Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN CLINICAL GOVERNANCE MELALUI ISO 9000: STUDI KASUS DI DUA RSUD PROVINSI JAWA TIMUR Djasri, Hanevi
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol 9, No 03 (2006)
Publisher : Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.35 KB)

Abstract

TERSEDIA DALAM FILE
Korupsi dalam Pelayanan Kesehatan di Era Jaminan Kesehatan Nasional: Kajian Besarnya Potensi dan Sistem Pengendalian Fraud Djasri, Hanevi; Rahma, Puti Aulia; Hasri, Eva Tirtabayu
Integritas : Jurnal Antikorupsi Vol. 2 No. 1 (2016): INTEGRITAS Volume 02 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Komisi Pemberantasan Korupsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.579 KB) | DOI: 10.32697/integritas.v2i1.127

Abstract

Sejak berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional, potensi fraud dalam layanan kesehatan semakin nampak di Indonesia. Potensi ini muncul dan dapat menjadi semakin meluas karena adanya tekanan dari sistem pembiayaan yang baru berlaku di Indonesia, adanya kesempatan karena minim pengawasan, serta ada pembenaran saat melakukan tindakan ini. Fraud layanan kesehatan berpotensi merugikan dana kesehatan negara dan menurunkan mutu layanan kesehatan. Kajian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan: (1) bagaimana gambaran potensi fraud layanan kesehatan di Indonesia, dan (2) upaya-upaya pemberantasan fraud layanan kesehatan yang sudah dilakukan di Indonesia serta tantangannya. Kajian dilakukan dengan membandingkan antara teori pencegahan, deteksi dan penindakan fraud dengan hasil pengamatan pelaksanaan program JKN di media massa dan situs-situs gerakan anti korupsi, maupun melalui berbagai hasil kegiatan yang terkait dengan topik pencegahan, deteksi, dan penindakan fraud layanan kesehatan yang diselenggarakan oleh PKMK FK UGM baik dalam bentuk penelitian serta diskusi-diskusi dalam seminar maupun blended learning. Kajian menunjukkan bahwa fraud layanan kesehatan berpotensi, bahkan sebagian sudah terbukti, terjadi di Indonesia. Di seluruh Indonesia, hingga pertengahan tahun 2015 terdeteksi potensi fraud dari 175.774 klaim Rumah Sakit atau Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) dengan nilai Rp. 440 M. Potensi fraud ini baru dari berasal dari kelompok provider pelayanan kesehatan, belum dari aktor lain seperti staf BPJS Kesehatan, pasien, dan supplier alat kesehatan dan obat. Nilai tersebut juga belum menunjukan nilai sesungguhnya mengingat sistem pengawasan dan deteksi yang digunakan masih sangat sederhana. Bentuk potensi fraud yang umum ditemui dikelompok provider adalah upcoding, inflated bills, service unbundling, no medical value dan standard of care. Bentuk fraud standard of care selain merugikan biaya kesehatan negara juga berdampak buruk bagi pasien. Sistem pengendalian fraud layanan kesehatan sudah mulai berjalan terutama sejak terbitnya Permenkes nomor 36 tahun 2015, namun masih perlu diiringi dengan berbagai kegiatan dan instrumen detail untuk pencegahan, deteksi, dan penindakan.
REDESIGN PELAYANAN FARMASI DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS Eri Supriyanti; Erna Kristin; Hanevi Djasri
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol 14, No 02 (2011)
Publisher : Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.188 KB)

Abstract

Background: Pharmacy service is a high risk area in thesupport of health service quality. PKU Muhammadiyah Hospitalis a hospital that respons to systematic movement in servicesthat focus on patient safety such as minimizing the incidenceof medication error that often happens. This condition requiresnew design that can minimize risk for the incidence of medicationerrorr by implementing Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)method as a systematic and proactive method that improvesquality of hospital service.Objective: To design new service quality at PKUMuhammadiyah Hospital Yogyakarta by identifying risk formedication error in the process of drug use, factors that caninduce the incidence of medication error in the process druguse and make new design that can minimize risk for medicationerror of PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta.Method: This study used action research. This design waschosen to involve subject of the study more actively in doing theredesign of pharmacy service using FMEA method to minimizerisk for the incidence of medication error. Subject of the studywere all incidents of medication error in the process of drug useincluding related health staff involved in the process of druguse. Primary were data obtained from indepth interview, groupdiscussion, focuses group discussion, and workshop.Result: Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method wasexpected to minimize errors in drug use system at outpatientpharmacy service at PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta.Through FMEA method it was identified that the highest RiskPriority Number (RPN) was failure in confirmation with doctors(294), failure in identifying drug name (216). In this study newdesigns proposed as pilot project were change of layout ofdrug identification color sticker according to therapy class; thedetermination of standard operating procedure ofcommunication with doctors giving prescription, confirmationwith doctors for non cito prescription and procedure ofimplementation of outpatient pharmacy service supervision.Trial of layout of drug identification color sticker was carriedbecause it did not need high cost and was relatively easy tosocialize and do. The result of evaluation after new designintervention was declining value of RPN for failure incommunication with doctors (from 294 to 196) and failure inidentifying drug name (from 216 to 144).Conclusion: The new design implemented was relativelyeffective in minimizing errors in identifying drug name andminimizing failure in communication with doctors.Keywords: medication error, failure mode and effect analysis,redesign
Penyusunan indikator pemantauan keberlanjutan peningkatan mutu dan keselamatan pasien pasca akreditasi Puskesmas: action research di Kabupaten Jember Wijayani, Tabita Rionica Ayu; Utarini, Adi; Djasri, Hanevi
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 36, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.52717

Abstract

Tujuan: Mengembangkan indikator pemantauan keberlanjutan peningkatan mutu dan keselamatan (PMKP) pasca akreditasi Puskesmas di Kabupaten Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian action research. Subyek penelitian adalah Tim Pendamping Akreditasi Puskesmas dan Tim Mutu Puskesmas di Kabupaten Jember. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis hasil wawancara mendalam untuk mengidentifikasi komponen indikator, telaah pustaka (guidelines) dan lokakarya untuk menyusun daftar indikator potensial, analisis uji coba, serta lokakarya akhir untuk menetapkan indikator. Hasil: Keterbatasan sumber daya manusia akibat perubahan struktur organisasi menjadi kendala utama dalam proses pemantauan PMKP pasca akreditasi sehingga dibutuhkan instrumen yang memudahkan prosesnya berupa indikator. Penyusunan indikator melewati proses kajian pustaka, seleksi dan konsensus awal, uji coba, evaluasi hasil uji coba, hingga dirumuskan 18 indikator pemantauan keberlanjutan PMKP pasca akreditasi Puskesmas di Kabupaten Jember (8 indikator pada komponen structure dan 10 indikator pada komponen process). Kesimpulan: Implementasi indikator pemantauan keberlanjutan PMKP pasca akreditasi Puskesmas di Kabupaten Jember perlu didukung dengan penetapan kebijakan, pembenahan sistem informasi, serta revitalisasi peran Dinas Kesehatan sebagai pendamping akreditasi Puskesmas.
PENERAPAN CLINICAL GOVERNANCE MELALUI ISO 9000: STUDI KASUS DI DUA RSUD PROVINSI JAWA TIMUR Hanevi Djasri
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol 9, No 03 (2006)
Publisher : Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TERSEDIA DALAM FILE