Imam Wahyudi
Fakultas Syariah, IAIN Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum

TINJAUAN YURIDIS WANPRESTASI UTANG PIUTANG ANTARA NELAYAN LENGGANA JAYA BERSATU DENGAN PENGEPUL DI KOTA SAMPIT Imam Wahyudi; Sadiani Sadiani; Novita Angraeni
Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum (JISYAKU) Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum (JISYAKU)
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic Institute (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jisyaku.v1i1.4109

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh para pengepul yang mengalami wanprestasi utang piutang kepada nelayan akibat iktikad tidak baik dari pengepul yang lalai dalam memenuhi kewajibannya, sehingga nelayan merasa dirugikan akibat wanprestasi dari pengepul. Penelitian ini difokuskan pada: 1). Bagaimana latar belakang, implementasi, wanprestasi utang piutang anggota Kelompok Nelayan Lenggana Jaya Bersatu dengan pengepul di Kota Sampit; 2). Bagaimana solusi penyelesaian wanprestasi antara anggota Kelompok Nelayan Lenggana Jaya Bersatu dengan pengepul di Kota Sampit. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris. Data penelitian dihimpun melalui observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah empat orang Nelayan Lenggana Jaya Bersatu dan satu orang pengepul. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan deskriptif konstruktif. Hasil penelitian ini: 1). Latar belakang motif utang piutang disebabkan: keterbatasan modal pengepul, meminimalisir kerugian jual ikan, dan ketiadaan pilihan pengepul lain. Implementasi utang piutang tidak sesuai dengan realita karena pengepul wanprestasi. Wanprestasi yang dilakukan pengepul berupa: tidak memenuhi prestasi dan terlambat memenuhi prestasi; 2). SolusiĀ  penyelesaian wanprestasi melalui upaya preventif dan represif. Upaya preventif dilakukan untuk mencegah kembali terulangnya wanprestasi melalui penilaian terhadap watak dan kepribadian pengepul, kemampuan, dan modal, sementara upaya represif merupakan upaya pemulihan kerugian nelayan akibat wanprestasi berupa: tuntutan pemenuhan prestasi dan/atau pembatalan perjanjian disertai ganti rugi. Kemudian urgensi terbentuknya suatu koperasi nelayan merupakan tugas bersama khususnya bagi Dinas Perikanan Sampit dalam memberikan edukasi manfaat koperasi dalam meningkatkan taraf kesejahteraan nelayan.Kata Kunci: Nelayan, Wanprestasi, Utang Piutang.