Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Sambungan Sekrup Terhadap Perilaku Inelastik Baja Ringan Rakitan Profil Kanal Penampang Terbuka Ridho Aidil Fitrah; Annisa Prita Melinda
CIVED Vol 7, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v7i3.110841

Abstract

Baja ringan sudah mulai berkembang untuk digunakan pada struktur-struktur yang lebih besar. Salah satu cara untuk meningkatkan kekuatannya adalah dengan menggabungkan atau merakit dua buah profil sehingga membentuk penampang terbuka (open sections) dan penampang tertutup (closed sections). Namun, untuk merakit struktur baja ringan tersebut diperlukan sambungan yang dipasang pada bagian baja ringan seperti pada bagian badan (web) atau sayap (flange). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh sekrup terhadap struktur baja ringan rakitan penampang terbuka (open sections) setelah titik leleh terlewati atau fase inelastik. Penelitian ini dilakukan dengan menguji 3 buah sampel baja ringan rakitan profil kanal C 75.75 penampang terbuka yang disambung menggunakan sekrup pada bagian badannya. Jumlah sekrup yang digunakan pada setiap sampel adalah 2, 3, dan 4 buah sekrup. Pengujian dilakukan dengan mesin UTM dengan skema pembebanan three-point bending yang secara otomatis mengeluarkan grafik beban dan lendutan. Analisa terhadap pengaruh sekrup ini ditinjau berdasarkan grafik tersebut serta pengamatan selama pengujian dilakukan. Hasil dari analisa terhadap pengaruh jumlah sekrup terhadap baja ringan rakitan pada fase inelastic adalah adanya pengaruh aksi komposit seperti slip pada bagian badan serta meningkatkan kekakuan torsi (torsional rigidity) dari penampang terbuka. Namun, pengaruh sekrup tidak begitu signifikan terhadap besarnya momen ultimate (Mu) yakni hanya 7,7%
STUDI OPTIMALISASI KONFIGURASI STRUKTUR KUDA-KUDA ATAP BAJA RINGAN Hazmal Herman; Ridho Aidil Fitrah; Sabril Haris
Racic : Rab Construction Research Vol 3 No 01 (2018): Terbitan Kelima Bulan Juni 2018
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.21 KB)

Abstract

Roof truss of lightweight steel has been used for any types of construction. Functioned as the truss, this could makes variations of roof truss configuration which depended on construction necessity and performance on certain span. Then, this research analyzed the configurations for short span and intermediate span. The result will recommend roof truss configuration which used light weight steel. The analysis used software SAP 2000 v.19. The lightweight steel section is channel section of C 75.35.0,75 which is found on any store building. In general, the result of this analysis were tensile and compressive ratio which is obtained by comparison of internal force and section capacity. This calculation also referred to SNI 7971:2013 code. Then, tensile and compression ratio are obtained less than 0,9 for each configurations and spans. So, the structure are stable. However, Fink and Cremona configuration have considerable results which give the smallest tensile and compression ratio compared to another configurations for short span and intermediate span respectively. It can be concluded that Fink and Cremona were recommended for lightweight steel truss for short spans and intermediate spans. Lightweight steel section C 75.35.0,75 also can be used in this configuration.
Desain Sambungan Baut Rangka Atap Baja Ringan Bentang Panjang Tipe Parallel Chord Ridho Aidil Fitrah; Nofriyandi R
Rang Teknik Journal Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No. 1 Januari 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.627 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v3i1.1701

