Adi Utarini
Ikatan Kesehatan Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

GELOMBANG KEDUA PENGEMBANGAN JURNAL MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN Utarini, Adi
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol 15, No 02 (2012)
Publisher : Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.909 KB)

Abstract

Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan(JMPK) telah mencapai tahun ke 15 penerbitannyadan merupakan satu-satunya jurnal di Indonesia yangmendedikasikan isinya untuk pengembangan kebijakandan manajemen pelayanan kesehatan. Berawaldari naskah-naskah yang disusun oleh penulisdari kalangan internal Fakultas Kedokteran UGM(termasuk kontribusi dari peserta yang sedang menempuhpendidikan berbagai program), selamabeberapa tahun terakhir kontribusi naskah telahberasal dari berbagai penjuru dan institusi di Indonesia.Dalam setiap penerbitan, separoh halamanjurnal diperuntukkan bagi penulis di luar FakultasKedokteran UGM. Hal ini menunjukkan bahwaeksistensi JMPK telah diterima dan dibutuhkansecara nasional.Sejak tahun 1998, Prof Laksono Trisnantoro sebagaipemimpin redaksi JMPK telah menginisiasi,mengembangkan, meningkatkan profil dan kualitasjurnal yang dibuktikan melalui status akreditasibersama tim editor: Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc.,MPH.,Ph.D., Prof.dr. Hari Kusnanto, SU., Dr.PH.,Dr. Dra. Sri Suryawati, Apt., drg. Yulita Hendrartini,M.Kes., dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA., dan dr.Yodi Mahendradhata, M.Sc, Ph. D.Sejumlah 483 artikel telah diterbitkan di JMPKsejak dimulainya penerbitan jurnal ini. Kami mengucapkanterima kasih atas dedikasi tim editor selamaini untuk JMPK, dan tetap mengharapkan kontribusinyasebagai mitra bestari dalam perjalanan panjangjurnal ini selanjutnya. Semoga jurnal baru yang akandirintis, yaitu Jurnal Kebijakan Kesehatan, akan segerahadir di Indonesia untuk mendorong pengembanganilmu dan implementasi kebijakan kesehatan.Dengan rencana penerbitan jurnal baru tersebut,maka sesuai dengan namanya, JMPK akan memfokuskanmisinya untuk menyebarluaskan dan mendiskusikanberbagai tulisan ilmiah mengenai manajemenpelayanan kesehatan. Isi jurnal berupa artikelhasil penelitian yang berkaitan dengan manajemenrumah sakit, manajemen pelayanan kesehatan, manajemenpelayanan klinis, asuransi kesehatan, danmasalah yang relevan dengan manajemen pelayanankesehatan. Rubrik makalah kebijakan menjadiditiadakan. Mulai edisi Juni 2012, naskah-naskahyang lebih mengarah pada kebijakan kesehatan akandikirim ke Jurnal Kebijakan Kesehatan dan terdapatrevisi petunjuk bagi penulis. Selain naskah berupahasil penelitian, kami tetap mengharapkan kontribusiaktif para penulis/pembaca untuk resensi buku-bukubaru yang terbit dua tahun terakhir dan korespondensi.Saran-saran terhadap pengembangan JMPKsecara umum juga sangat diharapkan.Bagaimana pengembangan jurnal ini ke depan?Beberapa pemikiran untuk pengembangan padagelombang JMPK selanjutnya akan berfokus padaupaya untuk: (1) Mendorong sistem yang mempermudahkomunikasi antara pengelola jurnal, mitra bestaridan penulis sehingga penulis dapat mengetahuistatus review naskahnya, yaitu melalui sistemonline-submission; (2) Membuat call for paper untuktopik-topik khusus dalam manajemen pelayanankesehatan secara periodik; (3) Meningkatkan kerjasama dengan pihak lain untuk penerbitan edisikhusus; (4) Meningkatkan kualitas artikel yang terbitdi JMPK melalui proses review yang berkesinambungandan edukatif untuk mendukung para penulis.Keempat pengembangan tersebut diharapkan dapatkami kembangkan bersama tim editor JMPK yangbaru, dengan meningkatkan keterlibatan perguruantinggi di luar UGM. Terima kasih kepada, dr, AriProbandari MPH, PhD (Universitas Sebelas MaretSurakarta), dr. Vierra Wardhani M.Kes (UniversitasBrawijaya), akan kesediaannya untuk bergabungdalam tim editorial JMPK serta kepada dr. YodiMahendradhata MSc, PhD (Universitas GadjahMada), Prof.dr. Hari Kusnanto, SU., Dr. PH (UniversitasGadjah Mada) yang tetap bergabung dalamtim. Kami percaya bahwa pengalaman tim editorserta pengembangan riset manajemen pelayanankesehatan yang semakin kuat akan membawa energibaru untuk menghasilkan sinergi yang kuat dalammempertahankan kelangsungan JMPK.Akhir kata, edisi Desember 2012 akan mengangkattema manajemen pelayanan kesehatan dankeselamatan pasien. Untuk itu, kami mendorong parapenulis dari berbagai institusi pendidikan, penelitian,organisasi pelayanan kesehatan (rumah sakit,Puskesmas dan lainnya), Kementerian Kesehatan,Dinas Kesehatan, lembaga asuransi kesehatan sertaasosiasi profesi untuk mengirimkan naskahnya yangsesuai dengan tema tersebut.
Alternatif Strategi Pelaksanaan Peran Regulasi Pasca Desentralisasi Di Daerah Utarini, Adi
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol 7, No 02 (2004)
Publisher : Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.6 KB)

