Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI CEMARAN PADA EKSTRAK ETANOL TEMPE KORO BENGUK (Mucuna pruriens L.) SEBAGAI OBAT ANTIDIABETES TERSTANDAR Devina Ingrid Anggraini; Eka Wisnu Kusuma
CENDEKIA EKSAKTA Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v5i1.3314

Abstract

Koro benguk (Mucuna pruriens L.) merupakan tanaman lokal jenis polong-polongan yang mengandung senyawa bioaktif seperti triptamin, alkilamin, steroid, flavonoid, dan alkaloid. Tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) dibuat dengan cara fermentasi untuk meningkatkan kemampuannya sebagai antioksidan sehingga dapat digunakan mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes melitus. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) menjadi bahan baku obat herbal antidiabetes yang memenuhi standar mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) berbentuk ekstrak kental, berwarna putih susu, bau khas menyengat, dengan rasa tawar. Uji kadar air dengan metode moisture balance sebesar 8,502%. Uji cemaran mikroba angka lempeng total (ALT) rata-rata adalah 7,10 x 102 cfu/ml, angka kapang khamir (AKK) diperoleh nilai rata-rata 1 x 101 cfu/ml, dan negatif mengandung bakteri coliform dan Escherichia coli. Hasil uji aflatoxin total sebesar 2,19 (≤20) μg/kg. Hasil analisis menggunakan spektrofotometri serapan atom menunjukkan bahwa cemaran Pb, Cd, As, dan Hg dibawah ambang batas. Standarisasi ekstrak etanol tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) memenuhi parameter standar umum non spesifik ekstrak tumbuhan obat berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No 55/Menkes/SK/I/2000 serta Peraturan Kepala BPOM RI No. 12 Tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional. Kata Kunci : antidiabetes, tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.), obat herbal terstandar (OHT), uji cemaran
UJI TOKSISITAS AKUT FRAKSI N-HEKSAN BAWANG LANANG HITAM (Allium sativum L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN Nurul Adi Aryani; Eka Wisnu Kusuma
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2022): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v11i2.103

Abstract

Bawang lanang hitam ialah tumbuhan yang banyak dipakai jadi obat tradisional maka dibutuhkan guna tahu tingkat keamanannya. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tujuan untuk mengetahui nilai LD50 dan gejala toksik dari pemberian fraksi n-heksan bawang lanang hitam terhadap mencit putih jantan dengan uji toksisitas akut. Pengamatan dilakukan secara intensif 30 menit, 4 jam pertama setelah perlakuan dan dilanjutkan 24 jam setelah perlakuan dengan dosis oral fraksi n-heksan bawang lanang hitam 2,38 mg/20gBB, 2,97 mg/20gBB dan 3,57 mg/20gBB. Gejala toksik yang diamati meliputi perubahan berat badan, tingkah laku, perubahan warna dan kerontokan bulu, dan feses. Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa fraksi n-heksan bawang lanang hitam tidak menimbulkan efek toksik atau masuk dalam kategori praktis tidak toksik pada hewan uji yang dibuktikan dengan tidak adanya kematian pada hewan uji setelah 24 jam perlakuan.