Abstract

Peningkatan konstruksi dengan menggunakan baja ringan sangat signifikan pada saat ini, salah satunya pada konstruksi rangka atap yang digunakan untuk bangunan-bangunan sederhana. Keunggulan material baja ringan dalam efisiensi waktu dan biaya menjadi alasan konstruksi baja ringan sangat diminati. Namun, jumlah konstruksi yang menggunakan baja ringan masih terbatas untuk struktur bangunan sederhana sedangkan propertis material yang tinggi hingga permasalahan tekuk yang dapat diatasi dengan berbagai metode berdasarkan penelitian yang telah dilakukan seharusnya dapat meningkatkan penggunaan baja ringan untuk konstruksi yang lebih besar. Penelitian ini memaparkan tentang desain rangka atap baja ringan bentang panjang tipe parallel chord menggunakan sambungan baut berdasarkan SNI 7971:2013. Analisis dan kinerja struktur rangka atap yang telah dilakukan pada penelitian sebelumnya dilanjutkan dengan mendesain sambungan baut pada bagian sambungan rangka atap baja ringan. Desain sambungan baut mengacu kepada pasal 5.3 dan dihitung berdasarkan kondisi tarik, tumpu, dan geser. Berdasarkan hasil desain didapatkan bahwa material baja ringan penampang kanal ganda tipe back to back dapat digunakan pada bentang 24 m dengan menggunakan sambungan baut diameter 10 mm. Bagian chord dan web di setiap sambungan dihubungkan melalui pelat buhul tebal 2 mm. Jumlah sambungan baut serta susunannya secara detail digambarkan pada penelitian ini.
STUDI KOMPARASI DETAILING DESAIN KOMPONEN LENTUR STRUKTUR BETON BERTULANG SRPMK DAN SRPMM Ridho Aidil Fitrah; Annisa Prita Melinda
Rang Teknik Journal Vol 1, No 2 (2018): Vol. 1 No. 2 Juni 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.7 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v1i2.722

Abstract

Sistem Pemikul Rangka Momen Khusus (SPRMK) dan Sistem Pemikul Rangka Momen Menengah (SPRMM) memiliki konsep desain dan detailing struktur yang berbeda untuk mencapai kapasitas sebuah gedung tahan gempa. Namun, beberapa perencanaan konstruksi bangunan masih belum mengacu ke SNI Gempa 1726-2012 dan SNI Beton 2847:2013. Sehingga, detailing komponen struktur khususnya bangunan beton bertulang yang tahan gempa perlu menjadi perhatian khusus. Peneilitian ini bertujuan untuk membandingkan desain dan detailing komponen struktur lentur untuk tipe SPRMK dan SPRMM dengan fungsi gedung perkantoran. Permodelan struktur menggunakan software SAP2000 v.19 dengan analisis respons spektra kota Padang dan Pekanbaru. Hasil analisis gaya dalam digunakan untuk mendesain kebutuhan tulangan longitudinal dan transversal serta cut off points pada balok. Berdasarkan hasil komprasi desain struktur SPRMK dan SPRMM.terdapat perbedaan jumlah tulangan longitudinal untuk memikul momen positif dan negatif di sepanjang bentang balok, serta jarak tulangan transversal dan jarak pemutusan tulangan.
STUDI EKSPERIMENTAL PERILAKU TEKAN BAJA RINGAN DENGAN VARIASI PROFIL PENAMPANG Ridho Aidil Fitrah; Hazmal Herman
Rang Teknik Journal Vol 2, No 1 (2019): Vol. 2 No. 1 Januari 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.769 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v2i1.1077

Abstract

Penelitian tentang baja ringan sudah sangat meningkat untuk menentukan analisis dan desain yang tepat. Salah satu peraturan di Indonesia tentang desain struktur baja canai dingin atau ringan adalah SNI 7971: 2013. Namun, ada hal yang menjadi fokus perhatian pada baja ringan saat didesain pada elemen tekan. Salah satu tekuk yang terjadi pada elemen tekan baja ringan yaitu tekuk lokal yang disebabkan oleh faktor geometri atau penampang. Setiap penampang baja ringan memberikan bentuk tekuk yang berbeda-beda. Untuk itu perlu dilakukan studi eksperimental tentang perilaku tekan pada beberapa bentuk profil baja ringan kanal C baik tunggal dan simetris ganda, seperti double channel box dan double channel back to back. Uji tekan akan dilakukan dengan universal testing machine dengan jumlah benda uji sebanyak 3 sampel, 1 sampel untuk masing-masing penampang, sebagai kolom pendek. Hasil pengujian ini adalah berupa kurva beban versus perpendekan yang akan dibandingkan dengan hasil analitik berdasarkan peraturan SNI 7971:2013. Selain itu, propagasi tekuk lokal yang terjadi di masing-masing penampang juga diamati. Berdasarkan hasil pengujian tersebut didapatkan penampang double channel box memiliki nilai beban ultimit dan kekakuan yang signifikan dibandingkan double channel back to back dan single channel. Selanjutnya, perhitungan kapasitas tekan berdasarkan SNI 7971:2013 sangat konservatif.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG KULIAH PADA MASA PANDEMI COVID 19 Wendi Boy; Randi Erlindo; Ridho Aidil Fitrah
JURNAL RIVET Vol 1 No 01 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.508 KB) | DOI: 10.47233/rivet.v1i01.231

