Rudyanto Thayib
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI PENEMPATAN SECTIONALIZER PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV DI PENYULANG KELINGI UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN Antonius Hamdadi; Rudyanto Thayib; Azzahraninna Tryollinna
Jurnal Mikrotiga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.054 KB)

Abstract

Abstrak-Keandalan suatu sistem tenaga listrik dapat dinyatakan dengan indeks keandalan. Indeks keandalan yang digunakan yaitu SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) menyatakan frekuensi gangguan, SAIDI (System Average Interruption Duration Index) menyatakan lama gangguan, dan CAIDI (Costumer Average Interruption Duration Index) menyatakan lamanya gangguan pada pelanggan. Jurnal ini disusun dengan tujuan menentukan penempatan lokasi sectionalizer yang tepat pada jaringan distribusi untuk meningkatkan keandalan. Metode yang digunakan untuk penetapan lokasi sectionalizer di penyulang Kelingi adalah metode FMEA yang mengidentifikasikan dampak kegagalan suatu peralatan terhadap sistem. Hasil indeks keandalan sistem saat kondisi existing akan dibandingkan dengan setelah penempatan sectionalizer. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai keandalan penyulang Kelingi meningkat seperti nilai keandalan SAIFI pada section C1 meningkat sebesar 51,94%, section C2 meningkat sebesar 35,81%, dan section C3 meningkat sebesar 23,96%. Sedangkan nilai keandalan SAIDI pada section C1 meningkat sebesar 37,59%, section C2 meningkat sebesar 25,47%, dan section C3 meningkat sebesar 16,8%.Kata Kunci: keandalan, SAIFI, SAIDI, CAIDI, sectionalizer, FMEAAbstract-The reliability of the power system can be indicated by using reliability indices. The reliability indices which commonly used are SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) stated the frequency of interruption, SAIDI (System Average Interruption Duration Index) stated the duration of interruption, and CAIDI (Costumer Average Interruption Duration Index) stated the duration of interruption on customer. This paper is compiled with the purpose to determine the best placement of sectionalizer location in the distribution system to increase the reliability. The method, used to determine the location of sectionalizer in Kelingi feeder, was FMEA method which will identify the effect of failure from each component to the whole system. The result of the system reliability indices in existing condition will be compared with the result of system reliability indices after the placement of sectionalizer. Based on calculations, the reliability value in Kelingi feeder have increase such as SAIFI in section C1 increases about 51,94 %, section C2 increases about 35.81%, and section C3 increases about 23.96%. While SAIDI in section C1 increases about 37.59%, section C2 increases about 25.47%, and section C3 increases about 16.8%.Keywords. reliability, SAIFI, SAIDI, CAIDI, sectionalizer, FMEA
PERHITUNGAN LOSS OF LOAD PROBABILITY (PROBABILITAS KEHILANGAN BEBAN) SISTEM TENAGA LISTRIK DI PT.PUPUK SRIWIDJAJA Rudyanto Thayib; Rina Apriani
Jurnal Mikrotiga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.564 KB)

Abstract

Abstrak—Tingkat keandalan yang baik menentukan kelangsungan penyaluran tenaga listrik pada sistem tersebut. Ketersediaan daya yang kurang mencukupi akan mempengaruhi tingkat keandalan suatu sistem. Dalam menghitung keandalan, salah satu metode adalah metode Loss of Load Probability (probabilitas kehilangan beban). Loss of Load Probability adalah indeks level resiko dalam mengoperasikan sistem tenaga listrik. Tingkat keandalan yang tinggi dapat diperoleh dengan level resiko yang rendah atau kecil. Loss of Load Probability(LOLP) sistem tenaga listrik di PT.PUPUK SRIWIDJAJA (Pusri) pada saat ini sebesar 9 hari/tahun. Setelah Pusri-IIB menggantikan posisi Pusri-II LOLP sistem tenaga listriknya menjadi 7.03 hari/tahun. Bila saat gas turbine generator dengan kapasitas 21.5MW sedang dalam perawatan atau pemeliharaan, LOLP pada sistem tenaga listrik menjadi sebesar 63.8 hari/tahun.Bila saat Steam Turbine Generator dengan kapasitas 20MW sedang dalam perawatan atau pemeliharaan, LOLP pada sistem tenaga listrik menjadi sebesar 73 hari/tahun.Bila saat Gas Turbine Generator dengan kapasitas 15MW sedang dalam perawatan atau pemeliharaan, LOLP pada sistem tenaga listrik menjadi sebesar 41.85 hari/tahun. Untuk mendapatkan indeks Loss of Load Probabilitymaksimal 1 hari/tahun maka dua buah steam turbine generator Pusri-IIB harus diperbesar menjadi 30MW.Kata Kunci: Loss of Load Probability, indeks keandalan, sistem tenaga listrik, probabilitas, kehilangan bebanAbstract—A good level of reliability power distribution determine the viability of the system. Insufficient power availability will affect the level of system reliability. In calculating the reliability, one of method is Loss of Load Probability method. Loss of Load Probability isthe risk level index in operating the electric power system. High degree of reliability can be obtained with a low risk level.Loss of Load Probability (LOLP) power systems in PT.Pupuk Sriwidjaja (Pusri) is currently 9 days / year. After Pusri-IIB replaced Pusri-II electrical power system, LOLP is 7,03 days / year. When the gas turbinegenerators with capacity 21.5MW is under maintenance, LOLP of the power system becomes 63.8 days / year. When the currentsteam turbine generators with capacity 20MW is under maintenance, LOLP of the power system will be 73 days / year.then at the timegas turbine generators with capacity 15mW is under maintenance, LOLP of the power system is 41.85 days / year. To get the Loss of Load Probability index up to 1 day / year, then two Steam Turbine Generators Pusri-IIB should be enlarged to 30MW.Keywords. Loss of Load Probability, reliability index, electric power systems, probability, loss of load
STUDI SKEMA PELEPASAN GENERATOR PADA FREKUENSI BERLEBIH SEBAGAI PENGAMAN UNIT PEMBANGKIT SUBSISTEM SUMBAGSEL Rudyanto Thayib; Yudha Prahara Gurun
Jurnal Mikrotiga Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.553 KB)

