Ahmad Agus Setiawan
Magister Teknik Sistem, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Jl. Teknika Utara, No.3, Barek, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281, Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Evaluasi Komparatif Sistem Suplai Air Bersih Tenaga Listrik dengan Tenaga Surya di Daerah Terpencil (Studi Kasus di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul) Kumolosari, Eli; Setiawan, Ahmad Agus; Suryopratomo, Kutut
Teknofisika Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.815 KB)

Abstract

Sistem suplai air bersih tenaga listrik yang dibangun di Desa Mangunan belum pernah dilakukan evaluasi, sementara sistem ini diharapkan berkelanjutan. Di sisi lain, belum adanya kajian tentang kelebihan dan kekurangan sistem suplai air bersih tenaga listrik maupun surya menyebabkan beberapa kalangan ragu dalam menentukan sistem ketenagaan suplai air bersih bagi suatu kondisi tertentu. Sistem suplai air bersih di Desa Mangunan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air 102 orang. Debit air Goa Jamberomo adalah 87230,7 l/hari. Rata-rata konsumsi dengan data primer adalah 7691,9 l/hari dan perhitungan dengan asumsi minimal 30 liter adalah 4398,7 l/hari. Dari hasil itu dapat disimpulkan air sumber layak diangkat. Sistem ini menggunakan pompa submersible Shimizu SP-413 BIT. Titik operasi pompa pada debit 0,9 l/s dan head 40,4 m. Pipa yang digunakan dari sumber ke HU utama adalah HDPE 1,5” PN 16. Jika diumpamakan tenaga sistem tersebut diganti dengan surya, pompa yang sesuai adalah Lorentz PS 1800 C-SJ5-12. Daya yang dibutuhkan pompa untuk memompa air dengan debit 3,8 m3/jam dan head 40 m adalah 800 Wp. Untuk harga air, harga yang diterapkan lebih tinggi dari perhitungan. Dibandingkan dengan sistem suplai air bersih tenaga surya, untuk asumsi biaya pembangunan pinjaman, harga air sistem listrik lebih murah, namun dengan asumsi biaya pembangunan bantuan, harga air sistem listrik lebih mahal. Dari aspek sosial, sistem dibandingkan dengan sistem suplai ar bersih tenaga surya di Kecamatan Panggang. Umumnya, masyarakat puas dengan sistem, kecuali air yang berkapur di Dlingo dan kurangnya debit air di Panggang. Kedua sistem memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Penentuan sistem ketenagaan disesuaikan dengan kondisi lokasi serta tujuan pembangunan sistem tersebut.
Proyeksi Permintaan Listrik Sektor Rumah Tangga dengan Menggunakan Model End-Use Darmawan, Arif; Ridwan, Mohammad Kholid; Setiawan, Ahmad Agus
Teknofisika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.737 KB)

Abstract

Fokus kebijakan energi selama ini hanya memperhatikan sektor Supply Side Management (SSM), sedangkan penerapan konservasi energi Demand Side Management (DSM) belum dilakukan secara maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proyeksi permintaan energi listrik rumah tangga di Yogyakarta tahun 2010 hingga 2025 berdasarkan penggunaan peralatan listrik, pertumbuhan rumah tangga, serta penerapan konservasi pada peralatan listrik. Penelitian ini menggunakan metode yang disebut BUENAS (Bottom Up Energy Analysis System) dengan mengambil sampel 269 rumah tangga di Yogyakarta secara cluster random sampling. Data konsumsi peralatan listrik kemudian digunakan untuk memprediksi kebutuhan listrik kota Yogyakarta tahun 2010 hingga 2025 menggunakan perangkat lunak LEAP (Long range Energy Alternatives Planning System). Proyeksi yang dilakukan berdasarkan pendekatan end-use dan pendekatan trend dengan kecenderungan pertumbuhan jumlah rumah tangga.
Optimasi Desain Kompor Cangkang Kelapa Sawit Febriansyah, Hermawan; Setiawan, Ahmad Agus; Suryopratomo, Kutut
Teknofisika Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1343.47 KB)

