Novarina Irnaning Handayani, Novarina Irnaning
Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KOMPARASI ANALISIS TOTAL COLIFORM DENGAN MENGGUNAKAN METODE MPN 5 TABUNG DAN ENZIM SUBSTRAT Handayani, Novarina Irnaning
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2016.v7.no2.p105-112

Abstract

Dalam pemantauan kualitas lingkungan untuk air minum, air bersih, air limbah, dan air sungai, mensyaratkan aspek mikrobiologi parameter coliform dan atau coli tinja sebagai indikator pencemaran lingkungan. Pada saat ini metode yang paling banyak digunakan adalah Number (MPN) 5 tabung yang memiliki waktu pengerjaan minimal 4 hari. Penelitian ini dilakukan untuk menjajaki kemungkinan pemakaian metode lain yang telah terstandarisasi dan memiliki beberapa keunggulan. Metode yang dipilih adalah enzim substrat. Uji laboratorium dilakukan dengan membandingkan hasil analisis antara MPN 5 tabung dan enzim substrat, masing-masing dengan ulangan 7 kali. Hasil komparasi menunjukkan bahwa analisa dengan menggunakan metode enzim substrat memberikan hasil yang lebih besar atau lebih sensitif dibanding MPN 5 tabung. Pada sampel yang mengandung bakteri coli yang tinggi, dalam hal ini pada sampel air limbah dan air sungai perbedaan hasil antara MPN 5 tabung dan enzim substrat sangat signifikan, sedangkan pada sampel dengan kandungan coli kecil atau tidak ada, hasil keduanya sama.  Metode enzim substrat sangat direkomendasikan untuk sampel air minum dan air bersih sehingga akan memberikan hasil yang lebih meyakinkan bagi penggunanya. Kandungan coliform pada sampel air minum dan air bersih walaupun sangat kecil akan benar-benar terdeteksi oleh metode yang memiliki sensitifitas lebih baik.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI KARTON BOX DENGAN METODE INTEGRASI UPFLOW ANAEROBIC SLUDGE BED REACTOR (UASB) DAN ELEKTROKOAGULASI-FLOTASI Vistanty, Hanny; Mukimin, Aris; Handayani, Novarina Irnaning
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2015.v6.no1.p1-8

Abstract

            Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kinerja teknologi integrasi Upflow Anaerobic Sludge Bed Reactor (UASB) dengan elektrokoagulasi-flotasi (ECF) sebagai unit pengolah air limbah industri karton box dalam berbagai kondisi operasi. Sebelum diaplikasikan, unit UASB diawali dengan proses aklimatisasi selama 7 hari menggunakan dua jenis substrat, yaitu gula dan pati. Operasional UASB secara kontinyu dilakukan pada berbagai OLR dan HRT konstan (24 jam). Air limbah terproses UASB kemudian dielektroflotasi menggunakan anoda alumunium (Al) dan besi (Fe). Optimalisasi proses ECF dikaji pada berbagai variabel pH dan waktu elektrolisis. Proses UASB dengan susbtrat pati menunjukkan efektivitas aklimatasi yang tinggi dibanding subtrat gula. Kondisi steady-state akan tercapai setelah 6 hari operasional dengan efisiensi penurunan COD 91% dan OLR 25 kg COD/m3 hari. Aplikasi UASB secara kontinyu telah mampu menurunkan COD 94% dengan waktu tinggal 24 jam. Proses ECF mampu menurunkan COD air limbah terolah UASB sekitar 70-81%. Kondisi optimum penurunan COD tercapai pada pH 7,5  untuk anoda Al dan pH 6 atau 9 untuk anoda Fe. Penambahan waktu elektrolisis di atas 10 menit sangat mempengaruhi efektivitas penurunan COD untuk anoda Fe sedangkan anoda Al tidak terjadi penurunan yang signifikan.  Jumlah sludge yang dihasilkan oleh proses ECFsebanyak 4 kg/m3 untuk anoda Al dan 5 kg/m3 untuk anoda Fe. Biaya kebutuhan energi berkisar antara 4,5 hingga 18 kWh/m3dan konsumsi elektroda sebanyak 0,17 kg Al/m3 atau 0,515 kg Fe/m3. Integrasi UASB dan ECF berpotensi untuk diaplikasikan sebagai sistem pengolahan air limbah industri karton box yang efektif. 
PERFORMANCE OF IMMOBILIZED-SELECTED MICROORGANISMS IN THE BIODEGRADATION OF TEXTILE INDUSTRY WASTE WATER Handayani, Novarina Irnaning; Setianingsih, Nanik Indah; Moenir, Misbachul
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2018.v9.no1.p29-37

