Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI AGES REPLACEMENT METHODS DALAM MENENTUKAN OPTIMASI PENJADWALAN PERAWATAN KENDARAAAN Ni Luh Putu hariastuti
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v11i1.389

Abstract

Adanya mobilitas masyarakat yang dewasa ini cukup tinggi, menjadikan fenomena tersebut sebagai sebuah peluang bisnis yang menjanjikan. Namun harus diperhatikan juga terkait dengan fasilitas yang disediakan merupakan fasilitas yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pihak pengguna. Disinilah diperlukan adanya jadwal perawatan fasilitas yang optimal sehingga fasilitas dalam hal ini adalah kendaraan dapat menjalankan fungsinya dengan baik, mengingat pengguna kendaraan (bus) adalah karyawan dengan sistem antar jemput setiap hari dan harus selalu tepat waktu. Berdasarkan penelitian dengan menggunakan Metode Age Replacement diperoleh bahwa Interval perawatanpencegahan yang optimal yang dapat dilakukan perusahaan adalah setiap 10 hari dengan tingkat keandalan mesin atau relihabilitas sebesar 62,172%. Sedangkan Waktu optimal perawatan pertahun dilakukan sebanyak 30 kali perawatan,dengan total biaya Rp. 1.340.175.743,31, lebih hemat sebesar 14,7% dibandingkan dengAN kondisi riil
APLIKASI MODEL HOUSE OF RISK (HOR) UNTUK MITIGASI RISIKO PADA SUPPLY CHAIN BAHAN BAKU KULIT Kristanto, Bayu Rizki; Hariastuti, Ni Luh Putu
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 13, No.2, Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam aktivitas supply chain selalu berpotensi untuk timbul risiko, oleh sebab itu manajemen risiko sangat diperlukan untuk penanganan risiko. Pada perusahaan yang memproduksi sepatu kulit seperti PT. Karyamitra Budisentosa, dalam aktivitas supply chain bahan baku kulit memiliki peluang untuk timbul risiko. Oleh sebab itu perlu dilakukan analisa risiko dan rancangan aksi mitigasi, untuk memitigasi risiko atau gangguan yang berpeluang timbul pada supply chain bahan baku kulit tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model house of risk yang terdiri dari 2 fase. Fase pertama yaitu pengidentifikasian risiko dan agen risiko, yang kemudian dilakukan pengukuran tingkat severity dan occurance serta perhitungan nilai aggregate risk priority (ARP). Fase kedua yaitu penanganan risiko. Setelah dilakukan penelitian diperoleh hasil bahwa terdapat 27 kejadian risiko dan 52 agen risiko. Terdapat 6 aksi mitigasi yang dapat digunakan, dengan harapan mampu memitigasi risiko pada supply chain bahan baku kulit.
PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN KEPADA PELANGGAN DI TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA Hariastuti, Ni Luh Putu; Ardiansyah, Dwi Rifki
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 12, No. 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To be able to retain its customer, PT Pelindo III Tanjung Perak Surabaya must serve and fulfill what is desired by prospective passengers so that they can maintain the loyalty of passengers who use the services. In this observation, there are 6 criterias that have servqual value below the average values (-0.03746). The first criteria is, the capacity of the waiting room (seats) is adequate (-0.16206), comfortable waiting room (-0.1500), security of luggage passengers (-0.08232), hygiene at Tanjung Perak harbor (-0.06160), giving attention to the grievances of passengers (-0.05896), and management responsiveness to complaints of passengers (-0.05040). This indicates that the port services are still not able to fulfill customer expectations. Method to solve this problem is using the TRIZ method. Results obtained from the analysis using TRIZ,that acquired  4 solutions given to the manager. The 4 solutions are division of task should be differentiated according to the places that exist in the passenger terminal, the process of measuring the quality of services they provide in a regularly and periodically, changes in physical conditions, especially the addition of a seat and air conditioning (central) or fan.
ANALISA KEPUASAN PELANGGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE CUSTOMER SATISFACTION INDEX (CSI) DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) Hariastuti, Niluh Putu; Umam, Risep Khairul
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.144 KB)

