Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

UJI DIAGNOSTIK POLYMERASE CHAIN REACTION DIBANDINGKAN DENGAN PENGECATAN GIEMSA PADA INFEKSI MALARIA Hanina, Hanina
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 6 No. 1 (2018): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.485 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v6i1.4823

Abstract

ABSTRACT Plasmodium is a parasite causing malaria, the most important infection disease in the world. Gold standard of malaria diagnosis was founded Plasmodium by Giemsa staining method. Fundamental difference between Giemsa and Polymerase Chain Reaction (PCR) is the ability to detect parasite. Giemsa can detect minimal 50-100 parasit/μl whereas PCR detect parasite DNA in lower parasitemia. The purpose of this study was to determine the sensitivity and specificity of the PCR compared to blood slide with Giemsa in detecting of malaria infection. A diagnostic test has been conducted in Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Jambi and Laboratorium Biomolekuler Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. There were 87 subjects who fulfilled the criteria inclusion and drawn by consecutive sampling. Blood samples were taken from venous blood. Detection of Plasmodium used Giemsa and PCR method. Detection of Plasmodium from 87 subjects, Giemsa and PCR method founded 1 subject (1.1%) P. falciparum and 4 subjects (4.6%) P. vivax. 82 subjects (94.3%) were negative. The sensitivity and specificity of PCR was 100%, positive predictive value and negative predictive value was 100%.Conclusion is higher sensitivity and spesificity PCR methode in the malaria diagnosis was proven and PCR methode able to identified Plasmodium species accuratly. Keywords: Plasmodium, Malaria, Giemsa, PCR, Diagnostic Test ABSTRAK Plasmodium merupakan parasit penyebab malaria, suatu penyakit infeksi paling penting di dunia. Baku emas diagnosa malaria adalah menemukan Plasmodium melalui pemeriksaan mikroskopis dengan pengecatan Giemsa. Perbedaan mendasar antara metode Giemsa dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) terletak pada kemampuan mendeteksi parasit. Metode Giemsa hanya mampu mendeteksi Plasmodium dengan ambang batas antara 50-100 parasit/μl sedangkan metode PCR dapat mendeteksi DNA parasit pada parasitemia yang lebih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sensitivitas dan spesifisitas metode PCR dibandingkan dengan pengecatan Giemsa dalam menegakkan diagnosis infeksi malaria. Penelitian ini merupakan uji diagnostik yang dilakukan di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi dan Laboratorium Biomolekuler Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Penelitian dilakukan mulai bulan Januari sampai April 2017. Subjek penelitian berjumlah 87 orang yang diambil secara consecutive sampling dari laboratorium RS Theresia Jambi. Semua subjek diambil sampel darah venanya, kemudian dilakukan pengecatan Giemsa dan pemeriksaan PCR. Hasil pemeriksaan PCR nested menggunakan primer genus dan primer spesies Plasmodium ditemukan P.falciparum positif sebanyak 1 sampel (1,1%). Sedangkan P.vivax positif sebanyak 4 sampel (4,6%). Sebanyak 82 sampel (94,3%) negatif. Hal ini sesuai dengan hasil pemeriksaan mikroskopis dengan pengecatan Giemsa. Metode PCR dibandingkan dengan metode pengecatan Giemsa sensitivitas dan spesifisitasnya 100%, nilai prediksi positif dan nilai prediksi negatifnya 100%. Dapat disimpulkan bahwa metode PCR sangat sensitif dan spesifik dalam penegakan diagnosis malaria dan mampu mengidentifikasi spesies parasit secara akurat. Kata Kunci: Plasmodium, Malaria, Giemsa, PCR, Uji Diagnostik.
IDENTIFIKASI KASUS TOKSOPLASMOSIS DENGAN UJI AGLUTINASI LATEK DI PUSKESMAS TAHTUL YAMAN Humaryanto, Humaryanto; Hanina, Hanina; Tarawifa, Susan
Jurnal MEDIC (Medical Dedication) Vol. 3 No. 1 (2020): MEDIC: Medical Dedication
