Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA JARINGAN INTERNET DI PERGURUAN TINGGI SE KOTA SURAKARTA Huda, Khoirul; Susilo, Dahlan; Saputro Al Haris, Firdhaus Hari
2086-4221
Publisher : Gaung Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The analysis result in college Surakarta shows that there is 42 college in evaluasi.dikti.go.id. Base on 42 colleges which are taken for sampling with confidence interval 70% , it results 9 colleges. The results of analysis shows that the user is quite satisfied with distribution scale 2.18. It is resulted from the simple linear regression model Y= 2.0617+0.0025x. The constant 2.0617 means bandwidth is also still constant with the value 2.0617. The satisfaction of Coefficient value to ward the internet user is 0.0025. It means that there is an  each increasing bandwidth of internet user 1(kbps). Therefore, it causes 0.0025 satisfaction increasing value. The conclusion of this research is bandwidth capacity that less than 145 kbps categories as quite satisfied, 180-460 kbps is satisfied and  more 495 kbps is very satisfied. Mikrotik and  proxy are management bandwidth used in college at Surakarta
Fenomena Pergeseran Konflik Pemikiran Islam dari Tradisionalis vs Modernis ke Fundamentalis vs Liberalis Huda, Khoirul
ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman Vol 3, No 2 (2009): Islamica
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.486 KB) | DOI: 10.15642/islamica.2009.3.2.20-42

Abstract

A new mode of religious conflict has emerged in Indonesia following the fall of the old regime in the country. The conflict in point is that between the fundamentalists and the liberals, one that means that the nuance of the conflict is no longer organizational any more than it is ideological. We now rarely hear about the conflicts between the traditionalists and the modernists, just as we now rarely are capable of differentiating their basic tenets. The difference between the two has now become to a large extent vague. In the meantime, conflicts are now taking place between the fundamentalists and the liberals on almost regular basis. Hence, we hear the conflict for example between the FUUI and Ulil Abshar Abdalla who received death threat from the afro-mentioned organization. And also the so-called Monas Tragedy, which for some reflects the real tension between the two currents of thought. This paper is designed to analyze this conflictual phenomenon and the implication that may emerge thereof by using the Poststructural theory, which is the continuation of the structuralist theory of Levi-Strauss. What we mean by the Post-structural theory is that which is developed by Michel Foucault (d. 1984) where he speaks of the archeology of knowledge and the genealogy of power. In Foucault’s theory, the former is to do with the organization of documents, their classification, their distribution and management in an orderly manner so as to enable us to differentiate between which are relevant and which are not. This theory is also about describing the so-called relations among elements of social phenomena. The latter in the meantime is to do with the analysis of the historical relationship between power and discourse. It concerns with the analysis of the trajectories of a discourse and its practices, and its relationship with what he calls the regime of truth that claims to have the pseudonaturalistic and global implication. This theory deals with the mode of relationship between these two domains. Hence, while this paper is mainly concerned with the religious thought, it is inevitably related to the notion of politics and power.
Transformative Learning for Controversial History of G 30 S/PKI Hartono, Yudi; Huda, Khoirul
Paramita: Historical Studies Journal Vol 30, No 2 (2020): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v30i2.20510

