Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DATARAN TOILI WISATA ALAM : SERIBU CEMARA DI PANTAI MINAHAKI Komang Triawati
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accommodation, Merchandisse, Ace
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.237 KB) | DOI: 10.36417/jpp.v1i1.256

Abstract

Wisata Alam kini menjadi icon favorit bagi masyarakat Lokal khususnya dataran Toili dengan icon terbaru yang menjadi andalan masyarakat sekitar adalah Pantai minahaki yang menawarkan seribu cemara tempat wisata yang digunakan untuk berpiknik bersama keluarga atau menghabiskan waktu luang dengan bersantai dan menikamti desiran angin di pantai minahaki tersebut. Kini Pantai yang dulu hutan belantara dan tak berpenghuni di sulap oleh masyarakat sekitar menjadi pantai yang sejuk, indah dan rapi serta memiliki nilai seni dengan di pasangnya berbagai elemen perlengkapan kemping seperti Ayunan gantung (Hammock), Tenda berwarna warni, alat-alat kemping lainnya agar keindahan dan keseruan masyarakat lokal menikmati suasana pantai minahaki pohon cemara yang berjejer rapi di sepanjang pantai dan pasir hitam yang menjadi andalan pantai minahaki tersebut. Dampak budaya yang terlihat adanya akulturasi budaya yang mempengaruhi letak pantai minahaki yakni saluan, Jawa, bugis, bali, lombok, dan penduduk asli yakni Ta’a yang mendiami dataran Toili khususnya daerah Minahaki. Budaya menjadi cara hidup untuk berkembang sebab orang atau kelompok akan mewarisi budya melalui generasi baik segi bahasa, adat istiadat, pakaian, bangunan dan karya seni. Pantai Minahaki memiliki paronama yang sangat indah yang identik dengan pohon cemara yang biasa di juliki pantai seribu cemara. Studi kasus Budaya Lokal masyarakat Toili menjadi sebuah keragaman budaya yang tumbuh melalui sudut pandang etnis, agama, dan budaya itu sendiri.
AJEG BALI : WISATA KULINER DEWATA DI TANAH KAILI Komang Triawati
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Acces
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.392 KB) | DOI: 10.36417/jpp.v2i1.394

Abstract

Mengkaji mengenai Wisata Kuliner merupakan makanan lokal yang menjadi salah satu Budaya leluhur Orang Bali Dewata di Tanah Kaili. Tanah Kaili merupakan Tanah Rantau yang di tinggali Orang Bali sejak adanya kebijakan transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah pada masa masa kolonial tepatnya pada tahun 1950-an. Keberadaan Dewata (Pura) menjadi indentitas Orang Bali di Palu. Sehingga Dewata (Pura) sebagai simbol permersatu Orang Bali di Palu. Tiga pertanyaan pokok yang hendak di jawab dalam tulisan ini, yaitu Bagaimana Ajeg Bali sebagai Harmoni Sosial Orang Bali di Palu? Seperti apa wisata Kuliner : Sate Lilit, Sayur Urab sebagai indentitas Bali? Mengapa kuliner sebagai warisan Budaya dan Dewata Sebagai Pemersatu Orang Bali di Tanah Kaili? Dewata di Tanah Kaili menjadi simbol bagi orang Bali. Pura sebagai identitas lahirnya Orang di tanah rantau dalam memuja Dewata (Tuhan). Konsep keselarasan atau harmoni sosial yang menjadi penghubung orang Bali tetap ajeg di Palu. Ajeg Bali nampak terlihat dengan miniatur Sanggah (pura kecil) sehingga hal ini menjadi simbol berdirinya Pura Agung di Tanah Kaili.
MANAJEMENT PENGELOLAAN OBJEK WISATA TAIPA BEACH Ni Kadek Suartini; I Gede Suhartawan; Komang Triawati
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Acces
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.944 KB) | DOI: 10.36417/jpp.v3i1.456