Publisher : Jurnal MEDIC (Medical Dedication)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Toxoplasma gondii dapat terjadi karena perolehan maupun kongenital, yang sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas atau sub klinis sehingga kebanyakan tidak disadari. Pada wanita yang terinfeksi Toksoplasma gondii, selama kehamilan dapat menyebabkan janin yang dikandung mengalami keguguran atau bayi lahir namun mengalami beberapa gangguan baik cacat fisik maupun nonfisik. Di Puskesmas Tahtul Yaman belum ada yang terdeteksi menderita Toksoplasmosis. Hal ini dapat dimengerti mengingat Toksoplasmosis umumnya tidak menimbulkan gejala. Dengan uji aglutinasi latek ini, diharapkan dapat diketahui angka kejadian Toksoplasmosis dan dapat ditindak lanjuti. Metode kegiatan yang dilakukan adalah berupa pemeriksaan darah terhadap 60 orang wanita usia subur dengan menggunakan uji aglutinasi latek. Hasil pemeriksaan menunjukkan mununjukkan terdapat 36 orang positif toxoplasmosis, 20 orang negatif dan 2 orang equivocal. Hasil positif toxoplasmosis paling banyak terdapat pada kelompok usia 30 sampai 39 tahun yaitu sebanyak 28 orang. Pada kelompok wanita yang sudah menikah terdapat 33 orang positif toxoplasmosis dan pada wanita yang pernah mengalami riwayat keguguran terdapat 22 orang positif toxoplasmosis
PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANGTUA MURID TENTANG KLASIFIKASI NYERI KEPALA DAN VERTIGO PADA ANAK DI TK ANNISA KOTA JAMBI DENGAN METODE PENYULUHAN Iskandar, Mirna Marhami; Hanina, Hanina
Jurnal MEDIC (Medical Dedication) Vol. 3 No. 1 (2020): MEDIC: Medical Dedication
Publisher : Jurnal MEDIC (Medical Dedication)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Nyeri kepala atau cephalalgia adalah rasa tidak mengenakkan pada seluruh daerah kepala. Menurut World Health Organization (WHO) nyeri kepala biasanya dirasakan berulang kali oleh penderita sepanjang hidupnya. Hampir setiap orang mengalami nyeri kepala. Sebagian besar nyeri kepala tidak berkaitan dengan kerusakan otak. Nyeri kepala biasanya terjadi akibat ketegangan pada otot-otot di leher, kulit kepala dan dahi yang berkaitan dengan rasa cemas, stres atau kelelahan. Nyeri kepala dapat pula diakibatkan oleh pembengkakan membran mukosa yang melapisi sinus sebagai respon terhadap infeksi dan alergi saluran nafas, gangguan mata yang di sertai ketegangan otot mata, dilatasi pembuluh-pembuluh darah serebrum, peningkatan tekanan intrakranium dan peradangan atau pembengkakan pada daerah otak itu sendiri. Penggunaan media elektronik juga merupakan salah satu penyebab timbulnya nyeri kepala. Namun berbagai penyebab ini masih sangat jarang diketahui masyarakat awam sehingga nyeri kepala dan vertigo seringkali mengakibatkan kecemasan berlebihan atau bahkan penanganan berlebihan yang dapat lebih membahayakan penderita. Penyuluhan ini mengikutsertakan 30 orang responden yang merupakan orangtua murid Taman Kanak-kanak (TK) Annisa di Kota Jambi. Metode penyuluhan yang dilakukan adalah diskusi interaktif. Responden mengisi kueisioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasilnya terdapat peningkatan rata-rata hasil kueisioner dari 4,6 menjadi 5,4. Kategori tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan didominasi oleh kategori cukup. Hasil analisis chi-square menunjukkkan tidak terdapat hubungan bermakna antara penyuluhan dengan tingkat pengetahuan responden. Hal ini mungkin disebabkan metode penyuluhan yang kurang tepat karena tingkat pendidikan responden yang didominasi menengah ke bawah. Diperlukan metode penyuluhan yang lebih tepat guna mencapai peningkatan pengetahuan responden mengenai klasifikasi, gejala, penyebab dan tindakan yang tepat dalam penanganan nyeri kepala dan vertigo pada anak. Kata kunci : nyeri kepala, vertigo, anak
IDENTIFICATION OF SCCMEC TYPE IN ISOLATE OF METHICILLIN RESISTANT Staphylococcus aureus (MRSA) IN JAMBI BY USING POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) Humaryanto, Humaryanto; Hanina, Hanina; Lipinwati, Lipinwati; Simanjuntak, Charles Apul
Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Institute of Topical Disease

