Hanny Vistanty, Hanny
Center of Industrial Pollution Prevention Technology

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI KARTON BOX DENGAN METODE INTEGRASI UPFLOW ANAEROBIC SLUDGE BED REACTOR (UASB) DAN ELEKTROKOAGULASI-FLOTASI Vistanty, Hanny; Mukimin, Aris; Handayani, Novarina Irnaning
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2015.v6.no1.p1-8

Abstract

            Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kinerja teknologi integrasi Upflow Anaerobic Sludge Bed Reactor (UASB) dengan elektrokoagulasi-flotasi (ECF) sebagai unit pengolah air limbah industri karton box dalam berbagai kondisi operasi. Sebelum diaplikasikan, unit UASB diawali dengan proses aklimatisasi selama 7 hari menggunakan dua jenis substrat, yaitu gula dan pati. Operasional UASB secara kontinyu dilakukan pada berbagai OLR dan HRT konstan (24 jam). Air limbah terproses UASB kemudian dielektroflotasi menggunakan anoda alumunium (Al) dan besi (Fe). Optimalisasi proses ECF dikaji pada berbagai variabel pH dan waktu elektrolisis. Proses UASB dengan susbtrat pati menunjukkan efektivitas aklimatasi yang tinggi dibanding subtrat gula. Kondisi steady-state akan tercapai setelah 6 hari operasional dengan efisiensi penurunan COD 91% dan OLR 25 kg COD/m3 hari. Aplikasi UASB secara kontinyu telah mampu menurunkan COD 94% dengan waktu tinggal 24 jam. Proses ECF mampu menurunkan COD air limbah terolah UASB sekitar 70-81%. Kondisi optimum penurunan COD tercapai pada pH 7,5  untuk anoda Al dan pH 6 atau 9 untuk anoda Fe. Penambahan waktu elektrolisis di atas 10 menit sangat mempengaruhi efektivitas penurunan COD untuk anoda Fe sedangkan anoda Al tidak terjadi penurunan yang signifikan.  Jumlah sludge yang dihasilkan oleh proses ECFsebanyak 4 kg/m3 untuk anoda Al dan 5 kg/m3 untuk anoda Fe. Biaya kebutuhan energi berkisar antara 4,5 hingga 18 kWh/m3dan konsumsi elektroda sebanyak 0,17 kg Al/m3 atau 0,515 kg Fe/m3. Integrasi UASB dan ECF berpotensi untuk diaplikasikan sebagai sistem pengolahan air limbah industri karton box yang efektif. 
ENHANCED PERFORMANCE OF MULTI-STAGE ANAEROBIC DIGESTION OF TOFU WASTEWATER: ROLE OF RECIRCULATION Vistanty, Hanny; Malik, Rizal Awaluddin
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2019.v10.no1.p29-37

Abstract

Continuous three-stage anaerobic reactors with recirculation system were employed to treat real tofu wastewater. The system consists of 3 reactors connected in series and effluent of the last reactor was partly returned as feed of the first reactor along with fresh wastewater. The recirculation system was conducted on four variations of recirculation ratio (RR)s of 0, 1.0, 1.3, and 1.5 to evaluate the influence of recirculation on stability and performance of anaerobic system. Results showed that recirculation improved the performance of anaerobic digestion. COD was fluctuated without recirculation and gradually decreased to 373 and 298 mg/L at RR 1.3 and 1.5, respectively. Likewise, pH value was dropped to 6.5 at RR 0, and started to increase to approximately 8.0 upon employing recirculation. In addition, the system also showed excellent toleration against rise in ammonia loading, with effluent ammonia approximately 4.678 mg/L. The findings showed that the system employed had excellent efficiency and stability in treating tofu wastewater. 
PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI BAKERY MENGGUNAKAN SISTEM STRIPPER-LUMPUR AKTIF Malik, Rizal Awaludin; Vistanty, Hanny; Sartamtomo, Sartamtomo; Setianingsih, Nanik Indah; Crisnaningtyas, Farida; Zen, Nur
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2016.v7.no2.p89-98