Abstract

Waste water from textile industry contain pollutant whit in certain concentration. To protect the environment and water bodies, wastewater containing pollutant must be treated before discharging into the environment. Anaerobic biological treatment has been used as a method in treating textile industry waste water. Several factors of conventional anaerobic treatment needs to be repaired in order to improve the performance of treating wastewater. A selected microorganisms as inoculum was expected to increase effectivity of waste water biodegradation. In this study a selected microorganisms was used as inoculum in the form of immobilized and free cells in anaerobic treatment of waste water from textile industry and compared with conventional sludge. Results from this study show that selected-immobilized microorganisms achieved the best performance due to its stability and efficiency in removing pollutant in the waste water. Mean while microorganisms in the form of free cells got the lowest performance in treating waste water, estimated due to its sensitivity of environmental conditions and having low mechanical strength of biomass.Immobilized cells succesfully treated waste water from textile industry, removal of pollutant in suspended solid parameter  reached on 93,78% mean while, in oil grease, BOD5 and COD parameter reached on 99,13%, 81,54% and 64,94% respectively. Pollutant in amonia parameter has not been fully treated in this experiment due to condition of the experiment system was anaerobic instead of aerobic.
LOW ENERGY BACTERIA PRESERVATION OF EXTREMELY HALOPHILIC ARCHAEA HALOFERAX LUCENTENSE AND HALOFERAX CHUDINOVII IMMOBILIZED USING NATURAL ZEOLITE Malik, Rizal Awaludin; Nilawati, Nilawati; Handayani, Novarina Irnaning; Rame, Rame; Djayanti, Silvy; Pratiwi, Ningsih Ika; Setianingsih, Nanik Indah; Nasuka, Nasuka
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2019.v10.no2.p16-28

Abstract

The methods of microbial cells preservation were already known by liquid drying, freeze-drying, and freezing. Those methods could preserve bacteria cells in a long period of time but its survivability was relatively low and used relatively high energy during preservation. Immobilization was known as entrapping, attaching or encapsulating bacterial cells in a suitable matrix. This research was conducted to know the suitability of zeolite as immobilization carrier and also as preservation matrix of two halophilic archaea Haloferax chudinovii and Haloferax lucentense. Variable of this research was the type of the carrier which was raw zeolite, 110oC and 300oC heat-activated zeolite carrier, parameters measured in this study was physical and chemical of zeolite such as chemical content, Si/Al ratio, surface area and pore volume, and biochemical assay, bacterial cells numbers after immobilization and bacterial cells after preservation as bacterial response to the immobilization and preservation. Heat activation was significantly affecting the chemical composition, carrier surface area, and pore volume. Highest surface area, pore volume, and Si/Al ratio were obtained in 110oC pretreated zeolite followed by 300oC pretreated zeolite. The bacterial cells obtained after immobilization process was 1,8x107 cfu/g, 3,0 x 107 cfu/g, and 2,1x107 for raw zeolite, 110oC pretreated zeolite and 300oC zeolite respectively. After 4 months preservation, the slight reduction of the bacterial cells was observed. Immobilization halophilic archaeae using zeolite as carrier was proven as low cost and effective preservation method due to relatively simple process and unspecific preservation temperature requirements.
ISOLASI BAKTERI HETEROTROFIK ANAEROBIK PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TEKSTIL Handayani, Novarina Irnaning; Moenir, Misbachul; Setianingsih, Nanik Indah; Malik, Rizal Awaludin
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2016.v7.no1.p39-46

Abstract

Pengolahan air limbah secara anaerob merupakan salah satu metode pengolahan biologi yang dapat mengolah limbah tekstil. Mikroorganisme yang mendominasi dalam proses tersebut adalah bakteri fakultatif dan anaerob obligat, dengan produk akhir gas-gas seperti karbondioksida dan metana. Dalam proses degradasi zat organik dalam air limbah industri tekstil secara anaerobik akan melibatkan berbagai jenis bakteri anaerobik baik dalam tahap hidrolisa, tahap asidigenesis maupun tahap metanogenesis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kultur mikroorganisme anaerobik spesifik yang mampu mendegradasi limbah tekstil dan dilakukan dengan cara isolasi kemudian dilanjutkan dengan pengkayaan (enrichment) bakteri dan uji kemampuan mendegradasi bahan cemaran dari air limbah industri tekstil yang mengandung amilum, parafin, selulosa, dan warna. Secara keseluruhan didapatkan 29 (dua puluh sembilan) isolat bakteri. Dari isolat tersebut 12 (dua belas) isolat terbaik yang mampu mendegradasi amilum adalah BDLA 5, BDLA 4, BDLA 6, mendegradasi parafin adalah BDLP 3, BDLP 1, BDLP 2, mendegradasi selulosa adalah BDLC 2, BDLC 5, BDLC 1, dan mendegradasi warna adalah BDLW 3, BDLW 7, BDLW 2.
PEMANFAATAN KONSORSIUM MIKROBIA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA SISTEM LUMPUR AKTIF Handayani, Novarina Irnaning
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2015.v6.no1.p17-22

