Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERMASALAHAN DAN SOLUSI KONSTRUKSI BALIHO DI BANJARMASIN Joni Irawan
POROS TEKNIK Vol. 4 No. 2 (2012)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir seluruh jalan di Kota Banjarmasin banyak sekali dipasang baliho-baliho yang digunakan untuk mengiklankan dan mempromosikan suatu produk. Bahkan juga digunakan untuk kampanye suatu partai politik dan kandidat kepala daerah. Baliho yang terpasang dengan bermacam-macam bentuk, model dan ukuran. Terkadang pemilik dan pihak yang terkait pada saat memasang baliho, hanya melihat dari segi keindahan tata kota dan artistik model baliho. Tetapi tidak memperhatikan dari segi kekuatan dan keamanan pengguna jalan disekitar baliho tersebut. Baliho yang ada dengan berbagai macam ukuran, dari ukuran kecil hingga terdapat baliho dengan ukuran besar yang dipasang melintang di jalan, yang biasa disebut bando, tetapi pada penelitian ini hanya meninjau perhitungan baliho dari ukuran 4x6 m sampai ukuran terbesar yaitu bando. Hal ini yang menjadi tujuan dari penelitian ini, yaitu meninjau konstruksi baliho yang ada di Kota Banjarmasin dari segi keamanan, baik dari ukuran rangka dan tiang yang terpasang, maupun konfigurasi pemasangan rangka dan tiang. Dari hasil tinjauan tersebut, akan dihasilkan koreksi hasil perhitungan terhadap konstruksi baiho. Apabila setelah dilakukan perhitungan ternyata konstruksi baliho tersebut tidak aman, maka akan dikeluarkan suatu rekomendasi perbaikan. Perbaikan yang dilakukan tidak harus dibongkar atau diganti konstruksi yang baru, tetapi tergantung dari hasil pengecekan terhadap tegangan yang terjadi pada konstruksi baliho tersebut. Perbaikan dilakukan dengan berbagai macam pilihan, bisa perkuatan rangka dengan penambahan profil yang baru atau perkuatan penambahan tiang disekitar tiang eksisting. Dengan perkuatan tersebut, konstruksi menjadi lebih kaku dan tegangan yang terjadi lebih kecil dari tegangan ijin. Sehingga pengguna jalan disekitar dan yang melintasi di bawah baliho akan menjadi aman dan nyaman.
Perbaikan Struktur Pelat Lantai Bangunan Pasar Tanjung Kabupaten Tabalong Joni Irawan; Ilhami Ilhami; M. Noor
POROS TEKNIK Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v8i1.379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beda media pendingin pada proses hardening pada kekerasan pegas daun. Proses penelitian adalah dengan jalan memanasan pegas daun sampai suhu didaerah atau diatas daerah kritis disusul dengan pendinginan yang cepat. Bila kadar karbon diketahui, suhu pemanasannya dapat dibaca dari diagram fasa besi-carbida . Akan tetapi bila komposisi baja tidak diketahui, perlu diadakan percobaan untuk mengetahui daerah pemanasannya. Cara yang terbaik ialah memanaskan dan mencelup beberapa potongan baja pada suhu tertentu disusul dengan pengujian kekerasan. Bila suhu yang tepat telah diperoleh akan terjadi perubahan dalam kekerasan dan sifat lainnya.Hardening dilakukan untuk memperoleh sifat tahan aus yang tinggi, kekuatan dan fatigue limit/ strength yang lebih baik, dan untuk mendapatkan kekerasan yang tinggi. Setelah dilakukan hardening langkah selanjutnya yaitu setelah didapat hasil kekerasan maka dapat dibandingkan hasil kekerasan dari empat sampel dan diambil atau kekerasan yang paling tinggi.Pengolahan data hasil penelitian dengan menggunakan analisa statistic ANOVA Sampel yang digunakan sebanyak 9 buah, untuk masing-masing media pendingin 3 sampel. Dari hasil pengolahan data tersebut terlihat bahwa Levene Statistik adalah 8,467 dengan nilai sig sebesar 0,018, yang berarti varian dari nilai kekerasan dalah sama. Sedangkan dengan melihat nilai F hitung sebesar 1,345 dengan nilai sig sebesar 0,329. Dengan hasil tesebut dimana F tabel sebesar 5,99 yaitu F hitung kecil dari F tabel bararti rata-rata nilai kekerasan setiap sistem adalah sama.Kesamaan Rata-rata dari nilai kekerasan adalah signifikan. Faktor yang mempengaruhi hasil karena kurangnya variasi sampel yang diteliti, dan pada proses perlakuan panas pegas daun
