cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jambi Medical Journal "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan"
Published by Universitas Jambi
ISSN : 2339269X     EISSN : 25806874     DOI : -
Core Subject : Health,
Jambi Medical Journal is a Journal for Medical And Health Issues, in Scope: Medical Education, Farmakology, Mikrobiology, PUblic Health, Clinical Patology, Medical Nutrition, Clinical Medicine, Pediatric, Immunology, Patology Anatomi, Orthopedy, Obstetri and Gynekology, Internal Medicine, Endocrine and Metabolic, Genetics & Molecular Biology.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan" : 15 Documents clear
PERBANDINGAN SKOR IQ (Intellectual Question) PADA ANAK STUNTING DAN NORMAL Aurora, Wahyu Indah D.; Sitorus, Rico Januar; Flora, Rostika
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 8 No. 1 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.15 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v8i1.8333

Abstract

ABSTRAKIntroduction: Stunting is a condition in which a child experiences malnutrition or a lack of nutritional intake that lasts a long time (chronic) so that the child becomes short for his age. This situation will naturally result in stunted growth development if left unceasing, and will also affect the quality of his future, especially his intelligence. The incidence of stunting in South Sumatra Province is 26.9%. This figure is of course very high and needs serious attention, given that several theories state that stunting that persists in children over 2 years will have a major impact on children's health.Methods: This research uses observational analytic research method with unmatching case control design. The study was conducted in three sub-districts in Palembang City, and conducted in August - October 2019 with 150 samples. Data were analyzed by bivariate using chi square analysis.Results: this study shows that short / stunting children who get an average IQ score of upwards are 64% and those who get an average IQ score below 36%. Whereas the non-stunted children who get an average IQ score above are 72% and those who get an average IQ score below are 28% (p = 0,000, OR: 4.57 (95% CI: 2,1733 -9,6873).Conclusion: there is a significant difference in the scores of IQs of stunting and normal children (p=0,000). Children who suffer from stunting are 4.5 times more likely to get below average intelligence compared to children who are not stunting.Keywords: Stunting, Intellectual QuestionABSTRAKPendahuluan: Stunting merupakansuatu kondisi di mana anak mengalami malnutrisi atau kurangnya asupan gizi yang berlangsung lama (kronis) sehingga mengakibatkan anak menjadi pendek untuk seusianya. Keadaaan ini tentu saja akan mengakibatkan terhambatnya perkembangan pertumbuhan jika dibiarkan terus menerus, dan juga akan mempengaruhi kualitas masa depannya khususnya kecerdasannya. Angka kejadian stunting di Provinsi Sumatra Selatan sebesar 26.9 % Angka ini tentu saja sangat tinggi dan perlu mendapat perhatian serius, mengingat beberapa teori menyebutkan bahwa stunting yang menetap pada anak di atas 2 tahun akan berdampak besar pada kesehatan anak.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik observasional dengan desain unmatching case control. Penelitian dilakukan di tiga kecamatan di Kota Palembang yaitu Kecamatan Seberang Ulu I, Seberang Ulu II dan Sukarame dan dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2019 dengan 150 sampel. Data dianalisis dengan bivariate menggunakan analisis chi square.Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa Anak yang pendek/stunting yang mendapatkan nilai IQ rata-rata ke atas adalah sebesar 64% dan yang mendapatkan nilai skor IQ rata-rata ke bawah sebesar 36%. Sedangkan pada anak yang tidak stunting yang mendapatkan nilai skor IQ rata-rata ke atas adalah 72% dan yang mendapat nilai IQ rata-rata ke bawah adalah 28% (p = 0.000, OR:4,57 (95% CI:2,1733-9,6873).Kesimpulan: ada perbedaan signifikan nilai skor IQ anak yang stunting dan normal (p=0,000). Anak yang menderita stunting kemungkinan 4,5 kali mendapatkan kecerdasan rata-rata ke bawah dibandingkan dengan anak yang tidak stunting.Kata Kunci : Stunting, Kecerdasan intelektual
INFEKSI OPORTUNISTIK PADA ODHA (ORANG DENGAN HIV/AIDS) TERHADAP KEPATUHAN MINUM ARV (Anti Retroviral) DI KOTA PALEMBANG
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 8 No. 1 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.359 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v8i1.9374