Abstract

Kota Palu merupakan salah satu kota yang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, dengan adanya kawasan pariwisata dapat memberikan peluang besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarkat Sulawesi Tengah, dalam upaya mengelola objek wisata Taipa Beach ada beberapa masalah diantaranya mengenai modal dalam pembangunan fasilitas, kurangnya tenaga kerja, dan tata kelola yang belum maksimal dan efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pengelolaan objek wisata Taipa Beach. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskritif dengan pendekatan kualitatif, teknik analisi data menggunakan tekni analisis data menurut Miles dan Hubermen. Hasil penelitian menujukan bahwa manajemen pengelolan objek wisata Taipa Beach cukup baik, karena pihak pengelola sudah melakukan pembangunan dan pengembangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, memberikan pelatihan-pelatihan khusus bagi karyawan dan sudah melakukan promosi melalui media sosial untuk menarik minat kunjungan wisatawan sedangkan untuk kegiatan atraksi wisata yang dapat dilakukan para wisatawan yaitu daving, snorkling dan lain-lain.
KEBAYA DAN PURA : IDENTITAS GAYA HIDUP BUDAYA PEREMPUAN BALI DI TOILI Komang Triawati
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Acces
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.414 KB) | DOI: 10.36417/jpp.v3i1.461

Abstract

Budaya menjadi kajian menarik dewasa ini, kebaya yang digunakan oleh perempuan bali ketika ke pura menjadi gaya hidup tersendiri di kalangan perempuan Bali di Toili. Perempuan Bali menganggap bahwa cara berpakaian dengan menggunakan kebaya ketika ke pura merupakan hal yang anggun, unik, indah, cantik, menarik bahkan menjadi identitas sendiri serta primadona bagi perempuan Bali masa kini. Budaya menjadi sebuah nilai yang dipandang sebagai pedoman dalam kehidupan masyarakat khususnya perempuan Bali di Toili. Toili sebagai sebuah Kota kecil merupakan ex transmigrasi sekarang menjadi pusat peradaban budaya bali. Peradaban yang dimaksud adalah pendapat yang memiliki nilai terhadap perkembangan kebudayaan. Wisata budaya yang di tonjolkan adalah karya manusia yaitu kebaya. Karya manusia menyeimbangkan keselarasan hidup antara manusia dan manusia, manusia dan alam, manusia dan Tuhan, ketiga hal tersebut menjadi satu kesatuan dalam budaya itu sendiri. Perempuan bali ketika datang ke Pura, dengan berkebaya perempuan bali mampu menjaga keselarasaan, keseimbangan dan gaya hidup yang khas terhadap perempuan bali itu sendiri. Hal ini terlihat dari cara pandang memahami kebaya, kebaya merupakan baju khas bali yang digunakan ke Pura. Pura adalah miniatur Rumah Tuhan, yang di sembah dengan tulus iklhas dan bhakti oleh manusia itu sendiri.
DATARAN TOILI WISATA ALAM : SERIBU CEMARA DI PANTAI MINAHAKI Komang Triawati
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accommodation, Merchandisse, Ace
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/jpp.v1i1.256

Abstract

Wisata Alam kini menjadi icon favorit bagi masyarakat Lokal khususnya dataran Toili dengan icon terbaru yang menjadi andalan masyarakat sekitar adalah Pantai minahaki yang menawarkan seribu cemara tempat wisata yang digunakan untuk berpiknik bersama keluarga atau menghabiskan waktu luang dengan bersantai dan menikamti desiran angin di pantai minahaki tersebut. Kini Pantai yang dulu hutan belantara dan tak berpenghuni di sulap oleh masyarakat sekitar menjadi pantai yang sejuk, indah dan rapi serta memiliki nilai seni dengan di pasangnya berbagai elemen perlengkapan kemping seperti Ayunan gantung (Hammock), Tenda berwarna warni, alat-alat kemping lainnya agar keindahan dan keseruan masyarakat lokal menikmati suasana pantai minahaki pohon cemara yang berjejer rapi di sepanjang pantai dan pasir hitam yang menjadi andalan pantai minahaki tersebut. Dampak budaya yang terlihat adanya akulturasi budaya yang mempengaruhi letak pantai minahaki yakni saluan, Jawa, bugis, bali, lombok, dan penduduk asli yakni Ta’a yang mendiami dataran Toili khususnya daerah Minahaki. Budaya menjadi cara hidup untuk berkembang sebab orang atau kelompok akan mewarisi budya melalui generasi baik segi bahasa, adat istiadat, pakaian, bangunan dan karya seni. Pantai Minahaki memiliki paronama yang sangat indah yang identik dengan pohon cemara yang biasa di juliki pantai seribu cemara. Studi kasus Budaya Lokal masyarakat Toili menjadi sebuah keragaman budaya yang tumbuh melalui sudut pandang etnis, agama, dan budaya itu sendiri.
AJEG BALI : WISATA KULINER DEWATA DI TANAH KAILI Komang Triawati
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Acces
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/jpp.v2i1.394