Abstract

TERSEDIA DALAM FILE
ANALISIS PERILAKU PENDAMPING AKREDITASI KLINIK PRATAMA PASCA PELATIHAN Wiratri, Arum; Utarini, Adi
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v5i1.10515

Abstract

Abstrak Pelatihan pendamping akreditasi klinik pratama merupakan usaha dalam peningkatan mutu pelayanankesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi program pelatihan pendamping akreditasiklinik pratama pasca pelatihan. Evaluasi program pelatihan pada penelitian ini menggunakan pendekatanbehavior lavel dari Kirkpatrik model dengan melihat empat dimensi yaitu motivasi , dukungan organisasi,perilaku dan materi pelatihan. Penelitian ini diawali dengan melakukan pengumpulan data secara kuantitifmelalui penyebaran kuesioner kepada tim pendamping akreditasi klinik pratama yang telah mengikutipelatihan. Untuk lebih mendalami makna – makna dari hasil pengolahan kuesioner, penelitu melakukanwawancara semi terstruktur kepada tim pendamping akreditasi klinik pratama tersebut. Hasil dari kuesionermenunjukkan bahwa perilaku pendamping akreditasi berada pada rentang baik yaitu dengan skor 79.59%.Dukungan lingkungan menunjukkan rentang nilai baik dengan skor 84,43% . Materi pelatihan berada padarentang sangat baik yaitu 93.46% dan motivasi berada pada rentang sangat baik yaitu 93.84%. Sedangkan hasilwawancara menunjukkan bahwa pendamping akreditasi klinik pratama telah mengaplikasikan ketrampilanyang telah diperoleh dari pelatihan. Hasil presentase skor dan wawancara tersebut menunjukkan bahwapelatihan pendamping akreditasi klinik pratama dapat merubah tingkah laku para peserta pelatihan setelahkembali ke tempat kerja. Kata Kunci : Pelatihan , pendamping akreditasi klinik pratama , Kirkpatrik model
Penyusunan indikator pemantauan keberlanjutan peningkatan mutu dan keselamatan pasien pasca akreditasi Puskesmas: action research di Kabupaten Jember Wijayani, Tabita Rionica Ayu; Utarini, Adi; Djasri, Hanevi
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 36, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.52717

