Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Kecepatan Aliran Terhadap Kandungan COD Pada Pengolahan Air Limbah Kecap Secara Aerobic/Aaerobic Endang Suryadi
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 1 APRIL 1996
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5081

Abstract

Removal rate of COD varies with COD volume loading, aeration time and or flow rate of incoming waste water. Anaerobic process showed that the higher flow rate was continued the lower COD removal was yielded, whereas the aerobic pointed out that COD removal was obtained higher and higher as the flow rate was increased. Although coagulant was not used for this treatment, the experiment appeared to indicate a good result where average COD removal rate for Q1• Qz. Qjand Q4 are 93.8, 93.2, 91.0, and 92.4 % respectively.
Pemanfaatan Limbah Tapioka Sebagai Substrat Dalam Pembuatan Protein Sel Tunggal Endang Suryadi
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 1 APRIL 2003
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4102.915 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4729

Abstract

Telah dilakukan penelitian pemanfaatan limbah tapioca sebagai substrat dalam pembuatan protein sel tunggal dengan fermentasi system tertutup(batch). Fermentasi dilaksanakan pada suhu kamar (29 - 33 °C) dan di pH pada 4,5. Periode waktu fermentasi adalah 48 jam. Ferrmentat/ cairan fermentasi (mash ) dalam fermentor dianalisis pada setiap waktu tertentu, yaitu fermentasi selama (6,12, 18, 24, 30, 36, 42, dan 48) jam. Konsumsi NaOH 4 N untukfermentasi (6, 12, dan 18) jam masing-masing adalan (3, 8 dan 11) ml, sedangkan fermeniasi lainnya tidak ada NaOH yang dikonsumsi.Laju pertumbuhan spesifik tertinggi terjadi pada fermentasi selama 6 jam dan substrat yang dikonsumsi adalah sebanyak 84,12 %. Perbedaan lama fermentasi (36, 42, dan 48) jam tidak memberikan koefisien hasil sel secara nyata. Dengan memperhatikan efisiensi waktu terhadap masa sel kering yang dihasilkan, hasil terbaik adalah fermentasi selama 36 jam dimana ( efisiensi substrat, rendemen sel, masa sel kering, dan laju pertumbuhan spesifik) masing-masing adalah(86, 69; 65, 99% 8, 65/l dan 0, 0638 jam - 1).
Pengaruh Konsentrasi COD Terhadap Efektifitas Pengolahan Air Limbah Secara UASB Endang Suryadi
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 1 APRIL 1997
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5091

Abstract

A study on effect of various COD concentration of soy-bean sauce wasteweter treatment using UASB type bioreactor has been conducted. The result exhibited that over 90 % of the COD could be removed. Removal rate of COD was not significantly affected by elapsing time of the treatment and for flucatuating COD concentration, however, it appeared to poin out a significant difference as a result of increasing COD level of the feed solution. The higher the COD level was fed, the more the amount of COD was eliminated. The generated gas volume was also raised as the COD Concentration was increased.
Transfer Oksigen Dalam Proses Aerasi Endang Suryadi
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 1 APRIL 2003
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4731

Abstract

Diantara berbagai teori transfer masa yang dapat digunakan untuk menjelaskan mekanisme transfer gas, salah satu yang sangat umum digunakan adalah teori dua-selaput. Transfer gas dapat didefinisikan sebagai proses dimana gas dipindahkan dari suatufase kefase lainnya, biasanya dari zat yang berbentuk gas ke Jase cair. Penerapan yang sangat umum dari transfer gas dalam bidang pengolahan air limbah adalah transfer oksigen pada pengolahan air limbah secara biologis. Beberapa hal mengenai transfer oksigen dan proses aerasi dan kaitannya dengan teori dua-selaput, dibahas dalam tulisan ini.
Pengolahan Air Limbah Dengan Sistem Bioreaktor Dua Fase Endang Suryadi
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 1 JUNI 2002
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4746

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengolahan limbah menggunakan system bioreactor dua Jase. Bioreaktor dioperasikan selama I 02 hari. Analisis air terolah adalah tiga hari sekali dimulai pada hari ke 15 operasi. Hasilnya diketahui bahwa pH berkisar antara ( 7, 70 - 8,43 ), ORP ( -439 - -462 )mV, dan konsentrasi MLSS pada bagian biobed reaktor metanogenik nampak semakin lama semakin banyak: Laju penyisihan COD berkisar antara ( 76, 76 - 98,68% ). Penyisihan tersebut tidak dipengruhi oleh fluktuasi dan/atau meningkatnya konsentrasi COD. Semakin lama bioreaktor dioperasikan semakin tinggi kandungan COD yang disisihkan.
Pengaruh Kecepatan Aliran Terhadap Kandungan COD Pada Pengolahan Air Limbah Kecap Secara Aerobic/Aaerobic Endang Suryadi
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 1 APRIL 1996
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4542.369 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5081

Abstract

Removal rate of COD varies with COD volume loading, aeration time and or flow rate of incoming waste water. Anaerobic process showed that the higher flow rate was continued the lower COD removal was yielded, whereas the aerobic pointed out that COD removal was obtained higher and higher as the flow rate was increased. Although coagulant was not used for this treatment, the experiment appeared to indicate a good result where average COD removal rate for Q1• Qz. Qjand Q4 are 93.8, 93.2, 91.0, and 92.4 % respectively.
Pengaruh Konsentrasi COD Terhadap Efektifitas Pengolahan Air Limbah Secara UASB Endang Suryadi
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 1 APRIL 1997
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2715.897 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5091