Abstract

Kepuasan dan kepercayaan pelanggan memang menjadi masalah yang paling dominan pada setiap unit usaha yang bergerak pada bidang jasa, akan tetapi proses untuk memenuhi kepuasan pelanggan tersebut tidaklah mudah. Karena, banyak faktor-faktor lain yang dapat berpengaruh dari tercapainya tingkat kepuasan pelanggan tersebut. Kualitas pelayanan yang diberikan akan menjadi salah satu faktor dominan yang menjadi pertimbangan konsumen terhadap tingkat kepuasan yang dirasakan. Melalui penelitian ini, penulis bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan customer OIS Photography terhadap pelayanan dan kinerja perusahaan yang sudah dirasakan serta menentukan kriteria-kriteria yang menjadi prioritas pelayanan. Dengan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen dan metode Importance Performance Analisys (IPA) untuk mengidentifikasi tingkat kepentingan setiap atribut pelayanan serta prioritas perbaikan yang harus dilakukan oleh OIS Photography. Berdasarkan hasil penelitian diketahui konsumen berjenis kelamin perempuan, konsumen berusia antara 21 hingga 30 tahun, konsumen dengan tingkat pendidikan terakhir Sarjana (S1, S2, S3) merupakan konsumen yang dominan. Tingkat kepuasan konsumen terhadap OIS Photography berdasarkan CSI adalah sebesar 74.19 %. Berdasarkan metode IPA terdapat 3 (tiga) atribut pada kuadran A yang menjadi atribut perbaikan yaitu Variasi pilihan jasa fotografi yang beragam, Masa tunggu hasil cetak foto yang tidak lama, Kemampuan karyawan dalam memahami keinginan konsumen. Kata kunci: Customer Satisfaction Index, Importance Performance Analysis.
PERBAIKAN KUALITAS PROSES PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN LEAN-SIGMA DI PT. AUTOKORINDO PRATAMA, GRESIK Hariastuti, Ni Luh Putu; Cahya, Rony Nur
Jurnal IPTEK Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.858 KB) | DOI: 10.31284/j.iptek.2016.v20i2.21

Abstract

PT. Autokorindo Pratama Gresik adalah sebagai salah satu produsen velg truck dan bus di Indonesia. Penelitian ini menitiberatkan pada penggabungan konsep lean manufactur dan konsep six sigma  yaitu lean sigma untuk memperbaiki kualitas. Tools lean sigma yang dipakai pada penelitian ini adalah Value Stream Mapping, pareto chart, fishbone diagram, dan Failure Mode and Effect Analysis. Dari hasil penelitian diperoleh waste terkritis yaitu waste defect, waste motion, dan transportation dan waste waiting pada proses produksi disc, rim, ring, assy, dan paint. Dalam penelitian ini jenis waste defect tertinggi adalah dimensi part tidak sesuai pada proses expanding yang terdapat pada proses produksi rim dengan jumlah defect 1900 unit. Dan waste transportation adalah jarak antara proses assy dengan proses paint sejauh 100 m. Dengan perbaikan ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan meminimalisasi terjadinya waste defect, waiting, motion, dan transportation.  Kata Kunci  : Waste, Lean Sigma,Value Stream Mapping, Pareto Chart, Fishbone Diagram, dan Failure Mode and Effect Analysis.
Analisis Perancangan Desain Produk Gadukan Guna Meningkatkan Daya Saing Industri Kecil Menengah Lukmandono, L.; Hariastuti, Ni Luh Putu
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 16, No. 1, Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v16i1.2596

Abstract

Kampung Gadukan Surabaya, is a center of the village featured products ladies fashion bags in East Java. Foreign products, especially from China,became a threat to SME won in both domestic market and export market. Variations in product design and affordable price of make imported products more in demand by the public. Increased competitiveness through the realization of the strategy of product diversification as a strategy that needs to be done in the SME businesses expand reviews their markets. Through a gap analysis to obtain customer satisfaction criteria and refers to the eight dimensions of product development, the resulting that there are 20 criteria in product attributes are important by consumers. In addition, from the design concept of the initial design of products produced four factors of quality criteria that should be a priority in the product design process. The fourth factor is the quality of the quality of raw and auxiliary materials, elegant design, color and quality of the production process. Based on reviews these four factors, the quality of the products of SMEs will be expected to meet the desires of consumers.
Peningkatan Kualitas Minyak Kelapa Sawit Dengan Pendekatan Lean Six Sigma (Studi Kasus di PT. Sawit Mas Parenggean) Alfikri, Gustaf; Hariastuti, Ni Luh Putu
Jurnal IPTEK Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.1 KB) | DOI: 10.31284/j.iptek.2019.v23i1.484

Abstract

Dalam industri minyak kelapa sawit (CPO), kualitas merupakan faktor penting untuk kelangsungan bisnis. Ada beberapa masalah yang dihadapi proses produksi CPO yang menyebabkan ketidakmampuan untuk mencapai standar mutu CPO. Kandungan air dan asam lemak bebas (ALB) seringkali melebihi batas maksimal yang telah ditetapkan sehingga menyebabkan penurunan kualitas dari produksi CPO.  Untuk meningkatkan kualitas CPO, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode lean six sigma. Bagian pertama, difokuskan pada analisis pemborosan serta pemetaan aktivitas proses. Kemudian tingkat kapabilitas proses dievaluasi. Selanjutnya failure mode and effect analysis digunakan sebagai pertimbangan dasar dalam mengembangkan program peningkatan berkelanjutan. Penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas proses berada pada level 2 sigma pada kandungan Asam Lemak bebas (ALB) dan 2,36 pada kandungan air. Terdapat 3 jenis waste yang mempengaruhi kualitas yaitu unnecessary inventories, overproduction, innapriate processes. Ada 33,22% aktivitas non value added dan 4,1% aktivitas non value added but necessary yang terjadi selama proses produksi. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas CPO yaitu berupa melakukan inspeksi terhadap suhu dan tekanan mesin vacuum dryer dan membatasi waktu pada proses perebusan buah selama 90-100 menit. Alternatif ini meningkatkan nilai kapabilitas proses menjadi 2,5 sigma pada kandungan Asam Lemak bebas (ALB) dan 2,8 sigma pada kandungan air.
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DENGAN PENDEKATAN SIX SIGMA DAN SERTA SEVEN TOOLS SEBAGAI USAHA PENGURANGAN KECACATAN PRODUK PADA CV. PRIMA PERKASA Efendik, Ahmaad; Hariastuti, Ni Luh Putu
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.833 KB)