Abstract

Tujuan: Mengembangkan indikator pemantauan keberlanjutan peningkatan mutu dan keselamatan (PMKP) pasca akreditasi Puskesmas di Kabupaten Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian action research. Subyek penelitian adalah Tim Pendamping Akreditasi Puskesmas dan Tim Mutu Puskesmas di Kabupaten Jember. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis hasil wawancara mendalam untuk mengidentifikasi komponen indikator, telaah pustaka (guidelines) dan lokakarya untuk menyusun daftar indikator potensial, analisis uji coba, serta lokakarya akhir untuk menetapkan indikator. Hasil: Keterbatasan sumber daya manusia akibat perubahan struktur organisasi menjadi kendala utama dalam proses pemantauan PMKP pasca akreditasi sehingga dibutuhkan instrumen yang memudahkan prosesnya berupa indikator. Penyusunan indikator melewati proses kajian pustaka, seleksi dan konsensus awal, uji coba, evaluasi hasil uji coba, hingga dirumuskan 18 indikator pemantauan keberlanjutan PMKP pasca akreditasi Puskesmas di Kabupaten Jember (8 indikator pada komponen structure dan 10 indikator pada komponen process). Kesimpulan: Implementasi indikator pemantauan keberlanjutan PMKP pasca akreditasi Puskesmas di Kabupaten Jember perlu didukung dengan penetapan kebijakan, pembenahan sistem informasi, serta revitalisasi peran Dinas Kesehatan sebagai pendamping akreditasi Puskesmas.
DESAIN MUTU PELAYANAN RAWAT JALAN POLIKLINIK GERIATRI DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DI RUMAH SAKIT YARSI JAKARTA Heriyanto, Heriyanto; Utarini, Adi
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol 21, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Rumah sakit YARSI adalah merupakan salah satu pengembangan pelayanan kesehatan di Jakarta dibawah Yayasan Universitas Yarsi dengan konsep pelayanan islami dan berstandar international serta rumah sakit pendidikan. Dengan kekuatan bagunan 17 lantai dan jumlah tempat tidur sebanyak 450 tempat tidur, 40 poliklinik rawat jalan spesialis dan sub spesialis. Dalam konteks ini untuk meningkatkan mut layanan menjadi satu keharusan. Salah satunya adalah dengan mendengarkan suara pelanggan dan pemberi layanan yang kemudian diterjemahkan dalam aspek-aspek teknis mendesain mutu layanan poliklinik Geriatri. Quality Fuction Deployment (QFD) dengan matriks House of Quality (HoQ), Quality Deployment, Process Planning dan Production Planning merupakan salah satu alat manajemen untuk menterjemahkan suara pelanggan kedalam bahasa teknis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain mutu pelayanan poliklinik Geriatri dengan metode Quality Fuction Deployment (QFD)Metode: Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus deskriptif dengan rancangan kasus tunggal holistik. Respondennya adalah pasien lansia dan Tim QFD. Data diperoleh dengan cara penyebaran kueioner pada lansia/keluarga dan dokter, dokter Spesialis Penyakit Dalam, Penunjang medis, perawat, apoteker, tenaga gizi dan akupasi terapis. Untuk Tim QFD, data di peroleh melalui wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara. Persyaratan pelanggan dan persyaratan teknis diterjemahkan pada matriks House of Quality (HoQ). Hasil: dari 323 responden Lansia sebagai pelangan ekternal berusia 60-70 tahun (69,3%), perempuan (62,4%), pendidikan SMA (76,8%). Dari responden persyaratan pelanggan untuk desain mutu pelayanan Poliklinik Geriatri adalah mengerti kebutuhan lansia, bersikap menolong bagi lansia, respon staf yang cepat dalam melayani, merasa aman dan nyaman selama menunggu. Desain produk pelayanan yang diharapkan oleh pelanggan dan teknik