Nina Kusumawati
Universitas Bina Sarana Informatika

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Keberhasilan Format Program Drama Dalam Menjaring Penonton Televisi (Studi Kasus Sinetron Ojek Pengkolan RCTI) A. Munanjar; Nina Kusumawati
J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Vol 6, No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1491.456 KB) | DOI: 10.31294/kom.v6i1.6212

Abstract

Persaingan stasiun televisi dalam menjaring penonton dilakukan dengan produksi program semenarik mungkin. Siaran program dikatakan berhasil jika mampu menempatan share dan rating tertinggi. Program yang masih menduduki share dan rating tertinggi hingga saat ini adalah format program drama. Salah satu format drama adalah tayangan sinetron. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan adalah tayangan sinetron Tukang Ojek Pengkolan yang tayang di stasiun RCTI. Temuan dari penelitian ini adalah format program menjadi kekuatan dalam produksi program siaran dan format program drama adalah format yang paling mampu menjaring penonton televisi.
Narasi Feminisme Dalam Sinetron Dunia Terbalik Irwanto Irwanto; Nina Kusumawati; Laurensia Retno Hariatiningsih
J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Vol 5, No 2 (2018): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.386 KB) | DOI: 10.31294/kom.v5i2.3871

Abstract

Penelitian ini berupaya mengungkapkan bentuk gerakan feminisme yang terselubung pada sinetron Dunia Terbalik. Sinetron ini tayang pada jam unggulan di stasiun RCTI dengan kisah kehidupan desa yang penduduknya pria nya mengurus keperluan serta kebutuhan rumah tangga. Hal ini terjadi karena istri mereka menjadi tenaga kerja wanita di luar negeri. Pada sinetron dunia terbalik ini terjadi dominasi dan eksistensi kaum wanita terhadap kaum prianya. Pada penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisa teks ini ditemukan narasi feminisme dalam bentuk visual dan audio yang berupa elemen mikro yakni ide cerita, opening tune dan bumper, set lokasi, karakter pemeran, dialog, ilustrasi musik. Sementara pada elemen makro yang terdapat narasi feminisme terdapat dalam aspek persoalan tenaga kerja khususnya tenaga kerja wanita yang masih menjadi solusi sebagai jalan keluar utama dalam mencukupi kebutuhan keluarga.
ANALISIS SEMIOTIKA KONSEP DIRI PADA FILM PENDEK “CHANGED” Azwar Munanjar; Nina Kusumawati
JIKE: Jurnal Ilmu Komunikasi Efek Vol 3 No 1 (2019): DESEMBER
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.007 KB) | DOI: 10.32534/jike.v3i1.630

Abstract

Short film “Changed” tells of a man named Leo who is not confident, he is supported in a woman's soul so that he behaves and looks like a woman. He did everything he could to have an ideal and perfect body. This short film gives a message that has certain meanings, including the self-concept of the character. The message is visible on the sign that is on the scene and dialog in the image. The author in this study used a qualitative method with the assessment of semiotic analysis from Charles Sanders Peirce. In this study we will look for answers to the question of how to self-concept in the search for the identity of the character through verbal and nonverbal messages. The results of the overall research come to our picture and self-assessment of the character's secret that is trapped in a woman's body image, the ideal of the body as a woman, her role as a woman and her identity known as a woman trapped in a man's body Keywords: Short Movie, Semiotics, Charles Sanders Pierce, self-concept
Pelatihan Pembuatan Poster Edukasi Dan Koleksi Museum Bagi Anggota Ikatan Pemandu Museum Indonesia (IPMI) Yusmawati Yusmawati; Nina Kusumawati; Sultan Himawan; Sri Wulandari
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v2i1.1367

Abstract

Museums are one of the tourist destinations, especially educational and cultural tourism for the community. All resources in the museum including museum guides have an important role. In addition to being a guide, museum guide, and providing services for visitors, museum guides must also have other skills in communicating material or all things in the museum, including communicating in the form of posters that can be published. For two years, the world has been hit by the COVID-19 pandemic, and Indonesia is no exception. This pandemic has had a wide impact on all sectors of people's lives, including education and tourism. In 2022, the Ministry of Tourism and Creative Economy begins to launch a program to revive the slumped tourism industry. The Indonesian Museum Guides Association (IPMI) as a unifying forum and communication between museum guides in Indonesia welcomed this. One of them is by synergizing with Bina Sarana Informatika University in community service activities. In this activity, the lecturers who are members of the community service group help partners to provide training on making educational posters and museum collections for museum guides. This method of implementing Community Service activities is carried out online, through the zoom meeting application, due to the current pandemic situation in PPKM Level 3 status, so mass gathering in large numbers is not possible. The outputs of this activity include press releases and questionnaire results from both partners and participants.
Trial By The Press New Media Konten Youtube Memasak Daging Babi Saus Kurma.: Indonesia Lukman; Muhammad Tsabit; Christopher Yudha Erlangga; Nina Kusumawati
Jurnal Media Penyiaran Vol. 1 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.797 KB) | DOI: 10.31294/jmp.v1i1.489

Abstract

Indonesia yang menganut sistem demokrasi menjadikan setiap warganya memiliki hak untuk berpendapat, tapi pada kenyataanya kebebasan berpendapat khususnya melalui media dapat menjadi sebuah permasalahan dan menjadi kasus besar. Media youtube misalnya, dimanfaatkan secara maksimal bagi para youtuber dan content creator dalam berekspresi, menuangkan pendapat, atau wadah ide-ide kreatif sebuah konten audio visual. Salah satunya adalah channel youtube Choki Pardede yang berisi konten memasak dengan bahan nyeleneh. Pada salah satu episodenya Choki Pardede memasak daging babi dengan saus kurma yang akhirnya menjadi kontroversi. Penulis tertarik untuk menganalisa kontroversi tersebut yang berorientasi pada trial by the press new media. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi kreatif dan tujuan Choki Pardede dalam konten masak yang dibuat. Dasar teoritik yang digunakan dalam penelitian ini mencangkup teori strategi kreatif, logika dasar, humor dan konten. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Temuan yang didapatkan dalam penelitian ini adalah Choki Pardede berusaha untuk memodifikasi kontennya dengan karakteristik Choki Pardede sendiri, sehingga membuat pro dan kontra dengan konten masak yang disajikannya.