Abstract

Abstrak-Kontinuitas penyaluran tenaga listrik sangat dipengaruhi stabilitas pembangkit yang beroperasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi stabilitas pembangkit adalah nilai frekuensi. Pada kondisi operasi, nilai frekuensi dapat melewati batas tinggi ataupun kurang dari batas rendah. Salah satu langkah antisipasi ketidakstabilan frekuensi yang melewati batas tinggi adalah dengan menerapkan skema pelepasan generator dengan rele frekuensi lebih. Pelepasan generator dengan rele frekuensi lebih harus dapat mengakomodir berbagai jenis beban tenaga listrik, mulai dari hari kerja, hari libur, maupun hari libur nasional (hari khusus). Selain itu, penerapan skema ini harus dapat mengembalikan nilai frekuensi pada rentang yang masih memungkinkan pembangkit dapat beroperasi secara normal sesuai standar pada Aturan Jaringan PLN Sumatera.Kata Kunci: Frekuensi, GeneratorAbstract-The continuity electricity transfer very affected by operated plant stability. One of the factor that affect the plant stability is frequency value. In operation condition, frequency value can cross the maximum operation value or under the minimum operation value. The solution of anticipate unstable frequency that cross the maximum operation value is tripping generation with over frequency relay. Tripping generation with the frequency relay must accommodate the variety of electricity loads, there are weekday load, weekend load, national holiday load (specific days). Otherwise, this scheme must be deplete frequency value in the range that accommodate plant can operation in normal condition appropriate standard in grid code PLN Sumatera.Keywords. Frequency, Generation
ESTIMASI SUMBERDAYA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN LISTRIK DUSUN PULAU TIMUN, KABUPATEN LAHAT, PROVINSI SUMATERA SELATAN Rudyanto Thayib; Stevanus Nalendra; Elisabet D. Mayasari
Jurnal Geomine Vol 5, No 3 (2017): Edisi Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.695 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i3.145

Abstract

Sumatera Selatan memiliki wilayah perbukitan dengan potensi sungai yang dapat dikembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro-Hidro (PLTMH) cukup besar, dan areal permukiman di daerah tersebut sebagian besar mempunyai keterbatasan pada jaringan listrik. Sehubungan dengan kondisi seperti itu, perhitungan sumberdaya PLTMH dari potensi Sungai Air Mannaijau tentunya akan meningkatkan produktifitas dan/atau kesejahteraan masyarakat di Dusun Pulau Timun, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat. Penelitian ini berbasis deskriptif-observatif yaitu berdasar pada hasil pengukuran lapangan, kemudian dilakukan perhitungan di studio. Jadi berusaha melakukan pengukuran pada debit air menggunakan current meter, elevasi, diameter sungai, serta plotting di tiap perencanaan posisi ideal bagi pondasi konstruksi. Rancangan konstruksi pengairan yang akan diterapkan adalah intake dan bendungan pada elevasi 421,5 m, saluran pembawa (siring) di elevasi 421,5-420,5 m dengan slope 5o menuju bak penampung, bak penampung berada di elevasi 420,5 m, penstock akan menjatuhkan air ke arah power house dengan estimasi head 7 m. Perhitungan dilakukan untuk menganalisis potensi energi air hingga estimasi energi daya yang dihasilkan. PLTMH Pulau Timun mengoptimalkan debit aliran 2,55 m3/s dari lebar Sungai Air Mannaijau yang mencapai 7,5 m serta kedalamn sungai rata-rata 0,38 m. Berdasarkan data pengukuran hidrografi dan topografi tersebut, maka Sungai Air Mannaijau diestimasikan mampu mewujudkan potensi daya total pembangkit listrik sebesar 87,46 kW.