem monitoring kegiatan belajar mengajar siswa tingkat sekolah menengah atas negeri di jombang Kurniawan, Fajar Indra; Akbar, Ronny Makhfuddin
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.063 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.1941

Abstract

Monitoring siswa merupakan bentuk proses pengawasan sekolah terhadap kegiatan belajar mengajar siswa, salah satunya di tingkat Sekolah Menengah Atas Negeri atau SMAN Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, Indonesia. Monitoring siswa tersebut meliputi jurnal kelas, presensi siswa dan capaian kompetensi dasar siswa. Proses pengolahan monitoring yang berjalan selama ini memiliki beberapa kendala, diantaranya 1) Belum tersedianya rekapitulasi absensi per mata pelajaran, sehingga guru mata pelajaran kesulitan memonitor kehadiran siswa ketika mata pelajaran sedang berlangsung; dan 2) Tidak terdokumentasi dengan baik capaian kompetensi dasar yang telah diajarkan pada tiap mata pelajaran, yang akhirnya mempengaruhi kualitas proses belajar mengajar. Berdasarkan kendala yang dialami, perlu dibangun sebuah sistem informasi yang mampu mengakomodasi pengelolaan proses aktivitas belajar mengajar meliputi pelaporan jurnal kelas, rekapitulasi absesi kehadiran siswa per mata pelajaran, dan laporan capaian kompetensi dasar. Pengembangan sistem informasi pada penelitian ini menggunakan Waterfall. Sistem monitoring ini menggunakan tiga aspek pengujian, diantaranya efficiency, reliability, dan usability berdasarkan Web Quality Evaluation Method (WebQEM). Hasilnya menunjukkan rata-rata loadtime 2,78 detik dan rata-rata pagesize 190,52 KB pada kecepatan internet 20,98 Mbps, serta persentase session, pages dan hits dengan nilai 99% dengan 25 data pada pengujian efficiency. Pengujian reliability menunjukkan performa yang baik karena mampu mengakomodasi 600 user yang menangani 1.085 request dan throughput 227,098/menit dengan 0% error dari total 5.322 data yang tersimpan. Sedangkan pengujian usability yang melibatkan 322 responden memiliki persentase 76,72% yang masuk kategori baik. Dari hasil pengujian tersebut aplikasi mampu menangani permintaan data dalam jumlah besar dan memastikan kehandalan server mengakomodasi akses seluruh siswa SMAN Mojoagung. Student monitoring is the form of school's supervision process on the teaching and learning activities at SMAN Mojoagung, Jombang, East Java, Indonesia, which  includes the class journals, student's attendance, and students' achievement of basic competencies. However, the recent monitoring process has had some obstacles, including 1) The absence of recapitulation of students' attendance in each lesson which makes it difficult for the teacher to monitor the students' attendance in the teaching and learning process; and 2) poor documentation of the students' achievements of basic competencies in each lesson, which ultimately affects the quality of the teaching and learning process. Based on the obstacles, it is crucial to build a web-based information system which is capable to accommodate the supervision process of the teaching and learning activity involving class journal report, recapitulation of the students' attendance in each lesson and the report of basic-competence achievement. The approach of this current research in this information system development used Waterfall method. The approach of this current research in this information system development used Waterfall method. The developed monitoring system used three aspects of testing, including efficiency, reliability, and usability based on the Web Quality Evaluation Method (WebQEM). The results showed an average loadtime of 2.78 seconds and an average pagesize of 190.52 KB at 20.98 Mbps internet speed as well as a percentage of sessions, pages, and hits of 99% in the efficiency testing on 25 data. The reliability testing showed proper performance since it could accommodate 600 users which handle 1,085 Request and 227.098/minute Throughput with 0% Error from the total of 5,322 saved data. Meanwhile, the usability testing involving 322 respondents showed a percentage of 76.72% and were categorized as good. Based the test results, the application was able to handle a large amount of data demand and ensured the reliability of the server in accommodating the access to all students of SMAN Mojoagung.
Pengembangan dan analisis kualitas sistem monitoring kegiatan belajar mengajar siswa tingkat sekolah menengah atas negeri di jombang Kurniawan, Fajar Indra; Akbar, Ronny Makhfuddin
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.1941