Abstract

G 30 S/PKI is a controversial issue in Indonesian history and a sensitive material because of past traumatic memories. It is a challenge for history teachers in learning in schools. This research aims to analyze the controversial history material of the G30 S/PKI in history textbooks in school and formulate the learning concepts that are relevant for the controversial history. This type of research is qualitative with the content analysis. The data source is the history textbook and any other sources appropriate. The results show that in the Indonesian History Book for grade XII, 7 (seven) versions of the theory of the G30 S/PKI are presented. The various versions need to be integrated into the substance of the G30 S/PKI incident material so that it reflects the balance in the construction of the content with its arguments and weaknesses. In learning, the concept of transformative learning that is directed at historical didactics based on academic history is needed. History learning introduces educational content to build awareness of values. Students are actively involved through cooperative learning accompanied by exploration activities related to G 30 S/PKI material. Learning is directed at active historical thinking that opens an open dialogue. In this way, the teaching of controversial material history has the potential for character education (critical, analytical, objective, open-minded) that relies on internalization to minimize indoctrination. G 30 S/PKI merupakan isu kontroversial dalam pembelajaran sejarah Indonesia dan materi yang sensitif karena memori traumatik masa lalu. Hal tersebut menjadi tantangan bagi para guru sejarah dalam pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis materi sejarah kontroversial G 30 S/PKI dalam buku pelajaran sejarah di sekolah menengah atas dan  merumuskan konsep pembelajaran yang relevan untuk materi sejarah kontroversial. Jenis penelitian kualitatif dengan analisis isi. Sumber data berupa buku teks sejarah di sekolah dan sumber lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam buku Sejarah Indonesia SMA kelas XII Kurikulum 2013 dipaparkan 7 (tujuh) versi teori tentang G 30 S/PKI. Berbagai versi tersebut perlu diintegrasikan ke dalam substansi materi sehingga mencerminkan keseimbangan dalam konstruksi materinya dengan argumentasi dan kelemahan-kelemahannya. Dalam pembelajaran  diperlukan konsep pembelajaran transformatif yang diarahkan pada didaktik historis  berbasis historis akademik. Pembelajaran sejarah mengintroduksi muatan-muatan edukatif untuk membangun kesadaran nilai. Siswa terlibat aktif melalui pembelajaran kooperatif yang disertai kegiatan-kegiatan eskplorasi materi G 30 S/PKI. Pembelajaran diarahkan pada active historical thingking yang membuka dialog terbuka. Dengan cara demikian, pembelajaran sejarah materi kontroversial potensial bagi pendidikan karakter (kritis, analitis, objektif, terbuka) yang bertumpu pada internalisasi untuk meminimaliasasi indoktrinasi. 
INTERAKSI SOSIAL SUKU SAMIN DENGAN MASYARAKAT SEKITAR (STUDI DI DUSUN JEPANG DESA MARGOMULYO KECAMATAN MARGOMULYO KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN 1990-2012) Wibowo, Anjar Mukti; Huda, Khoirul
Jurnal Agasthia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk interaksi sosial Suku Samin dengan Masyarakat Sekitar di Dusun Jepang Desa Margomulyo Kecamatam Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Tahun 1990-2012. Adapun bentuk dari penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang datanya menekankan pada kondisi obyek yang alamiah untuk memahami dan menafsirkan makna peristiwa hubungan interaksi pola tingkah laku, dan tidak ada rekayasa dalam aktifitas tersebut saat penelitian berlangsung. Pengambilan data melalui sumber data primer diperoleh dari wawancara dengan informan, dan sumber data sekunder diperoleh dari dokumen Desa Margomulyo, dokumen sejarah Samin dan bahan kepustakaan maupun jurnal ilmiah. Validasi yang digunakan yaitu validasi sumber dan teknik. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa keberadaan masyarakat Samin telah mengalami transisi dari tradisional menuju masyarakat modern, dan terwujud dalam bentuk interaksi asosiatif dan disosiatif. Bentuk asosiatif berupa kerjasama seperti gotong royong, musyawarah, dan membantu ketika ada yang memerlukan. Bentuk disosiatif yakni konflik seperti terjadi kesalahpahaman misalnya ada kecemburuan sosial ketika adanya bantuan dari pemerintah pusat yang terkadang membuat kedua belah pihak ada rasa iri. Selain itu pengaruh yang terjadi bersifat positif maupun negatif, bagi Samin perubahan positif seperti gaya hidupnya dan pola/cara berpikir yang modern, sedangkan pengaruh negatif yaitu tradisi dan budaya Samin mulai sedikit terkikis dan ditinggalkan. Bagi masyarakat akan mengetahui karakter orang Samin dan dalam berkomunikasi terkadang mereka berhati-hati, sebab orang Samin mudah tersinggung serta nilai Saminisme yaitu kejujuran juga sedikit terbawa dalam kehidupan masyarakat saat ini.Kata Kunci : Interaksi Sosial, Suku Samin, Masyarakat
ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA JARINGAN INTERNET DI PERGURUAN TINGGI SE KOTA SURAKARTA Huda, Khoirul; Susilo, Dahlan; Saputro, Firdhaus Hari
JURNAL GAUNG INFORMATIKA Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Gaung Informatika Vol.6 No. 2 Tahun 2013
Publisher : JURNAL GAUNG INFORMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

