Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGARUH FDI TERHADAP KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN DI INDONESIA 1993-2013 Arman Delis; Candra Mustika; Etik Umiyati
Jurnal Paradigma Ekonomika Vol. 10 No. 1 (2015): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.007 KB) | DOI: 10.22437/paradigma.v10i1.3653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Foreign Direct Investment,Jumlah Pengangguran dan Kemiskinan di Indonesia, selama periode tahun 1993 sampai tahun 2013 dan menganalisis pengaruh Foreign Direct Investment terhadap Jumlah Pengangguran dan Jumlah Kemiskinan di Indonesia selama periode tahun 1993 sampai 2013. Drai Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata –rata perkembangan FDI selama periode 1993 sampai 2013 adalah 13,84 persen dan Jumlah penduduk miskin 1,56 persen dan jumlah pengangguran 8,32 persen Dari hasil regresi menunjukkan bahwa FDI berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin dan FDI berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap jumlah pengangguran.. Kata Kunci : Foreign Direct Investment (FDI), Pengangguran,Kemiskinan
PENGARUH HUTANG LUAR NEGERI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA, THAILAND, MALAYSIA, FHILIPINA, VIETNAM DAN BURMA PERIODE 1990-201 syaparuddin Syaparudin; Etik Umiyati; Jaya kesuma edy
Jurnal Paradigma Ekonomika Vol. 10 No. 1 (2015): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.436 KB) | DOI: 10.22437/paradigma.v10i1.3650

Abstract

Hingga saat ini hutang luar negeri masih menjadi salah satu sumber yang sangat penting dalam pembiayaan pembangunan di banyak negera termasuk negara-negara diAsia Tenggara khususnya Indonesia, Thailand, Malaysia, Fhilipina, Vietnam dan Burma yang menjadi Negara berpenghutang besar. Metode yang penelitian ini adalah metode eksplanatori.Guna meneliti keterkaitan atau hubungan dan pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen yang diteliti, maka sifat dari penelitian ini adalah verifikatif dan selanjutnya akan dilakukan pengujian secara statistik dan ekonometrik agar diperoleh suatu kesimpulan. Rata-rata hutang luar negeri tujuh Negara selama periode 1990-2013 rata-rata Indonesia (US$ 145.858,5); MaIaysia (US$51.941,92); Vietnam (US$ 27.027,79); Thailand (US$ 78.467,79), Fhiplipina (US$52.228,88) dan Myanmar (US$ 5.918,48). Peningkatan hutang luar negeri berakibat pada perlambatan atau penurunan pertumbuhan ekonomi selama periode 1990-2013 terjadi Indonesia, Malaysia dan Vietnam serta Thailand. Sedangkan yang dapat mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi terjadi di Fhilipina dan Myanmar.Pengaruh hutang luar negeri terhadap pertumbuhan ekonomi Negara-negara Asean adalah negatif dan signifikan.Kata Kunci: Hutang Luar Negeri , Pertumbuhan Ekonomi
Analisis Tipologi Pertumbuhan Ekonomi Dan Disparitas Pendapatan Dalam Implementasi Otonomi Derah di Propinsi Jambi. Etik Umiyati
Jurnal Paradigma Ekonomika No. April (2012): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.563 KB) | DOI: 10.22437/paradigma.v0iApril.549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tipologi pertumbuhan ekonomi regional di Propinsi Jambi setelah implementasi kebijakan otonomi daerah dan Berapa besar disparitas pendapatan antar wilayah/kabupaten di Propinsi Jambi setelah implementasi kebijakan otonomi daerah Hasil penelitian menunjukkan terlihat bahwa kabupaten Tanjung Jabung Barat termasuk dalam klasifikasi daerah yang cepat maju dan cepat tumbuh. Daerah yang berkembang cepat adalah kabupaten Sarolangun dan Bungo. Sedangkan Kota Jambi dan Tanjunng Jabung Timur termasuk dalam wilayah daerah maju tapi tertekan. Kabupaten Kerinci, Merangin, Batang Hari, Muaro Jambi dan Tebo tergolong kategori daerah relatif tertinggal. Tingkat Disparitas pendapatan di Propinsi Jambi setelah implementasi kebijakan otonomi daerah Dari hasil pengukuran model indeks Entropi Theil, maka diketahui indeks ketimpangan pendapatan di Propinsi Jambi setelah implementasi kebijakan otonomi daerah berada pada I(y) 0.129 – 0.148.  Ini berarti dengan kriteria Theil, pemerataan pendapatan wilayah Propinsi Jambi berada pada level merata tetapi trend ketimpangan ini cenderung berfluktuasi. Pada awalnya ketimpangan pendapatan meningkat dan pada tahap berikutnya ketimpangan cenderung menurun yang berarti ketimpangan bergeser mendekati pemerataan. Indeks ketimpangan pendapatan yang tertinggi pada tahun 2009 sebesar 0.148, sedangkan yang terendah pada tahun 2001 sebesar 0.129.   Kata Kunci : Pertumbuhan ekonomi,Pendapatan perkapita,Tipologi pertumbuhan ekonomi regional,Disparitas pendapatan
Pengaruh pertumbuhan ekonomi dan upah minimum terhadap kemiskinan di Kota Jambi Syahrur Romi; Etik Umiyati
e-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah Vol. 7 No. 1 (2018): e-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah
Publisher : Konsentrasi Pembangunan Regional dan Publik, Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.984 KB) | DOI: 10.22437/pdpd.v7i1.4439