Abstract

Mengkaji mengenai Wisata Kuliner merupakan makanan lokal yang menjadi salah satu Budaya leluhur Orang Bali Dewata di Tanah Kaili. Tanah Kaili merupakan Tanah Rantau yang di tinggali Orang Bali sejak adanya kebijakan transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah pada masa masa kolonial tepatnya pada tahun 1950-an. Keberadaan Dewata (Pura) menjadi indentitas Orang Bali di Palu. Sehingga Dewata (Pura) sebagai simbol permersatu Orang Bali di Palu. Tiga pertanyaan pokok yang hendak di jawab dalam tulisan ini, yaitu Bagaimana Ajeg Bali sebagai Harmoni Sosial Orang Bali di Palu? Seperti apa wisata Kuliner : Sate Lilit, Sayur Urab sebagai indentitas Bali? Mengapa kuliner sebagai warisan Budaya dan Dewata Sebagai Pemersatu Orang Bali di Tanah Kaili? Dewata di Tanah Kaili menjadi simbol bagi orang Bali. Pura sebagai identitas lahirnya Orang di tanah rantau dalam memuja Dewata (Tuhan). Konsep keselarasan atau harmoni sosial yang menjadi penghubung orang Bali tetap ajeg di Palu. Ajeg Bali nampak terlihat dengan miniatur Sanggah (pura kecil) sehingga hal ini menjadi simbol berdirinya Pura Agung di Tanah Kaili.
MANAJEMENT PENGELOLAAN OBJEK WISATA TAIPA BEACH Ni Kadek Suartini; I Gede Suhartawan; Komang Triawati
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Acces
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/jpp.v3i1.456

Abstract

Kota Palu merupakan salah satu kota yang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, dengan adanya kawasan pariwisata dapat memberikan peluang besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarkat Sulawesi Tengah, dalam upaya mengelola objek wisata Taipa Beach ada beberapa masalah diantaranya mengenai modal dalam pembangunan fasilitas, kurangnya tenaga kerja, dan tata kelola yang belum maksimal dan efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pengelolaan objek wisata Taipa Beach. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskritif dengan pendekatan kualitatif, teknik analisi data menggunakan tekni analisis data menurut Miles dan Hubermen. Hasil penelitian menujukan bahwa manajemen pengelolan objek wisata Taipa Beach cukup baik, karena pihak pengelola sudah melakukan pembangunan dan pengembangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, memberikan pelatihan-pelatihan khusus bagi karyawan dan sudah melakukan promosi melalui media sosial untuk menarik minat kunjungan wisatawan sedangkan untuk kegiatan atraksi wisata yang dapat dilakukan para wisatawan yaitu daving, snorkling dan lain-lain.
KEBAYA DAN PURA : IDENTITAS GAYA HIDUP BUDAYA PEREMPUAN BALI DI TOILI Komang Triawati
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Acces
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/jpp.v3i1.461

