Tiur Imeldawati
STT Injili Indonesia Medan

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Keunggulan Kurikulum Holistik Integratif dalam Pembentukan Kepribadian Anak di PPA Cluster Medan – Pancur Batu Tiur Imeldawati; Yefta Nainggolan; Warseto Freddy Sihombing
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v2i2.47

Abstract

The holistic curriculum is a character-based curriculum that encourages students to find their potential, identity, and abilities until finally forming the personality of students as God wants. The purpose of this study is to see the advantages of a holistic curriculum in the formation of children's personality which is applied in PPA Cluster Medan-Pancur Batu. The research method used is a quantitative method, by taking samples from children who are members of several PPAs who are members of the Medan Pancur Batu Cluster. The findings of this study are that the advantages of the holistic integrative curriculum that are applied include: being able to encourage the exploration of children's intellectual abilities through the implementation of the curriculum, in addition to intellectual abilities, this curriculum also encourages children's socio-emotional abilities and skills related to physical abilities, other advantages. is that children are given the freedom to explore and find their superiority through screening their talents or interests, and in the end children can become individuals who can actualize themselves who are spiritually educated in the guidance of the truth of God's word. Kurikulum holistic nerupakan kurikulum berbasis karakter yang mendorong peserta didik menemukan potensi diri, jati diri, kemampuan yang dimiliki sampai pada akhirnya membentuk kepribadian peserta didik sebagaimana yang Tuhan kehendaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat keunggulan kurikulum holistic dalam pembentukan kepribadian anak yang diterapkan di PPA Cluster Medan-Pancur Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan mengambil sampel dari anak-anak yang merupakan anggota dari beberapa PPA yang tergabung dalam Cluster Medan Pancur Batu. Adapun temuan penelitiian ini bahwa keunggulan kurikulum holistic integrative yang diterapkan antara lain adalah: mampu mendorong eksploarasi kemampuan intelektual anak melalui implementasi kurikulum yang dilakukan, selain kemampuan intelektual, kurikulum ini juga mendorong kemampuan sosio-emosional anak dan kemampuan skill yang berkaitan dengan fisik, keunggulan lainnya adalah anak-anak diberikan kebebasan untuk menggali dan menemukan keunggulan diri melalui penjaringan bakat atau pun minat mereka, dan pada akhirnya anak-anak bias menjadi pribadi-pribadi yang dapat mengaktualisasikan diri mereka yang dididik secara spiritual di dalam tuntunan kebenaran firman Allah.
Prinsip Pertumbuhan Rohani dalam Efesus 5:1-21 dan Korelasinya dalam Mengupayakan Pertumbuhan Rohani Jemaat GPdI Gunung Moria Bedagai Tiur Imeldawati; Yayan Erina Br. Regar
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 1 (2021): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i1.615

Abstract

AbstrakUntuk menghasilkan hidup sebagai seorang kristen yang berkualitas diperlukan hidup sesuai prinsip-prinsip pertubumbuhan yang terdapat dalam Alkitab. Pertumbuhan rohani jemaat harus menjadi visi dan misi gereja Tuhan. Tujuan penelitian ini ialah untuk menemukan dan memaparkan prinsip -prinsip pertumbuhan rohani dalam Efesus 5 :1- 21 yang masih relevan terhadap prinsip pertumbuhan rohani; dan untuk menjelaskan cara pengupayaan pertumbuhan rohani jemaat GPdI Gunung Moria Bedagai sesuai dengan pertumbuhan rohani Efesus 5 :1- 21; serta untuk membuktikan adanya hubungan prinsip pertumbuhan rohani dalam Efesus 5 :1- 21 yang memiliki kolerasi terhadap prinsip pertumbuhan kerohanian jemaat GPdI Gunung Moria Bedagai.Katakunci : prinsip, pertumbuhan rohani, GPdI Gunung Moria AbstractTo live a quality Christian life requires living according to the principles of growth found in the Bible. The spiritual growth of the congregation must be the vision and mission of God's church. The purpose of this research is to find and explain the principles of spiritual growth in Ephesians 5: 1–21 which are still relevant to the principles of spiritual growth; and to explain how to nurture the spiritual growth of the GPdI Gunung Moria Bedagai congregation in accordance with the spiritual growth of Ephesians 5: 1-21; and to prove that there is a relationship between the principles of spiritual growth in Ephesians 5: 1-21 which correlate with the principles of spiritual growth in the GPdI Mount Moria Bedagai church  Keywords: principle, spiritual growth, GPdI Mount of Moriah
Prinsip Prinsip Pendidikan Agama Kristen dalam Ezra 7:1-28 Tiur Imeldawati; Naomi Oktavia Simanullang
KERUGMA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : STT Injili Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2500/kerugma.v3i2.21