he analysis result in college Surakarta shows that there is 42 college in evaluasi.dikti.go.id. Base on 42 colleges which are taken for sampling with confidenceinterval 70% , it results 9 colleges. The results of analysis shows that the user is quite satisfied with distribution scale 2.18. It is resulted from the simple linear regressionmodel Y= 2.0617+0.0025x. The constant 2.0617 means bandwidth is also still constant with the value 2.0617. The satisfaction of Coefficient value to ward the internet user is0.0025. It means that there is an each increasing bandwidth of internet user 1(kbps). Therefore, it causes 0.0025 satisfaction increasing value. The conclusion of thisresearch is bandwidth capacity that less than 145 kbps categories as quite satisfied, 180-460 kbps is satisfied and more 495 kbps is very satisfied. Mikrotik and proxy aremanagement bandwidth used in college at Surakarta.
PROBLEMATIKA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN ISLAM Huda, Khoirul
Jurnal Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2016.16.2.309-336

Abstract

Madrasah is a public educational institution distinctively Islamic. Since the issuance of  the decree of the Minister and Law No. 3 2/1989 on National Education System, the school is entrusted to manage the education and follow the success of  the 9-year compulsory education program. Although the school has held the same position with the public schools, but school achievement is still low. The focus of this paper is an internal problem which includes students, teachers, curriculum, resources and infra structure, and aims to determine the efforts under taken at MAN Rejotangan to overcome the problems faced in order to improve the quality of Islamic education. Research on this paper include descriptive study, based on a qualitative research approach, and review of field belongs to science education research, and if viewed from the place designated as a research field. These results indicate the existence of problems serious enough in MAN Rejotangan, which include educators, either quantitatively or qualitatively, the lack of government budget, input a low level, the source of funds and infrastructure is relatively in adequate, student interest low and parents are less concerned about the education, and the development of resources and infrastructures affordably.Kata Kunci: Problematika Madrasah, Pendidikan Islam, Mutu.
KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KEBERBAKATAN OLAHRAGA Huda, Khoirul
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 1 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk menemukan kebenaran tentang kerangka dasar kurikulum Sekolah Menengah Atas Keberbakatan Olahraga (2) Untuk menemukan kebenaran tentang struktur kurikulum Sekolah Menengah Atas Keberbakatan Olahraga. Lokasi penelitian di SMA Muhammadiyah 1 Klaten, SMA Negeri 1 Wonogiri, SMA Negeri 1 Slogohimo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada general.Hasil penelitian adalah (1) kerangka dasar kurikulum Sekolah Menengah Atas Keberbakatan Olahraga, mengacu pada Kurikulum 2013 baik secara filosofis maupun teoretis. (2) struktur kurikulum sekolah keberbakatan terdiri atas Kompetensi inti, Mata Pelajaran, Beban Belajar dan Evaluasi Pembelajaran.Kesimpulan bahwa SMA Keberbakatan Olahraga merupakan salah satu alternatif jalur pendidikan menengah yang diharapkan dapat memberikan peluang dan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik dan bakat olahraganya secara maksimal. SMA Keberbakatan Olahraga sebagai salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah dengan dukungan dari Pemerintah Daerah, serta kalangan akademisi dan Praktisi akan dapat berhasil, apabila seluruh kalangan dapat bersinergi secara positif mendukung kebijakan dan implementasi kurikulum SMA Keberbakatan Olahraga.
Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum di Sekolah Menengah atas Keberbakatan Olahraga Huda, Khoirul; Kristiyanto, Agus; Doewes, Muchsin
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 1 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v6i1.9688

