Dwi Ratna Sari
Departemen Administrasi Publik

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANAJEMEN RISIKO BENCANA DALAM DESA TANGGUH BENCANA DI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN PURWOREJO Dwi Ratna Sari; Tri Yuniningsih
Journal of Public Policy and Management Review Volume 9 Nomer 1 Tahun 2020
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.683 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v9i1.26139

Abstract

Kabupaten Purworejo berada pada peringkat ke 2 se Jawa Tengah dibawah Kabupaten Cilacap dalam indeks rawan adanya bencana dengan kelas tinggi. Masalah terkait kebencanaan merupakan sesuatu yang memerlukan penanganan khusus dan harus segera ditangani. Salah satu upaya yang dilakukan dalam pengurangan risiko bencana yaitu dengan membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) yang didalamnya masyarakat diberi pelatihanmengenai kebencanaan termasuk apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana sebelum BPBD datang. Kabupaten Purworejo membentuk Destana yang difokuskan pada penanggulangan bencana tsunami. Tjuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana pelaksanaan manajemen risiko bencana dalam Desa Tangguh Bencana yang dilakukan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo dan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor penghambat pada manajemen risiko bencana dalam desa tangguh bencana. Penelitian ini menggunakan tipe desktiptif melalui pendekatan kualitatif.hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen risiko bencana yang dilaksanakan oleh BPBD Kabupaten Purworejo belum maksimalkarena masih ditemukan kendala dalam beberapa kegiatannya seperti pada perencanaan penanggulangan bencana, pengurangan risiko bencana, pencegahan, analisis risiko bencana, serta pelatihan dan pendidikan. Sedangkan faktor yang menghambat terdiri dari kurangnya pelatihan serta pendidikan dan sistem komunikasi dan peringatan dini yang tidak memadai.