Abstract

Cangkang kelapa sawit merupakan bagian paling keras pada komponen yang terdapat pada kelapa sawit. Dalam hasil penelitian sebelumnya, analisis dengan alat kalorimeter menunjukkan bahwa besar kalori yang ada dalam cangkang kelapa sawit mencapai 4362,894 kalori/gram. Pada penelitian ini dibuat kompor cangkang kelapa sawit Gama Stove. Kompor sebelumnya memiliki efisiensi 50%. Dari penelitian ini dilakukan pengujian kompor berdiameter ruang bakar 20 cm dengan variasi tinggi masing-masing 25 cm, 30 cm dan 35 cm atau disebut dalam penelitian ini dengan kompor 20x25, 20x30 dan 20x35. Pengujian dilakukan dalam 3 tahap, yaitu uji pendidihan air, uji suhu pembakaran dan uji laju gas pembakaran. Dalam pengujian, bukaan udara primer kompor divariasikan pada 50%, 75% dan 100%. Hasil pengujian kompor dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kinerja kompor dibanding kompor sebelumnya. Dari kinerja kompor berdasarkan dari segi efisiensi bahan bakar dan suhu pembakaran, kompor 20x25 bukaan 75% memiliki kinerja terbaik. Kinerja kompor tersebut ditunjukkan dengan : daya panas 4,3 KW, laju konsumsi bahan bakar 0,857 kg/jam, efisiensi 66,63%, suhu rata-rata pembakaran 682,590C dan laju gas pembakaran 1,29 m/s. Sedangkan, kompor 20x30 bukaan 100% memiliki kinerja terbaik berdasarkan dari segi efisiensi kompor dan updraft. Kinerja kompor tersebut ditunjukkan dengan : daya panas 5,07 kW, laju konsumsi bahan bakar 1 kg/jam, efisiensi 68,75%, suhu rata-rata pembakaran 664,75°C dan laju gas pembakaran 1.63 m/s.
PERKIRAAN KONSUMSI ENERGI LISTRIK 2013 HINGGA 2030 ACEH TAMIANG Purnama, Rahmad; Setiawan, Ahmad Agus; Suhanan, Suhanan
Angkasa: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Vol 7, No 2 (2015): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.63 KB)

Abstract

Aceh Tamiang is the province o f Aceh. The use of electrical energy is still not resolved in this case because of the lack of appropriate policies that can be taken because there is still no research how the amount of electrical energy consumption in Aceh Tamiang. the research method used is a model based approach to End Use of data population and households, the data GDP at constant prices, and consumption of electrical energy. All data is sourced from related agencies such as Bappeda Aceh Tamiang Data PLN Kuala Simpang branch. Forecasting electric energy consumption in Aceh on five sectors is the year 2013 was 48.8 GWh, while, in 2030 total energy consumption reached 76.5 GWh, this is an increase of 63.7 percent. The household sector accounted for the largest increase in consumption compared with other sectors for each year.
WIND ENERGY POTENTIAL OF GUNUNG KIDUL COASTAL AS A FUNCTION OF PROBABILITY DISTRIBUTION PH, Hendro; Setiawan, Ahmad Agus; Widyaparaga, Adhika
ASEAN Journal of Systems Engineering Vol 3, No 2 (2015): ASEAN Journal of Systems Engineering
Publisher : Master in Systems Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.51 KB)

Abstract

Gunung Kidul coastal is an area that has varying heights up to 250 meters above sea level, and dealing directly with the Indian Ocean. Based on the location of the height of the sea surface, with Logarithmic formulation of wind speed, Gunung Kidul coastal has a varying energy class. The method used is an analytical model of constant density atmospheric, assuming that the density of the air from sea level to the top of the atmosphere has a fixed value. Furthermore, the value of wind speed is used as a probability distribution function based on the data period of 24.5 years. The results of the average value of wind energy are grouped according to energy class. On the use of the Poisson probability distribution, the class of potential good of energy is reached at a height of over 450 meters above sea level. While the use of the Normal distribution and Weibull reach potential class good at 100 meters above sea level.
SKENARIO MANAJEMEN ENERGI RENDAH EMISI SEKTOR RUMAH TANGGA UNTUK MENGURANGI EMISI GAS CO2 DI KOTA SEMARANG Denis, Denis; Setiawan, Ahmad Agus; Sarwadi, Ahmad
Transmisi Vol 18, No 1 Januari (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.87 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.1.1-7

