Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Knowledge Level of Primiparous Mothers About Newborn Baby Care at the Pratama Kasih Ibu Clinic in Jaharun B Village, Galang District in 2020 Oktafiana Manurung; Meyana Marbun; Sri Rahma Friani
Science Midwifery Vol 9 No 2 (2021): April: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v8i2, April.684

Abstract

Efforts to create a healthy life must start from a baby because at this time there is a rapid growth and development that determines growth and development in adulthood. Mothers must prepare themselves by increasing their knowledge in caring for newborns, because the mother's ability to care for newborns is influenced by mother's knowledge from the beginning, if the mother does not have good knowledge, the mother will have difficulty in carrying out new roles as a mother. This study aims to find out the description of knowledge of Primipara's mother about the care of a newborn baby at the Pratama Kasih Ibu clinic 2020 in caring for a newborn baby. This research is conducted with a descriptive method, sampling is carried out by taking the entire population, namely 30 primiparous mothers are examined (Total Sampling). Based on the results of the research, the Respondents' knowledges of newborn care with good knowledge are 5 people (16.7 %), and Respondents with less Knowledge are 6 people (20%) . Based on the results of the study, it can be found that the majority of Primipara mothers get information from friends, not from health workers, so it is advisable for health workers or the local government to provide counseling or care about newborn baby care.
Faktor- Faktor Yang Memengaruhi Bidan Dalam Pemberian Imunisasi Hepatitis B Pada Bayi Baru Lahir Di Wilayah Kerja Puskesmas Siantar Sitalasari Tahun 2022 Oktafiana Manurung
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Vol. 2 No. 1 (2023): Periode Januari 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.087 KB) | DOI: 10.47709/healthcaring.v2i1.2004

Abstract

Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B (VHB), suatu anggota family Hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati yang menahun dan dapat berlanjut menjadi sirosis hati. Prevalensi Hepatitis B di Indonesia masih tinggi disebabkan karena penularan penyakit hepatitis B dari ibu melahirkan ke bayi. Tujuan penelitian  adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi bidan dalam pemberian imunisasi Hepatitis B pada bayi baru lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Siantar Sitalasari. Jenis penelitian adalah survei dengan metode pengukuran data cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu bersalin yang berada di wilayah kerja Puskesmas Siantar Sitalasari pada periode Juli sampai Desember tahun 2022 yang ditolong oleh bidan sebanyak 102 orang, seluruh populasi dijadikan sampel. Analisis data dilakukan dengan uji univariat, Chi Square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi (p=0,046; 95%CI 1,016-5,882), kemampuan (p=0,019; 95%CI 1,195-7,034) dan persepsi bidan (p=0,044; 95%CI 1,025-5,949) berpengaruh terhadap pemberian imunisasi Hepatitis B. Variabel yang paling besar pengaruhnya adalah kemampuan dengan nilai Exp B= 2,899 artinya bidan yang memiliki kemampuan baik mempunyai peluang untuk memberikan imunisasi hepatitis B 2,899  kali lebih besar dibandingkan dengan bidan yang kemampuannya tidak baik. Rendahnya cakupan imunisasi ini disebabkan sekitar 64,7% ibu menyatakan bidan tidak menjelaskan kepada ibu bahwa semua bayi baru lahir itu harus diberikan  imunisasi hepatitis B ini, 59,2% ibu menyatakan tidak mendapatkan penjelasan dari bidan tentang manfaat imunisasi hepatitis B pada bayi, dan 59,8% ibu menyatakan tidak tahu bahwa pemberian imunisasi hepatitis B pertama pada bayi tidak boleh lewat dari tujuh hari setelah bayi dilahirkan sehingga mereka menganggap imunisasi hepatitis B ini bisa diberikan saat bayi telah berusia lebih dari 1 bulan. Disarankan kepada Puskesmas Siantar Sitalasari untuk lebih meningkatkan cakupan pemberian imunisasi hepatitis B dengan peningkatan peran serta ibu untuk membawa anaknya imunisasi, dan melakukan pelatihan bagi seluruh petugas kesehatan. Memberikan penghargaan bagi bidan agar lebih memotivasi dirinya dalam melaksanakan tugasnya.     Kata kunci : Motivasi, Kemampuan, Persepsi, Pemberian Imunisasi Hepatitis B