Sodiq A. Kuntoro
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ACfION RESEARCH: METODE PENGEMBANGAN DAN PARTISIPASI Sodiq A. Kuntoro
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1994,TH.XIV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.793 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.9127

Abstract

Banyak kritik yang ditujukan terhadap metode penelitiankonvensional yang bersifat teoretis sepihak, kurang dapatdigunakan secara dekat dengan pembuatan kebijaksanaan danpengembangan program-program. bersifat memisahkan, dominasi,dan opresif terhadap subjek yang diteliti. Metode penelitiansemacam ini tidak sesuai dengan pandangan humanistikmengenai pendidikan dan pembangunan.Action Research (penelitian aksi) muncul sebagaimetode pengem bangan komunitas lebih sesuai dengan pandanganpendidikiiln dan pembangunan yang humanistik. Dalampandangan humanistik pendidikan dan pembangunan meletakkansubjek sebagai pelaku aktif dalarn proses pendidikan ataupembangunan. Penelitian harus dipandang sarna dengan pendidikan,harus memperlakukan subjek yang diteliti sebagaisubjek yang aktif terlibat dalam proses penelitian terhadappcrmasalahan mcreka sendiri. Subjek yang diteJiti menjadipartisipan dalam proses penelitian yang bersama peneliti.akademisi melaksanakan kegiatan pengembangan dan penelitian.Penelitian aksi mengandung dua aspek. yaitu peng€."lloJangankomunitas dan partisipasi anggota komunitas dalam melaksanakanpembangunan.Dengan metode penelitian aksi mak.a subjek yangditeJiti akan memperoleh manfaat secara langsung dari prosespenelitian dan hasilnya. proses penelitian menjadi prosespendidikan bagi mereka dan hasilnya lebih langsung terkait.dengan pemecahan masalah konkrit yang dihadapi sehinggadapat langsung meningkatkan kondisi kehidupan mereka.Penelitian aksi dapat dHakukan bagi pengembanganmasyarakatsecara makro. maupun bagi lembaga atauorganisasi secara mikro. Penelitian aksi dapat meningkatkankemampuan subjek yang diteliti menjadi penghasil Hmupengetahuan sehingga mereka bukan sekedar sebagai pelaksanadari . teori yang diberikan oleh orang lain di luar praktikyang dilakukan.
PENGEMBANGAN MASYARAKAT BELAJAR DALAM KERANGKAPEMBANGUNAN Sodiq A. Kuntoro
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1997,TH.XVI
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v1i1.9223

Abstract

Dalam kerangka pembangunan nasional baik ekonomi, sosial, politik, danbudaya semakin disadari pentingnya melaksanakan pendidikan untuk semua (eduactionfor al1) terutama bagi negara-negara berkembang. Masalah-masalah kemiskinan,kebodohan, dan keterbelakangan yang masih banyak dihadapi akan segera dapat diatasiapabila strategi pendidikan untuk semua dapat dilaksanakan. Dengan pelaksanaanpendidikan bagi semua mllka diharapkan tertentuknya masyarakat belajar (learningsociety), yang merupakan kondisi dasar bagi pencapaian tujuan pembangunan nasionaldan derajat kemanusiaan yang lebih tinggi.Situasi masyarakat dunia yang semakin bersaing, pef1Jbahan yang sangat cepatdalam lapangan kerja, kesempatan yang lebih besar tetapi juga bahaya dan ancamanyang lebih besar mendorong diperlukan pembentukan masyarakat belajar.Pembentukan masyarakat belajar di samping sangat penting sebagai instrumen dasarbagi pencapaian kemajuan ekonomi dan politik, juga sangat penting bagi pengembanganmasy;lrakat yang bijak dan manusiawi._Bagi negara kita, pembentukan masyarakat belajar sudah memiliki modal yangkuat, dengan pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, serta pelaksanaanprogram pendidikan berkelanjutan di luar pendidikan sekolah. Keberhasilanpembangunan nasional kita juga merupakan faktor yang sangat penting bagi pendukungpembentukan masyarakat belajar. UUD 1945 Republik Indonesia yang mencantumkanpenghormatan pada kemerdekaan, persahabatan dan perdamaian dunia menjadi dasararah pengembangan masyarakat belajar, agar masyarakat belajar dapat membawa padakemakmuran, tetapi juga mengembangkan manusia yang bijak, membawa kemajuannasional maupun persahabatan dan perdamaian dunia.
Tinjauan Buku Secara Kritikal: ERICH FROMM: TO HAvE OR TO BE? Sodiq A. Kuntoro
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1991,TH.XI
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.204 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8777

Abstract

Buku yang ditulis oleh Erich Froinm,seorangahli psikoanalisisdengan judul: To Have or To Be?,inerupakan analisiskehidupanrriasyaratak industd y,mg' dipanc;lahg mengarahpada kehidupan yang kurang sehat. Ma~yarakat j:ndustri "dinegara Barat mengembangkan pola kehidlipanyang bersifathedonistik seolah-olah terus menerus mengejar kepuasansebagai kebutuhan memenuhi keinginanyapg.tida.k terbatas~Pengejaran kepuasan dari semua keinginari- bukan merupakankondisi yang baik bagi pengembangan manusia - yang sehatdan bukan juga jalan bagi kebahagiaan. Kenikmatan sebagaikepuasan suatu keinginan tidak dapat menjadi tujuan hidupkarena' kenikmatan semacam itu akandiikuti oleh -ketidaknikmatandan dengan demikian membuat manusia tetap jauhterhadap tujtian yang ingin dicapai.Masyarakat ihdustri yang kapitalistik cenderung men_dasarkan kehidupan pada konsumsi 'yang" rriaksimal. -Konsumsimaksimal ini tentu sajatidak ada batasnya. Sedang kemampuansumber alam untu-k dapat memJ;jerikan bahan kebutuhaninempunyai keterbatasan. Pengejaran konsumsi secara maksimalini akan mendorong pada terjadinya kerusakan lingkungan'hidup manusia, dan lebih jauh akah menghancurkan sendi,sendi-"keIangsunga,n hidup manusia:. Kebutuhan hldup' bukan'lagisebagai kebutuhan yang valid (bemir)objektif, -melainkanlebih cenderung menjadi kebutuhan dirasakan secara,iubjektyr.