Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jupeko (Jurnal Pendidikan Ekonomi)

ANALISIS GENDER DALAM SUKSESI PERUSAHAAN KELUARGA DI KABUPATEN TULUNGAGUNG Sawal Sartono; Bondan Subagyo
Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jupeko.v5i1.1522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah gender berpengaruh dalam suksesi perusahaan keluarga dan pertimbangan yang mempengaruhinya di Kabupaten Tulungagung  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi kasus pada perusahaan keluarga yang dipilih dengan teknik interview dan observasi, dengan tujuan mendapatkan gambaran yang jelas dari para pemilik perusahaan keluarga terhadap isu gender dalam suksesi perusahaan keluarganya.Proses suksesi menggunakan model Handler (1990) yang menyatakan tahapan dalam proses sukssesi dalam perusahaan keluarga terdiri dari tiga tahap ; a) tahap inisiasi, b) tahap integrasi, c) tahap penggabungan, dan disempurnakan d) tahap Penarikan (withdrawal Phase, Cadieux dan Lorain, 2003). dalam penelitian ini ditemukan dalam tahapan tersebut setiap perusahaan memiliki pola yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut; Proses iniasiasi, integrasi, penggabungan dan withdrawal tergantung pada perencanaan yang dilakukan oleh pendiri perusahaan. Beberapa pendiri perusahaan tidak memiliki perencanaan suksesi, perencanaan suksesi dilakukan setelah suksesor menyelesaikan pendidikan tinggi, dan pendiri perusahaan yang telah merencanakan proses suksesi sejak suksesor mulai dewasa. Pada beberapa perusahaan yang menjadi obyek penelitian isu gender mayoritas tidak berpengaruh dalam proses suksesi. Pertimbangan utama dari pendiri perusahaan adalah supaya keberlanjutan usaha tetap terjaga maka suksesor yang dianggap memiliki kemampuan yang dipilih untuk meneruskan usaha. Terdapat perusahaan keluarga yang pendirinya memutuskan anak lelaki yang akan meneruskan usahanya tetapi pada tahap penggabungan merubah keputusan karena suksesor dianggap tidak mampu untuk mengelola dan meneruskan perusahaan keluarga.