KEGAGALAN STRUKTUR DAN PENANGANANNYA Joni Irawan
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 12 No 2 (2012)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan yang terdapat di Banjarmasin dan sekitarnya, umumnya menggunakan sistem panggung. Sesuai dengan peraturan daerah Kota Banjarmasin, yang mengharuskan ba-ngunan-bangunan menggunakan sistem panggung. Hal tersebut bertujuan agar kebera-daan bangunan tidak mengganggu aliran air. Apabila bangunan tersebut menggunakan sistem panggung, maka di bawah bangunan terdapat ruang yang kosong. Ruang kosong tersebut mengakibatkan kolom bawah tanpa pengaku dinding, sehingga diperlukan sloof sebagai pengaku struktur bawah. Sloof hanya berfungsi untuk menahan beban lateral yang diakibatkan oleh tekanan tanah sekitar bangunan. Pada penelitian ini, menggunakan kasus bangunan yang retak pada dinding bangunan dengan lebar retak 2 cm. Pengumpulan data berdasarkan hasil pengamatan langsung dan gambar rencana dari konsultan perencana. Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi bangunan, ternyata pada struktur bawah ba-ngunan tersebut tidak mengunakan sloof, serta dimensi yang terpasang mempunyai ukuran yang sangat kecil dengan konfigurasi yang tidak monolit. Setelah mengetahui semua data yang terpasang pada bangunan, kemudian dimodelkan dengan menggunakan software komputer. Pemodelan dibuat dua macam, model asli se-suai kondisi eksisting dan model dengan beberapa alternatif penanganan. Permodelan model eksisting menunjukkan hasil bahwa displement pada bangunan atas melebihi nilai toleransi. Hal tersebut disebabkan oleh tidak adanya sloof pada bangunan bawah, dimensi balok dan kolom baja yang terpasang sangat kecil, serta posisi kolom tidak sentris sampai ke bangunan bawah. Setelah ditambahi dengan sloof dan penambahan balok serta kolom, displacement pada bangunan menjadi berkurang, masih dalam batas toleransi dan tegangan yang terjadi pada profil baja tidak overstress, tidak melebihi tegangan ijin.
RANCANG BANGUN WEBSITE SEBAGAI MEDIA INFORMASI DAN SUMBER BELAJAR UNTUK RUMAH TAHFIDZ QUR’AN AL HASAN BANJARARU Mitra Yadiannur; Prima Yudhi Alamsyah; Rahmah Rahmah; Rahma Pitria Ningsih; Sulaiman Sulaiman; Joni Irawan
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 10 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i10.886

Abstract

Pada era digitalisasi saat ini, penggunaan teknologi informasi menjadi salah satu yang sangat penting dan penunjang kebutuhan kebutuhan dan kehidupan manusia. Adanya bantuan teknologi informasi, penyampaian informasi dan kegiatan pemasaran lebih mudah dilakukan, tanpa terbatas waktu ataupun tempat, termasuk didalamnya dalam hal penghematan biaya. Salah satu pemanfaatan teknologi yang penting untuk lembaga adalah website. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan mitra Yayasan Islam Baderi Hasan Pada Rumah Tahfidz Qur’an Al-Hasan di Banjarbaru. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah bahwa rumah tahfidz Qur’an belum memiliki website, dan saat ini hanya memiliki Instagram sebagai media promosi dan media penyebar informasi. Adapun metode pelaksanaan pengabdian ini meliputi membangun komunikasi dengan mitra, merancang website, memberikan pendampingan dan pelatihan penggunaan website, dan implementasi website rumah tahfidz. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini direncanakan maksimal selama 6 bulan. kegiatan pengabdian berjalan dengan baik dan lancar, hal ini dikarenakan antusiasme peserta pengabdian dan support dari yayasan rumah tahfidz qur’an al-hasan.