Abstract

ABSTRACT Background : Human immunodeficiency virus (HIV) is a virus that damages the immune system and CD4 cells. The stronger the virus in destroying CD4 cells, the body has a higher risk for various types of infections and some cancers. There is no cure for HIV / AIDS, but there are several drugs that can reduce or inhibit the multiplication of HIV in the body with antiretroviral therapy (ARV). Opportunistic infections (OI) are the leading cause of death in 90% of people living with AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). The massive increasing number of death from opportunistic infections contributes to AIDS. The purpose of this study was to analysis the relationship of oportunitical infections in PLWHA on arvs compliance within palembang city Method : This research was an observational study, with a cross sectional study design on februari until maret 2020. Data samples of 235 People with Hiv and Aids (PLWHA) in Palembang were chosen by purposive random sampling. Results:The results showed that the proportion of adherence ARV in Palembang was 83%. respondents found 83% were male, age ranged between age 26-45 years as much as 72.3% with the most high school education 48.9%, entrepreneurs 34.5% and 54% are single. There is no significant relationship between opportunistic infections (OIs) experienced by PLWHAs against ARV compliance in the city of Palembang with (Pvalue 0.381;OR:0,675;95%CI: 0.328-1.392). There are as many as 62% of PLWHA who have comorbidities in the form of pulmonary TB out of all who have OIs Conclution :opportunitis infections (OIs) are not associated with ARV compliance, pulmonary tuberculosis is an opportunitis infection that was found in many of these studies Keyword : relationship; adherence; antiretroviral; ARV; HIV;AIDS; oportunitis infections; IO; pulmonary TB
KETAHANAN HIDUP PASIEN KANKER SERVIKS BERDASARKAN STADIUM KANKER
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 8 No. 1 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.993 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v8i1.9419

Abstract

ABSTRACT Background : Cervical cancer is the most common malignancy of the reproductive system and causes many deaths in women. One of the prognostic factors causing cervical cancer death is clinical stage. The purpose of this research is to determine the probability of 3-year survival of cervical cancer patients based on the stage of cancer.Methods : An analytical study with a retrospective cohort design using 274 medical records of cervical cancer patients for the period 2014-2016 in the Dr. Mohammad Hoesin Hospital in Palembang. Each patient's data was followed by its development for 3 years, starting from the time the patient was first diagnosed with cervical cancer and determined the stage of cancer (clinical staging).Results : This study found that the probability of survival for 3 years for stage I was around 80%, stage II was around 70%, stage III was around 60%, and stage IV was around 40%. The median survival for stage IV is 24 months.Conclusion : This research proves that the earlier the stage of cancer, the 3-year survival will increase.Keywords: cervical cancer, stage, survival ABSTRAK Latar belakang : Kanker serviks merupakan penyakit keganasan sistem reproduksi paling umum dan banyak menyebabkan kematian pada wanita. Salah satu faktor prognostik penyebab kematian kanker serviks adalah stadium kanker. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui probabilitas ketahanan hidup 3 tahun pasien kanker serviks berdasarkan stadium kanker. Metode : Studi analitik dengan desain kohort retrospektif dengan menggunakan 274 catatan rekam medis pasien kanker serviks periode tahun 2014-2016 di RSUP. Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Masing- masing data pasien tersebut diikuti perkembangannya selama 3 tahun, dimulai sejak pasien pertama kali didiagnosis kanker serviks dan ditetapkan stadium kankernya (clinical staging). Hasil : Penelitian ini mendapatkan bahwa probabilitas ketahanan hidup 3 tahun untuk stadium I sekitar 80%, stadium II sekitar 70%, stadium III sekitar 60%, dan stadium IV sekitar 40%. Median ketahanan hidup untuk stadium IV adalah 24 bulan. Kesimpulan : Penelitian ini membuktikan bahwa semakin awal stadium kanker serviks maka ketahanan hidup 3 tahun akan semakin meningkat. Kata Kunci : kanker serviks, stadium, ketahanan hidup
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix) SEBAGAI INSEKTISIDA ALAMI TERHADAP KECOAK AMERIKA (Periplaneta americana) DENGAN METODE SEMPROT
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 8 No. 1 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.118 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v8i1.9420