Abstract

Air limbah industri bakery memiliki karakteristik kandungan organik, lemak, dan surfaktan yang tinggi. Keberadaan surfaktan pada air limbah dapat mengganggu proses degradasi kandungan organik dan lemak pada instalasi pengolahan air limbah khususnya pengolahan secara biologis/lumpur aktif. Studi ini membahas tentang performa integrasi system stripper-lumpur aktif yang diaplikasikan untuk mengolah air limbah industry bakery dalam skala full scale. Proses stripper dilakukan dengan menggunakan kolom yang diintegrasikan dengan bak aerasi pada kisaran HRT (waktu tinggal) 24 jam. Proses stripper memberikan efisiensi enurunan COD dan surfaktan tertinggi sebesar 96% dan 80%. Proses lumpur aktif digunakan untuk mengolah keluaran dari proses stripper dengan karakteristik lumpur aktif MLSS 4000-4500 mg/L, FM/ rasio 0,268, sludge age 11 hari dan HRT 24 jam, proses degradasi dengan lumpur aktif ini mampu memberikan efisiensi penurunan COD dan surfaktan sebesar 79% dan 88%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit IPAL dengan menggunakan sistem stripper-lumpur aktif memiliki efisiensi penurunan COD, TSS, dan BOD sebesar 98,9%, 87,9%, dan 96,4%, sehingga sistem ini merupakan teknologi yang tepat untuk diterapkan pada pengolahan limbah industri bakery.
IMPLEMENTATION OF ELECTROCATALYTIC REACTOR AS OXIDATION UNIT FOR RESIDUAL REAGENT WASTEWATER OF TESTING LABORATORY Mukimin, Aris; Wicaksono, Kukuh Aryo; Zen, Nur; Purwanto, Agus; Vistanty, Hanny
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2018.v9.no2.p11-20

Abstract

The remaining reagent from the sample analysis process become a significant source of hazardous waste of laboratory tasting activities. Methylene blue, phenol and oil are pollutants common in the remaining reagent waste. The electrocatalytic reactor is effective oxidation units for these organic pollutants. The reactor was made for a 50 L capacity with cylindrical metal oxide as the anode. The three anode which 6 cm in diameter and 50 cm in length were paired stainless cathode with the distance of 2.5 cm. The reactor was also equipped with a stirrer that is connected to the motor so that the mass transfer and oxidizing agents is more effective. The reactor application was carried out by feeding the remaining reagent waste into the electrocatalytic unit and giving DC potential 5 Volt.  Each COD content for reagent waste of detergent: 2864 mg/L, phenol: 838 mg/L and oil: 708 mg/L. The reactor has reduced COD to 2157 mg/L (detergent), 399 mg/L (phenol) and 506 mg/L (oil) for 120 minutes. The high COD content in residual is caused by solvent (chloroform or hexane) that used at extraction step in determining the process of a sample. This compound is tough to oxidize into CO2 by OH radical or hypochlorite acid formed at the anode during the electrolysis process
APLIKASI LIMBAH PADAT BATU ALAM SEBAGAI SUBTITUSI FINE AGREGAT PAVING BLOK, BATAKO DAN BAHAN BAKU PRODUKSI SEMEN Mukimin, Aris; Vistanty, Hanny; Juliasari, Ikha Rasti; Fatkhurrahman, Januar Arif; Budiarto, Agung
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2016.v7.no1.p1-12

Abstract

Pemanfaatan limbah padat batu alam menjadi penting dilakukan supaya keseimbangan lingkungan dapat dijaga dan dapat berpeluang menjadi sumber usaha baru yang akan berdampak pada sektor ekonomi masyarakat sekitar. Lokasi pengambilan limbah padat ditetapkan dari salah satu industri pengolahan batu alam di Kabupaten Cirebon. Sumber limbah tersebut berasal dari serbuk padat hasil pemotongan dan sludge hasil sedimentasi. Jenis batu alam yang menjadi obyek penelitian terdiri dari dua, yaitu batuan andesit dan batuan Palimanan. Produk bahan bangunan yang dibuat dari limbah padat batu alam hanya dua, yaitu paving dan batako, dimana dalam hal ini limbah difungsikan sebagai subtitusi fine agregat. Pemanfaatan limbah sebagai bahan baku hanya dipelajari dan diaplikasikan untuk pembuatan semen. Limbah padat batu alam dapat digunakan sebagai subtitusi fine agregat dalam pembuatan paving dan batako. Persen subtitusi limbah padat batu alam untuk paving mencapai 30% untuk Andesit dan 50% untuk palimanan dengan kualitas B, C dan D. Persen subtitusi limbah padat batu alam untuk batako mencapai 50% untuk Andesit dan Palimanan dengan kualitas I, II, III dan IV. Limbah padat batuan Palimanan mempunyai image permukaan yang lebih kasar dibanding Andesit. Kandungan utama limbah padat batuan andesit sama dengan palimanan, yaitu: karbon, silika, alumina, kalsium oksida dan besi oksida. Limbah padat batu alam dapat dimanfaatkan untuk membuat semen dengan persen komposisi antara limbah dengan kapur sebesar 43%:56% dan dipanaskan pada suhu 800 oC selama 2 jam  dilanjutkan ke 1450 oC selama 3 jam.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI FARMASI FORMULASI DENGAN METODE ANAEROB-AEROB DAN ANAEROB-KOAGULASI Crisnaningtyas, Farida; Vistanty, Hanny
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2016.v7.no1.p13-22