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk menemukan kebenaran tentang kerangka dasar kurikulum Sekolah Menengah Atas Keberbakatan Olahraga (2) Untuk menemukan kebenaran tentang struktur kurikulum Sekolah Menengah Atas Keberbakatan Olahraga. Lokasi penelitian di SMA Muhammadiyah 1 Klaten, SMA Negeri 1 Wonogiri, SMA Negeri 1 Slogohimo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada general. Hasil penelitian adalah (1) kerangka dasar kurikulum Sekolah Menengah Atas Keberbakatan Olahraga, mengacu pada Kurikulum 2013 baik secara filosofis maupun teoretis. (2) struktur kurikulum sekolah keberbakatan terdiri atas Kompetensi inti, Mata Pelajaran, Beban Belajar dan Evaluasi Pembelajaran. Kesimpulan bahwa SMA Keberbakatan Olahraga merupakan salah satu alternatif jalur pendidikan menengah yang diharapkan dapat memberikan peluang dan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik dan bakat olahraganya secara maksimal. SMA Keberbakatan Olahraga sebagai salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah dengan dukungan dari Pemerintah Daerah, serta kalangan akademisi dan Praktisi akan dapat berhasil, apabila seluruh kalangan dapat bersinergi secara positif mendukung kebijakan dan implementasi kurikulum SMA Keberbakatan Olahraga. 
PEMANFATAN WEBSITE (BUSUU.COM) SEBAGAI MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB huda, khoirul
An Nabighoh Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Bahasa Arab Vol 19 No 2 (2017): Jurnal An-Nabighoh
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.264 KB) | DOI: 10.32332/an-nabighoh.v19i2.1004

Abstract

The Internet is a service that makes it easy to add insight, communication, and also make it easier to find a material that is difficult to find real. Internet media is no longer merely a medium of communication, but also as an important part of the world of business, industry, education and social relations. One of the web-based internet sites that are developing at this time and interested everyone is the utilization of Multimedia in the form of website. This research uses a qualitative approach because the problem in this research is holistic, considering there are many things that need to be explored in Busuu.com website so that the researcher needs to deepen it so that this research succeed to get explanation, pattern or model of website based learning as shown by Busuu.com. This site is widely used by some people as a medium of learning language materials because it has an interactive power in studying and mastering two foreign languages ​​such as Arabic and English.
PEMBERDAYAAN PENYANDANG KUSTA DI KECAMATAN PADAS DAN KECAMATAN GENENG KABUPATEN NGAWI ., Budiono; Huda, Khoirul
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.308 KB) | DOI: 10.24269/adi.v2i1.609

Abstract

Dalam masyarakat masih terdapat sekelompok kecil orang yang berstatus penyandang kusta. Predikat penyandang kusta yang melekat pada penderita, kerap menimbulkan persoalan psikologis, sosial dan ekonomi dalam menjalankan perannya hidup di lingkungan masyarakat. Permasalahan-permasalahan psikiologis yang sering kali menghinggapi para penyandang kusta antara lain; rasa kecewa, takut, malu, tidak percaya diri, merasa tidak berguna, hingga kekhawatiran akan dikucilkan. Hal ini diperkuat dengan opini masyarakat yang menyebabkan penderita kusta dan keluarganya dijauhi bahkan dikucilkan oleh masyarakat. Berdasarkan data dari Puskesmas Padas jumlah penderita kusta di Kecamatan Padas ada 50 orang. Sedangkan jumlah penyandang kusta di Geneng ada 20 orang. Metode pelaksanaan dalam IbM ini adalah (a) Pelatihan Ketrampilan Sosial dengan program kegiatan seperti pelatihan motivasi, bimbingan dan konseling problem kepribadian (b) Penyuluhan peternakan dan perikanan dan pemberian bantuan modal kerja untuk peternakan kambing dan kolam ikan untuk budidaya ikan lele, dengan melibatkan dua kelompok 5 orang di kecamatan Padas dan 5 orang di kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi. Hasil pelaksanaan kegiatan IbM ini adalah pertama, pembuatan kolam ikan lele dengan melibatkan 5 orang penyandang Kusta di setiap kelompok mitra kecamatan Geneng dan Kecamatan Padas Ngawi dengan pertimbangan usia produktif. Kolam lele yang dibuat adalah model kolam ikan lele dari terpal dengan Lahan dibuat ukuran kurang lebih 2 x 4  meter dan menggunakan terpal berukuran 4 x 6 meter, Kedua, kegiatan pembelian kambing yang diberikan kepada penyandang Kusta di Kecamatan Geneng dan Kecamatan Padas sebagai bantuan modal ternak yang setiap masing-masing kelompok mitra diberi bantuan 4 (empat) ekor Kambing, Ketiga, Penyerahan bantuan, penyuluhann dan pendampingan kedua mitra tentang meningkatkan keterampilan sosial dan penyuluhan ternak kambing yang efektif dengan melibatkan tim, programer dan penyandang Kusta.