Abstract

Alkitab menjadi acuan dalam kehidupan Kristiani. Hamba Tuhan yang menjadi pemimpin jemaat maupun jemaat itu sendiri semestinya menyelaraskan kehidupan mereka dengan kebenaran Alkitan. Umat Allah baik di masa Perjanjian Lama maupun di masa Perjanjian Baru sudah sewajarnya mempercayai Allah yang memberi firman-Nya. Ezra sebagai hamba Allah sudah menunjukkan kualitas dirinya sebagai hamba Tuhan yang memimpin jemaat dan mendidik jemaat untuk hidup seperti yang seharusnya. Kekayaan firman Allah tidak pernah habis untuk digali dan dalam kajian ini didapati bahwa prinsip-prinsip pendidikan dalam kitab ezra ini masih tetap relevan diterapkan dalam kehidupan berjemaat saat ini. Prinsip yang bias dipakai untuk membina warga gereja agar mereka bias menjadi murid yang sesunguhnya.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penurunan Pelayanan Anak di GKJB Bukit Sion Tanjung Morawa Elisabeth Savitri Lukita Dewi; Tiur Imeldawati; Novi Juliana Sinurat
KERUGMA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : STT Injili Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2500/kerugma.v2i2.31

Abstract

Abstract:Education for Children should not only be intellectually given but also spiritually taught in the light of Christian Education. Spiritual education for Children is actually very important and urgent as well. This aims to build children’s godly characters. These characters will grow until they became adults. Children ministry at the church of GKJB Bukit Sion had started as the church planted. Yet, the children outreach and ministry have now decreased. That is why this survey has to be done. The purpose is to know what are the factors which make it decrease. The survey is necessarily conducted due to the urgency of the children ministry in this modern era.Keywords: factors; children ministry; GKJB Tanjung MorawaAbstrak:Pendidikan yang seharusnya diberikan kepada anak-anak tidak hanya sekedar pendidikan intelektual yang mengasah kemapuan berpikir saja, tetapi juga pendidikan rohani. Pendidikan rohani sangatlah penting untuk diberikan, ini berguna untuk membentuk karakter anak, sehingga anak-anak dapat memiliki kerakter yang baik yang akan dibawannya sampai anak-anak menjadi dewasa. Pelayanan kepada anak yang sudah diberikan sejak GKJB berdiri, mengalami penurunan. Untuk itu dilakukan penelitan terkait faktor apa saja yang menjadi penyebab penurun tersebut, mengingat pelayanan kepada anak-anak merupakan hal yang sangat urgen. Dengan pendekatan penelitian yang dilakukan, melalui penyebaran angket dan analisa data, ditemukanlah faktor-faktor tersebut dan perlu untuk ditindaklanjuti kemudian oleh semua pihak yang terkait.Kata Kunci: faktor; pelayanan anak; GKJB Tanjung Morawa
Guru PAK Sebagai Desainer Pendidikan Tiur Imeldawati
KERUGMA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 1 (2020): April 2020
Publisher : STT Injili Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2500/kerugma.v2i1.14

Abstract

Abstract: Management of education cannot be separated from the element of teachers as educators and teachers. The teacher designs a lesson and seeks to implement the ongoing curriculum in order to achieve educational goals. Teachers have an important role in the development of education, and in a special context, namely as teachers of Christian Religious Education. As a designer, the teacher makes patterns and prepares classroom management according to the planned pattern. In the task of designing, it takes creativity and innovation. Teachers need to equip themselves with various competencies so that they can become effective and professional teachers. The teacher is an educational designer that is very much needed by this country.Keywords: teacher; designer; christian religious education AbstrakPengelolaan pendidikan tidak mungkin terlepas dari unsur guru sebagai pendidik dan pengajar. Guru mendesain sebuah pembelajaran dan berupaya mengimplementasikan kurikulum yang sedang berlangsung demi mencapai tujuan pendidikan. Guru memiliki peran yang penting dalam pengembangan pendidikan, dan dalam konteks khusus yakni sebagai guru Pendidikan Agama Kristen. Sebagai seorang desainer, guru membuat pola dan mempersiapkan pengelolaan kelas sesuai dengan pola yang telah direncanakan. Dalam tugas mendesain, dibutuhkan kreatifitas dan inovasi. Guru perlu memperlengkapi diri dengan berbagai kompetensi sehingga bisa menjadi guru yang efektif dan profesional. Guru merupakan seorang desainer pendidikan yang sangat dibutuhkan oleh negeri ini.Kata kunci: guru, disainer; pendidikan agama kristen
Pola Asuh Orangtua Kristen dan Dampaknya Terhadap Pembentukan Perilaku Anak di Lingkungan IV Kelurahan Sempakata Tiur Imeldawati; Melani Tampubolon
KERUGMA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 1 (2021): April 2021
Publisher : STT Injili Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2500/kerugma.v3i1.50

Abstract

Abstract: A child is one of the very important components if a country wants to increase people’s welfare. It is all about education and starts from early child education. A prosperous country must have superior people with good characters and integrity. Of course, this is what Indonesian country wish to achieve. The country has been struggling to reach the people’s welfare by educating young potential leaders. Now, the government are making efforts to build characters of the children through various levels of schooling, namely kindergarten, elementary and high schools.  It is, undoubtedly, very important to shape children’s good characters started from home or family since family is the very first and main education institution for children. They firstly learn from their parents at home, while parents are their first teacher. The way that parents nurture the children determine their characters. Some have good character, but some other do not. This depends much on how the parents nurture and educate their children. The Christian nuture is actually the highlight of the study. The aims of the study is to distinguish general nuture and Christian way of nurture. The last one evidently gives impact towards character building in family and society.Keywords: nurture, chritianity, parents, behaviour Abstrak:Anak merupakan salah satu komponen penting yang perlu diperhatikan dalam memajukan kesejahteraan suatu bangsa. Bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki suatu generasi yang unggul dan memiliki karakter yang baik dan jujur. Hal ini juga telah dipikirkan oleh bangsa Indonesia. Negara berusaha untuk membawa kesejahteraan bangsa ini dengan memperhatikan calon-calon pemimpin Bangsa. Dan pada saat ini bangsa Indonesia sangat gencar dalam melakukan pendidikan berkarakter disekolah dari jenjang Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama hingga tingkat Sekolah Menengah Atas. Penting sekali membentuk perilaku anak dimulai dari keluarga, karena Seorang anak tumbuh dan dibesarkan pertama sekali di dalam lingkungan keluarga, dan keluarga merupakan lembaga pertama dan utama dalam mendidik anak. Pola asuh yang diterapkan orangtua, dapat membentuk anak dengan bermacam-macam karakter dan perilaku mereka. Ada anak yang akan berperilaku kasar dan anak yang akan berperilaku buruk, tergantung bagaimana orang tua mendidik anak dengan tipe-tipe pola asuh yang ada. Pola asuh Kristen juga menjadi sorotan dalam hal ini yang membedakannya dari pola asuh secara umum. Pola asuh Kristiani memberi dampak dalam pembentukan perilaku anak anak dalam sebuah keluarga dan dalam masyarakat tentunya.Kata Kunci: pola asuh; kristiani; orangtua; perilaku
Sikap Waspada Terhadap Ketamakan Akan Kekayaan (Lukas 12:13-21) Tiur Imeldawati; Iwan Setiawan Tarigan; Warseto Freddy Sihombing
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 19, No 1 (2021): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v19i1.608

Abstract

AbstrakKetamakan akan kekayaandapat dimiliki oleh siapa saja, termasuk oleh orang percaya. Ketamakan dapat mengalihkan fokus orang percaya kepada hal-hal yang bersifat duniawi seperti mencari banyak harta dan menghalalkan segala cara untuk menjadi kaya. Dalam Injil Lukas, Yesus dengan jelas memberikan peringatan akan bahaya ketamakan yang dapat menjerumuskan orang ke dalam kebinasaan. Alkitab tidak melarang orang percaya menjadi kaya—kaya di hadapan Allah, itulah yang dikehendaki-Nya. Kekayaan adalah titipan yang diberikan Tuhan kepada umat-Nya. Perumpamaan yang Yesus mengajarkan bagaimana mengelola kekayaan untuk kemuliaan Allah,yang jauh lebih berkenan dari pada sekedar mengumpulkan kekayaan dan menikmatinya sendirian.Kata kunci : Ketamakan, mengumpulkan harta, kaya di hadapan Allah Abstract Greed for wealth can be owned by anyone, including Christians. But, greed can shift Christians’ focus to worldly things, like finding a lot of wealth and justifying any means to be rich. In Luke's Gospel, Jesus asserts against the dangers of greed can lead people to God’s destruction. The Bible does not forbid believers to be rich — rich before God, what He wills. Wealth is a gift God has given to His people. Jesus’ parable taught how to manage wealth for glory of God, is more pleasurable than accumulating wealth and enjoying it alone.Keywords: greedy, collect treasure, rich before God
Meninjau Soteriologi dan Kristologi Saksi Yehovah Tiur Imeldawati; Elim Simamora
KERUGMA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : STT Injili Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2500/kerugma.v4i2.80

Abstract

In reality, Christianity has experienced a long history and has been faced with various false teachings or heresies throughout the history of the church. This is the case at the moment. One issue that remains hot to discuss is Christology and Soteriology. In this study the author tries to conduct a study of the teachings of the Jehovah's Witnesses related to these two topics, and through library research, it is hoped that the research formulation can be answered. The author takes part to make this contribution, by conducting a study of the challenges faced by systematic theology today, namely from the Jehovah's Witness school. By adhering to the truth of the Bible and the right approach in the science of commentary or hermeneutics, the author is sure to be able to deliver relevant presentations for readers who also take part in theological studies. Truth must be held fast and faithfully taught. The Bible is the source of absolute truth where its authority is firmly held in living the Christian life.Keywords: soteriology, Christology, jehovah’s witness, theology