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijtid.v8i2.12691

Abstract

Staphylococcal cassette chromosome mec (SCCmec) is one of the mobile genetic elements of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) that carries many resistance genes and allows SCCmec to move from one bacterium to another. Twelve types of SCCmec have been identified throughout the world. Identification of SCCmec type is needed to determine the pattern of MRSA resistance in a particular region. This study aimed to identify the type of SCCmec MRSA from clinical samples. Specifically, this study was conducted at the Biomolecular Laboratory of the Faculty of Medicine and Health Sciences of Jambi University in June 2018-February 2019. Culture was carried out on 100 clinical specimens of festering wound swabs from inpatients at hopitals in Jambi City. A total of 32 samples of Staphytect plus test positive were tested using Cefoxitin disc diffusion method and MecA Polymerase Chain Reaction (PCR). There were 14 samples identified as MRSA isolates, namely twelve samples (85.72%) of SCCmec type III, one sample (7.14%) of SCCmec type II, and one sample (7.14%) of SCCmec type IVb. The results were different from previous studies where all MRSA isolates (100%) in Indonesia were SCCmec type III, although most SCCmec types were still dominated by SCCmec type III. This study concludes that there has been a shift in the content of SCCmec in MRSA isolate originating from hospitals in Jambi city.
Analisis Nilai-Nilai Religius Pada Novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El-shirazy Yanti, Sri; Hanina, Hanina
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 1, No 3 (2020): J-P3K DESEMBER
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v1i3.42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai religius novel “Bumi Cinta” karya Habiburrahman El-Shirazy. Untuk mengetahui nilai-nilai religius menggunakan metode deskriftif kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah nilai-nilai religius dalam novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El-Shirazy, Sumber data yang di pakai menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder dengan teknik pengumpulan data yaitu teknik pustaka dan teknik catat dan teknik analisis data yang di gunakan adalah membaca berulang-ulang novel, menghayati, memahami, mengumpulkan data, dan menggaris bawahi, mendeskripsikan dan menyimpulkan hasil penelitian. Hasil penelitian ini dapat menjawab dari pernyataan penelitian yaitu terdapat terdapat nilai-nilai religius (akidah, syariah dan akhlak) dalam novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El-Shirazy. Nilai akidah dapat di lihat dari keyakinan dan kepercayaan tokoh kepada Allah Swt. Yang maha pencipta dan maha segala nya. Nilai syariah dapat di lihat dari para tokoh yang mematuhi perintah-perintah Allah Swt menjauhi segala larangan nya. Nilai akhlak dapat di lihat dari sifat para tokoh kepada Allah Swt, Rasulullah Saw, sesama manusia, dan lingkungan.
Analisa Quarterlife crisis Mahasiswa Dan Mahasiswi Tingkat Akhir STMIK Royal Kisaran Dengan Backward Chaining Nasution, Rivia Gulda; Hanina, Hanina
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 2, No 2 (2021): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v2i2.112