Abstract

A study on effect of various COD concentration of soy-bean sauce wasteweter treatment using UASB type bioreactor has been conducted. The result exhibited that over 90 % of the COD could be removed. Removal rate of COD was not significantly affected by elapsing time of the treatment and for flucatuating COD concentration, however, it appeared to poin out a significant difference as a result of increasing COD level of the feed solution. The higher the COD level was fed, the more the amount of COD was eliminated. The generated gas volume was also raised as the COD Concentration was increased.
Pemanfaatan Limbah Tapioka Sebagai Substrat Dalam Pembuatan Protein Sel Tunggal Endang Suryadi
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 1 APRIL 2003
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4729

Abstract

Telah dilakukan penelitian pemanfaatan limbah tapioca sebagai substrat dalam pembuatan protein sel tunggal dengan fermentasi system tertutup(batch). Fermentasi dilaksanakan pada suhu kamar (29 - 33 °C) dan di pH pada 4,5. Periode waktu fermentasi adalah 48 jam. Ferrmentat/ cairan fermentasi (mash ) dalam fermentor dianalisis pada setiap waktu tertentu, yaitu fermentasi selama (6,12, 18, 24, 30, 36, 42, dan 48) jam. Konsumsi NaOH 4 N untukfermentasi (6, 12, dan 18) jam masing-masing adalan (3, 8 dan 11) ml, sedangkan fermeniasi lainnya tidak ada NaOH yang dikonsumsi.Laju pertumbuhan spesifik tertinggi terjadi pada fermentasi selama 6 jam dan substrat yang dikonsumsi adalah sebanyak 84,12 %. Perbedaan lama fermentasi (36, 42, dan 48) jam tidak memberikan koefisien hasil sel secara nyata. Dengan memperhatikan efisiensi waktu terhadap masa sel kering yang dihasilkan, hasil terbaik adalah fermentasi selama 36 jam dimana ( efisiensi substrat, rendemen sel, masa sel kering, dan laju pertumbuhan spesifik) masing-masing adalah(86, 69; 65, 99% 8, 65/l dan 0, 0638 jam - 1).
Pengaruh Lama Penyulingan Biji Pala Terhadap Rendemen Dan Mutu Minyak Yang Dihasilkan Endang Suryadi
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 1 JUNI 2002
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4743

Abstract

Penelitian pengaruh lama penyulingan terhadap rendemen dan mutu minyak yang dihasilkan telah dilakukan dengan sistem kohobasi. Biji pala terdiri dari dua jenis. Pertania adalah biji pala segar dengan kadar air rata-rata 85% dan lainnya adalah biji pala yang dikeringkan dengan kadar air rata-rata 13%. Periode lama waktu penyulingan adalah 14 jam. Distilat dianalisis pada setiap waktu tertentu, yaitu penyulingan ( 2, 5, 8 11 dan l .J) jam. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa semakin lama biji pala disuling makin banyak rendemen minyak yang dihasilkan, namun demikian putaran optiknya semakin menurun. Pada penyulingan ( 2, 5 dan 8) jam, biji kering menghasilkan minyak lebih banyak secara signifikan dari pada biji segar. Minyak yang dihasilkan dari biji segar maupun kering pada penyulingan ( 11 dan 14 ) tidak memenuhi spesifikasi mutu minyak pala untuk ekspor, disebabkan putaran optiknya terlalu rendah. Hasil terbaiok adalah penyulingan selama 8 jam dengan nienggunakan biji kering di mana ( rendemen minyak, berat jenis, indeks bias dan putaran optik ) masing-masing adalah ( 13,60% db; 0,897;1,479dan10,70 ).
Rasio Metana Terhadap Penurunan BOD Pada Proses Pengolahan Air Limbah Secara Anaerobik Endang Suryadi
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio metana yang dihasilkan terhadap penurunan BOD, Percobaan skala laboratorium dilakukan dengan menggunakan sistem bioreaktor dua fasa (asidogenik dan metanogenik) Dengan kapasitas 2,5 liter. Reaktor dioperasikan secara terus menerus selama 81 hari dengan suplai air limbah dengan konsentrasi BOD 600 - 4000 mg/L diaambil pada kecepatan aliran sekitar 100 ml/jam. Hasil percobaan menunjukan bahwa gas yang dihasilkan dari reaktor asidogenik terdiri dari 79,944% CH4, 20% C02, dan 0,056% H2S, sedangkan yang dihasilkan reaktor metanogenik terdiri dari 94% CH4 dan 6% C02. Rata-rata rasio metana terhadap penurunan BOD dari fase metanogenik adalah 0,359 L/g dengan laju penurunan BOD 88,76%, dan total efisiensi dari sistem ini adalah 91,87%. Hubungan antara variabel BOD yang disisihkan dari variabel metana yang dihasilkan mempunyai keeratan hubungan yang sangat tinggi dengankoefisien korelasi + 0,97 dan dengan persamaan regresi Y = - 0, 123 + 0,397 X