Setiyo Purwanto
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadyah Surakarta, Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANEMIA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK MALNUTRISI Zulaekah, Siti; Purwanto, Setiyo; Hidayati, Listyani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDi Indonesia masalah gizi kurang atau malnutrisi masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama. Masalah penelitian adalah apakah ada perbedaan pertumbuhan dan perkembangan antara anak malnutrisi yang anemia dan tidak anemia. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan pertumbuhan dan perkembangan antara anak malnutrisi yang anemia dan tidak anemia. Lokasi penelitian di Kelurahan Semanggi dan Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Data sosial ekonomi yang dikumpulkan adalah pendapatan keluarga ,umur ayah, umur ibu, dan jumlah anak. Data karakteristik anak meliputi kadar Hb anak, data pertumbuhan anak (berat badan, tinggi badan dan nilai Z-Score BB/U), dan perkembangan anak (motorik kasar, motorik halus, dan perkembangan bahasa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada anak malnutrisi sebesar 25%. Anak malnutrisi yang anemia mempunyai berat badan, tinggi badan, dan Z-Score BB/U yang lebih rendah dibandingkan dengan anak malnutrisi yang tidak anemia. Skor perkembangan motorik kasar, motorik halus, dan perkembangan bahasa anak malnutrisi yang anemia lebih rendah dibandingkan dengan anak yang tidak anemia. Simpulan penelitian, tidak terdapat beda nyata laju pertumbuhan dan tingkat perkembangan antara anak malnutrisi yang anemia dengan yang tidak anemia. In Indonesia, lack of nutrition or malnutrition remains one of the major public health prob-lems. Research problem was whether difference growth and development between malnutri-tion child with anemic and without anemic. The purpose to analyze the differences growth and development between malnutrition child with anemic and without anemic. Research location Semanggi and Sangkrah Village, Pasar Kliwon District, Surakarta City. Socio-eco-nomic data collected were family income, father’s age, mother’s age, and number of children. Data child characteristics include hemoglobin level of children, child growth data (weight, height, and the Z-Score value of W/A), and child development (gross motor, fine motor, and language development). The result showed that the prevalence of anemia in malnourished children as 25%. Child malnutrition anemia have weight, height, and Z-Score W/A lower than the malnourished children without anemic. Score gross motor development, fine mo-tor, and language development child malnutrition with anemic lower than children without anemic. The conclusions, there was no significant growth and development difference of malnutrition children with anemic or not.
EFEKTIVITAS BRAIN GYM DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR PADA ANAK Nuryana, Aryati; Purwanto, Setiyo
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Brain Gym dalam meningkatkan konsentrasi belajar pada anak. Anak seringkali harus bergelut dengan agenda pembelajaran tidak hanya ketika di lingkungan sekolah tetapi juga di rumah. Dengan memaksakan otak untuk bekerja sangat keras maka akan terjadi ketidakseimbangan dalam otak antara otak kanan dan otak kiri, juga dapat menyebabkan kelelahan pada otak sehingga konsentrasi dalam belajar anak menjadi menurun. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Serengan I, No.70 Surakarta yang berumur 10 tahun. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Cluster Random Sampling dengan subjek sebanyak 76 orang dengan perincian subjek untuk try out 37 orang dan untuk penelitian 39 orang. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan tes konsentrasi anak. Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik non parametrik uji Mann Whitney U-Test. Diperoleh  nilai sebesar U= 80,000 p= 0.002 (p< 0.05). Nilai rata-rata gainscore konsentrasi belajar subjek pada kelompok eksperimen sebesar 25.50 sedangkan nilai rata-rata gainscore subjek pada kelompok kontrol sebesar 14.21. Nilai rata-rata ini dapat diinter- pretasi bahwa ada perbedaan atau selisih rata-rata pada hasil nilai kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Artinya pemberian Brain Gym sangat efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar pada anak.
Transcendental Experiences Pada Dzikir “Patrap” Sebuah Tinjauan Psikologi Transpersonal Purwanto, Setiyo
Indigenous Vol. 7, No. 2, November 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4644

