Sutoyo .
Program Studi Agroteknologi

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Evaluasi Ruang Terbuka Hijau pada Taman Wilis Kota Batu ( Kajian Aspek Fisik Dan Fungsi ) ., Sutoyo; Ino, Gaudensius F.; Hamzah, Amir
Fakultas Pertanian Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan berkembangnya teknologi, manusia dituntut untuk lebih waspada terhadap dampak yang ditimbulkan dari pemanfaatan teknologi. Misalnya semakin menyempitnya lahan-lahan akibat banyaknya bangunan seperti: pabrik-pabrik, perumahan, hotel,p erkantoran sehingga tidak ada celah untuk bernapas. Menydari akan hal tersebut manusia akan selalu berusaha meningkatakan lingkungan sekitar dengan cara amengontrol dan mengembangkan keadaan lingkungan tersebut agar selalu terjadi keseimbangan. Mengingat akan peran manusia untuk selalu berusaha meningkatkan dan mengimbangkan lingkungan hidupnya maka rekreasi merupakan salah satu alternatif pengimbang antara manusia dengan alam.
PENGARUH PUPUK UREA DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LABU KUNING (Cucurbita moschata D.) ., Juandi; ., Sutoyo; Hapsari, Ricky Indri
Fakultas Pertanian Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.297 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pupuk urea dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil labu kuning. Penelitian dilaksanakan di Desa Bawang Kelurahan Tunggul Wulung Kota Malang dan berlangsung dari bulan pebruari sampai juni 2014. Penelitian mengunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dimana pupuk urea sebagai meanplot terdiri dari N1, N2, N3 dan pupuk KCl sebagai subplot terdiri dari K1, K2, K3. Hasil analisis ragam menunjukan perlakuan pupuk nitrogen berpengaruh nyata terhadap parameter panjang batang, luas daun, umur berbunga, jumlah buah perpetak, bobot buah pertanaman, bobot buah perpetak dan bobot buah perhektar. Pada Parameter pengamatan vegetatif, dosis perlakuan pupuk urea 100 kg/ha memberikan hasil terbaik dengan panjang batang umur 42 hst sebesar 176.48 cm dan luas daun 292.42 cm2, sedangkan perlakuan pupuk KCl berpengaruh terhadap luas daun umur 14 hst dengan dan dosis 50 kg/ha memberikan respon yang baik terhadap luas daun dan menghasilkan luas daun sebesar 47.14 cm2. Pada fase pengamatan generatif, perlakuan pupuk urean dosis 100 kg/ha menghasilkan umur berbungan rata-rata 58.56 hari, bobot buah per tanaman mengahasilakan bobot sebesar 1.34 kg. Interaksi perlakuan terdapat pada dosis perlakuan 150 kg urea/ha dan 50 kg KCl/ha dengan menghasilkan bobot buah perpetak sebesar 16.32 kg dan sedangkan untuk perhektarnya mengahasilkan bobot buah sebesar 29.50 ton/ha.
Persepsi Masyarakat Terhadap Hutan Kota Malabar Kota Malang Kornela, Monika; Suwasono, Son; ., Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi pembangunan di perkotaan semakin hari semakin memberikan polusi dan perubahan iklim yang derastis karena tidak adanya sustainable development (pembangunan berkelanjutan). Untuk mengurangi berbagai dampak negatif kota akibat pembangunan yang tidak ramah lingkungan tersebut, maka alternative penyediaan RTH di areal perkotaan mutlak harus ada. Salah satu bentuk RTH tersebut adalah hutan kota. Hutan kota dapat mengendalikan polusi dan memiliki nilai estetika tinggi serta dapat dijadikan sarana rekreasi. Hutan kota merupakan pendekatan dan penerapan salah satu atau beberapa fungsi hutan dalam kelompok vegetasi di perkotaan untuk mencapai tujuan proteksi, rekreasi, estetika, dan kegunaan fungsi lainnya bagi kepentingan masyarakat perkotaan. Untuk itu, hutan kota tidak hanya berarti hutan yang berada di kota, tetapi dapat pula berarti bahwa hutan kota dapat tersusun dari komponen hutan, dan kelompok vegetasi lainnya yang berada di kota, seperti taman kota, jalur hijau, kebun raya, kebun binatang, maupun hutan lindung. Kota Malang adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur, dan dikenal dengan julukan kotapelajar. Terletak pada ketinggian antara 440 – 667m dpl, serta terletak pada posisi 112,06-112,07 Bujur Timur dan 7,06-8,02 Lintang Selatan. Kota Malang memiliki luas 110.06 Km2. Kondisi iklim Kota Malang selama tahun 2007 tercatat rata-rata suhu udara berkisar antara 22,9⁰C sampai 24,1⁰C. Suhu maksimum mencapai 31,8⁰C dan suhu minimum 19,0⁰C. Rata rata kelembaban udara berkisar 54% - 66%, dengan kelembaban maksimum 73% dan minimum mencapai 42%. (sumber: Stasiun Klimatologi Karang Ploso, Malang).
