Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Risiko Rantai Pasok Konstruksi Proyek Konstruksi Gedung Pusat Olah Raga Pasca Bencana Gempa Bumi Indonesia Wendi Boy; Z Zefriyenni; Widiawati Purba
Civil Engineering Collaboration Vol. 4 (2019) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v4i2.2

Abstract

Rantai pasok adalah metode yang bertujuan untuk meningkatkan daya layan (serviceability) dalam menghasilkan suatu produk barang atau jasa kepada pengguna akhir dengan serangkaian proses produksi didalamnya. Metode ini diyakini telah membawa banyak manfaat dan sukses diterapkan di dalam industri manufaktur untuk kemudian diaplikasikan dalam industri lainnya termasuk pada industri konstruksi. Pengadopsian metode tersebut pada industri konstruksi bukan berarti tidak menimbulkan permasalahanpermasalahan baru. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat memberikan gambaran lebih dalam mengenai praktik rantai pasok khususnya terkait risiko yang ditimbulkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko menggunakan matriks analisis probabilitas dan dampak, mendapatkan faktor risiko paling dominan menggunakan analisis faktor serta mengetahui hubungan antara tingkat risiko dengan faktor risiko dalam konteks rantai pasok proyek konstruksi. Penelitian dilakukan dalam bentuk survei persepsi risiko responden terhadap para pelaku dalam rantai pasok proyek konstruksi gedung yaitu kontraktor, subkontraktor, dan supplier di Kota Padang Sumatera Barat.
PENGARUH PANDEMI COVID-19 TERHADAP RISIKO PEKERJAAN KONSTRUKSI DI KOTA PADANG Wendi Boy; Deni Irda Mazni; Gusni Vitri; Gito Rahman
Teknika Vol 17, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1446.317 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v17i1.4538

Abstract

The Province of West Sumatra, especially the City of Padang, before the COVID-19 pandemic was actively building housing that really helped the community in the availability of decent housing. The COVID-19 pandemic has caused a decline in the number of construction projects across the country, including housing developments. So in this study, we want to know about the influence of COVID-19 on the risk of work carried out in the construction world in the city of Padang, especially in housing construction. The results of the study contained 8 risk factors for delays (material factors); labor factors (labors); equipment factors (equipment); financial factors (financing); environmental/situation factors (environment); regional restriction factors (PSBB/PPKM); Site characteristics, managerial factors and 57 risk variables for housing construction during the COVID-19 pandemic that affected work delays, found the 10 highest risks. Strategies that can be applied to the implementation of Housing Construction Projects during the pandemic and post-pandemic, are adjusted to the main factors that are formed. For the first Main component, the solutions that can be applied include: 1) Controlling the Project cash flow effectively and efficiently; 2) Application of the method of analysis of the value of the results (earn value method) to control the project budget and time; 3) Prepare project unexpected budgets; 4) Apply strict health protocols to ongoing projects
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PROYEK REHABILITASI SEKOLAH DALAM MASA PANDEMI COVID-19 Gusni Vitri; Wendi Boy; Wiwin Putri Zayu
Racic : Rab Construction Research Vol 5 No 2 (2020): Desember
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v5i2.1543

Abstract

Implementation of construction projects requires resources of materials, labors, equipments, methods and capital to achieve project objectives, namely on time, on quality and according to planned costs. Various internal and external factors influence during project implementation. The conditions of the Covid-19 pandemic that occurred in Indonesia and the world were one of the factors inhibiting project completion. The Primary School Rehabilitation Project in West Pasaman Regency is spread over 15 (fifteen) locations in all sub-districts. The project was contracted in early 2020, before the Covid-19 outbreak erupted. This project has been delayed due to the implementation with 2 (two) addendums to extend the implementation time. This research is descriptive quantitative and qualitative, with data collection techniques through questionnaires and direct interviews with respondents, that are Contractor, Construction Management Consultant and Owner (Ministry of Public Works, Housing and Building Information Center Work Unit West Sumatra Province). The results showed that the most dominant cause of project delays was Force Majeure, Government Policy, Design. Apart from that, other factors that also influence are the weather, the characteristics of the place and the materials.
Hybrid Thresholding Method in Detection and Extraction of Brain Hemorrhage on the CT-Scan Image S Sumijan; Y Yuhandri; Wendi Boy
Journal of Computer Scine and Information Technology Volume 7 Issue 2 (2021): JCSITech
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcsitech.v7i2.2