BANTUAN DESAIN FONDASI MINIPILE MASJID KAPAL MUNZALAN BANJARBARU Yusti Yudiawati; Joni Irawan; Akhmad Marzuki; Ahmad Norhadi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.31905

Abstract

Munzalan Ship Mosque in Banjarbaru is one of the branches of many Munzalan Ship Mosques which is found in various cities in Indonesia. This mosque is planned to have a four-story structure shaped similar to a ship and purple colored. The absence of experts in conducting soil investigations and foundation designing is the motivation for providing related services which will be used to fulfill one of the requirements for Building Approval (PBG) and Functional Conditions (SLF) by the Banjarbaru Government. The soil investigation was conducted in the form of a Cone Penetration Test (CPT) at 2 (two) locations, where the hard soil layer was found at a depth of 17 – 18 meters, so the foundation used was planned to be a rectangular minipile foundation with the dimension of 25 cm x 25 cm and a depth of 18 meters. The planned single pile load capacity is 255.48 tons and 291.54 tons. The resulting foundation requirements are 1 (one) pile at 11 joints, 2 (two) piles at 18 joints, and 3 (three) piles at 9 joints. Control calculations of the axial force of the structure show that the number of planned piles can support the load of the structure above it with SF > 1. Foundation design planning assistance facilitates the process of obtaining an optimal and efficient minipile foundation design. The surrounding community, management, and construction committee of the Kapal Munzalan Mosque gained knowledge and understanding of the building foundation design process.  ---  Masjid Kapal Munzalan Banjarbaru merupakan cabang dari Masjid Kapal Munzalan yang terdapat di berbagai kota di Indonesia. Masjid ini direncanakaan memiliki struktur setinggi empat lantai berbentuk menyerupai kapal dan bernuansa warna ungu. Tidak adanya tenaga ahli dalam pelaksanaan penyelidikan tanah dan perencanaan fondasi menjadi motivasi dalam memberikan pengabdian berupa penyelidikan tanah dan perencanaan fondasi yang akan digunakan untuk memenuhi salah satu persyaratan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Syarat Layak Fungsi (SLF) oleh pihak Kota Banjarbaru. Penyelidikan tanah berupa Cone Penetration Test (CPT)/Sondir pada 2 (dua) titik dengan lapisan tanah keras pada kedalaman 17 m – 18 m. Direncanakan menggunakan minipile 25 cm x 25 cm sedalam 18 m. Diperoleh daya dukung tiang tunggal rencana sebesar 255,48 ton dan 291,54 ton. Dihasilkan kebutuhan fondasi tiang sebanyak 1 (satu) buah tiang pada 11 joint, 2 (dua) buah tiang pada 18 joint, dan 3 (tiga) buah tiang pada 9 joint. Perhitungan kontrol terhadap gaya aksial struktur menunjukkan jumlah tiang rencana mampu menopang beban struktur di atasnya denagn SF > 1. Bantuan perencanaan desain pondasi memperlancar proses mendapatkan desain fondasi minipile yang optimal dan efisien. Masyarakat sekitar, Pengurus dan Panitia Pembangunan Masjid Kapal Munzalan mendapatkan pengetahuan dan pemahaman proses desain fondasi bangunan.