COMPOST FERTILIZER USE ON THE GROWTH AND YIELD purple eggplant (Solanum melongena L.) Ouril, Delviana Nguda; ., Sutoyo; Hapsari, Ricky Indri
Fakultas Pertanian Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eggplant is a vegetable plant that has a shape and color that diverse and widely cultivated in tropical and subtropical climates (mountain areas). The purpose of this study is to determine and study the effect of the optimal dose of fertilizer or compost to plant eggplant purple. The research was conducted in the village of Tlogowulan, Lowokwaru, Malang, East Java, which began in February to May 2014 in the study design environment using single factor RAK with 5 treatments and 4 replications, while the dose of the treatment applied is 4 levels of compost and 1 control. Parameters observed plant height, number of leaves, fruit weight and fruit weight per hectare plantation. If the results of analysis of variance was significantly different then followed by LSD test level of 5%. The results showed treatment of municipal solid waste compost significantly affect plant height (2, 4, 6, 8, 10 and 12 mst), number of leaves (4, 6, 8, 10 and 12 mst), planting fruit weight (10 and 12 mst) and fruit weight per hectare (12 mST). Municipal solid waste compost dose that gives the highest yield for each parameter eggplant purple plant is 1000 grams / plant.
PERENCANAAN TAMAN GAYAM BARENG – MALANG Samponu, Germanus; ., Sutoyo; Pandulu, Galih Damar
Fakultas Pertanian Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Gayam dibangun tahun 1928 di Kelurahan Bareng Kota Malang menempati lahan seluas 12.899m2 dan di beri nama Taman Gayam karena area Taman identik dengan tanaman gayam. Taman Gayam diambil dari nama Pohon Gayam yang dikenal dengan nama latin Inocarpus fagiferus, merupakan tanaman khas Melanesia bagian timur khususnya dari Indonesia. Taman Gayam dibangun sebagai ruang terbuka hiaju (RTH) dan sarana olahraga berupa lapangan sepak bola dan bola voli, tetapi pada kenyataannya taman gayam tidak terawat dan jauh dari kesan estetis, sehingga penelitian ini bertujuan untuk membuat konsep perencanaan yang baik pada Taman Gayam. Kajian awal dilakukan dengan mempelajari tinjauan tentang pengertian perencanaan, tahapan perencanaan, unsur desain dan pengertian taman serta ruang terbuka hijau Kota Malang dan Kelurahan Bareng. Penelitian ini dilaksanakan di Taman Gayam Kelurahan Bareng Kota Malang pada bulan Juli sampai Agustus 2014 dengan menggunakan metode deskriptif dan alur penelitian menurut gold, (1980) dengan skema perencanaan yang terdiri dari inventarisasi (fisik dan biofisik), analisis (tapak , hambatan dan kesempatan, potensi dan pengembangan), sintesis ( memberikan solusi) serta konsep perencanaan dan site plan sebagai gambar akhir dari perencanaan Taman Gayam. Menurut skema yang dikemukakan oleh gold yang digunakan sebagai alur penelitian, dapat di analisa bahwa taman gayam belum memiliki konsep yang baik sehingga perlunya perencanaan menyeluruh pada taman gayam sehingga gambar akhir yang akan dihasilkan dari perencanaan taman gayam adalah berupa layout atau gambar site plan
PENGGUNAAN KOMPOS DAN BIOCHAR UNTUK PEMBIBITAN, PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT (Capsicum frutenscen L) Rona, Yustina; ., Widowati; ., Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.017 KB)

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutenscen L) merupakan salah satu jenis sayuran penting yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan cocok dikembangkan di wilayah tropika seperti di Indonesia, daerah penghasil jawa timur. Biochar merupakan bahan berwarna hitam yang kaya karbon yang memiliki ketahanan yang tinggi terhadap dekompoisi dan mineralisasi karena karbon didalam biochar dalam bentuk senyawa aromatik. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa biochar mampu meningkatkan kesuburan dan produktivitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aplikasi kompos dan biochar dalam mempengaruhi pertumbuhan awal di persemaian dan hasil cabai rawit. Penelitian akan dilaksanakan dan diatur dalam Percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakuan,yaitu: BT12,5 ton/ha ,BS12,5 ton/ha, K12,5 ton/ha, KT7,5 K7,5 ton/ha, BS7,5 K7,5 ton/ha, BT12,5K2,5 ton/ha, BS12,5 K7,5 ton/ha, BT12,5 K7,5 ton/ha, BS7,5K12,5 5 ton/ha. Pemberian kompos dan biochar secara terpisah ataupu dikombinasi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit tanaman cabai, hasil terbaik diperoleh pada perlakuan BT2,5 K12,5 terhadap daya tumbuh bibit yaitu dengan daya tumbuh 100%, perlakuan BS2,5 K12,5 terhadap tinggi bibit tanaman cabai, dan perlakuan Kompos dengan dosis tinggi (12,5 ton/ha) yang dikombinasi dengan biochar dosis rendah (2,5 ton/ha) terhadap jumlah daun bibit serta perlakuan terbaik terhadap bobot kering bibbit tanaman cabai adalah pada perlakuan BS2,5 K12,5 ton/ha