Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Strategic Risk Management Analysis PT Indo Tambangraya Megah, Tbk. (Case Study Period 2011-2014, Amid Declining Coal Price) Ashidiqy, Abu Bakar; Kurniawan
Jurnal Bisnisman : Riset Bisnis dan Manajemen Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Bisnisman : Riset Bisnis dan Manajemen
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Management Strategy in mining business companies are unique and specific study, where modern mining was started to produce massive coal in the era of Industrial Revolution in England in 18th (eight teens) century, and throughout the rest of Europe due to Industrial booming, this situation continued to all over the world along with economic growth in which country surrounding where utilization of coal and minerals are required systematically then which a called as modern mining will be exploited continue till today. Decision-makers need a technical strategy and systematic analysis tools to scan the latest trend situation and condition of natural environment business, both external and internal, then assessed it and fixed it. Wheelen, make it Four Basic Elements of Management Strategy, starting with 1) Environmental Scanning, 2) Strategy Formulation, 3) Strategy Implementation, and 4) Evaluation and Control (Monitoring) Performance. In conducting to monitoring or evaluation, measurement tools the performance of the company is essential, Wheelen describes several measuring devices such are Activity Based Costing, Traditional Financial Measures, Balance Score Card, Stake Holders and Share Holders Value. The crucial thing is Enterprise Risk Management (ERM). Research has proven that the ERM in its implementation, need risk management strategies to be able to do early detection, to the survival and sustainability of the company as part of Strategy Management.
Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Kurniawan; Syarwani Ahmad; Achmad Wahidy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2020): December 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.47 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v4i3.864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen berbasis sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Prabumulih yang ditinjau dari manajemen kurikulum manajemen kesiswaan, manajemen guru, manajemen sarana dan prasarana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena salah satu bentuk metode yang dapat mengungkapkan keadaan yang sebenarnya. Sumber data dalam penelitian ini adalah: 1) Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih; 2) guru, dan 3) tenaga administrasi dan ketatausahaan. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi/ gabungan, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa Manajemen berbasis sekolah sudah diterapkan dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Prabumulih ditinjau dari manajemen sarana dan prasarana, manajemen kurikulum, manajemen peningkatan mutu guru dan manajemen kesiswaan.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KOPRA PUTIH DI KECAMATAN TEMBILAHAN HULU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Kurniawan; Yeni Afiza; Nina Sawitri
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 10 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v10i1.1567

Abstract

A good understanding of the internal and external environment of white copra business is expected to produce the right strategy in developing the business. This aims to increase profits and develop white copra business in the future. The aim of this study is to formulate a white copra business development strategy in Tembilahan Hulu District, Indragiri Hilir Regency. The method used are matrix IFAS, EFAS, IE and SWOT. The results of this study indicate that the white copra business in Tembilahan Hulu District was in cell V with a strategy of hold and maintain. Several strategies that can be used based on a SWOT analysis are increasing production, cooperating with consumers outside the region, increasing quality and expanding market share.
Fenomena Anggaran Responsif Gender Dalam Penanggulangan Kemiskinan Kurniawan; Mannawa Faraby
El-Iqtishod: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Ekonomi Syariah EL-IQTISHOD
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena anggaran responsif gender dalam penanggulangan kemiskinan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dengan penyusun anggaran pada Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. Hasil pengumpulan data dianalisis dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa komponen-komponen dalam sikap birokrasi yakni (1) komponen kognitif mengacu pada pemahaman, kepercayaan, atau informasi aparatur terhadap anggaran responsif gender, (2) komponen afektif mengacu pada sikap aparatur terhadap anggaran responsif gender, (3) dan komponen behaviour mengacu pada predisposisi aparatur terhadap anggaran responsif gender dalam bertindak. Penelitian ini juga menunjukkan dominasi fakta sosial material dalam penerapan anggaran responsif gender.
FACTORS AFFECTING ABNORMAL STOCK RETURNS ON LONG-TERM PERFORMANCE OF INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) (A Literature Review) Kurniawan
Jurnal Bisnisman : Riset Bisnis dan Manajemen Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Bisnisman : Riset Bisnis dan Manajemen
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The average stocks return of the initial public offering (IPO) in the US stock market was - 29.13% at the end of the third year after the IPO (Ritter, 1991). The conclusion is that the Underperformed phenomenon is influenced by the volume of trade and only occurs in the non-financial sector (Ritter, 1991). Underperformed is a stock return of initial public offerings that have lower performance compared to the market return. Bessler and Thies (2007) stated that the year of going public is the time period of the initial public offering (IPO). There is a time variation in the pattern of benefits, it raises a question of whether companies can maximize the value and amount of funds acquired. In investing, investors consider the return and risk, the expected results of the investment will be realized after a certain period of time and during this period there is a risk of the investments made. The aim of this study is to analyze the factors that affect Abnormal Return on long-term stock performance after 36 months of the IPO. The independent variables in this study consist of Benchmark, Money Raised, Market Value, and Magnitude of Underpricing. The dependent variable is the abnormal return on long-term stock performance after 36 months of the IPO. The samples used in this study were the non-financial companies on 2010-2020 period as many as 54 non-financial companies using purposive sampling method. The analysis technique used was multiple linear regression analysis and performed classical assumption test which includes normality test, multicollinearity test, autocorrelation test, and heteroscedasticity test.
Analisis Penerapan Metode Pencatatan dan Penilaian Terhadap Persediaan Barang Dagang Menurut PSAK No.14 Pada PT. Mayora Indah Tbk Kurniawan
Jurnal Aktiva : Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 3 No 2 (2021): Jurnal AKTIVA
Publisher : Nusa Putra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persediaan merupakan sesuatu yang penting bagi perusahaan karena dengan adanya persediaan perusahaan dapat menjaga kelangsungan hidupnya dan juga persediaan merupakan sebagian besar aktivitas perusahaan tertanam pada perusahaan. Tujuan peneliti melakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah PT. Mayora Indah Tbk menerapkan metode pencatatan dan penilaian persediaan barang dagang telah sesuai dengan PSAK No. 14. PT Mayora Indah Tbk adalah perusahaan dagang yang bergerak pada bidang pembuat makanan, permen dan biskuit, serta perusahaan ini menjual produknya baik di pasar domestik maupun luar negeri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan perusahaan melakukan metode pencatatan dengan menggunakan sistem perpetual dan metode rata-rata tertimbang. Setelah dianalisis PT. Mayora Indah Tbk mendapatkan hasil bahwa metode pencatatan dan penilaian terhadap persediaan barang dagang telah sesuai dengan PSAK No. 14 persediaan barang dagang.
STUDI PENGARUH KETINGGIAN WILAYAH TERHADAP KADAR SAPONIN PADA LABU AIR (Lagenaria siceraria (Molina) Standl) DAERAH PACET DAN PURI, MOJOKERTO JAWA TIMUR Kurniawan
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 1 No. 2 (2023): JIGF-September
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v1i2.18