Abstract

Budaya menjadi kajian menarik dewasa ini, kebaya yang digunakan oleh perempuan bali ketika ke pura menjadi gaya hidup tersendiri di kalangan perempuan Bali di Toili. Perempuan Bali menganggap bahwa cara berpakaian dengan menggunakan kebaya ketika ke pura merupakan hal yang anggun, unik, indah, cantik, menarik bahkan menjadi identitas sendiri serta primadona bagi perempuan Bali masa kini. Budaya menjadi sebuah nilai yang dipandang sebagai pedoman dalam kehidupan masyarakat khususnya perempuan Bali di Toili. Toili sebagai sebuah Kota kecil merupakan ex transmigrasi sekarang menjadi pusat peradaban budaya bali. Peradaban yang dimaksud adalah pendapat yang memiliki nilai terhadap perkembangan kebudayaan. Wisata budaya yang di tonjolkan adalah karya manusia yaitu kebaya. Karya manusia menyeimbangkan keselarasan hidup antara manusia dan manusia, manusia dan alam, manusia dan Tuhan, ketiga hal tersebut menjadi satu kesatuan dalam budaya itu sendiri. Perempuan bali ketika datang ke Pura, dengan berkebaya perempuan bali mampu menjaga keselarasaan, keseimbangan dan gaya hidup yang khas terhadap perempuan bali itu sendiri. Hal ini terlihat dari cara pandang memahami kebaya, kebaya merupakan baju khas bali yang digunakan ke Pura. Pura adalah miniatur Rumah Tuhan, yang di sembah dengan tulus iklhas dan bhakti oleh manusia itu sendiri.
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH SULAWESI TENGAH TERHADAP PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA WISATA GONG PERDAMAIAN NOSARARA NOSABATUTU Ni putu Ayu Sri Yanti; Komang Triawati; I Nyoman Slamet
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Acces
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/jpp.v4i1.474

Abstract

Penelitian dilakukan di Kota Palu, Sulawesi Tengah pada objek wisata Gong Perdamaian Nosarara Nosabatutu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui implementasi dan dampak Implementasi Peraturan Daerah Sulawesi No. 05 Pasal 05 bagian c prasarana pada objek wisata Gong Perdamaian Nosarara Nosabatutu, yang dianalisis menggunakan teori implementasi kebijakan dan teori kausalitas individualis dengan menggunakan metode kualitatif menguraikan secara deskriptif hasil temuan data di lapangan. Instrumen penelitian terdiri dari pedoman wawancara, pedoman observasi, perekam, pulpen, buku, dan kamera. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber informasi yaitu pengelola objek wisata Gong Perdamaian Nosarara Nosabatutu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Tengah, serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil implementasi Peraturan Daerah Sulawesi Tengah No.05 Pasal 05 Bagian c pada objek wisata Gong Perdamaian meliputi, Prasasti Gong perdamaian Nusantara dan Tugu Nosarara Nosabatutu, Prasarana akses jalan dan tempat parkir, sarana akomodasi, fasilitas wisata, aktifitas rekrasi, pembelanjaan, komunikasi, pelayanan kesehatan, keamanan, kebersihan serta sarana peribadahan. Dampak implementasi Peraturan Daerah (PERDA) Sulawesi Tengah tahun 2019 No.05 Pasal 05 Bagian c pada objek wisata Gong Perdamaian Nosarara Nosabatutu diharapkan dijadikan sebagai payung hukum untuk mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah oleh masing masing pengelola objek wisata.
BERTAHAN DAN BERUBAH : KEBUDAYAAN MASYARAKAT BALI DI SULAWESI TENGAH TAHUN 1960-2018 Komang Triawati
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Acces
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/jpp.v3i2.514

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang Kebudayaan masyarakat Bali di Sulawesi Tengah pada tahun 1960-2018. Sehingga ada tiga pokok pertanyaan yang akan di jawab dalam penelitian ini yang pertama, Bagaimana perkembangan kehidupan masyarakat Bali di Sulawesi Tengah? Kedua, Bagaimana bertahan dan berubah masyarakat Bali di Sulawesi Tengah? Ketiga, Bagaimana transformasi kebudayaan masyarakat Bali di Sulawesi Tengah? Dari Tiga pertanyaan itulah yang akan coba di jawab oleh peneliti dengan kajian masyarakat Bali di Sulawesi Tengah berjudul “Bertahan dan berubah : Kebudayaan Masyarakat Bali di Sulawesi Tengah tahun 1960-2018”. Pada dasarnya, ketertarikan peneliti untuk meneliti di Sulawesi Tengah tentu bukan karena alasan dekat, dan atau kedekatan emosional peneliti dengan masyarakat Bali di Sulawesi Tengah. Namun, kehidupan masyarakat Bali di Sulawesi Tengah yang cenderung mengalami perubahan sosial telah menarik perhatian peneliti. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.