Abstract

Studi ini membahas mengenai pengolahan limbah cair industri farmasi dalam skala laboratorium dengan menggunakan konsep anaerob-kimia-fisika dan anaerob-aerob. Proses anaerob dilakukan dengan menggunakan reaktor Upflow Anaerobic Sludge Bed reactor (UASBr) pada kisaran OLR (Organic Loading Rate) 0,5 ? 2 kg COD/m3hari, yang didahului dengan proses aklimatisasi menggunakan substrat gula. Proses anaerob mampu memberikan efisiensi penurunan COD hingga 74%. Keluaran dari proses anaerob diolah lebih lanjut dengan menggunakan dua opsi proses: (1) fisika-kimia, dan (2) aerob. Koagulan alumunium sulfat dan flokulan kationik memberikan efisiensi penurunan COD tertinggi (73%) pada kecepatan putaran masing-masing 100 rpm dan 40 rpm. Uji coba aerob dilakukan pada kisaran MLSS antara 4000-5000 mg/L dan mampu memberikan efisiensi penurunan COD hingga 97%. Hasil uji coba menunjukkan bahwa efisiensi penurunan COD total yang dapat dicapai dengan menggunakan teknologi anaerob-aerob adalah 97%, sedangkan kombinasi anaerob-koagulasi-flokulasi hanya mampu menurunkan COD total sebesar 72,53%. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi proses anaerob-aerob merupakan teknologi yang potensial untuk diaplikasikan dalam sistem pengolahan limbah cair industri farmasi. 
PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI KARTON BOX DENGAN METODE INTEGRASI UPFLOW ANAEROBIC SLUDGE BED REACTOR (UASB) DAN ELEKTROKOAGULASI-FLOTASI Vistanty, Hanny; Mukimin, Aris; Handayani, Novarina Irnaning
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2015.v6.no1.p1-8

Abstract

            Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kinerja teknologi integrasi Upflow Anaerobic Sludge Bed Reactor (UASB) dengan elektrokoagulasi-flotasi (ECF) sebagai unit pengolah air limbah industri karton box dalam berbagai kondisi operasi. Sebelum diaplikasikan, unit UASB diawali dengan proses aklimatisasi selama 7 hari menggunakan dua jenis substrat, yaitu gula dan pati. Operasional UASB secara kontinyu dilakukan pada berbagai OLR dan HRT konstan (24 jam). Air limbah terproses UASB kemudian dielektroflotasi menggunakan anoda alumunium (Al) dan besi (Fe). Optimalisasi proses ECF dikaji pada berbagai variabel pH dan waktu elektrolisis. Proses UASB dengan susbtrat pati menunjukkan efektivitas aklimatasi yang tinggi dibanding subtrat gula. Kondisi steady-state akan tercapai setelah 6 hari operasional dengan efisiensi penurunan COD 91% dan OLR 25 kg COD/m3 hari. Aplikasi UASB secara kontinyu telah mampu menurunkan COD 94% dengan waktu tinggal 24 jam. Proses ECF mampu menurunkan COD air limbah terolah UASB sekitar 70-81%. Kondisi optimum penurunan COD tercapai pada pH 7,5  untuk anoda Al dan pH 6 atau 9 untuk anoda Fe. Penambahan waktu elektrolisis di atas 10 menit sangat mempengaruhi efektivitas penurunan COD untuk anoda Fe sedangkan anoda Al tidak terjadi penurunan yang signifikan.  Jumlah sludge yang dihasilkan oleh proses ECFsebanyak 4 kg/m3 untuk anoda Al dan 5 kg/m3 untuk anoda Fe. Biaya kebutuhan energi berkisar antara 4,5 hingga 18 kWh/m3dan konsumsi elektroda sebanyak 0,17 kg Al/m3 atau 0,515 kg Fe/m3. Integrasi UASB dan ECF berpotensi untuk diaplikasikan sebagai sistem pengolahan air limbah industri karton box yang efektif. 
ENHANCED PERFORMANCE OF MULTI-STAGE ANAEROBIC DIGESTION OF TOFU WASTEWATER: ROLE OF RECIRCULATION Vistanty, Hanny; Malik, Rizal Awaluddin
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2019.v10.no1.p29-37