yaitu untuk bersikap menolong bagi pasien maka dibutuhkan petugas yang ramah dan sikap dokter & perawat terhadap Lansia. Persyaratan inilah yang dijadikan acuan oleh pihak rumah sakit dalam perencanaan desain produk pelayanan poliklinik geriatri kedepannya.Kesimpulan: Spesifikasi Desain produk pelayanan yang diharapkan oleh pelanggan dan teknik yaitu untuk bersikap menolong bagi pasien maka dibutuhkan petugas yang ramah dan sikap dokter & perawat terhadap LansiaKata kunci: Pelayanan Geriatri, Desain Mutu, Quality Fuction Deployment, House of Quality, persyaratan pelanggan dan persyaratan teknis
IDENTIFIKASI PREFERENSI POLIKLINIK GIGI DAN MULUT RS PKU MUHAMMADIYAH SAMPANGAN SURAKARTA Sa'adah, Nur Raudatus; Pramono, Dibyo; Utarini, Adi
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol 21, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar belakang: Perilaku konsumen selalu menjadi acuan untuk mengetahui bagaimana dan kenapa konsumen berperilaku dalam membuat keputusan pembelian untuk meningkatkan strategi pemasaran dan menjadi lebih sukses di persaingan pasar. Pelayanan klinik gigi dan mulut tampak lebih personal, intim dan kontak dengan pasien dalam waktu yang lama. RS PKU Muhammadiyah Sampangan Surakarta merupakan rumah sakit baru yang berdiri sejak tahun 2018, dan di era Jaminan Kesehatan Nasional ini persaingan semakin ketat dengan banyaknya pesaing dan proses rujukan yang berjenjang yang diterapkan oleh pihak BPJS. Poliklinik gigi memulai layanan pada bulan Juli 2017 namun jumlah pasien tidak stabil. Dengan jumlah pasien yang tidak stabil tentu berpengaruh ke pendapatan rumah sakit padahal sudah banyak investasi yang dibuat untuk poliklinik gigi. Salah satu cara untuk menaikkan jumlah pasien dengan membuat pelayanan sesuai keinginan pasien.Tujuan: Mengidentifikasi preferensi pasien di poliklinik gigi di RS PKU Muhammadiyah Sampangan Surakarta.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Tempat penelitian adalah unit rawat jalan poliklinik Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sampangan, Surakarta. Pengamatan dan pengambilan data dilakukan selama 14 hari. Pengambilan data dengan kuisioner dengan 18 pertanyaan yang diisi oleh pasien dengan merangking dari nomor 1 sampai 18. Data kuantitatif yang diperoleh dianalisis dengan analisis konjoin.Result: Faktor-faktor yang berpengaruh untuk pasien dalam memilih poliklinik gigi dan mulut di RS PKU Muhammadiyah Sampangan yaitu harga, jenis konsultasi, sumber informasi, waktu tempuh, jenis kelamin dan jam praktek. Berdasarkan kepentingannya, faktor harga (17,67%) yang paling mempengaruhi keputusan pasien dalam memilih poliklinik gigi. Faktor yang berikutnya yang dapat mempengaruhi adalah jenis konsultasi (17,548%), sumber informasi (16,855%), waktu tempuh (16,154%), jenis kelamin (15,939%) dan yang terakhir adalah jam praktek (15,833%). Harga yang lebih mahal, konsultasi langsung dengan dokter gigi, sumber informasi dari teman, keluarga atau dokter lainnya, waktu tempuh yang lebih lama, dokter gigi berjenis kelamin perempuan dan jam praktek yang dapat dilakukan dengan perjanjian memberikan pengaruh positif kepada pasien dalam memilih poliklinik gigi dan mulut. Sedangkan harga yang murah, sumber informasi dari iklan atau media sosial, waktu tempuh yang pendek, dokter berjenis kelamin laki-laki dan jam praktek yang terjadwal pagi hingga sore memberikan pengaruh negatif dalam pengambilan keputusan pasien.Kesimpulan: Identifikasi preferensi pasien yang diolah dengan analisis konjoin dapat membantu rumah sakit dalam membuat pelayanan sesuai dengan keinginan pasien.