Abstract

Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional adalah labu air. Buah labu air (Lagenaria siceraria (Molina) Standl) mengandung saponin yang digunakan sebagai antimikroba. saponin di dalam bidang kesehatan digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis hormon steroid. Kadar senyawa aktif yang terkandung pada tanaman obat selain dipengaruhi oleh faktor genetik juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe saponin yang ada pada ekstrak labu air dengan metode sokletasi. Labu yang digunakan berasal dari daerah yang memiliki ketinggian yang berbeda yakni Pacet dengan tinggi 700 mdpl dan Puri dengan tinggi 50-100 mdpl. Dilakukan pengujian untuk menghitung kadar saponin pada ekstrak labu air dan dilakukan perhitungan serta perbandingan untuk mengetahui adanya perbedaan kadar saponin pada ekstrak labu air di daerah Pacet dan Puri dengan Metode Gravimetri. Gravimetri merupakan penetapan kuantitatif atau jumlah sampel melalui perhitungan berat zat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa labu air mengandung saponin triterpenoid. Ditandai dengan pembentukan lingkaran cokelat pada uji Liebermann-Burchard. Hasil dari randemen ekstrak labu air di Pacet 20,05% dan Puri 22,10%. Ada perbedaan jumlah kadar saponin dari labu air, yaitu daerah Pacet sebesar 10,37% dan daerah Puri 14,61%, perbedaan tersebut dapat disebabkan oleh faktor lingkungan seperti ketinggian pada dimana sampel diambil.
PENGEMBANGAN APLIKASI STANDAR PRODUKSI DAN PEMAKAIAN BAHAN PADA PERUSAHAAN KULIT IMITASI BERBASIS WEBSITE Muchamad Rusdan; Imam Yunianto; Kurniawan
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan (JITTER) Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.775 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol6.iss2.2020.360

Abstract

The purpose of this research is to provide ease in reading articles on the standard production and use of imitation leather. Help reduce the level of errors in viewing the standard article production and use of materials by the operator. Operators can more easily enter and change data on the standard production and use of faux leather. It is helping operators who are elderly and have vision problems in seeing and determining production standards and material usage. Bits of help reduce night shift operator errors that lack concentration when looking at the standard production book and the use of faux leather due to drowsiness. This study uses a qualitative approach to data collection techniques using observation, interviews, and literature study. The system development model used in this study is the Waterfall model. The results of this study indicate that the application of production standards and the use of imitation leather material is very easy to use, fast enough in processing or carrying out its functions, very helpful for operators who have problems with their vision, it is quite feasible to replace the previous production standards.