Abstract

Continuous three-stage anaerobic reactors with recirculation system were employed to treat real tofu wastewater. The system consists of 3 reactors connected in series and effluent of the last reactor was partly returned as feed of the first reactor along with fresh wastewater. The recirculation system was conducted on four variations of recirculation ratio (RR)s of 0, 1.0, 1.3, and 1.5 to evaluate the influence of recirculation on stability and performance of anaerobic system. Results showed that recirculation improved the performance of anaerobic digestion. COD was fluctuated without recirculation and gradually decreased to 373 and 298 mg/L at RR 1.3 and 1.5, respectively. Likewise, pH value was dropped to 6.5 at RR 0, and started to increase to approximately 8.0 upon employing recirculation. In addition, the system also showed excellent toleration against rise in ammonia loading, with effluent ammonia approximately 4.678 mg/L. The findings showed that the system employed had excellent efficiency and stability in treating tofu wastewater. 
PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI BAKERY MENGGUNAKAN SISTEM STRIPPER-LUMPUR AKTIF Malik, Rizal Awaludin; Vistanty, Hanny; Sartamtomo, Sartamtomo; Setianingsih, Nanik Indah; Crisnaningtyas, Farida; Zen, Nur
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2016.v7.no2.p89-98

Abstract

Air limbah industri bakery memiliki karakteristik kandungan organik, lemak, dan surfaktan yang tinggi. Keberadaan surfaktan pada air limbah dapat mengganggu proses degradasi kandungan organik dan lemak pada instalasi pengolahan air limbah khususnya pengolahan secara biologis/lumpur aktif. Studi ini membahas tentang performa integrasi system stripper-lumpur aktif yang diaplikasikan untuk mengolah air limbah industry bakery dalam skala full scale. Proses stripper dilakukan dengan menggunakan kolom yang diintegrasikan dengan bak aerasi pada kisaran HRT (waktu tinggal) 24 jam. Proses stripper memberikan efisiensi enurunan COD dan surfaktan tertinggi sebesar 96% dan 80%. Proses lumpur aktif digunakan untuk mengolah keluaran dari proses stripper dengan karakteristik lumpur aktif MLSS 4000-4500 mg/L, FM/ rasio 0,268, sludge age 11 hari dan HRT 24 jam, proses degradasi dengan lumpur aktif ini mampu memberikan efisiensi penurunan COD dan surfaktan sebesar 79% dan 88%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit IPAL dengan menggunakan sistem stripper-lumpur aktif memiliki efisiensi penurunan COD, TSS, dan BOD sebesar 98,9%, 87,9%, dan 96,4%, sehingga sistem ini merupakan teknologi yang tepat untuk diterapkan pada pengolahan limbah industri bakery.
IMPLEMENTATION OF ELECTROCATALYTIC REACTOR AS OXIDATION UNIT FOR RESIDUAL REAGENT WASTEWATER OF TESTING LABORATORY Mukimin, Aris; Wicaksono, Kukuh Aryo; Zen, Nur; Purwanto, Agus; Vistanty, Hanny
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2018.v9.no2.p11-20

Abstract

The remaining reagent from the sample analysis process become a significant source of hazardous waste of laboratory tasting activities. Methylene blue, phenol and oil are pollutants common in the remaining reagent waste. The electrocatalytic reactor is effective oxidation units for these organic pollutants. The reactor was made for a 50 L capacity with cylindrical metal oxide as the anode. The three anode which 6 cm in diameter and 50 cm in length were paired stainless cathode with the distance of 2.5 cm. The reactor was also equipped with a stirrer that is connected to the motor so that the mass transfer and oxidizing agents is more effective. The reactor application was carried out by feeding the remaining reagent waste into the electrocatalytic unit and giving DC potential 5 Volt.  Each COD content for reagent waste of detergent: 2864 mg/L, phenol: 838 mg/L and oil: 708 mg/L. The reactor has reduced COD to 2157 mg/L (detergent), 399 mg/L (phenol) and 506 mg/L (oil) for 120 minutes. The high COD content in residual is caused by solvent (chloroform or hexane) that used at extraction step in determining the process of a sample. This compound is tough to oxidize into CO2 by OH radical or hypochlorite acid formed at the anode during the electrolysis process