Abstract

Dalam tinjauan psikologi Transpersonal dzikir merupakan salah satu dari bentuk meditasi transcendental. Patrap adalah sebuah metode yang digunakan sebagai dasar dasar pada praktek dzikir, yang dikembangkan oleh ustad Abu Sangkan berdasarkan pengalaman pribadinya. Metode patrap merupakan dzikir sekaligus meditasi transcedental yang ditandai dengan proses mengkonsentrasikan pada objek pikir Allah, penguasaan alam yang meliputi sagala sesuatu secara intens dan tidak terputus. Efek yang paling sering dialami oleh peserta dzikir patrap adalah munculnya kondisi tenang. Pernafasan berjalan dengan lebih lambat, badan menjadi rileks dan beberapa dari mereka dapat merasakan keheningan yang sangat dalam. Selain itu, mereka mendapatkan sensasi yang menyatu dengan alam dan muncul kesadaran bahwa Allah itu ada dan Allah itu satu dan ada dimana-mana. Inilah cosmic consciousness yang merupakan pengalaman yang banyak dialami oleh mereka yang melakukan meditasi seperti yang dijelaskan oleh Tart dalam psikologi Transpersonal sebagai transedental experience. 
Gambaran Karakteristik Anak dan Karakteristik Keluarga Anak Malnutrisi di Wilayah Perkotaan Kota Surakarta Hidayati, Listyani; Purwanto, Setiyo; Zulaekah, Siti
Jurnal Penelitian Sains Teknologi Volume 13, No. 1, April 2012
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malnutrisi merupakan masalah utama yang menimpa anak-anak didunia, yang membahayakan baik bagi anak-anak tersebut maupunnegara. Beberapa akar permasalahan malnutrisi adalah kemiskinan,tingkat pendidikan yang rendah, serta rendahnya akses ke pusat-pusatpelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuigambaran karakteristik anak dan karakteristik keluarga anakmalnutrisi di kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta. Jenis penelitianini adalah penelitian observasional dengan pendekatan crossectional.Populasi pada penelitian ini yaitu anak batita yang mengalamimalnutrisi atau beresiko malnutrisi. Hasil penelitian menunjukkanbahwa lokasi penelitian merupakan wilayah padat penduduk dengantingkat ekonomi berada pada tingkat ekonomi yang rendah. Pola makandan pola asuh ibu terhadap anak di wilayah ini masih kurang baik..Selain itu rata-rata tingkat konsumsi energi, vitamin C, besi dan senganak tidak baik, sedangkan tingkat konsumsi protein dan vitamin Aanak sudah baik. Hasil pemeriksaan menunjukkan 25 % anak malnutrisimenderita anemia dan frekuensi sakit pada anak malnutrisi masihsering terutama frekuensi batuk pilek.
ANEMIA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK MALNUTRISI Zulaekah, Siti; Purwanto, Setiyo; Hidayati, Listyani
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v9i2.2837