Abstract

Abstract Cockroach control can be done in various ways one of which is spraying insecticide. Natural insecticides are less dangerous than conventional insecticides. This study aimed to determined the effectiveness of kaffir lime leaf extract (Citrus hystrix) as a natural insecticide against cockroach americana (Periplaneta americana) with spray method. This research was an experimental study with a post-test only control group designed design. The sample in this study was 60 cockroaches, the sample was divided into 6 groups: negative control (aquades), positive control (transflutrin 0.06%) and and 4 test groups with concentrations of kaffir lime leaf extract (20%, 40%, 60% , and 80%) each group consisted of 10 cockroaches. Phytochemical tests were carried out to determine the content of secondary metabolites in extracts of kaffir lime leaves. Positive phytochemical test results containing flavonoids, alkaloids and essential oils. Based on probit analysis, it is known that the LC50 value = 58.5%; LC95 = 85.1%. The time of death of LT50 is fastest at a concentration of 60% (3,036 hours) and LT95 is the fastest at a concentration of 80% (5,960 hours). Anova test analysis results showed that the positive control group had no significant difference with kaffir lime leaf extract concentration of 80% Kaffir lime leaf extract has an insecticide effect, the higher the concentration of kaffir lime leaf extract, the more number of dead cockroaches and the longer the observation time, the number of cockroaches death will also increase. Keywords: American cockroach, kaffir lime leaf extract, cockroach death Abstrak Pengendalian kecoa dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya penyemprotan insektisida. Insektisida alami kurang berbahaya dibanding insektisida konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix) sebagai insektisida alami terhadap kecoak americana (Periplaneta americana) dengan metode semprot. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group designed. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 ekor kecoak, sampel dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol negatif (aquades), kontrol positif (transflutrin 0,06%) dan dan 4 kelompok uji dengan konsentrasi ekstrak daun jeruk purut (20%, 40%, 60%, dan 80%) masing-masing kelompok terdiri dari 10 ekor kecoak. Uji fitokimia dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak daun jeruk purut. Hasil uji fitokimia positif mengandung flavonoid, alkaloid dan minyak atsiri. Berdasarkan analisis probit, diketahui nilai LC50 = 58,5%; LC95 = 85,1%. Waktu kematian LT50 paling cepat pada konsentrasi 60% (3,036 jam) dan LT95 paling cepat pada konsentrasi 80% (5,960 jam). Hasil analisis uji anova menunjukkan bahwa kelompok kontrol positif tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan ekstrak daun jeruk purut konsentrasi 80% Ekstrak daun jeruk purut memiliki efek insektisida, semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun jeruk purut maka jumlah kecoak yang mati semakin banyak dan semakin lama waktu pengamatan, maka jumlah kecoak yang mati juga akan semakin banyak. Kata kunci : kecoak amerika, ekstrak daun jeruk purut, kematian kecoak
GAMBARAN ANEMIA PADA KEJADIAN PERDARAHAN POST PARTUM
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 8 No. 1 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.841 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v8i1.9421