Abstract

Industri tekstil sebagian besar menggunakan mengolah limbah cair pada instalasi pengolahan air limbah dengan menggunakan sistem fisika, kimia, dan biologi. Sistem biologi yang digunakan biasanya adalah lumpur aktif yang terkadang mengalami gangguan. Tujuan penelitian ini adalah membuat konsorsium mikrobia terpilih yang dapat menaikkan kinerja lumpur aktif yang sedang terganggu, diindikasikan dengan turunnya nilai sludge volume dalam reaktor lumpur aktif serta menurunkan COD air limbah terolah. Terpilih 6 (enam) jenis bakteri non patogen yaitu Bacillus macerans, Bacillus subtilis, Bacillus thuringiensis, Bacillus sp, Kurthia zopfii,dan Pseudomonas stutzeri untuk digabungkan dalam satu konsorsium. Hasil uji antagonisme antar species terpilih menunjukkan tidak munculnya zone penghambatan, sehingga 6 (enam) jenis bakteri tersebut dapat digabungkan menjadi satu kesatuan.Hasil uji coba laboratorium menunjukkan konsorsium yang ditambahkan nutrien berupa 25 gr bekatul dan 50 gram gula per liter air dengan pencapaian sludge volume 30 menit 85% dan setelah diendapkan 24 jam adalah 35% denganpenurunan COD 82% Uji coba lanjutan menunjukkan bahwa konsorsium dalam 6 jenis bakteri ditambah Nitrobacter dan yeast sludge volume 30 menit terbaik mencapai 73% setelah diendapkan 24 jam menjadi 32% dengan penurunan COD mencapai 81%. 
KOMPARASI ANALISIS TOTAL COLIFORM DENGAN MENGGUNAKAN METODE MPN 5 TABUNG DAN ENZIM SUBSTRAT Handayani, Novarina Irnaning
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2016.v7.no2.p105-112

Abstract

Dalam pemantauan kualitas lingkungan untuk air minum, air bersih, air limbah, dan air sungai, mensyaratkan aspek mikrobiologi parameter coliform dan atau coli tinja sebagai indikator pencemaran lingkungan. Pada saat ini metode yang paling banyak digunakan adalah Number (MPN) 5 tabung yang memiliki waktu pengerjaan minimal 4 hari. Penelitian ini dilakukan untuk menjajaki kemungkinan pemakaian metode lain yang telah terstandarisasi dan memiliki beberapa keunggulan. Metode yang dipilih adalah enzim substrat. Uji laboratorium dilakukan dengan membandingkan hasil analisis antara MPN 5 tabung dan enzim substrat, masing-masing dengan ulangan 7 kali. Hasil komparasi menunjukkan bahwa analisa dengan menggunakan metode enzim substrat memberikan hasil yang lebih besar atau lebih sensitif dibanding MPN 5 tabung. Pada sampel yang mengandung bakteri coli yang tinggi, dalam hal ini pada sampel air limbah dan air sungai perbedaan hasil antara MPN 5 tabung dan enzim substrat sangat signifikan, sedangkan pada sampel dengan kandungan coli kecil atau tidak ada, hasil keduanya sama.  Metode enzim substrat sangat direkomendasikan untuk sampel air minum dan air bersih sehingga akan memberikan hasil yang lebih meyakinkan bagi penggunanya. Kandungan coliform pada sampel air minum dan air bersih walaupun sangat kecil akan benar-benar terdeteksi oleh metode yang memiliki sensitifitas lebih baik.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI KARTON BOX DENGAN METODE INTEGRASI UPFLOW ANAEROBIC SLUDGE BED REACTOR (UASB) DAN ELEKTROKOAGULASI-FLOTASI Vistanty, Hanny; Mukimin, Aris; Handayani, Novarina Irnaning
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2015.v6.no1.p1-8