Abstract

Sistem pakar membentuk kecerdasan buatan yang mempelajari suatu aspek atau banyak aspek ilmu dari seorang pakar maupun banyak pakar agar dapat mengadopsi pemahaman manusia ke komputer dan komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para pakar. Hambatan yang paling sering dialami oleh mahasiswa dan mahasiswi tingkat akhir yatitu munculnya perasaan panik, ketidakstabilan serta kebimbangan karena banyaknya pilihan bahkan frustasi yang sering disebut sebagai Quarterlife crisis. Quarterlife crisis ialah suatu respon emosional yang ditandai dengan munculnya perasaan panik, tidak berdaya, ketidakstabilan, kebimbangan karena banyaknya pilihan, cemas, tertekan, bahkan frustrasi, yang dialami oleh individu pada rentang usia 18-29 tahun, terprimer ketika akan atau baru menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah dan menangkili real world yang penuh tantangan dan tuntutan yakni fresh graduate dan juga mahasiswa tingkat akhir. kerelevanan komputerisasi dan teknologi dalam sistem pakar analisa quarterlife crisis pada mahasiswa tingkat akhir ini dibutuhkan guna membantu mahasiswa menangkili quarterlife crisis dan mendapatkan solusi mengenai masalahnya. Kemajuan teknologi inilah yang dapat membantu mengalihkan pemahaman manusia ke dalam bentuk sistem sehingga dapat digunakan oleh banyak orang dan tidak terbatas oleh waktu tanpa menggantikan peran manusia.
IDENTIFIKASI TELUR SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA SAYURAN KUBIS, KEMANGI, DAN SELADA DI PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN DI KOTA JAMBI Merselly, Fenny; Hanina, Hanina; Iskandar, Mirna Marhami
Jurnal MEDIC (Medical Dedication) Vol. 4 No. 1 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Jurnal MEDIC (Medical Dedication)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Factors that cause contamination from STH eggs include consuming vegetables in raw, unwashed, and not cooked properly. The purpose of this study was to determine the ratio of STH eggs found in traditional and modern markets in Jambi City and to educate Indonesians who have a habit of consuming vegetables in raw conditions. This type of research was a descriptive study with a cross-sectional observational study design. The subjects of this study were cabbage, basil, and lettuce from 5 traditional markets and 5 modern markets in Jambi City which were identified using the sedimentation method. Of the 104 total samples examined, it were found that 14 positive samples (13.46%) were contaminated by STH eggs from traditional markets and 5 positive samples (4.81%) from modern markets. The types of STH eggs were 17 samples of Ascaris lumbricoides eggs (16.36%) and 2 samples of Trichuris trichiura eggs (1.92%). Keywords: Soil Transmitted Helminths (STH) eggs, cabbage (Brasicca oleracea), basil (Ocimum  basilicum), lettuce (Lactuca sativa), traditional market, modern market   Abstrak Faktor yang menyebabkan kontaminasi dari telur STH diantaranya dengan mengkonsumsi sayuran dalam kondisi mentah, tidak dicuci, dan tidak dimasak dengan sempurna. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan telur STH yang ditemukan pada pasar tradisional dan pasar modern di Kota Jambi dan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi sayuran dalam kondisi mentah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain studi cross-sectional observasional. Subjek penelitian ini adalah sayuran kubis, kemangi, dan selada dari 5 pasar tradisional dan 5 pasar modern di Kota Jambi yang diidentifikasi dengan menggunakan metode sedimentasi. Dari 104 total sampel yang diperiksa, ditemukan jumlah sampel yang positif terkontaminasi telur STH sebanyak 14 sampel positif (13,46%) dari pasar tradisional dan 5 sampel positif (4,81%) dari pasar modern. Jenis telur STH yang ditemukan adalah telur Ascaris lumbricoides sebanyak 17 sampel (16,36%) dan telur Trichuris trichiura sebanyak 2 sampel (1,92%). Kata Kunci: telur Soil Transmitted Helminths, kubis (Brasicca oleracea), kemangi (Ocimum basilicum), selada (Lactuca sativa), pasar tradisional, pasar modern
PENGARUH BUAH NANAS (ANANAS COMOSUS L. MERR) TERHADAP PENINGKATAN PH SALIVA YANGTERPAPAR MINUMAN BERKARBONASI Syauqy, Ahmad; Hanina, Hanina
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 9 No. 1 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmj.v9i1.11110