Abstract

Monitoring siswa merupakan bentuk proses pengawasan sekolah terhadap kegiatan belajar mengajar siswa, salah satunya di tingkat Sekolah Menengah Atas Negeri atau SMAN Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, Indonesia. Monitoring siswa tersebut meliputi jurnal kelas, presensi siswa dan capaian kompetensi dasar siswa. Proses pengolahan monitoring yang berjalan selama ini memiliki beberapa kendala, diantaranya 1) Belum tersedianya rekapitulasi absensi per mata pelajaran, sehingga guru mata pelajaran kesulitan memonitor kehadiran siswa ketika mata pelajaran sedang berlangsung; dan 2) Tidak terdokumentasi dengan baik capaian kompetensi dasar yang telah diajarkan pada tiap mata pelajaran, yang akhirnya mempengaruhi kualitas proses belajar mengajar. Berdasarkan kendala yang dialami, perlu dibangun sebuah sistem informasi yang mampu mengakomodasi pengelolaan proses aktivitas belajar mengajar meliputi pelaporan jurnal kelas, rekapitulasi absesi kehadiran siswa per mata pelajaran, dan laporan capaian kompetensi dasar. Pengembangan sistem informasi pada penelitian ini menggunakan Waterfall. Sistem monitoring ini menggunakan tiga aspek pengujian, diantaranya efficiency, reliability, dan usability berdasarkan Web Quality Evaluation Method (WebQEM). Hasilnya menunjukkan rata-rata loadtime 2,78 detik dan rata-rata pagesize 190,52 KB pada kecepatan internet 20,98 Mbps, serta persentase session, pages dan hits dengan nilai 99% dengan 25 data pada pengujian efficiency. Pengujian reliability menunjukkan performa yang baik karena mampu mengakomodasi 600 user yang menangani 1.085 request dan throughput 227,098/menit dengan 0% error dari total 5.322 data yang tersimpan. Sedangkan pengujian usability yang melibatkan 322 responden memiliki persentase 76,72% yang masuk kategori baik. Dari hasil pengujian tersebut aplikasi mampu menangani permintaan data dalam jumlah besar dan memastikan kehandalan server mengakomodasi akses seluruh siswa SMAN Mojoagung. Student monitoring is the form of school's supervision process on the teaching and learning activities at SMAN Mojoagung, Jombang, East Java, Indonesia, which  includes the class journals, student's attendance, and students' achievement of basic competencies. However, the recent monitoring process has had some obstacles, including 1) The absence of recapitulation of students' attendance in each lesson which makes it difficult for the teacher to monitor the students' attendance in the teaching and learning process; and 2) poor documentation of the students' achievements of basic competencies in each lesson, which ultimately affects the quality of the teaching and learning process. Based on the obstacles, it is crucial to build a web-based information system which is capable to accommodate the supervision process of the teaching and learning activity involving class journal report, recapitulation of the students' attendance in each lesson and the report of basic-competence achievement. The approach of this current research in this information system development used Waterfall method. The approach of this current research in this information system development used Waterfall method. The developed monitoring system used three aspects of testing, including efficiency, reliability, and usability based on the Web Quality Evaluation Method (WebQEM). The results showed an average loadtime of 2.78 seconds and an average pagesize of 190.52 KB at 20.98 Mbps internet speed as well as a percentage of sessions, pages, and hits of 99% in the efficiency testing on 25 data. The reliability testing showed proper performance since it could accommodate 600 users which handle 1,085 Request and 227.098/minute Throughput with 0% Error from the total of 5,322 saved data. Meanwhile, the usability testing involving 322 respondents showed a percentage of 76.72% and were categorized as good. Based the test results, the application was able to handle a large amount of data demand and ensured the reliability of the server in accommodating the access to all students of SMAN Mojoagung.
Pengukuran usability pada learning management system perguruan tinggi menggunakan pedoman system usability scale Setiawan, Dimas; Rafianto, Naufal
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2106.561 KB) | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.2010

Abstract

Kebijakan pemerintah di masa pandemi berdampak pada perubahan kegiatan pembelajaran di Universitas PGRI Madiun, di mana keseluruhan proses dilaksakan secara daring, salah satunya dengan memanfaatkan ELMA (e-learning Universitas PGRI Madiun). Dalam praktiknya, pengguna mengeluh ketika menggunakan platform tersebut, salah satunya terdapat beberapa tombol yang malfungsi, beberapa menu dashboard membuat bingung pengguna, dan masih banyak permasalahan lainnya. Namun, keluhan tersebut belum bisa terakomodasi dengan baik, sehingga membuat pengguna merasa kurang nyaman dalam menggunakan platform tersebut, sehingga diperlukan evaluasi untuk mengungkap kondisi usability ELMA. Hal ini perlu dilakukan mengingat salah satu misi dari ELMA adalah mendukung pembelajaran online melalui fitur yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Adapaun evaluasi usablity yang bisa dilakukan salah satunya dengan menggunakan SUS (System Usability Scale). SUS merupakan salah satu instrumen evaluasi yang digunakan untuk melihat usability dari sebuah produk perangkat lunak. Berdasarkan hasil evaluasi usability terhadap 30 responden mahaiswa di berbagai lintas angkatan program studi sistem informasi, platform ELMA memiliki skor rata-rata sebesar 44 dengan rating rendah dan nilai huruf F. Hal ini menunjukkan bahwa ELMA masih memiliki tingkat kegunaan/usability yang masih rendah. Sehingga perlu adanya perbaikan, diantaranya menghilangkan menu yang dirasa tidak diperlukan, memperbaiki tampilan dari forum diskusi, perbaikan plug-in fitur live conference, perbaikan terhadap tombol yang sering terjadi malfungsi, serta percepatan loading page pada paltform tersebut.  Government policy during the pandemic has an impact on changes in learning activities at the University of PGRI Madiun, where the whole process is carried out online, one of them by utilizing ELMA (E-learning of Madiun PGRI University). In practice, users complain when using the platform, one of which is a number of useless buttons, some dashboard menus that confuse users, and many other problems. However, these complaints have not been well accommodated, so it makes users feel uncomfortable using the platform, so an evaluation is needed to understand the usability condition of ELMA. It is necessary to remember one of the ELMA's mission is to support online learning through the features according to user needs. The usablity evaluation can be done either by using SUS (System Usability Scale). SUS is one of the evaluation instrument used to look at the usability of a software product. Based on the results of usability evaluation of the 30 respondents from various forces student information system study program, ELMA platform has an average score of 44 with a "Awful" and letter grade F. This shows that ELMA still has a low level of usability. So there needs improvement, including removing the menu that was deemed unnecessary, improve the appearance of the discussion forum, repair plug-in features of a live conference, improvements to frequent malfunctions button and speed up page loading on the platform.

Page 1 of 10 | Total Record : 96