Abstract

Brain bleeding can occur because of the outbreak of the blood vessels in the brain which culminated into hemorrhagic stroke or stroke due to bleeding. Hemorrhagic Stroke occurs when there is a burst of blood vessels result from some trigger factor. Segmentation techniques to Scanner computed tomography images (CT scan of the brain) is one of the methods used by the radiologist to detect brain bleeding or congenital abnormalities that occur in the brain. This research will determine the area of the brain bleeding on each image slice CT - scan every patient, to detect and extract brain bleeding, so it can calculate the volume of the brain bleeding. The detection and extraction bleeding area of the brain is based on the hybrid thresholding method.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG KULIAH PADA MASA PANDEMI COVID 19 Wendi Boy; Randi Erlindo; Ridho Aidil Fitrah
JURNAL RIVET Vol 1 No 01 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.508 KB) | DOI: 10.47233/rivet.v1i01.231

Abstract

Kegiatan konstruksi pada masa pandemi covid 19 yang juga melanda Negara kita ini menjadi terbatas kegiatannya, kalaupun itu berjalan harus melakukan protokol kesehatan didalam setiap pelaksanaannya dan tentu akan berdampak kepada keterlambatan proyek tersebut. Keterlambatan dalam menyelesaikan proyek konstruksi ini akan menyebabkan kerugian baik dari pihak kontraktor maupun pihak pemilik (owner). Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan faktor-faktor keterlambatan proyek konstruksi gedung pada masa pendemi covid 19. Penelitian ini mengambil sampel pada pembangunan gedung kuliah bersama Program D3 dan D4 Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Sumatera Barat dengan responden seluruh pihak yang terkait didalam pembangunan tersebut baik dari owner, konsultan serta kontraktor dengan analisis yang dipergunakan adalah analisa deskriptiv. Hasil penelitian terdapat 8 Faktor keterlambatan dengan 29 potensi risiko keterlambatan pada proyek pembangunan gedung kuliah bersama Program D3 dan D4 Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Sumatera Barat dengan 5 potensi risiko tertinggi yaitu 1) kekurangan bahan konstruksi dengan nilai 4,800, 2) kontrol kontraktor utama terhadap sub-kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan yang memiliki nilai yang sama yaitu 4,800, 3) Komonikasi antara pekerja dan kepala tukang atau mandor dengan nilai 4,700, 4) keterlambatan pengiriman / penyedian peralatan kerja dengan nilai 4,700 dan 5) keterlambatan proses pemeriksaan dan uji bahan dengan nilai 4,700. Berdasarkan hasil penelitian ini maka penulis menyarankan agar kegiatan konstruksi pada masa pendemi covid 19 harus lebih memperhatikan potensi potensi risiko yang akan terjadi agar tidak menjadi kendala didalam pelaksanaan proyek konstruksi yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO TERHADAP ASPEK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PEMBANGUNAN DAERAH IRIGASI (LANJUTAN) DI TARUSAN PADA TITIK P-52 DAN P-92 Wendi Boy; Rodiah Tulhijah M; Ridho Aidil Fitrah
JURNAL RIVET Vol 1 No 02 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.412 KB) | DOI: 10.47233/rivet.v1i02.365

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek konstruksi selalau ada potensi bahaya atau Risiko yang dapat menyebabkan kerugian. Setiap tempat kerja selalu memiliki Risiko kecelakan kerja yang dapat menggangu aktivitas pekerjaan dalam sebuah proyek. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja yang dapat mengganggu aktivitas pekerjaan dalam sebuah proyek. Oleh karena itu diperlukan suatu manajemen agar dapat mengatur jalannya proyek dengan baik, termasuk pula manajemen Risiko K3 (Kesehatan dan Keselamat Kerja). Tujuan dan sasaran manajemen risiko K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) adalah terciptanya system K3 (Kesehatan dan Keselamtan kerja) di tempat kerja melibatkan segala pihak sehingga dapat mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja dan terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif. Penelitian ini akan dilakukan identifikasi risiko K3, penilaian risiko K3, serta strategi pengendalian terhadap risiko K3 pada pekerjaan Pembangunan daerah irigasi (lanjutan). Dari hasil penelitian teridentifikasi 45 potensi risiko kecelakaan kerja yang dapat terjadi. Berdasarkan penilaian terhadapa Risiko K3 diketahui level masing-masing risiko yaitu terdapat 45 risiko tergolong Medium Risk dan dari 47 mengidentifikasi risiko terdapat 2 tergolong Low Risk. Pada penelitian ini perlu dilakukan penanganan yaitu dengan memberikan pengendalian risiko berupa penerapan K3 dilapangan meliputi penggunaan APD, rambu-rambu peringatan dan standarisasi pengaman pada saat bekerja di lapangan.