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Kebanyakan masalah rongga mulut di Indonesia adalah terkait karies gigi dan penyakit periodontal. Salah satu faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit tersebut adalah pH saliva. Stimulus mekanik dan kimiawi dari makanan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pH saliva. Cuci mulut dengan mengkonsumsi buah adalah salah satu cara menjaga pH saliva agar dalam kondisi optimum dalam mencegah terjadinya penyakit gigi. Dari penelitian sebelumnya diketahui bahwa buah nanas dan buah belimbing efektif dalam meningkatkan laju aliran saliva. Namun belum ada penelitian yang membandingkan pengaruh buah tersebut terhadap pH saliva. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pH saliva setelah mengkonsumsi kedua buah tersebut. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian experimental dengan menggunakan pretest and postest group design dan dilakukan di Laboratorium Biomedik FKIK UNJA. Populasi yang digunakan adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran FKIK UNJA angkatan 2017 dan 2018. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposif sampling sebanyak 36 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan mengkonsumsi buah nanas dan kelompok perlakuan mengkonsumsi buah belimbing. Hasil pemeriksaan pH saliva kedua kelompok dianalisis menggunakan program komputer. Hasil: Uji statistik meunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok buah nanas dengan kelompok buah belimbing dalam meningkatkan pH saliva dengan nilai P 0,855. Kesimpulan: Konsumsi buah nanas dan belimbing dapat meningkatkan pH saliva, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok buah nanas dengan kelompok buah belimbing. Kata kunci : pH, Saliva, Nanas, Belimbing ABSTRACT ackground: Most oral problems in Indonesia are related to dental caries and periodontal disease. One of the factors that influence the onset of the disease is the pH of saliva. Mechanical and chemical stimuli from food are one of the factors that influence the pH of saliva. Washing the mouth with fruit is one way to maintain the pH of the saliva so that it is in optimum condition to prevent dental disease. From previous research it was found that pineapple and star fruit were effective in increasing the salivary flow rate. However, no studies have compared the effect of these fruits on salivary pH. This study aims to compare the pH of saliva after consuming the two fruits. Research Methods: This study was an experimental study using a pretest and postest group design and was carried out in the Biomedical Laboratory of FKIK UNJA. The population used was students of the Faculty of Medicine FKIK UNJA class of 2017 and 2018. Sampling was carried out by purposive sampling method of 36 people who were divided into two groups, namely the treatment group consuming pineapple fruit and the treatment group consuming star fruit. The results of the saliva pH examination of the two groups were analyzed using a computer program. Results: The statistical test showed that there was no significant difference between the pineapple and star fruit groups in increasing the pH of saliva with a P value of 0.855. Conclusion: The consumption of pineapple and star fruit can increase the pH of saliva, but there is no significant difference between the pineapple and star fruit groups. Keywords: pH, Saliva, Pineapple, Star fruit
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Hanina, Hanina; Suliana, Suliana
Jurnal Komunitas Bahasa Vol 6, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dalam penggunaan pendekatan saintifik terhadap hasil belajar siswa pada materi persamaan kuadrat kelas X SMA Daerah Meranti Tahun Ajaran 2017/2018. Jenis penelitian adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian two group pre-test dan posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X yang terdiri dari 2 kelas. Sampel penelitian ada 2 kelas (kelas X-A dan X-B) yang diambil secara total sampling. Pada kelas X-A sebagai kelas eksperimen menggunakan pendekatan saintifik dan pada kelas X-B sebagai kelas kontrol menggunakan ekspositori. Setelah pembelajaran selesai diberikan, diperoleh postes dengan hasil rata-rata kelas eksperimen 75,5 dan kelas kontrol 67,08. Hasil uji t diperoleh  maka Ha diterima, dengan demikian diperoleh Ada Pengaruh penggunaan pendekatan saintifik terhadap hasil belajar siswa pada materi persamaan kuadrat kelas X SMA Daerah Meranti.
ANALISIS NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM NARASI FILM 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA KARYA HANUM SALSABIELA RAIS DAN RANGGA ALMAHENDRA Hasibuan, Nur’aini Luciana; Herawati, Tuti; Hanina, Hanina
Jurnal Komunitas Bahasa Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai religius dalam Film 99 Cahaya di LangitEropa oleh Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra tentang hubungan manusia oleh Allah,manusia oleh manusia, manusia oleh ruang dunia. Karena keberadaan Islam di belahan dunia lain, terutama di negara-negara sekuler seperti di benua Eropa, seringkali diwarnai dengan prasangka dan kesalahpahaman. Didalam kehidupan sehari-hari,seorang indvidu tidak lepas dari masyarakat serta norma. Karena manusia sendiri tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan bantuan orang lain. Dengan bermasyarakat berbagai persoalan sosial serta religi akan muncul. Dengan segala kompleksitas global yang dihadapi umat muslim saat ini–mulai dari isu terorisme, konflik politik antarnegara, serta konflik antara nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, tantangan yang dihadapi umat Muslim saat ini cukup besar dan yang pasti sangat berbeda dengan masa-masa sebelumnya.Melalui potret kehidupan masyarakat muslim di Eropa yang menjadi minoritas, film ini juga memberikan gambaran bagi kaum muslim di Indonesia bahwa hidup sebagai kelompok minoritas tidaklah mudah. Muslim di Indonesia sangat dimanjakan dengan fasilitas ibadah yang sangat memadai, lingkungan yang mendukung kebebasan beragama serta beragam hak istimewa.