Abstract

This study aims to analyze: 1) economic growth rate, the minimum wage of Jambi Province and the development of poverty in Jambi City; 2) the influence of economic growth and provincial minimum wage for poverty in Jambi City. The data used is secondary data, during the period 2001 - 2015. Data analysis tool using multiple linear regression methods in semilog form. Based on the analysis obtained results: 1) The average economic growth of Jambi during the period of 2001-2015 is 6.28 percent, the minimum wage growth of Jambi Province is 14.30 percent and the poor population growth in Jambi is 17.84 percent; 2) simultaneously economic growth and minimum wage of provinces have a significant effect on poverty in Jambi City, whereas partially significant variable to poverty is provincial minimum wage. Keywords: Economic Growth, Provincial Minimum Wage, Poverty. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) laju pertumbuhan ekonomi dan upah minimum provinsi di Kota Jambi; 2) perkembangan kemiskinan di Kota Jambi; 3) pengaruh pertumbuhan ekonomi dan upah minimum provinsi terhadap kemiskinan di Kota Jambi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder selama periode Tahun 2001 - 2015. Alat analisis data dengan menggunakan metode regresi linier berganda dalam bentuk semilog. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa: 1) Rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Jambi periode 2001-2015 sebesar 6,28 persen, pertumbuhan upah minimum Provinsi Jambi sebesar 14,30 persen dan pertumbuhan penduduk miskin sebesar 17,84 persen; 2) secara simultan pertumbuhan ekonomi dan upah minimum provinsi berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Kota Jambi, sedangkan secara parsial variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan adalah upah minimum provinsi. Kata kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum Provinsi, Kemiskinan
ANALISA PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN PEMBANGUNAN ANTAR WILAYAH DI PULAU SUMATERA Etik Umiyati
Jurnal Paradigma Ekonomika Vol. 9 No. 2 (2014): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.095 KB) | DOI: 10.22437/paradigma.v9i2.2207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pembangunan antarwilayah di Pulau Sumatera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera mempunyai tingkat keragaman yang berbeda-beda, hal ini dikarenakan setiap Propinsi memiliki perbedaan potensi baik dari sumber daya alam maupun sumberdaya manusia dan kualitas teknologi yang dimiliki oleh Propinsi tersebut. Perbedaan tingkat pembangunan akan membawa dampak perbedaan tingkat kesejahteraan antardaerah yang pada akhirnya menyebabkan ketimpangan regional antarwilayah semakin besar.Dengan menggunakan Indeks Williamson diperoleh Propinsi Kepulauan Riau dan Propinsi Riau mempunyai angka indeks yang relative tinggi jika dibandingkan dengan Propinsi lainnya. Sementara untuk wilayah propinsi lainnya angka ketimpangan pembangunan relative merata.     KATA KUNCI : Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Williamson
Analisis pengaruh ekspor neto terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia Candra Mustika; Etik Umiyati; Erni Achmad
Jurnal Paradigma Ekonomika Vol. 10 No. 2 (2015): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.284 KB) | DOI: 10.22437/paradigma.v10i2.3673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Nilai Ekspor neto ,Pertumbuhan Ekonomi dan Nilai tukar rupiah terhadap US dollar di Indonesia, selama periode tahun 1993 sampai tahun 2014 dan menganalisis pengaruh Nilai Ekspor neto terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Nilai Tukar rupiah per US dollar di Indonesiaselama periode tahun 1993 sampai 2014 hasil penelitian menunjukkan Perkembangan ekspor neto Indonesia selama periode 1993 sampai 2014 mengalami naik turun atau fluktuasi dengan rata-rata nilai ekspor adalah 17952,77 dalam Juta US Dollar dan rata-rata perkembangannya adalah 14,84%. selama periode tahun 1993 sampai 2014 rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah 4,71% dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada tahun 1995 yakni sebesar 8,2% dan pertumbuhan ekonomi terendah terjadi pada tahun 1998 yakni -13,1%, terlihat selama periode tahun 1993 sampai tahun 2014 rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dollar amerika serikat adalah 7.854,27 dan rata-rata perkembangannya adalah 14,60% dengan penguatan rupiah tertinggi atau penurunan dollar terendah terjadi pada tahun 1999 yakni -21,55% dan penurunan rupiah tertinggi atau penguatan dollar tertinggi terjadi pada tahun 1998 yakni sebesar 244,24%. Hasil regresi menunjukkan bahwa selama periode penelitian yakni tahun 1993 sampai tahun 2014 ekspor neto tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan ekspor neto berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai tukar rupiah per US dolar. Kata Kunci : Nilai Ekspor ke neto, Pertumbuhan ekonomi dan Nilai tukar (Kurs)
Pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap nilai produksi industri pisang salai di Desa Purwobakti Kecamatan Bathin III Kabupaten Bungo Luthvia Istiqomah; Etik Umiyati; Hardiani Hardiani
e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2018): e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan
Publisher : Konsentrasi Ekonomi Sumberdaya Alam dan Manusia, Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jels.v7i1.4471