Abstract

ABSTRACT Postpartum hemorrhage is bleeding that exceeds 500 ml after the baby is born in vaginal delivery and exceeds 1000 ml after abdominal labor before 6 weeks of delivery. However, even a smaller amount of blood loss is very dangerous especially in anemic pregnant women. The purpose of this study was to determine the description of anemia in maternal with the incidence of postpartum hemorrhage. This research is a descriptive study with cross sectional design using secondary data from medical records for the period of January 1 to December 31 in 2018 taken from two hospitals representing type A hospitals and Type B Hospitals in Palembang, namely RSUP Dr. Mohammad Hoesin and Siti Khodijah Islamic Hospital Palembang with a total sample of 176. Data analysis used univariate analysis of the variables descriptively to determine the appearance of anemia in the incidence of postpartum hemorrhage. The results showed that of 111 mothers who experienced anemia there were 53 (47.7%) who experienced postpartum hemorrhage while of 65 mothers who were not anemic 14 (21.5%) had postpartum hemorrhage. The conclusion of this study is the picture of anemia in pregnant women tends to experience postpartum hemorrhage. Therefore, the government's action in an effort to prevent anemia in pregnant women by providing iron tablet supplements still needs to be done by looking at the socioeconomic conditions and education levels of the Indonesian people which are still mostly included in the poor category especially in rural areas. Keyword : Anemia; Post Partum Hemorrhage ABSTRAK Perdarahan postpartum merupakan perdarahan yang melebihi 500 ml setelah bayi lahir pada persalinan pervaginam dan melebihi 1000 ml setelah persalinan abdominal sebelum 6 minggu persalinan. Akan tetapi kehilangan darah dengan jumlah yang lebih kecilpun sangat berbahaya khususnya pada keadaan wanita hamil yang anemis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran anemia pada ibu bersalin dengan kejadian perdarahan postpartum. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional dengan menggunakan data sekunder rekam medik periode 1 Januari s/d 31 Desember tahun 2018 yang diambil dari dua rumah sakit yang mewakili rumah sakit tipe A dan Rumah Sakit Tipe B yang ada di Kota Palembang yaitu RSUP Dr. Mohammad Hoesin dan Rumah Sakit Islam Siti Khodijah Palembang dengan total jumlah sampel sebanyak 176. Analisis data menggunakan univariat yaitu menganalisis variabel secara deskriptif untuk mengetahui gambaran anemia pada kejadian perdarahan postpartum. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 111 ibu yang mengalami anemia ada sebanyak 53 (47,7%) yang mengalami perdarahan postpartum sedangkan dari 65 ibu yang tidak anemia ada 14 (21,5%) mengalami perdarahan postpartum. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran anemia pada ibu hamil cendrung mengalami perdarahan postpartum. Oleh sebab itu tindakan pemerintah dalam upaya mecegah anemia pada ibu hamil dengan pemberian suplemen tablet besi tetap perlu dilakukan secara melihat kondisi sosial ekonomi dan tingkat pendidikan masyarakat Indonesia yang masih sebagian besar masih termasuk dalam kategori miskin terutama didaerah pedesaan. Kata Kunci : Anemia dan Perdarahan Postpartum
MUTASI TITIK F1534C GEN VOLTAGE GATED SODIUM CHANNEL (VGSC) PADA Aedes aegypti DI KELURAHAN PANCUR PUNGAH
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 8 No. 1 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.349 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v8i1.9440

Abstract

The incidence of dengue hemorrhagic fever (DHF) has increased significantly throughout the world in the last decade. One of the challenges in eradicating DHF is the occurrence of vector resistance to insecticides. This study aimed to looked at the mutation site of the VGSC codon F1534C Aedes aegypti on RT 5 & 6 Pancur Pungah Village, Muara Dua District, Ogan Komering Ulu Selatan Regency as a marker of resistance. The samples in this studied were larvae and pupae of Aedes aegypti. Larvae and pupae were bred into F1 generation and then tested for susceptibility and followed by polymerase chain reaction (PCR). The results of the suscepbillity test carried out obtained mosquito mortality of 10.5% so it was categorized resistant based on WHO criteria. Continued PCR test found no mutation point occurred in the VGSC gene mutation point F1534C in Aedes aegypti. Therefore, the possibility of mutations in the VGSC gene is at another mutation point.
UJI EFEK AFRODISIAK EKSTRAK BIJI PINANG MUDA (Areca Catechu L) PADA TIKUS JANTAN
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 8 No. 1 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.108 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v8i1.9455

