Reynata Adhiasari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH ASAP CAIR BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP VIABILITAS STAPHYLOCOCCUS AUREUS Reynata Adhiasari; Oedijani Santoso; V. Rizke Ciptaningtyas
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.898 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23372

Abstract

Latar Belakang : Plak gigi terbentuk melalui tiga tahap, yaitu proses pembentukkan pellicle, kolonisasi primer, serta kolonisasi sekunder dan maturasi. Apabila dibiarkan, plak gigi dapat menyebabkan gingivitis dan periodontitis. Salah satu bakteri yang dapat melakukan kolonisasi pada pellicle gigi adalah Staphylococcus aureus. Disamping itu, Staphylococcus aureus juga dapat memperberat kejadian periodontitis dengan masuk ke dalam periodontal pocket yang terbentuk karena adanya kedalaman sulkus gingiva yang tidak normal. Peneliti menggunakan asap cair berbagai konsentrasi untuk mengetahui Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kandungan fenol, asam asetat, dan karbonil diharapkan mampu menghambat maupun membunuh bakteri ini. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian asap cair berbagai konsentrasi terhadap viabilitas Staphylococcus aureus. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan post test only control group design. Sampel yang digunakan adalah bakteri Staphylococcus aureus yang diberi perlakuan menggunakan lima macam konsentrasi asap cair (100%, 50%, 25%, 12,5%, dan 6,25%) dan dilakukan pengulangan sebanyak lima kali untuk masing-masing konsentrasi. Analisis data yang dilakukan adalah Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil : Uji Kruskal Wallis pada analisis data KHM menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p=0,000), begitu pula pada analisis data KBM (p=0,000). Selanjutnya dilakukan uji Mann Whitney yang menyatakan bahwa terdapat signifikansi pada kelompok P3 (25%) untuk uji KHM dan pada kelompok P2 (50%) untuk uji KBM. Kesimpulan : Nilai Kadar Hambat Minimum (KHM) asap cair terhadap Staphylococcus aureus adalah 25%, sementara nilai Kadar Bunuh Minimum (KBM) asap cair terhadap bakteri ini adalah 50%.Kata Kunci : Asap cair, Staphylococcus aureus, Plak, KHM, KBM