Abstract

Energi memiliki peranan yang sangat vital baik di sektor komersial, industri, transportasi, maupun rumah tangga. Dengan permasalahan energi di Indonesia yang sudah sangat begitu kompleks, fokus kebijakan selama ini hanya memperhatikan sektor Supply Side Management (SSM), sedangkan penerapan konservasi energi Demand Side Management (DSM) belum dilakukan secara maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proyeksi permintaan energi listrik rumah tangga di kota Semarang dari tahun 2015 sampai dengan 2025 (tahun kebijakan RUED) berdasarkan penggunaan peralatan listrik serta pertumbuhan rumah tangga, kemudian melakukan manajemen energi dengan menerapkan skenario penghematan pada peralatan listrik yang akan memperlihatkan dampak pengurangan emisi gas CO2 di kota Semarang. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Tongam Sihol Nababan yang berfokus kepada hubungan antara permintaan energi listrik pada sektor rumah tangga di kota Medan dengan kegiatan ekonomi yang mempengaruhi kesejahteraan ekonomi di daerah tersebut. Pada penelitian ini, fokus penelitian terletak pada manajemen energi yang dilakukan di sektor rumah tangga.    Hasil penelitian menunjukan kulkas mengkonsumsi energi terbesar diikuti dengan lampu, pompa air, komputer, rice cooker, AC, kompor, seterika dan kipas angin. Peningkatan efisiensi konsumsi energi listrik pada televisi mampu menurunkan tingkat emisi CO2 secara signifikan sebesar 15,2 ribu ton CO2 untuk televisi dan kulkas 68.2 ribu ton CO2 pada tahun 2025.
OPTIMASI PENJADWALAN PADA PEMBANGKIT DI JARINGAN 500 kV JAWA-BALI UNTUK MENGURANGI EMISI CO2 MENGGUNAKAN MATPOWER 5.0 Sutanto, Hadi; Haryono, Tarcisius; Setiawan, Ahmad Agus
Transmisi Vol 17, No 4 Oktober (2015): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.588 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.17.4.199-205

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu elemen penting dalam  menunjang pertumbuhan ekonomi. Kebutuhan energi listrik yang semakin besar dapat meningkatkan gas rumah kaca yang berakibat pada perubahan iklim secara global. Oleh sebab itu dibutuhkan sistem tenaga listrik yang dapat menekan emisi CO2. sistem tenaga listrik yang baik selain memperhatikan sektor ekonomis dan keandalan, juga harus memperhatikan dampak lingkungan..Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan sistem tenaga listrik 500 kV Jawa-Bali lebih ekonomis, andal dan berwawasan lingkungan. Dengan melakukan proses optimasi  penjadwalan pembangkit akan diperoleh sistem tenaga listrik 500 kV Jawa-Bali yang ekonomis, andal dan rendah emisi CO2. Faktor ekonomis, andal dan rendah emisi CO2 dapat diperoleh dari karakteristik biaya operasional, faktor penalti dan emisi CO2 tiap pembangkit listrik.  Simulasi ini akan dimodelkan dengan menggunakan software Matpower 5.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simulasi optimal sistem tenaga listrik 500 kV dapat mengurangi emisi sebesar 1.235,86 tCO2, mengurangi rugi-rugi daya (losses) sebesar 40,809 MW, dan mengurangi  biaya reduksi emisi CO2 sebesar Rp. 285.978.004,00-. Dengan demikian proses penjadwalan pembangkit perlu dilakukan dengan memperhatikan karakteristik biaya operasional, faktor penalti dan emisi CO2.   Kata kunci: optimasi penjadwalan pembangkit listrik, faktor penalti, emisi CO2,   Matpower 5.0