Abstract

The purpose of this research is to analyze the socio-economic condition of salai (smoked) banana industry entrepreneur in Purwobakti Village. This research is a type of survey research. The method of analysis used is descriptive quantitative and qualitative. Based on the results of social analysis seen from the average age of entrepreneurs is 50 years, the average education level of high school graduates, the number of dependents of family members an average of four people and experience trying average for 12 years, while the economic conditions seen from the average production value at a rate of Rp. 10,125,000, the average initial capital of Rp. 1.737.500, the average raw material of Rp. 1,561,125, the average wage is Rp. 2,243,750 and the average workforce of four people. The variable of production and labor capital have a significant effect on the production value of salai banana industry in Purwobakti Village. Keywords: Production Capital, Labor, Industrial Production Value of Banana Sale Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi sosial ekonomi pengusaha industri rumah tangga pisang salai di Desa Purwobakti. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis sosial dilihat dari umur rata-rata pengusaha adalah 50 tahun, tingkat pendidikan rata-rata tamatan SMA, jumlah tanggungan anggota keluarga rata-rata empat orang dan pengalaman berusaha rata-rata selama 12 tahun, sedangkan kondisi ekonomi dilihat dari nilai produksi rata-rata sejumlah Rp. 10.125.000, modal awal rata-rata sejumlah Rp. 1.737.500, bahan baku rata-rata sejumlah Rp. 1.561.125, upah rata-rata sejumlah Rp. 2.243.750 dan jumlah tenaga kerja rata-rata sebanyak empat orang. Modal produksi dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap nilai produksi industri pisang salai di Desa Purwobakti.. Kata kunci : Modal Produksi, Tenaga Kerja, Nilai Produksi Industri Pisang salai
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja pada sektor industri kecil di Kabupaten Muaro Jambi Andi Mulyadi; Hardiani Hardiani; Etik Umiyati
e-Journal Perdagangan Industri dan Moneter Vol. 6 No. 1 (2018): E-Journal Perdagangan Industri dan Moneter
Publisher : Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/pim.v6i1.4815