Abstract

ABSTRACT Background: polyphenols and alkaloids in herbal plants could have aphrodisiac effect. Betel nut (Areca catechu L) contain polyphenol and alkaloid. Alkaloid of betel nut has aphrodisiac effect, but also has side effect to many organs. Data of aphrodisiac effect of betel nut’s polyphenols is limited. This study aim to determine aphrodisiac effect of extraction of betel nut’s polyphenols in rats Method: twelve rats, Sprague dawney, aged 2-3 months, weight 150-200 gram were divided into 2 group randomly. Group A were given the extract with doses 100mg/kgWB and group B were given extract with doses 200mg/kgWB daily for 35 days. The aphrodisiacs effect determined by difference of mounting frequency before and after treatment. Male rats were mated with female rats which were in estrous phase and were recorded for 7 days. Wilcoxon test were used for statistical analysis with p value < 0,05. Result: extract from extractio’s method that was used in this study had 39,8%(w/w) of polyphenols and 0,98% (w/w) of alkaloids. Both groups had decreasing of mounting’s frequency after treatment (p>0,05). Conclusions: Extract of betel nut from this study had 39,8% (w/w) of polyphenols and had no aphrodisiacs effect in male rats. Keywords: Areca Catechu L, Betel nut, polyohenols, alkaloids, Rats, Aphrodisiac, Mounting. ABSTRAK Latarbelakang: senyawa polifenol atau alkaloid suatu tanaman dapat mempunyai efek afrodisiak. Biji pinang (Areca catechu L) mempunyai kandungan polifenol dan alkaloid. Alkaloid biji pinang telah diketahui mempunyai efek afrodisiak, akan tetapi juga mempunyai banyak efek samping. Efek afrodisiak polifenol biji pinang belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek afrodisiak ekstrak polifenol biji pinang muda terhadap tikus putih. Metode: dua belas ekor tikus Sprague dawney berumur 2-3 bulan, berat 150-200 gram dibagi secara random menjadi 2 kelompok yaitu Kelompok A diberikan ekstrak biji pinang dosis 100 mg/ kgBB, dan kelompok B diberikan dosis 200 mg/ kgBB setiap hari selama 35 hari. Efek afrodisiak dilihat dari perbedaan rerata frekuensi tunggangan sebelum dan sesudah perlakuan. Jantan dikawinkan dengan betina fase estrus dan direkam masing-masing selama 7 hari. Uji statistik menggunakan Wilcoxon dengan p<0,05. Hasil: ekstrak hasil ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini mempunyai kandungan polifenol 39,8%(b/b) dan alkaloid 0,98% (b/b). Kedua kelompok terdapat penurunan rerata frekuensi tunggangan setelah perlakuan (p >0,05). Kesimpulan: Ekstrak Biji Pinang Muda pada penelitian ini mempunyai kandungan 39,8% polifenol dan tidak mempunyai efek afrodisiak pada tikus jantan. Kata kunci: Areca Catechu L, biji pinang, polifenol, alkaloid, tikus, afrodisiak, tunggangan.
PROFIL EKSTRA PARU TUBERKULOSIS SECARA HISTOPATOLOGIK PADA FORMALIN FIXED PARAFFIN EMBEDDED (FFPE) DI PROVINSI JAMBI
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 8 No. 1 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.983 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v8i1.9476

Abstract

ABSTRACT Background Extrapulmonary Tuberculosis (EPTB) is a condition in tissue outside the lung that is characterized pathologically with extensive involvement of lymphocyte inflammation cells, the presence of epitheloid granuloma cells in the langhans and the duration of the cancer. Tuberculosis (TB) remains a major global public health problem, with 1.5 million deaths every year worldwide.. Histopathologic variations in the appearance of the diagnosis of EPTB often overlap commonly with granulomatous inflammation. This study aims to describe the EPTB profile histopathologically on FFPE samples in Jambi province. Methods This research is a descriptive study with cross sectional technique, evaluating the histopathological picture of EPTB on formalin Fixed Paraffin Emdedded (FFPE) preparations. The study was conducted in February - August 2019 in the Anatomy Pathology Laboratory of the Faculty of Medicine and Health Sciences and FFPE samples originating from Hospitals in Jambi Province. Histopathological data are divided into 3 categories: non-specific chronic mastitis, granulomatous chronic mastitis and specific chronic mastitis. Histopathological variables were assessed by histopathological score. Result Obtained 72 FFPE EPTB tissues from hospitals in Jambi Province, mostly originating from lymph nodes as much as 58.3% followed by breasts as much as 16.5%. The most common histopathopathic picture is in accordance with tuberculosis (EPTB) as much as 54.2% and cases of granulomatous inflammation which is still high as much as 44.4%. Histopathological picture of EPTB fulfills all tuberulosis criteria (100%), in contrast to granulomatous inflammation only fulfills 2 criteria, namely lymphocytes and epithelioid. Conclusions Histopathological picture of extrapulmonary tuberculosis in histopathology for the most part still gives a classic picture. Key Words : Histopathology, Extrapulmonal Tuberculosis, Formalin Fixed Paraffin Embedded (FFPE) ABSTRAK Latar Belakang Ektrapulmonal Tuberkulosis (EPTB) adalah suatu kondisi pada jaringan diluar paru yang ditandai secara patologi dengan keterlibatan secara ekstensif sebukan sel radang limfosit, adanya granuloma epitheloid sel datia langhans dan masa perkijuan. Tuberkulosis (TB) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat global utama, dengan 1,5 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia. Diagnosis untuk kasus EPTB pada jaringan saat ini secara umum masih menggunakan pemriksaan patologi anatomi. Adanya berbagai variasi gambaran secara histopatologis mmebuat diagnosis EPTB seringkali tumpang tindih terumata dengan radang granulomatosa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil EPTB secara histopatologik pada sampel FFPE di provinsi Jambi. Metode Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik cross sectional, menilai gambaran histopatologis EPTB pada sediaan Formalin Fixed Paraffin Emdedded (FFPE). Penelitian dilaksanakan pada Bulan Februari - Agustus 2019 di Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan dan sampel FFPE yang berasal dari Rumah Sakit di Provinsi Jambi. Data histopatolgis dibagi menjadi 3 kategori yaitu: mastitis kronis non spesifik, mastitisn kronis granulomatosa dan mastitis kronis spesifik. Variabel histopatologi yang dinilai dengan skor histopatologis. Hasil Didapatkan 72 jaringan FFPE EPTB dari Rumah Sakit di Provinsi Jambi , paling banyak berasal dari kelenjar getah bening sebanyak 58,3% diikuti dengan payudara sebanyak 16,5%. Gambaran histopatolgois paling banyak adalah sesuai dengan tuberculosis (EPTB) sebanyak 54,2% dan kasus radang granulomatosa yang masih tinggi yaitu sebanyak 44,4%. Gambaran histopatologis EPTB memenuhi semua kriteria tuberulosis (100% ), berbeda dengan radang granulomatosa hanya memenuhi 2 kriteria yaitu sebukan limfiosit dan gambaran epitelioid. Kesimpulan gambaran histopatologis ekstra paru tuberkulosis secara histopatologis paling banyak ditemukan di kelenjar getah bening dan sebagian besar masih memberikan gambaran yang klasik. Kata Kunci : Histopatologi, Tuberkulosis Ekstra Paru , Formalin Fixed Parafin Embedded (FFPE)
KORELASI MASA LEMAK DAN LEMAK VISERAL DENGAN KADAR LEPTIN SERUM PADA REMAJA OVERWEIGHT DAN OBESITAS
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 8 No. 1 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.56 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v8i1.9477