Abstract

            Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kinerja teknologi integrasi Upflow Anaerobic Sludge Bed Reactor (UASB) dengan elektrokoagulasi-flotasi (ECF) sebagai unit pengolah air limbah industri karton box dalam berbagai kondisi operasi. Sebelum diaplikasikan, unit UASB diawali dengan proses aklimatisasi selama 7 hari menggunakan dua jenis substrat, yaitu gula dan pati. Operasional UASB secara kontinyu dilakukan pada berbagai OLR dan HRT konstan (24 jam). Air limbah terproses UASB kemudian dielektroflotasi menggunakan anoda alumunium (Al) dan besi (Fe). Optimalisasi proses ECF dikaji pada berbagai variabel pH dan waktu elektrolisis. Proses UASB dengan susbtrat pati menunjukkan efektivitas aklimatasi yang tinggi dibanding subtrat gula. Kondisi steady-state akan tercapai setelah 6 hari operasional dengan efisiensi penurunan COD 91% dan OLR 25 kg COD/m3 hari. Aplikasi UASB secara kontinyu telah mampu menurunkan COD 94% dengan waktu tinggal 24 jam. Proses ECF mampu menurunkan COD air limbah terolah UASB sekitar 70-81%. Kondisi optimum penurunan COD tercapai pada pH 7,5  untuk anoda Al dan pH 6 atau 9 untuk anoda Fe. Penambahan waktu elektrolisis di atas 10 menit sangat mempengaruhi efektivitas penurunan COD untuk anoda Fe sedangkan anoda Al tidak terjadi penurunan yang signifikan.  Jumlah sludge yang dihasilkan oleh proses ECFsebanyak 4 kg/m3 untuk anoda Al dan 5 kg/m3 untuk anoda Fe. Biaya kebutuhan energi berkisar antara 4,5 hingga 18 kWh/m3dan konsumsi elektroda sebanyak 0,17 kg Al/m3 atau 0,515 kg Fe/m3. Integrasi UASB dan ECF berpotensi untuk diaplikasikan sebagai sistem pengolahan air limbah industri karton box yang efektif. 
PERFORMANCE OF IMMOBILIZED-SELECTED MICROORGANISMS IN THE BIODEGRADATION OF TEXTILE INDUSTRY WASTE WATER Handayani, Novarina Irnaning; Setianingsih, Nanik Indah; Moenir, Misbachul
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2018.v9.no1.p29-37

Abstract

Waste water from textile industry contain pollutant whit in certain concentration. To protect the environment and water bodies, wastewater containing pollutant must be treated before discharging into the environment. Anaerobic biological treatment has been used as a method in treating textile industry waste water. Several factors of conventional anaerobic treatment needs to be repaired in order to improve the performance of treating wastewater. A selected microorganisms as inoculum was expected to increase effectivity of waste water biodegradation. In this study a selected microorganisms was used as inoculum in the form of immobilized and free cells in anaerobic treatment of waste water from textile industry and compared with conventional sludge. Results from this study show that selected-immobilized microorganisms achieved the best performance due to its stability and efficiency in removing pollutant in the waste water. Mean while microorganisms in the form of free cells got the lowest performance in treating waste water, estimated due to its sensitivity of environmental conditions and having low mechanical strength of biomass.Immobilized cells succesfully treated waste water from textile industry, removal of pollutant in suspended solid parameter  reached on 93,78% mean while, in oil grease, BOD5 and COD parameter reached on 99,13%, 81,54% and 64,94% respectively. Pollutant in amonia parameter has not been fully treated in this experiment due to condition of the experiment system was anaerobic instead of aerobic.
LOW ENERGY BACTERIA PRESERVATION OF EXTREMELY HALOPHILIC ARCHAEA HALOFERAX LUCENTENSE AND HALOFERAX CHUDINOVII IMMOBILIZED USING NATURAL ZEOLITE Malik, Rizal Awaludin; Nilawati, Nilawati; Handayani, Novarina Irnaning; Rame, Rame; Djayanti, Silvy; Pratiwi, Ningsih Ika; Setianingsih, Nanik Indah; Nasuka, Nasuka
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2019.v10.no2.p16-28

Abstract

The methods of microbial cells preservation were already known by liquid drying, freeze-drying, and freezing. Those methods could preserve bacteria cells in a long period of time but its survivability was relatively low and used relatively high energy during preservation. Immobilization was known as entrapping, attaching or encapsulating bacterial cells in a suitable matrix. This research was conducted to know the suitability of zeolite as immobilization carrier and also as preservation matrix of two halophilic archaea Haloferax chudinovii and Haloferax lucentense. Variable of this research was the type of the carrier which was raw zeolite, 110oC and 300oC heat-activated zeolite carrier, parameters measured in this study was physical and chemical of zeolite such as chemical content, Si/Al ratio, surface area and pore volume, and biochemical assay, bacterial cells numbers after immobilization and bacterial cells after preservation as bacterial response to the immobilization and preservation. Heat activation was significantly affecting the chemical composition, carrier surface area, and pore volume. Highest surface area, pore volume, and Si/Al ratio were obtained in 110oC pretreated zeolite followed by 300oC pretreated zeolite. The bacterial cells obtained after immobilization process was 1,8x107 cfu/g, 3,0 x 107 cfu/g, and 2,1x107 for raw zeolite, 110oC pretreated zeolite and 300oC zeolite respectively. After 4 months preservation, the slight reduction of the bacterial cells was observed. Immobilization halophilic archaeae using zeolite as carrier was proven as low cost and effective preservation method due to relatively simple process and unspecific preservation temperature requirements.