Herry Setiawan
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Supervisi Klinis Model Proctor dalam Peningkatan Kualitas Perawatan Selama Prosedur Intravena Herry Setiawan; Tri Hartiti; Muhamad Rofi’i
Dunia Keperawatan Vol 6, No 2 (2018): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 6 NOMOR 2, SEPTEMBER 2018
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.393 KB) | DOI: 10.20527/dk.v6i2.5152

Abstract

ABSTRAKKejadian flebitis yang tinggi mencerminkan rendahnya mutu pelayanan keperawatan dalam hal pencegahan dan pengendalian infeksi. Flebitis tinggi disebabkan oleh faktor biologis yaitu perawatan selama prosedur intravena. Kualitas perawatan selama prosedur intravena dipengaruhi oleh kemampuan supervisor ruangan dalam melaksanakan supervisi klinis. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh supervisi klinis Model Proctor terhadap kualitas perawatan selama prosedur intravena di RSUD Ulin Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan quasy experimental dengan desain penelitian pre-post test with control group dengan jumlah sampel 68 responden diambil dengan teknik sampel non probability sampling terbagi dalam kelompok intervensi dan kontrol. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh supervisi klinis Model Proctor terhadap kualitas perawatan selama prosedur intravena dengan nilai p=< 0,000. Terdapat pengaruh supervisi klinis Model Proctor terhadap kualitas perawatan selama prosedur intravena di RSUD Ulin Banjarmasin. ABSTRACTHigh phlebitis events reflected low quality of nursing care in terms of infection prevention and control. High phlebitis caused by a biological factor of treatment during an intravenous procedure. The quality of care during intravenous procedures has influenced by the ability of the supervisor to perform clinical supervision. The purpose of this research is to know the influence of clinical supervision Proctor model on the quality of treatment during intravenous procedure at Ulin General Hospital Banjarmasin. The research method used quasy experimental with pre-post research design with control group with total sample 68 responden taken with sample technique non probability sampling divided into group of intervention and control. The results obtained in this study were the influence of clinical supervision of Proctor Model on the quality of care during intravenous procedure with p = <0.000. There is an influence of the Proctor Model's clinical supervision on the quality of care during the intravenous procedure at Ulin General Hospital Banjarmasin.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kualitas Tidur pada Santriwati Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Siti Sofiah; Kurnia Rachmawati; Herry Setiawan
Dunia Keperawatan Vol 8, No 1 (2020): MARCH 2020
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.594 KB) | DOI: 10.20527/dk.v8i1.7255

Abstract

Sebagian besar remaja mengalami permasalahan pada kualitas tidurnya yang disebabkan oleh kelelahan akibat dari aktivitas fisik yang tidak teratur. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui apakah ada hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada santriwati Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri. Survei analitik merupakan rancangan penelitian ini dengan menggunakan pendekatan cross sectional sebagai desain penelitian. Populasi penelitian sebanyak 484 santriwati. Cluster random sampling yaitu teknik dimana digunakan dalam pengambilan sampel sehingga didapatkan 243 responden. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan (p-value= 0,384 >0,05) bahwa tidak terdapat hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada santriwati Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Martapura. Terdapat beberapa faktor dimana bisa memengaruhi kualitas tidur, sehingga faktor aktivitas fisik tidak dapat menjadi faktor tunggal untuk penyebab permasalahan dalam kualitas tidur.