Abstract

ABSTRACT Background:The prevalence of adolescent obesity (15-18 years) in Indonesia continues to increase. The results of basic health research in 2013 showed the prevalence of adolescent obesity from 1.4% in 2010 increase to 7.3% in 2013. The condition of obesity will affect leptin secretion which plays a role in influencing food intake by controlling appetite in the hypothalamus and brain stem. Objective: This study aims to determine the description, differences, and correlations of the fat mass, visceral fat, and serum leptin levels in the group of adolescents who are overweight and obese. Design: This study was conducted by analytic survey method with cross sectional approachment. The sample consisted of 60 people aged above 18 years state as students of the Faculty of Medicine and Health Sciences Jambi University who were overweight and obese. Analyze data from the examination of fat mass, visceral fat, and serum leptin using the Pearson Correlation test and for the characteristics of FKIK Unja students aged above 18 years with BMI ≥23 will be analyze distributively. Results: The analysis showed significant results p = 0.000 and a high correlation of r = 0.719 between fat mass with leptin levels where the fat mass is directly proportional to leptin levels. The analysis showed that the results were not significant with p = 0.338 and did not correlate r = -0.126 between visceral fat and leptin levels. Conclusions: From this study obtained a body composition profile, leptin level profile and food intake data in overweight and obese adolescents, which will be used as initial screening to make lifestyle modifications and healthy behavior in overweight and obese adolescents so that in the future they will not be a risk factor for metabolic syndrome KEY WORDS: Obesity; Overweight; Fat mass; Visceral fat; Leptin ABSTRAK Latar belakang: Prevalensi obesitas remaja di Indonesia terus meningkat. Hal ini dapat berdampak buruk terhadap kesehatan karena obesitas berkaitan dengan noncommunicable diseases (penyakit-penyakit tidak menular). Keadaan obesitas yang ditandai dengan meningkatnya massa lemak dan lemak viseral akan mempengaruhi sekresi leptin dan menyebabkan terjadi resistensi leptin, dimana kondisi hiperleptinemia pada obesitas menjadi faktor risiko independen terhadap penyakit kardiovaskuler. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi masa lemak dan lemak viseral dengan kadar leptin pada remaja yang mengalami overweight dan obesitas Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 60 orang remaja overweight dan obesitas dengan usia 17- 25 Analisa data hasil pemeriksaan massa lemak, lemak viseral, dan leptin serum menggunakan uji Korelasi Pearson dan untuk karakteristik mahasiswa FKIK Unja usia >18 tahun dengan IMT ≥23 akan dianalisis distributifnya. Hasil: Analisis menunjukkan hasil yang signifikan p = 0.000 serta korelasi r = 0,719 yang tinggi antara massa lemak dengan kadar leptin dimana massa lemak berbanding lurus dengan kadar leptin. Analisis menunjukkan hasil yang tidak signifikan dengan p = 0.338 serta tidak berkorelasi r = -0,126 antara lemak viseral dengan kadar leptin. kesimpulan: Dari penelitian ini didapatkan profil komposisi tubuh, profil kadar leptin dan data asupan makanan pada remaja yang overweight dan obesitas, yang akan dijadikan skrining awal untuk melakukan modifikasi gaya hidup dan perilaku hidup sehat pada remaja overweight dan obesitas sehingga kedepan tidak menjadi faktor risiko terkena sindroma metabolik. KATA KUNCI: Obesitas; Overweight; Masa lemak; Lemak viseral; Leptin
KAJIAN CAPAIAN INDIKATOR KAPITASI BERBASIS PEMENUHAN KOMITMEN PELAYANAN (KBK) BPJS DI FKTP KOTA JAMBI
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 8 No. 1 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.862 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v8i1.9479