Abstract

Kualitas yang baik tercipta karena proses yang baik pula, produk yang bagus belum tentu memiliki kualias yang baik, proses produksi dari sebuah produk memiliki peranan penting dalam menghasilkan suatu produk dengan kualitas yang baik atau produk yang berkualitas. Untuk menyelesaikan permasalahan pada perusahaan tersebut disini penulis akan menggunakan metode six sigma dan seven tools sebagai metode atau alat untuk proses perbaikan. Diharapkan dengan menggunakan metode tesebut penulis dapat mengetahui dan mengidentifikasi jenis cacat dan faktor yang menyebabkan terjadinya kecacatan tersebut. Diharapkan setelah diketahuinya faktor-faktor penyebab kecacatan bisa diketahui solusi permasalahannya dan merekomendasikan perbaikan pada perusahaan tersebut. Tindakan perbaikan yang akan dilakukan dalam upaya mencegah atau mengatasi terjadinya cacat (defect). Alat yang digunakan dalam rencana perbaikan proses adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil yang didapat dari perbaikan dalam konsep FMEA mendapatkan peningkatan yang memuaskan dengan nilai sigma sebelum perbaikan berdasarkan penelitian sebesar 3,42 dan sesudah penelitian sebesar 3,82 meskipun hasil dari perbaikan tidak meningkat dengan sesuai yang diharapkan. Tetapi setelah perbaikan menunjukkan bahwa pada proses produksi produk Bracket cacat di perusahaan tersebut sudah mulai berkurang secara perlahan.Kata kunci: Seven Tools, Six Sigma, Failure Mode and Effect Analysis 
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA SEBAGAI USAHA MENGURANGI PRODUK CACAT DI PT. ANTAR SUYA JAYA SURABAYA Prassetyo, Eko Budi; Hariastuti, Ni Luh Putu
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.019 KB)

Abstract

Adanya persaingan dalam bidang industri semakin berat dewasa ini, menuntut setiap perusahaan untuk lebih optimal, lebih efektif, dan lebih efisien. Perusahaan juga dituntut untuk memberikan yang terbaik untuk konsumennya, dalam hal ini pengendalian kualitas produk meupakan stategi yang penting untuk menjaga kepuasan konsumen. PT. Antar Surya Jaya Surabaya adalah salah satu perusahaan percetakan yang memproduksi majalah, koran, buku, brosur, katalog, dan paper packaging. Penelitian ini berfokus pada produk majalah khususnya majalah Nurul Hayat. Penyebab kerusakan produk cacat yang terjadi pada majalah Nurul Hayat didominasi oleh cacat jilid sebanyak 47,59%. Untuk itu, digunakan metode six sigma dalam upaya meningkatkan kualitas produksi pada produk majalah Nurul Hayat melalui tahap DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control). Hasil analisa penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa settelah menggunakan metode six sigma terjadi peningkatan nilai sigma yang semula 3,75 menjadi 3,80.Kata kunci: Six Sigma, FMEA, Failure Mode and Effect Analysis 
PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN KEPADA PELANGGAN DI TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA Hariastuti, Ni Luh Putu; Ardiansyah, Dwi Rifki
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 12, No. 2, Desember 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v12i2.645

Abstract

To be able to retain its customer, PT Pelindo III Tanjung Perak Surabaya must serve and fulfill what is desired by prospective passengers so that they can maintain the loyalty of passengers who use the services. In this observation, there are 6 criterias that have servqual value below the average values (-0.03746). The first criteria is, the capacity of the waiting room (seats) is adequate (-0.16206), comfortable waiting room (-0.1500), security of luggage passengers (-0.08232), hygiene at Tanjung Perak harbor (-0.06160), giving attention to the grievances of passengers (-0.05896), and management responsiveness to complaints of passengers (-0.05040). This indicates that the port services are still not able to fulfill customer expectations. Method to solve this problem is using the TRIZ method. Results obtained from the analysis using TRIZ,that acquired  4 solutions given to the manager. The 4 solutions are division of task should be differentiated according to the places that exist in the passenger terminal, the process of measuring the quality of services they provide in a regularly and periodically, changes in physical conditions, especially the addition of a seat and air conditioning (central) or fan.