Abstract

This study aims to analyze the factors that affect the employment opportunities of the small industrial sector in Muaro Jambi regency. The data used are time series data for the period 2003 - 2016. The analysis was done by descriptive and using multiple linear regression. The results of the study found that: 1) the average of employment growth of small industry in Muaro Jambi Regency is 0.46% per year, the growth of small industry business unit is 8.77% per year, the growth of small industry investment is 3.55% Jambi Province minimum wage of 13.49%; 2) Simultaneously, business units, investments and wages have a significant effect on the employment opportunities of small industries in Muaro Jambi Regency. Nevertheless, partially only investments have a significant effect while the number of business units and wages has no significant effect on the employment opportunities of small industries in Muaro Jambi Regency. Keyword : business unit, investment, labor, wages. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja sektor industri kecil di Kabupaten Muaro Jambi. Data yang digunakan adalah data sekunder deret waktu selama periode Tahun 2003 – 2016. Analisis dilakukan secara deskriptif dan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menemukan bahwa: 1) rata-rata perkembangan penyerapan tenaga kerja industri kecil di Kabupaten Muaro Jambi adalah 0,46 % pertahun, perkembangan unit usaha industri kecil sebesar 8,77 % pertahun, perkembangan investasi industri kecil sebesar 3,55 % pertahun dan rata-rata perkembangan upah minimum Provinsi Jambi sebesar 13,49%; 2) secara bersama-sama, unit usaha, investasi dan upah berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja industri kecil di Kabupaten Muaro Jambi. Meskipun demikian, secara parsial hanya investasi yang berpengaruh signifikan sedangkan jumlah unit usaha dan upah tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja industri kecil di Kabupaten Muaro Jambi. Kata kunci : unit usaha, investasi, tenaga kerja, upah
Permintaan Beras di Provinsi Jambi (Penerapan Partial Adjustment Model) Wasi Riyanto; M. Ridwansyah; Etik Umiyati
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.327 KB) | DOI: 10.22437/ppd.v1i1.1337

Abstract

The purpose of this study is to determine the effect of price of rice, flour prices, population, income of population and demand of rice for a year earlier on rice demand, demand rice elasticity and rice demand prediction in Jambi Province. This study uses secondary data, including time series data for 22 years from 1988 until 2009. The study used some variables, consist of rice demand (Qdt), the price of rice (Hb), the price of wheat flour (Hg), population (Jp), the income of the population (PDRB) and demand for rice the previous year (Qdt-1). The make of this study are multiple regression and dynamic analysis  a Partial Adjustment Model, where the demand for rice is the dependent variable and the price of rice, flour prices, population, income population and demand of rice last year was the independent variable. Partial Adjustment Model analysis results showed that the effect of changes in prices of rice  and flour are not significant  to  changes in demand for rice. The population and demand of rice the previous year has positive and significant impact on demand for rice, while revenues have negative and significant population of rice demand. Variable price of rice, earning population and the price of flour is inelastic the demand of rice, because rice is not a normal good but as a necessity so that there is no substitution of goods (replacement) of rice with other commodities in Jambi Province. Based on the analysis, it is recommended to the government to be able to control the rate of population increase given the variable number of people as one of the factors that affect demand for rice.It is expected that the  government also began  to  socialize  in a lifestyle  of  non-rice food consumption to control the increasing amount of demand for rice. Last suggestion, the government developed a diversification of staple foods other than rice. Keywords: Demand, Rice, Income Population
Potensi Sektor Perekonomian di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara Dio Caisar Darma; Haryadi Haryadi; Etik Umiyati
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol. 2 No. 4 (2015): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.83 KB) | DOI: 10.22437/ppd.v2i4.2613

Abstract

This study uses LQ Analysis Tool, DLQ, Shift Share, and Overlay during 5 yeares (2009 – 2013). As for the operating variable in this study is the GDP at Constant Prices, Economic Growth, Growth Sector, in the economy of Malinau Regency and the North of Borneo Province. Based on the results of the analysis are sector LQ base (seed) in Malinau Regency is agriculture, electricity, gas and water, building and construction sector, the hotel and restaurant trade, and services sectors. DLQ analysis results show that, of the nine in the field of business, only the mining and quarrying sector that has a great chance to be developed in the future. Then, with a Shift Share Analysis results it is known that there is a change in the sectoral aggregate workmanship compared to the changes in the same sector in the economy with the Malinau Regency Regional Share (Rj) of -557,195.12 million rupiah. Shift Differential category (Dj) are seven sector experienced more rapid economic growth in Malinau Regency than North of Borneo Province or Pj <0. From category Proportional Shift (Pj) are eight sectors experiencing economic growth more quickly in Malinau Regency than North of Borneo Province or Pj> 0. The other side, from the results of the Analysis of Overlay, there are six sector, which has a value notation is quite positive and dominant namely: agriculture, electricity, gas and water, building and construction sector, trade, hotels and restaurants, as well as services sector dominates with results notation (+ - +).