Abstract

AbstrakDi Indonesia masalah gizi kurang atau malnutrisi masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama. Masalah penelitian adalah apakah ada perbedaan pertumbuhan dan perkembangan antara anak malnutrisi yang anemia dan tidak anemia. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan pertumbuhan dan perkembangan antara anak malnutrisi yang anemia dan tidak anemia. Lokasi penelitian di Kelurahan Semanggi dan Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Data sosial ekonomi yang dikumpulkan adalah pendapatan keluarga ,umur ayah, umur ibu, dan jumlah anak. Data karakteristik anak meliputi kadar Hb anak, data pertumbuhan anak (berat badan, tinggi badan dan nilai Z-Score BB/U), dan perkembangan anak (motorik kasar, motorik halus, dan perkembangan bahasa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada anak malnutrisi sebesar 25%. Anak malnutrisi yang anemia mempunyai berat badan, tinggi badan, dan Z-Score BB/U yang lebih rendah dibandingkan dengan anak malnutrisi yang tidak anemia. Skor perkembangan motorik kasar, motorik halus, dan perkembangan bahasa anak malnutrisi yang anemia lebih rendah dibandingkan dengan anak yang tidak anemia. Simpulan penelitian, tidak terdapat beda nyata laju pertumbuhan dan tingkat perkembangan antara anak malnutrisi yang anemia dengan yang tidak anemia. In Indonesia, lack of nutrition or malnutrition remains one of the major public health prob-lems. Research problem was whether difference growth and development between malnutri-tion child with anemic and without anemic. The purpose to analyze the differences growth and development between malnutrition child with anemic and without anemic. Research location Semanggi and Sangkrah Village, Pasar Kliwon District, Surakarta City. Socio-eco-nomic data collected were family income, father’s age, mother’s age, and number of children. Data child characteristics include hemoglobin level of children, child growth data (weight, height, and the Z-Score value of W/A), and child development (gross motor, fine motor, and language development). The result showed that the prevalence of anemia in malnourished children as 25%. Child malnutrition anemia have weight, height, and Z-Score W/A lower than the malnourished children without anemic. Score gross motor development, fine mo-tor, and language development child malnutrition with anemic lower than children without anemic. The conclusions, there was no significant growth and development difference of malnutrition children with anemic or not.
EFEKTIVITAS BRAIN GYM DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR PADA ANAK Nuryana, Aryati; Purwanto, Setiyo
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v12i1.1558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Brain Gym dalam meningkatkan konsentrasi belajar pada anak. Anak seringkali harus bergelut dengan agenda pembelajaran tidak hanya ketika di lingkungan sekolah tetapi juga di rumah. Dengan memaksakan otak untuk bekerja sangat keras maka akan terjadi ketidakseimbangan dalam otak antara otak kanan dan otak kiri, juga dapat menyebabkan kelelahan pada otak sehingga konsentrasi dalam belajar anak menjadi menurun. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Serengan I, No.70 Surakarta yang berumur 10 tahun. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Cluster Random Sampling dengan subjek sebanyak 76 orang dengan perincian subjek untuk try out 37 orang dan untuk penelitian 39 orang. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan tes konsentrasi anak. Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik non parametrik uji Mann Whitney U-Test. Diperoleh  nilai sebesar U= 80,000 p= 0.002 (p< 0.05). Nilai rata-rata gainscore konsentrasi belajar subjek pada kelompok eksperimen sebesar 25.50 sedangkan nilai rata-rata gainscore subjek pada kelompok kontrol sebesar 14.21. Nilai rata-rata ini dapat diinter- pretasi bahwa ada perbedaan atau selisih rata-rata pada hasil nilai kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Artinya pemberian Brain Gym sangat efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar pada anak.
Characteristics of Ultisols derived from basaltic andesite materials and their association with old volcanic landforms in Indonesia Purwanto, Setiyo; Gani, Rachmat Abdul; Suryani, Erna
SAINS TANAH - Journal of Soil Science and Agroclimatology Vol 17, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/stjssa.v17i2.38301

Abstract

The common problem with Ultisols is their low pH and soil fertility, with liming and fertilization being common solutions to overcome this problem; however, studies on Ultisol soil parent materials are still rare. This study aimed to examine the characteristics of Ultisols derived from andesite and basaltic andesite parent materials. In 2016–2017, five Ultisol pedons (P8, P9, P10, P11, and P15) were sampled from basaltic andesites and other associations. The five pedons consisted of 19 soil samples. The chemical and mineralogical properties of the soils were analyzed. It was found that the color of the basaltic andesite Ultisols varied from hue of 2.5 YR to 10 YR, with value of 3–5 and chroma of 2–8. The Ultisols derived from andesite/diorite (P8) were dominated by rock fragments (52–77%), while those derived from andesitic breccia (P9) were dominated by opaques (62–67%), those from basaltic andesite tuff/lava by weathering minerals (44–52%) and hydragilite (28–34%), those from basaltic andesite (P11) by quartz (48%) and (P15) by opaques (79–89%). The mineral reserves varied from very low (0–4%) in pedons P8, P9, P11, and P15 to very high (> 40%) in pedon P10. The results of this study are expected to be used as a guide for future agricultural development on Ultisols.