Abstract

ABSTRACT Background: The implementation of capitation payments based on fulfilling service commitments (KBK) is assessed by achieved indicators including contact rate, RRNS and RPPB. Based on data monev Jambi 2019 showed that indicators of KBK BPJS in province Jambi are not reached the target. This research to analyze the factors that affect the achievement of the targets of the BPJS indicators in the Contact rate, RRNS and RPPB in the FKTP in the city of Jambi in 2019. Method: This study used a quantitative descriptive. This study done in 34 primary health care in Jambi city. The questionnaire filled by head of primary health care and p-care staffs as a respondent. Result: The result in this study showed the dominant trouble in reaching the indicator contact rate was exorbitant of target was too high 29 (42.6%). The problem of RRNS indicator was increasing the demand of hospital referral which 48 (70,6%) samples answered. RPPB target was too high 35 (51.5%). Conclusion: The implementation of Capitation Based on Service Commitment in primary health care in Jambi City had not been done maximally. Keywords : KBK, FKTP, BPJS ABSTRAK Latar Belakang : Pelaksanaan pembayaran kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan (KBK) dinilai berdasarkan pencapaian indikator meliputi Angka Kontak, Rasio Rujukan Rawat Jalan Non Spesialistik (RRNS) dan Rasio Peserta Prolanis Rutin Berkunjung (RPPB). Berdasarkan data yang dilakukan oleh team Monev Provinsi Jambi 2019 indikator KBK BPJS di provinsi Jambi masih belum memenuhi target yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi belum tercapainya target pemenuhan indikator KBK BPJS pada Angka Kontak, RRNS dan RPPB pada FKTP dikota Jambi tahun 2019. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di 34 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) kota Jambi. Instrumen penelitian ini menggunakan wawancara dengan panduan kuesioner kepada kepala FKTP serta petugas p-care diFKTP sebagai responden. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan yang paling dominan dalam memenuhi target indikator Angka Kontak adalah terlalu tingginya target yang ditetapkan 29 (42.6%), kesulitan dalam RRNS adalah meningkatnya permintaan rujukan 48 (70.6%), dan kesulitan RPPB adalah terlalu tinggi target yang ditetapkan 35 (51.5%). Kesimpulan : pelaksanaan sistem Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan di FKTP kota Jambi belum terlaksana secara maksimal. Masih ada faktor yang menyebabkan belum tercapainya indikator KBK sehingga membuat FKTP berada di zona tidak aman. Kata kunci : KBK, FKTP, BPJS

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 4 (2023): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2023): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Special Issues: Jambi M Vol. 11 No. 2 (2023): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Special Issues: Jambi M Vol. 11 No. 1 (2023): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2022): Special Issues: Jambi Medical And Health Sciences International Conference (JA Vol. 10 No. 1 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2021): Special Issues: JAMHESIC 2020 Vol. 9 No. 3 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2019): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2019): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2018): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2018): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2017): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2017): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2016): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2016): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2015): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2015): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2014): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2014): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2013): THE JAMBI MEDICAL JOURNAL Vol. 1 No. 1 (2013): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue