This Author published in this journals
All Journal Jurnal Tashwir
Emroni Emroni
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Pondok Pesantren Sullamul ’Ulum Syekh Arsyad Al-Banjari dalam Pagar Martapura Kabupaten Banjar (Penelitian Partisipatif) Emroni, Emroni; Muthmainah, Inna; Lathifaturrahmah, Lathifaturrahmah
Jurnal Tashwir Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Tashwir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The writers has conducted exploratory study to preserve valuable heritage of Banjar Moslem Scholars, M. Arsyad al-Banjari, and to promote the heritage so that it can exist in the age of advanced development. After a dialogue with the local people, and the stakeholder of Pondok Dalam Pagar boarding school, it can be concluded that Pondok Dalam Pagar boarding school needs to perform empowerment on some aspects, i.e.: developing agribussiness life skill oriented curriculum, improving teaching and learning infrastructure, estabishing students’ potential based learnng, and holding management and leadership training. Keywords: boarding school, empowerment, participatory study.  Peneliti melakukan eksplorasi penelitian demi melestarikan warisan penting ulama Banjar, M. Arsyad al-Banjari, dan mengembangkannya agar bisa eksis di antara perkembangan zaman yang semakin maju. Dalam dalam penelusuran tersebut, terutama sesudah melakukan dialog bersama masyarakat, stakeholder Pondok Dalam Pagar, maka kami bersama-sama berkesimpulan bahwa pondok Dalam Pagar perlu untuk melakukan pemberdayaan pada beberapa aspek, seperti mengembangkan kurikulum berorientasi life skill agrobisnis, perbaikan dan pengembangan sarana dan prasarana kegiatan belajar mengajar, menciptakan metodologi pengajaran berbasis potensi santri, mengadakan pelatihan manajemen dan kepemimpinan.  Kata kunci: pesantren, pemberdayaan, penelitian partisipatif
Kontribusi Lembaga Sufi Dalam Pendidikan Islam (Studi Terhadap Lembaga Ribath, Zawiyah dan Khanqah) Emroni, Emroni
TASHWIR Vol 3, No 5 (2015): (Januari-Maret)
Publisher : IAIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v3i5.589

Abstract

Ribath, Zawiyah and Khanqah are the institutions that act as the home for the Sufi followers and also the place to deepen their knowledge about how to worship more fervently and be closer to Allah. Ribath is a Sufi institution which is more flexible and mostly consists of the poor, the elderly and widows. The emergence of Ribath originated from Islamic army barracks that would like to expand the teriitory of Islam. Zawiyah is a more specialized institution and have a smaller scope—different from Khanqah, Zawiyah has its own special prevalence. In Zawiyah system of education, a teacher is considered a central figure who has pecfect knowledge and behaviour, someone whose words cannot be denied by ‘the residents’ of Zawiyah. Different from Zawiyah, Khanaqah seriously instills togetherness to its people. No one is allowed to leave Khanqah without giving any notice to his/her friends. The contribution of Sufism education is very significant in directing the ultimate goal of life, which is to serve Allah. However, since the laying pattern of Sufi education often forgets worldliness, it in turn inhibits the progress of the worldly life. Because of these problems most leaders percieve Sufism as a barrier to progress.Keywords: Sufism, Islamic education, Sufism InstitutionRibath, Zawiyah dan Khanqah adalah merupakan suatu lembaga yang berperan sebagai penampung para pengikut sufi dan sekaligus sebagai tempat untuk memperdalam ilmu pengetahuan mereka tentang bagaimana cara beribadah mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai macam kegiatan dan latihan. Ribath, merupakan lembaga sufi yang lebih fleksibel, karena di dalamnya berisi orang­-orang miskin, orang-orang tua atau janda yang tidak mampu membiayai dirinya yang ingin mendekatkan diri pada Allah, di samping orang-­orang yang khusus ingin mendekatkan diri pada-Nya. Ribath ini muncul karena berawal dari barak-barak tentara perang Islam yang bertujuan untuk memperluas wilayah Islam. Zawiyah, adalah lembaga sufi yang lebih khusus yang lebih kecil ruang lingkupnya, sehingga dalam lembaga ini tidak terdapat aturan-aturan sebagaiman yang ada dalam Khanqah. Sistem Zawiyah pendidikan yang guruisme atau gurusentris, guru adalah segala galanya, tidak boleh dibantah dan harus selalu ditaati semua ajarannya. Guru adalah sosok yang sempurna baik dalam suatu keilmuannya maupun tigkah lakunya. Khanaqah dengan kebersamaan ini betul-betul mereka tanamkan, seperti ahli khanqah tidak boleh meninggalkan khanqah tanpa memberi tahu pada salah seoranag yang hadir di sana. Kontribusi pendidikan tasawuf adalah sangat besar dalam mengarahkan tujuan akhir kehidupan, yaitu untuk mengabdi pada Tuhan. Karena peletakan pola pendidikan sufi tersebut sering lupa dengan kehidupan keduniaan yang merupakan sarana untuk ibadah, sehingga akhirnya justru menghambat terhadap kemajuan secara duniawiyah. Karena permasalahan tersebut sehingga banyak tokoh memandang tasawuf sebagai penghambat kemajuanKata kunci: Tasawuf, Pendidikan Islam, Lembaga Sufi