Abstract

Kegiatan konstruksi pada masa pandemi covid 19 yang juga melanda Negara kita ini menjadi terbatas kegiatannya, kalaupun itu berjalan harus melakukan protokol kesehatan didalam setiap pelaksanaannya dan tentu akan berdampak kepada keterlambatan proyek tersebut. Keterlambatan dalam menyelesaikan proyek konstruksi ini akan menyebabkan kerugian baik dari pihak kontraktor maupun pihak pemilik (owner). Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan faktor-faktor keterlambatan proyek konstruksi gedung pada masa pendemi covid 19. Penelitian ini mengambil sampel pada pembangunan gedung kuliah bersama Program D3 dan D4 Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Sumatera Barat dengan responden seluruh pihak yang terkait didalam pembangunan tersebut baik dari owner, konsultan serta kontraktor dengan analisis yang dipergunakan adalah analisa deskriptiv. Hasil penelitian terdapat 8 Faktor keterlambatan dengan 29 potensi risiko keterlambatan pada proyek pembangunan gedung kuliah bersama Program D3 dan D4 Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Sumatera Barat dengan 5 potensi risiko tertinggi yaitu 1) kekurangan bahan konstruksi dengan nilai 4,800, 2) kontrol kontraktor utama terhadap sub-kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan yang memiliki nilai yang sama yaitu 4,800, 3) Komonikasi antara pekerja dan kepala tukang atau mandor dengan nilai 4,700, 4) keterlambatan pengiriman / penyedian peralatan kerja dengan nilai 4,700 dan 5) keterlambatan proses pemeriksaan dan uji bahan dengan nilai 4,700. Berdasarkan hasil penelitian ini maka penulis menyarankan agar kegiatan konstruksi pada masa pendemi covid 19 harus lebih memperhatikan potensi potensi risiko yang akan terjadi agar tidak menjadi kendala didalam pelaksanaan proyek konstruksi yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO TERHADAP ASPEK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PEMBANGUNAN DAERAH IRIGASI (LANJUTAN) DI TARUSAN PADA TITIK P-52 DAN P-92 Wendi Boy; Rodiah Tulhijah M; Ridho Aidil Fitrah
JURNAL RIVET Vol 1 No 02 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.412 KB) | DOI: 10.47233/rivet.v1i02.365

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek konstruksi selalau ada potensi bahaya atau Risiko yang dapat menyebabkan kerugian. Setiap tempat kerja selalu memiliki Risiko kecelakan kerja yang dapat menggangu aktivitas pekerjaan dalam sebuah proyek. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja yang dapat mengganggu aktivitas pekerjaan dalam sebuah proyek. Oleh karena itu diperlukan suatu manajemen agar dapat mengatur jalannya proyek dengan baik, termasuk pula manajemen Risiko K3 (Kesehatan dan Keselamat Kerja). Tujuan dan sasaran manajemen risiko K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) adalah terciptanya system K3 (Kesehatan dan Keselamtan kerja) di tempat kerja melibatkan segala pihak sehingga dapat mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja dan terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif. Penelitian ini akan dilakukan identifikasi risiko K3, penilaian risiko K3, serta strategi pengendalian terhadap risiko K3 pada pekerjaan Pembangunan daerah irigasi (lanjutan). Dari hasil penelitian teridentifikasi 45 potensi risiko kecelakaan kerja yang dapat terjadi. Berdasarkan penilaian terhadapa Risiko K3 diketahui level masing-masing risiko yaitu terdapat 45 risiko tergolong Medium Risk dan dari 47 mengidentifikasi risiko terdapat 2 tergolong Low Risk. Pada penelitian ini perlu dilakukan penanganan yaitu dengan memberikan pengendalian risiko berupa penerapan K3 dilapangan meliputi penggunaan APD, rambu-rambu peringatan dan standarisasi pengaman pada saat bekerja di lapangan.