Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : JURNAL GIZI DAN KESEHATAN

HUBUNGAN KEBISASAAN KONSUMSI MINUMAN BERPEMANIS DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA REMAJA DI SMA INSTITUT INDONESIA SEMARANG Farhatus Saidah; Sugeng Maryanto; Galeh Septiar Pontang
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Obesitas adalah keadaan dimana terjadi peningkatan massa jaringan lemak dalam tubuh. Obesitas dapat terjadi karena adanya ketidak seimbangan antara energi yang masuk dan energi yang dikeluarkan. Minuman ringan berpemanis merupakan minuman ringan dalam kemasan yang menambahkan pemanis berkalori sebagai salah satu bahan atau kandungan dalam minuman. Minuman ringan berpemanis termasuk dalam golongan karbohidrat sederhana. Dampak buruk obesitas menyebabkan penyakit seperti tekanan darah tinggi, jantung, diabetes militus, gangguan pernapasan karena saluran pernapasan tersumbat oleh lemak yang menghimpit saluran pernapasan sehingga sulit untuk bernafas. Tujuan : mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi minuman berpemanis dengan kejadian gizi lebih pada remaja di SMA Institut Indonesia Semarang. Metode : Jenis penelitian ini adalah korelasional menggunakan pendekatan cross sectional dengan populasi siswa SMA Institut Indonesia Semarang dan jumlah sampel 99 responden diambil dengan metode proposional random sampling. Pengambilan data menggunakan timbangan injak digital, mikrota dan untuk data konsumsi minuman berpemanis menggunakan FFQ. Hasil : frekunsi kebiasaan konsumsi minuman berpemanis sebanyak 43,4% responden jarang, 34,7% sering, 22,4% selalu, 0% tidak pernah. Sedangkan responden yang mempunyai ststus gizi lebih sebanyak 10,2% dan 89,8% status gizi normal. Hasil uji kendall’s tau didapatkannilai p 0,001 < =0,05 Simpulan : Ada hubungan kebiasaan konsumsi minuman berpemanis dengan kejadian gizi lebih pada remaja di SMA Institut Indonesia Semarang (p=0,001).